Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi yang paling mencolok adalah serangan kejang yang paling sering dialami oleh penderita epilepsi pada umumnya. Epilepsi atau dalam istilah awamnya adalah ayan atau sawan sudah dikenal sejak lama, namun hingga kini pemahaman tentang penyakit ini masih rendah. Stigma negatif masih sering diletakkan kepada penyandang epilepsi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak masyarakat masih memiliki pandangan bahwa epilepsi bukanlah penyakit tetapi karena bukanlah penyakit tetapi karena masuknya roh jahat, kesurupan, guna-guna atau sebuah kutukan. Dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karir dan kehidupan rumah tangga merupakan masalah yang sering dihadapi penyandang epilepsi dan membuat mereka tertekan dan depresi.

Ditambah lagi, banyak keluarga penyandang epilepsi yang masih menutup-nutupi keadaan sehingga penanganan epilepsi menjadi tidak optimal. Padahal pada kenyataannya epilepsi sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang epilepsi dapat hidup normal dan berprestasi.

Gambar : Penyandang penyakit epilepsi

Tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Epilepsi dapat diartikan sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Kejang terjadi sebagai akibat letupan listrik di dalam otak, sehingga terjadi gangguan pada gerakan sensasi kesadaran atau perilaku tanpa disadari penyandangnya.

Otak manusia terdiri dari triliyunan sel syaraf yang saling berhubungan melalui cetusan-cetusan listrik yang diperantai oleh zat kimia yang disebut neurotransmitter. Cetusan listrik ini juga bekerja pada otot, menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, aksi dan pengaturan fungsi tubuh bagian dalam. Jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dapat terjadi letupan yang tidak diinginkan dan akibatnya terjadi kejang.

Penting untuk diketahui, yang dimaksud dengan kejang disini  tidak hanya gerakan mengejang di seluruh badan yang menjadi tanda tanda penyakit epilepsi yang menyerang, namun dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekejap atau tanda-tanda lain yang kadang tidak disadari penyandang epilepsi maupun orang disekitarnya. Anak dapat sering jatuh atau sulit mengikuti pelajaran. Orang tua atau guru yang tidak teliti, dapat salah mengerti dan menganggap anak tersebut bodoh.

Lebih parah lagi, jika terjadi kejang seluruh badan, orang menganggap penyandang mengalami kesurupan, kena guna-guna atau kutukan. “Akibatnya penyandang epilepsi sering menghadapi masalah psikososiokultural berupa dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan, serta rumah tangga terganggu.

Kejang tidak selalu epilepsi

Anggapan di masyarakat, kejang kerap diidentikkan dengan epilepsi ataupun sebaliknya. Nyataya menurut Dr. Irawan, tidak semua kejang adalah tanda tanda penyakit epilepsi. Jika kejang yang disertai dengan demam tinggi,  kadar gula darah yang rendah, penghentian obat-obatan atau alkohol atau segera setelah trauma kepala, biasanya hal ini bukan kejang akibat epilepsi.

Jika hal ini terjadi tanpa riwayat kejang sebelumnya, biasanya tidak perlu diberikan obat anti epilepsi yang diobati hanya penyakit lain yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang tersebut. Satu dari dua wanita yang termasuk penderita penyakit epilepsi, kejang yang terjadi bukan kejang karena kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami, namun karena menstruasi dan epilepsi yang memiliki hubungan. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstuasi yang di jalani mungkin akan dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Untuk mengganti atau menambahkan obat anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah merawat anda.

Dukungan yang bisa diberikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah sangat dianjurkan untuk tidak memendam perasaannya. Anda dapat mencengarkan semua curhatan penderita dengan penuh perhatian. Penderita epilepsi sebaiknya tidak di asingkan namun anda harus memberikannya perhatian lebih agar ia merasa tenang ketika disamping anda. Tanyakan bantuan apa yang bisa anda lakukan atau anda berikan untuk penderita epilepsi jika suatu saat penderita mengalami tanda tanda penyakit epilepsi. Jangan biarkan penderita epilepsi mengemudi sendiri. Maka, jika anda sedang ingin pergi ke suatu tempat, mungkin anda dapat menawarinya tumpangan atau membantunya untuk mengurus sesuatu yang penderita sedang perlukan untuk saat itu.

Pencegahan Tanda tanda Penyakit Epilepsi

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi, seperti :

  • Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan menggunakan vaksinasi yang benar. Apabila anda adalah sepasang orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus di instruksikan pada metode untuk mengontrol demam. Pengontrolan demam anak dapat anda lakukan dengan memberikan kompres dingin dan juga pemberian obat anti peuretik.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang yang dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obat antikonvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan tanda ini.
  • Cidera kepala yang menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit epilepsi yang dapat dicegah. Tindakan pencegahan yang aman dapat dilakukan dengan tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan adanya tanda tanda penyakit epilepsi akibat cidera kepala.
  • Menemani anak pada saat anak sedang bermain dan tidak membiarkan anak anda dalam keadaan fikiran yang kosong juga dapat anda gunakan sebagai tindakan pencegahan munculnya serangan kambuhan yang terjadi secara tiba-tiba.

 Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Tetap bersikap tenang merupakan salah satu Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi. Epilepsi atau sering dikenal dengan penyakit ayan merupakan penyakit gangguan pada sistem saraf otak yang menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh manusia. Reaksi itu antara lain melamun sesaat, gangguan kesadaran, kesemutan hingga kejang-kejang.

Diantara beberapa penyakit yang menjadi momok bagi orang banyak, epilepsi adalah salah satunya. Epilepsi memiliki banyak konsekuensi dari segi sosio-ekonomi, antara lain timbulnya rasa malu dalam pergaulan, hilangnya izin mengemudi, kesulitan melakukan pekerjaan dan sebagainya. Selain itu, epilepsi dapat terjadi pada siapa saja diseluruh dinia tanpa batasan usia, gender, RAS sosial dan ekonomi.

Melihat seseorang mendapat serangan epilepsi, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama anda, adalah pengalaman yang cukup menegangkan. Namun, epileptik tidak akan membahayakan anda dan sedang sangat membutuhkan bantuan anda.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat kambuh dimanapun penderitanya sedang berada tergantung dari penyebab yang muncul pada sesaat sebelum serangan kambuh.

10 langkah Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda lakukan adalah:

  1. Berusaha untuk selalu tetap tenang dan tidak panik ketika melihat seseorang sedang mengalami serangan kambuhan di manapun anda berada.
  2. Longgarkan semua baju atau kerah baju yang ia pakai. Tindakan tersebut berfungsi untuk membantu pernafasan penderita lebih lancar.
  3. Perhatikanlah sekeliling anda. Apakah orang itu berada di tempat yang berbahaya, misalnya di dekat api, kolam atau tangga? Jika iya segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman. Jika tidak, jangan pindah penderita namun pindahkahlah benda-benda dari sekitar mereka yang mungkin akan tertabrak akibat reaksi kejang yang diberikan misalnya meja dan lemari agar tidak jatuh menimpa mereka jika tertabrak.
  4. Catat lama terjadinya serangan yang dialami penderita. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa berhenti, segera panggil ambulans atau siapkan kendaraan untuk mengantarnya ke rumah sakit.
  5. Temani mereka dan jangan biarkan mereka sendirian saat sedang mengalami serangan. Jika mereka tidak ambruk, tapi terlihat kosong atau bingung, tuntun mereka menjauh dari bahaya apapun yang ada disekitar. Berbicaralah dengan tenang, buat penderita percaya kepada anda bahwa tidak akan ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya.
  6. Jika penderita kehilangan kesadaran atau ambruk, Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi dengan letakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala mereka. Misalnya seperti bantal atau baju untuk menjaga agar kepala tidak terbentur dengan ubin atau lantai dan mengalami cedera yang semakin parah.
  7. Jangan berusaha untuk menahan gerakan kejang yang sedang menyerang penderita. Hal ini justru hanya dapat melukai mereka.
  8. Jangan masukkan apapun ke mulut mereka. Mereka tidak akan mengigit lidah, jangan kawatir. Karena jika anda memasukka sesuatu seperti sapu tangan atau sendok atau benda lainnya ke dalam mulut penderita, hal tersebut hanya akan memicu penderita untuk mengalami muntah.
  9. Periksa kembali waktu yang sudah anda catat tadi. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, panggil ambulans karena jika dibiarkan akan membuat epilepsi pada penderita akan semakin memburuk.
  10. Sesudah kejang  yang dialami berhenti, letakkan mereka di posisi pemulihan dan periksa apakah pernafasan mereka kembali normal. Periksa mulut mereka untuk memastikan tidak ada benda yang menghalangi saluran pernafasan, misalnya makanan atau gigi palsu. Jika mereka sulit bernafas, segera panggil ambulans.
  11. Tetap bersama mereka hingga mereka pulih. Jika mereka terluka atau mendapat serangan lanjutan, segera panggil ambulans.
  12. Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda berikan kepada penderita jika sedang berada dirumah dengan durasi kejang yang lama adalah midazolan yang dapat anda letakka di mulut penderita atau dapat juga dengan diazepam sebagai bentuk sediaan secara rektal.

Setelah anda melakukan Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi untuk mengobatan anda dapat menggunakan pengobatan alternatif seperti :

1. Akupuntur, teknik memasukkan beberapa jarum atau memanipulasi jarum ke dalam titik akupuntur tubuh. Teori akupuntur yang berasal dari Pengobatan/Obat-obatan tradisional Tiongkok tidak melalui penggunaan metode ilmiah, dan mendapat berbagai kritik berdasarkan pemikiran ilmiah. Tidak ada basis anatomis atau histologis yang secara fisik bisa diverifikasi tentang keberadaan titik akupunktur atau meridian (akupunktur).

2. Yoga, berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Selain untuk penanganan atau pengobatan penyakit epilepsi, yoga juga memiliki khasiat lainnya.

3. Pengobatan alternatif yang dapat anda lakukan untuk penderita epilepsi dengan daun pegagan. penyakit epilepsi seringkali ditangani secara tradisional dengan ramuan herbal, salah satunya Pegagan (Centella asiatica). Beberapa senyawa aktif seperti triterpenoid, brahmoside (Bacoside A), dan brahminoside yang terkandung pada tanaman pegagan ini, memiliki sifat sedatif yang mampu membuat penderita penyakit epilepsi menjadi tenang dan mampu merelaksasi pembuluh darah yang tegang. Caranya ambil segenggam daun Pegagan dan cuci bersih. Ambil gula aren atau gula jawa secukupnya. Campurkan kedua bahan tersebut dan blender atau tumbuk hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring dan minumkan ramuan tersebut dengan rutin satu gelas sehari.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi dapat dilakukan dengan tradisional. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensu psikososial yang berat bagi penyandangnya (pendidikan yang rendah, pengangguran yang tinggi, stigma sosial, rasa rendah diri, kecenderungan tidak menikah bagi penyandangnya). Epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda kejang sementara dan atau gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal, berlebihan atau sinkron di otak.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Otak manusia sebenarnya terdiri dari jutaan sel saraf yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua aktifitas tubuh selain faktor genetik dari prnyakit epilepsi yang juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Berkit beberapa faktor penyebab penyakit ayan atau epilepsi  yang paling umum, diantaranya :

  • Faktor genetik yang terjadi akibat dari adanya gen tertentu yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit epilepsi dan membutuhkan pengobatan atau beberapa Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.
  • Trauma yang terjadi di kepala akibat dari penderita pernah mengalami cidera di kepala.
  • Penderita epilepsi yang juga mengalami penyakit tumor otak
  • Terjadi kerusakan otak penderita dalam proses kelahiran
  • Penyakit stroke
  • Penderita epilepsi yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Untuk menyembuhkan penyakit ini ada cara sederhana yang dapat dilakukan para penderita, yaitu diet kategonik. Diet ini terbukti dapat menurunkan frekuensi timbulnya kejang pada anak-anak, namun diet ini relatif sulit dinjalankan. Karena pasien hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan mengalami kekekurangan berbagai nutrisi yang penting, seperti vitamun B, C, dan D. Resiko yang lebih besar adalah terjadnya penurunan gula darah secara drastis akibat pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk gula. Diare dan gangguan batu ginjal juga kerap terjadi. Dengan demikian sebelum dan selama menjalankan program diet ini, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Umumnya pada waktu mencocokkan diet ini dengan kebutuhan anak dan meningkatkan efektifitasnya. Dokter biasanya memulai dengan menanyakan kepada orangtua tentang pola makan anak selama satu bulan terakhir. Bahkan jika diet belum juga berhasil, sejarah pola makan anak selama 2-3 bulan terakhir mungkin juga diperlukan.

Cara Penyembuhan Penyakit Epilepsi dengan Diet : Diat Katogenik

Selama melakukan diet kategonik, anak tetap mengonsumsi obat ayan atau epilepsi, tetapi dosisinya mungkin akan dengan perlahan dikurangi. Jika anak merespon dengan baik diet kategonik ini, dokter bahkan akan mengehentikan obat-obatan seluruhnya.

Dokter dan ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam diet katogenik bagi pasien penderita epilepsi ini dapat menganalisa kondisi pada anak dan dapat menetapkan rencana pola makan Dokter harus menyancang pola makan yang masih aman untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pola makan yang mungkin diberikan oleh dokter biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran sebagai sumber karbohidrat, daging, ikan atau ayam sebagai dumber protein dan banyak memakan makanan berlemak seperti cream, mentega, telur, mayonaise, dan tidak mengkonsumsi gula. Dengan anda memberikan nutrisi yang bersifat katogenik telah menjadi salah satu cara pengobatan penyakit epilepsi.

Cara penyembuhan yang dapat anda lakukan lainnya untuk Penyakit Epilepsi dengan obat tradisional :

Resep 1. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Lidah buaya 60 gram dan air 600 cc

Cara pembuatan ramuan : kupas kulit lidah buaya dan cuci dagingnya hingga bersih. Rebus dalam 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan tersisa setengahnya. Berikan air sebusan lidah buaya ini untuk penderita selagi masih hangat. Pemberian obat dapat anda lakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Resep 2. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, 30 gram daun sambiloto, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Campurkan semua bahan menjadi saku kecuali gula merah, lalu cuci hingga bersih. Rebus semua bahan dengan 600 cc air bersih hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya atau sekitar 300 cc. Saring ramuan dan berikan pada penderita selagi masih hangat. Obat epilepsi ini dapat anda berikan 2 kali sehari untuk mengurangi serangan yang terjadi.

Resep 3. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang diperlukan : 1 genggan akar baru cina, 1 ruas ibu jari jahe, 1 ruas ibu jari gula aren, dan 4 gelas air.

Cara pembuatan ramuan : ambil akar daun baru cina dan jahe, lalu cuci hingga bersih. Rebus dalam 4 gelas air bersih dan tunggu hingga mendidih. Biarkan rebusan mendidih dan airnya surut menjadi setengahnya. Angkat dan biarkan hingga ramuan tersebut dingin. Saring dan berikan ramuan kepada penderita epilepsi sebanyak 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Resep 4. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Resep yang satu ini merupakan resep yang paling mudah untuk anda lakukan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk resep ini hanya buah ciplukan. Cari buah ciplukan yang sudah masak di ladang sekitar rumah anda. Kumpulkan sekitar 8 sampai 10 buah, kemudian cuci hingga bersih. Untuk buah ciplukan ini anda tidak perlu mengolahnya, namun anda cukup mengkonsumsinya langsung. komsumsi buah ini setiap hari hingga penyakit epilepsi yang anda alami membaik.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara mencegah penyakit epilepsi yang paling utama adalah niatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri bahwa kita ingin mencegah penyakit tersebut. Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan, misalnya sisa-sisa penyakit raja singa, urat darah mengeras, penyakit-penyakit otak sepeti troke dan tumor otak, racun alkohol, cacing-cacing dalam perut, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab lain yang memperberat gangguan berbagai kejang pada anak tersebut adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya yang timbul di luar saluran cerna.

Jutaan sel yang ada didalam saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi semua aktifitas tubuh anda. Selain faktor genetik, penyakit epilepsi yang menyerang anda juga dapat disebabkan dari beberapa faktor lainnya seperti adanya pergantian zat kimia di dalam otak kita, pernah mengalami cidera kepala atau luka di bagian kepala hingga mengakibatkan trauma otak, mengalami maslaah fisik atau mental. Penyebab lain dari penyakit ini adalah mengalami luka pada saat kehamilan dan dapat juga karena faktor lingkungan sekitar rumah anda.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Untuk mencegah penyakit epilepsi ini terjadi sebaiknya penderita ayan melakukan hal-hal dibawah ini :

  • Menjaga kehidupan sehari-harinya seperti badan dan pikiran anda merupakan salah satu Cara Mencegah Penyakit Epilepsi, jangan memikirkan hal yang terlalu berat agar otak tidak menjadi penat. Lakukan perjalanan bersama keluarga untuk menghindari stress yang mungkin anda rasakan setelah melakukan kegiatan atau pekerjaan yang membuat otak anda lelah.
  • Jangan mengonsumsi alkohol kopi atau teh yang pekat dan jangan makan daging terlalu banyak karena minuman dan makanan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit epilepsi pada manusia.
  • Terapkan pola makan dan pola hidup yang teratur. Memakan sayur-sayuran dan istirahat yang cukup. Usahakan buang air besar dengan teratur setiap harinya.
  • Jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau mangga, menyebrang di jembatan yang sempit, berdiri di pinggir sungai atau kolam, api, berenang bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar. Itu semua dapat membahayakan si penderita jika terjadi serangan bangkitan.
  • Suruhlah penderita menelan 1-2 semdok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Kaki dan tangannya juga diikat dengan erat boleh dengan kain atau tali yang besar jika tampak tanda-tanda si penderita akan mengalami serangan.
  • Jika penderita sudah jatuh pingsan, baringkan terlentang badannya dan longgarkan pakaiannya, jika perlu sela-sela gigi atas dan bawah masukkan kain bersih yang sudah dilipat atau sendok untuk menhindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  • Kurangi adanya cedera kepala. Cedera yang terjadi pada kepala menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit epilepsi. Cara mencegah penyakit epilepsi dengan mengurangi resiko terjadinya cedera pada kepala dapat menjadi salah satu pencegahan yang aman. Tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga dapat mengembangkan pencegahan epilepsi akibat dari cedera kepala itu sendiri.
  • Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah selalu mengontrol infeksi pada masa kanak-kanak dengan cara memberikan vaksinasi yang benar kepada anak anda. Memberikan kompres dingin atau obat anti peuretik dapat anda lakukan ketika anak anda sedang mengalami demam kejang guna untuk mengontrol demam anak.
  • Untuk mengidentifikasi adanya gangguan kejang anak pada usia dini sebagai cara mencegah penyakit epilepsi, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antikonvulsan yang diberikan kepada pencerita secara bijaksana. Serta memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan dini.

Cara mencegah penyakit epilepsi lainnya penderita dapat menerapkan diet katogenik yang dapat juga anda gunaka untuk pengobatan epilepsi. Diet katogenik ini bermanfaat untuk penderita epilepsi karena pemberian nutrisi yang diberikan pada oenderita bersifat katogenik atau proses pembentukan ketone yang telah menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien penderita epilepsi itu sendiri.

Salah seorang dokter spesialis anak mengeluarkan pendapatnya bahwa pada saat penderita epilepsi dalam keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dari dalam sirkulasi dapar yang disebut dengan ketosis. Ketosis dipercaya baik untuk penderita epilepsi karena ketosis ini termasuk senyawa yang memiliki sifat antiepileptik. Cara mengatasi penyakit epilepsi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan ketosis tanpa  keadaan kelaparan dapat dicapai dengan cara memberikan asupan nutrisi tinggi lemak dan rendah karbohidrat dan protein.

Cara kerja diet katogenik ini adalah dalam keadaan tubuh yang normal, tubuh akan mengubah glukosa yang di dapat dari makanan menjadi energi untuk tubuh. Namun tubuh hanya akan menyimpan glukosa dalam jangka waktu 24 jam. Ketika seseorang tidak mengkonsumsi makanan selama 24 jam sebagaimana diet katogenik yang dijalani maka dia akan menghabiskan seluruh sinpanan glukosa dalam  tubuhnya.

Cara mencegah penyakit epilepsi dilakukan dnegan mempertahankan atau menambah kembali kadar glukosa dalam tubuh. Tanpa glukosa yang akan dibakar sebagai sumber energi maka tubuh kita akan menggunakan lemak cadangan yang ada dalam tubuh. Semua pengobatan atau pencegahan yang dilakukan pasti memiliki efek samping masing-masing, seperti dengan diet katogenik yang dilakukan pada wanita dewasa mungkin akan menyebabkan iregularitas mens, radang pankreas, penurunan densitas tulang dan masalah mata.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengobati Penyakit Epilepsi

Mengobati Penyakit Epilepsi dengan ciplukan. Sawan atau dalam dunia medis dikenal dengan epilepsi disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara mengejut, selalunya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot.
Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi celaru.

Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.
Penderita epilepsi berat yang tidak menjalani terapi, umumnya juga memiliki harapan hidup lebih pendek dan resiko cacat kognitif yang lebih tinggi, terutama jika kejang telah dialami sejak masa kanak-kanak.

Mengobati Penyakit Epilepsi

Saat ini terapi epilepsi adalah menggunakan obat-obat antikonvulsan yang dikonsumsi sebagai terapi tunggal ataupun kombinasi. Pemilihan obat-obatan tersebut tergantung type epilepsi yang diderita. Obat-obat itu antara lain divalproex sodium, fenobarbital, karbamazeptin, diazepam, klonazepam, dan primidon. Golongan lain adalah lamotrigin, vigabatrin, gabapentin, dan okskarbasepin. Divalproex sodium yang dipasarkan dengan nama Depakote adalah salah satu antiepileptik yang diindikasikan untuk pengobatan seizure parsial dan seizure absense.

Mengobati Penyakit Epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun (status epileptikus). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang tidak terkontrol akan memicu perubahan pada neuron, hingga ketika serangan terjadi lagi akan sulit diterapi. Pengehntian obat tergantung dari usia penderita dan tipe epilepsi yang diderita.

Pertolongan pertama yang diberikan untuk penyakit epilepsi dengan :

  • memposisikan penderita epilepsi yang sedang mengalami kejang pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih yang akan membantu mencegah cariran masuk ke paru-paru.
  • Buka kerah kemeja dan ikat pinggang yang digunaka oleh penderita untuk membantu memperlancar jalannya pernafasan.
  • jangan meletakkan jari atau kontak penekan gigitan yang akan menyebabkan penderita muntah dan dapat menyebabkan orang yang Mengobati Penyakit Epilepsi tergigit.
  • Usaha yang harus anda lakukan untuk penderita agar tidak cedera adalah dengan memindahkan semua barang-barang yang berbau tajam. Atau apabila penderita mengalami serangan bangkita di tempat-tempat yang berbahaya seperti di dekat api, kolam, jalan raya dan lain sebagainya, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman.
  • Bila penderita mengalami kejang lebih dari 5 menit atau mengalami kejang dua atau lebih dalam satu jam tanpa proses pemulihan keadaan yang normal diantaranya segera penggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit.
  • Bila penderita mengalami serangan kejang pada waktu ia sedang berada dirumah, lakukan cara mengobati penyakit epilepsi dengan memberikan midazolan yang dapat anda letakkan di dalam mulutnya. Atau juga anda dapat memberikan obat diazepm dalam bentuk sediaan secara rektal.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan yang diberikan untuk penyakit epilepsi adalah dengan memberikan obat antikonvulsan. Kemungkinan obat ini akan diberikan pada penderita penyakit epilepsi selama seumur hidupnya. Mengobati penyakit epilepsi dengan obat antikonvulsan tergantung jadi jenis kejang yang dialami oleh penderita, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan launnya, serta usia dan gaya hidup yang diterapkan oleh penderitanya.

Pada saat awal pengobatan dokter akan merekomendasikan pengobatan tunggal, bila dengan pengobatan tunggal tidak efektif untuk epilepsi yang diderita akan beralih ke pengobatan tunggal lainnya. Pemberian dua jenis obat sekaligus hanya akan direkomendasikan apabila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik untuk mengobati penyakit epilepsi. Terdapat berbagai pengobatan yang tersedia untuk penderita epilepsi yang ini sembuh. Fenitoin, carbamazepin, dan valproat mungkin dapat memberikan pengaruk yang sama pada kejang fokal dan yang umum.

Pembedahan Penyakit Epilepsi

Bedah epilepsi dapat digunakan sebagai pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tidak kunjung membaik setelah penempuh penanganan-penanganan lainnya. Sasaran dilakukan pembedahan ini adalah kendali tuntas dari kejang yang dialami oleh penderita epilepsi dan bisa berhasil terlaksana dalam kasus epilepsi sekitar 60-70%. Prosedur yang lazim ditempuh dalam pembedahan meliputi pemotongan hipokampus lewat reaksi temporal anterior, pengangkatan tumor, dan pemangkatan sebagian dari neokorteks. Mengobati penyakit epilepsi melalui pembedahan juga memiliki prosedur yang harus diperhatikan seperti kalosotomi korpus yang dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kejang alih-alih menyembuhkan kondisi pasien.

 Pengobatan Lainnya

Dalam jalan untuk mengobati penyakit ayan atau epilepsi lainnya dapat dilakukan dengan diet katogenik atau diet yang mengatur tingginya lemak, rendahnya kerbohidrat dan cukup protein yang tampaknya dapat mengurangi jumlah terjadinya serangan kejang setengahnya pada 30-40% penderita penyakit epilepsi yang menjalaninya.

Terapi penghindaran juga merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan pemicu-pemicu penyakit epilepsi yang ada. Contohnya seperti pada penderita yang peka terhadap cahaya ada baiknya untuk menngunakan telefiso dengan layar kecil, menghindari permainan video game, atau memakai kacamata yang gelap untuk menghindari sorotan cahaya matahari atau cahaya lampu yang dapat menjadi pemicu munculnya serangan.

Pengobatan Alternatif

Mengobati penyakit epilepsi dengan pengobatan alternatif yang dapat dilakukan termasuk akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cedera kepala termasuk penyebab utama dari Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya juga. Kata epilepsi mencakup sekelompok kondisi yang terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak dan bermanifestasi sebagai kejang epileptik atau serangan mendadak. Kejang disebabkan oleh lepas-muatan listrik abnormal yang mengganggu serebrasu dan menyebabkan kejang umum atau parsial, bergantung pada bagian otak yang terkena. Epielpsi dapat bersifat primer (idiopatik) atau sekunder akibat cedera kepala, stroke, meningitis, kanker otak, dll.

Status epileptikus adalah serangan epilepsi yang saling bersusulan hampir terus menerus. Keadaan ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan terapi medis dengan cepat (mis diazepan yang diberikan per rektum).

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Serangan epilepsi dapat digolongkan menjadi primer idiopatik, yang penyebabnya tidak diketahui dan sekunde/simptomatik yang penyebabnya dapat ditetapkan. Jenis serangan epielpsi primer/ idiopatik adalah umum (paling banyak) atau sebagian (parsial). Serangan umum berupa petit mal, grand mal, mioklonik, akinetik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya, seperti:

  • Infeksi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar, orang tua dengan anak yang pernajh mengalami kejang demam harus diintruksikan pada metode untuk mengontrol demam (kompres dingin, obat anti peuretik).
  • Cedera kepala merupakan salah satu penyebab yang dapat dicegah, tindakan pencegahan yang aman yaitu tidak hanya hidup aman, tetapi juga menyeimbangkan pencegahan epilepsi akibat decera kepala.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan pada usia dini, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi gaya hidup merupakan bagian dari rencanan pencegahan ini.
  • Penerapan pola makan yang bergizi. Jika penderita sanggup usahakan untuk membantu pencegahan dengan menggunakan diet untuk penderita epilepsi.
  • Istirahat yang cukup dan menjaga fikiran agar tidak stress. Lakukan jalan-jalan bersama kluarga untuk menhibur diri penderita.
  • Selalu temani penderita kemanapun mereka akan pergi untuk menjecag terjadinya kepanikan orang lain jika melihat penderita mengalami serangan secara mendadak.

Menolong diri sendiri

Keamanan diri sendiri adalah penting bagi penderita penyakit epilepsi. Bila ada gejala epilepsi yang akan terjadi serangan kejang/bangkitan maka dapat mempersiapkan diri agar tak celaka.

  • Jangan biarkan penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya mendekati Api dan kompor yang sedang menyala
  • Jangan biarkan penderita mengunci pintu kamar mandi saat sedang mandi. Menggunakan “shower” atau gayung lebih baik daripada berendam dalam bak mandi. Bila banyak mengalami serangan kejang/bangkitan ada baiknya penderita penyakit epilepsi jangan dibiarkan untuk mandi apabila ia sedang sendirian di rumah
  • Dari beberapa orang penderita penyakit epilepsi ini akan mengalami serangan kejang/bangkitan saat sedang tidur. Maka sebaiknya penderita tidur tanpa memakai bantal. Hal tersebut akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan penderita menggunakan bantal.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat melakukan olahraga dengan kehati-hatian tak ada halangan seturut hal tersebut mengikuti nasihat dokter yang merawat penderita. Bila hobi penderita adalah menunggang kuda ia harus memakai helm. Atau melakukan olehraga lainnya seperti berenang, memanjat gunung serta berlayar yang harus ditemani oleh orang yang paham akan keadaan penyandang penyakit epilepsi dan pencegahannya serta tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi serangan kejang atau bangkitan.
  • Bagi penderita penyakit epilepsi pakailah penanda seperti kalung atau gelang yang anda kenakan secara terus menerus dan jangan dilepaskan. Bawalah kartu identitas yang berisi nama, alamat penderita serta nama dokter yang merawat dengan nomor telponnya di dalam tas atau dompet yang sering di bawa pergi oleh penderita.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya sebaiknya membuat kelompok penyokong sesama penderita epilepsi dengan keluarga yang dapat mendukung penderita agar tidak merasa terisolasikan.

Gejala Epilepsi

Gejala dari penyakit epilepsi ini dapat menimpa siapa saja baik itu penderita ayan atau epilepsi yang sudah dewasa maupun yang masih anak-anak. Gejala umum dari penyakit epilepsi dan pencegahannya ini seperti :

  • Kemungkinan rasiko yang paling umum terjadi pada penyandang epilepsi adalah terjatuh ketika berdiri karena mengalami kejang. Untuk pencegahan anda dapat menemaninya kemanaoun ia pergi.
  • Ketika sedang mengendarai kendaraan, seseorang penderita penyakit epilepsi ini bisa tiba-tiba kejang yang akan mengakibatkan kecelakaan. Sebaiknya anda jangan membiarkan penderita mengendarai kendaraan sendirian.
  • Terjadi komplikasi pada saat masa kehamilan dan proses melahirkan. Untuk itu perlu diperhatikan hal kecil terutama pada bagian kepala.
  • Untuk sementara ini perlu diketahui pemberian obat bagi penderita epilepsi ini bisa meningkatkan resiko cacat pada janin yang dikandungnya. Untuk it penderita yang sedang menjalani kehamilannya ada baiknya mengkonsultasikan dengan dokter yang merawat mengenai kehamilan dengan obat antiepilepsi yang dikonsumsinya.

Penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan mengunakan ciplukan. Ciplukan ini merupkan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk anda dapatkan di sekitar rumah anda. Cara penggunaan pengobatan ini adalah dengan mencari 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih dan anda langsung dapat memberikan ciplukan ini kepada penderita penyakit epilepsi untuk mengurangi terjadinya serangan atau bangkitan yang mungkin akan terjadi pada penderita secara tiba-tiba.

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf-syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Perawatan epilepsi tertentu biasanya menggunakan obat tertentu yang dibuat untuk mengontrol kejang-kejang yang ditimbulkannya. Gangguan di syaraf otak yang terjadi secara episodik pada epilepsi mungkin hasil dari beberapa hal dan keadaan yang berbeda-beda.

Penyebab Epilepsi Pada Bayi 

Penyakit epilepsi ini sebanyak 30% sering terjadi pada anak, dan perlu perhatian dan penanganan yang sangat baik pada pennderita penyakit ini. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kepanikan yang idak perlu ketika anak mendapat serangan meskipun pemeriksaan yang lebih mendetail akan doperlukan dalam setiap kasus.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

Pada otak bayi yang normal, semua kinerja dan aktifitas syaraf-syaraf otak akan berjalan selaras sesuai dengan fungsi dari masing-masing syaraf. Tetapi karena sebab tertentu kondisi pada otak bayi tadi tidak berjalan normal kesuai dengan tugasnya masing-masing pada bayi epilepsi dan terjadi kekacauan dalam sensor otak, sehingga muncul kejang-kejang.

Di sisi lain, penyebab gangguan otak yang terjadi pada bayi tadi berbeda-beda setiap individu. Akan tetapi pada bayi bisa jadi disebabkan karena cacat bawaan dalam struktur otak sejak mereka di dalam kandungan, atau mungkin menderita cedera kepala atau infeksi yang menyebabkan epilepsi.

Gejala Epilepsi pada bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu anda untuk menunjukkan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu:

  • Kejang otot. Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.
  • Kehilangan kesadaran. Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, seringkali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri.
  • Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda, untuk megetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekam gelombang otak atau aliran listrik di otak bayi anda.
  • Kelainan pada struktur otak anak. Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed tomography), PET (positron emission tomography) dan MRI (magnetic resonance imaging) Magnetic resonance imaging (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dnegan cara menyalurkan aliran listrik pendek ke dalam otak melalui syaraf yang fagus di sekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan.

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet ketogenik. Diet katogenik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anak anda sebaiknya selau diperhatikan dan di timbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani dengan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka berlum perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerita pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempatan sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

Epilepsi Pada Bayi 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak? Sudah lama penyakit epilepsi ini dikenal oleh masyarakat baik di daerah maupun di perkotaan, namun untuk pemahaman dari penyakit ini masih sangat rendah dan sering terjadi salah persepsi. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit ayan adalah salah satu jenis penyakit menular.  Penyakit epilepsi ini sering dianggap oleh masyarakat zaman dahulu sebagai penyakit kutukan, kerasukan roh jahat, dan anggapan lain yang justru membuat penderita epilepsi menjadi tidak percaya diri dan merasa di kucilkan dari masyarakat sekitar lingkungan rumah penderita.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pengetahuan yang kurang akan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak ini membuat penderita penyakit epilepsi merasa dikucilkan. Masyarakat yang biasa mengenal epilepsi sebagai penyakit ayan. Epilepsi merupakan penyakit serius menahun yang menyerang organ syaraf. Penyebabnya kerusakan dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, dan tumor otak.

Apabila terjadi gangguan pada otak penderita atau perintah yang diberikan terlalu banyak, maka akan muncul gejala kejang atau yang disebut dengan bangkitan yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan. Fakta yang menyebutkan bahwa setiap orang pernah mengalami dan merasakan kejana. Tapi yang membedakan antara kejang pada penderita epilepsi dan kejang karena sebab lain adalah dari intensitas terjadinya kejang yang berulang.

Tapi Anda jangan takut karena anggapan mengenai Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak semua jawaban menunjukkan bahwa penyakit epilepsi tidak menular. Pengetahuan yang kurang selama ini memunculkan stigma bahwa penyakit ini menular sehingga penderitanya dikucilkan.

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala utama dari penyakit epilepsi ini adalah kejang atau yang disebut dikedokteran adalah bangkitan dan terjadi secara berulang dengan jenis kejang yang sama dengan kejang sebelumnya. Mungkin ada salah satu diantara kita yang sudah pernah melihat penderita epilepsi yang menderita kejang pada seluruh tubuhnya yang disertai dengan hilangnya kesadaran dari penderitanya. Namun, tidak semua jenis kejang yang diderita seperti itu. Kejang pada penderita epilepsi berbeda-beda setiap penderitanya, tergantung dari bagian otak sebelah mana dari penderita yang terserang. Selain kejang pada seluruh tubuh, kejang yang dirasakan oleh penderita epilepsi ini juga bisa hanya menyerang satu bagian tubuh daja seperti tangan, kaki, atau mulut. Kejang juga bisa hanya beruoa berhenti bernafas, seperti orang yang sedang melamun, dan kehilangan kesadaran namun tidak pingsan seperti orang yang sedang amnesia.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Seiring munculnya kasus-kasus epilepsi dan muncul pula pertanyaan benarkah bahwa penyakit epilepsi itu menular, namun anggapan dari orang yang berfikiran seperti itu salah besar. Selain banyak persepsi yang menyebutkan penyakit epilepsi bisa menular sehingga membuat penderitanya minder karena merasa seperti dikucilkan dan dijadikan sebagai bahan omongan tetangga. Padahal epilepsi ini sama sekali tidak menular, meskipun anda berinteraksi dengan penderita secara kangsung, ataupun bahkan daat penderita sedang mengalami kejang sekalipun.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Jika orangtua memberikan pengobatan yang tepat, serangan mendadak mungkin biasa dienyahkan dan tanggapan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak juga akan hilang. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah pennyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata semua ini memang tidak benar adanya. Epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetik. Dan deteksu serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

Dengan menjalani pengobatan epilepsi yang teratur dan gaya hidup yang sehat, pasti para penderita penyakit epilepsi bisa kembali dnegan normal tanpa terserang kejang atau bangkitan kembali begitu juga dengan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak. Dengan cacatan pengobatan harus dilakukan dengan teratur. dalam dosis yang tepat yang sudah diberikan oleh dokter dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya dokter akan kembali mengevaluasi pasiennya yang menderita penyakit epilepsi setelah menjalani pengobatan dengan meminum obat secara rutin selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Apabila kondisi membaik, dosis obat yang diberikan oleh dokter akan dikurangi dan dalam jangka waktu pengobatan 5 tahun kedepan penderita akan mulai dapat hidup dengan normal. Supaya penyakit epilepsi tidak kembali muncul pada penderita setelah berhenti meminum obat, penderita harus tetap memiliki gaya hidup yang sehat, diantaranya adalah dengan cukup tidur dan jangan sampai penderita mengalami depresi.

Pertolongan Pertama Penderita Epilepsi

Ketika anda melihat seorang penderita sedang mengalami kejang pasti anda akan langsung mulai berfikit ingin menolongnya atau tidak. Dan akan mulai muncul fikiran penyakit epilepsi menular atau tidak. Anda ingin menolongnya atau tidak tergantung dari hati anda. Apabila anda akan menolongnya lakukan hal tersebut :

  1. Segeralah amankan penderita dengan memindahkan semua barang-baranag yang berbahaya dari sekitar penderita.
  2. Rebahkan dengan posisi kepala miring kesamping agar lidar penderita tidak mengalangi jalan pernafasan dan longgarkan semua baju yang terlalu ketat agar penderita mudah untuk bergerak dan bernafas.
  3. Jangan menahan gerakan kejang yang dilakukan oleh perderita, biarkan ia bergerang semaunya. Jangan meletakkan jari atau benda apapun kedalam mulut penderita karena akan menyebabkan gigi penderita patah dan bisa menutupi jalannya pernafasan.
  4. Setelah kejang yang dialami biarkan penderita beristirahat karena setelah mengalami kejang atau bangkitan penderita akan kebingungan dan lelah. Laporkan pada orang disekitar atau yang berwenang untuk melanjutkan dengan menghubungi keluarga atau kerabat dan dokter.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Penyembuhan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan. Epilepsi adalah suatu gangguan saraf yang timbul dan terjadi secara mendadak dan berkala, biasanya disertai dengan perubahan kesadaran. Bukan pula penyakit keturunan walaupun dapat disebabkan oleh faktor kelainan genetik. Jadi bila kesalahan informasi ini masih saja diteruskan, PE akan terus berada dalam posisi terpojok sebagai orang yang ‘kurang layak’ dinikahi karena penyakit itu.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Tidak sedikit orangtua mencemaskan masa depan anaknya saat buah hati mereka divonis menderita penyakit epilepsi. Orangtua umumnya berpikir penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan akan terus terbawa hingga mereka tua nanti. Epilepsi dapat disembuhkan dengan total. Asal terdeteksi dari awal. Agar sembuh mereka juga di tuntut untuk berobat secara teratur. Pengobatan yang dilakukan sangat individual. Umumnya 2-3 tahun bebas serangan epilepsi, obat bisa diturunkan dosisnya lalu dihentikan. Tapi bisa juga sampai 5 tahun pengobatannya. Selama pengobatan pasien harus disiplin dan tidak boleh mengehentikan sendiri pengobatan dengan alasan tidak ada serangan lagi. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu mungkin kiasan yang pas untuk menggambarkan penderita penyandang epilepsi. Ditengah kesabaran dan ketegarannya melawan penyakit, psikis penyandang epiliepsi makin diuji dengan perlakuan yang tidak adil terhadap mereka.

Penyandang epilepsi (PE) kerap mendapat isolasi dan pengucilan dari masyarakat. Ini sebagai bentuk karena ada rasa takut bahwa orang dengan epilepsi saat bangkitan akan meninggal. Epilepsi memang kerap terlihat menakutkan saat si penderita mengalai jatuh pingsan dan kejang. Disarankan orang disekeliling PE tetap tenang dan melakukan beberapa tindakan agar bangkitannya tidak membahayakan mereka. Berikut yang perlu dilakukan apabila terjadi bangkitan epilepsi, yaitu :

  • Bersikaplah tenang dan jangan panik, beradalah disamping orang tersebut dan segera amankan penderita dengan memindahkan barang-barang yang ada disamping penderita yang mungkin akan dapat membahayakan ketika tertabrak oleh penderita.
  • Miringkan kepalanya untuk memberikan udara dan mencegah penyumbatan udara dengan air liur.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti dasi sehingga memungkinkan tetap mendapat udara.
  • Lindungi dari bahaya (terutama benda tajam)
  • Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya, baik jari anda, sapu tangan, atau benda tajam lainnya karena hal tersebut akan menyebabkan penderita muntah.
  • Jangan menahan gerakan yang bersangkutan dengan penderita
  • Bila keadaan berbahaya segera bawa kerumah sakit dan hubungi dokter

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab terjadinya serangan kejang dapat ditimbulkan oleh hipoligkemi, eclampsi, meningitis, atau encefalitis. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi ini dapat juga karena kecelakaan atau luka yang terjadi di otak, seperti abses, tumor, atau atreriosklerosis pada orang yang usianya sudah 50 tahun serta yang diding pembuluh darahnya sudah mengeras. Serangan kejang yang dialamijuga dapat dikarenakan keracunan timah atau obat (petidin) dan hanya sekitar 20% dari penderita penyakit ini yang tidak diketahui penyebabnya.

Serangan adakalanya dapat disebabkan oleh otot seperti psikofarmaka klorpromazin, inipramin, MAO- blokers, dan asam nalidiskat, juga dapat terjadi karena adanya penyalahgunaan alkohol dan drugs. Faktor lain dari penyebab serangan tersebut adalah stress, emosi hebat, keletihan, imunisasi dan demam. Dapat juga terjadi karena penggunaan obat antikonvulsan atau tranquillizer yang dihentikan secara mendadak.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Anak-anak ataupun orang dewasa dengan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan dengan banyak cara baik dengan medis seperti yang sudah dijelaskan diatas, ataupun dengan menggunakan terapi dan pengobatan tradisional. Pengobatan terapi yang dilakukan dapat dengan menggunakan diet katogenik. Diet katogenik ini telah terbukti dapat menurunkan frekuensi munculnya kejang yang terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit epilepsi dan pengobatannya, namun diet ini leratif sulit untuk dijalani oleh penderitanya tanpa ada pengawasan khusus dari pihak keluarga.

Diet katogenik ini hanya memperbolehkan penderitanya mengkonsumsi makanan yang berlemak, maka tubuh akan mengalami kekurangan berbagai nutrisi yang penting seperti vitamin B, C, dan D. Resiko yang lebih besar dari penggunaan terapi ini adalah terjadinya penurunan gula darah akibat dari pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk juga gula. Pada penderita yang menjalani terapi diet katogenik sebagai terapi penyakit epilepsi dan pengobatannya kerap mengalami penyakit diare dan gangguan batu ginjal.

Atau dapat juga dengan menggunakan diet glutamat dan aspartat yang mampu digunakan untuk mengontrol terjadinya kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi dan pengobatannya dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat. Penggunaan diet ini dirasa lebih efektif karena mudah untuk dilakukan hanya dengan menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Pengobatan lainnya juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi 8 hingga 10 ciplukan yang sudah masak. Penderita tidak perlu melakukan proses apa-apa untuk mengkonsumsinya. Cukup mencucinya dengan bersih dan langsung dapat dikonsumsi untuk Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya. Selain dengan ciplukan anda juga dapat menggunakan 60 gram lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih. Rebus ludah buaya dalam 600 cc air bersih hingga airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring dan berikan pada penderita selagi ramuan masih hangat. Anda dapat memberikannya 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi

Tak jarang banyak orangtua yang frustasi begitu mengetahui anaknya mengidap penyakit epilepsi atau dalam istilah sehari-hari dikenal dengan penyakit ayan.

Bayangan kejang-kejang mendadak yang menakutkan dan masa depan suram langsung berkelebatan. Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf atau neuron yang bertugas mengkoordinasi semua aktivitas tubuh termasuk perasaan, penglihatan, berpikir dan menggerakkan otot.

Penyakit Epilepsi

Pada penderita epilepsi terkadang sinyal-sinyal sel saraf otak tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi karena berbagai unsur, antara lain diduga karena pernah terjadi trauma di kepala , adanya kerusakan pada otak dalam proses kelahiran, stroke dan tumor otak.

Hipocrates adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala epilepsi sebagai masalah pada otak. Seseorang dapat dinyatakan mederita epilepsi bila orang tersebut setidaknya telah mengalami kejang yang disebabkan alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Epilepsi atau ayan merupakan gangguan yang terjadi bila impuls eletrik teraganggu. Epilepsi atau ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya.

Epilepsi sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak pada otak sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atau faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, dianetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol
  7.  Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab kegagalan dalam pengobatan penyakit epilepsi  ini adalah ketidakaturan minum obat baik karena malasatau merasa sudah sembuh, penghentian obat karena penyakit yang lain, serta cara hidup yang tidak teratur atau rahus bekerja keras. Bila setelah 3 tahun tidak ada serangan dan pemakaian obat dengan dosis minimal maka obat dapat dihentikan. Pada orang dewasa sebelum serangan kadang ada tanda-tandanya seperti pusing, sakit kepala, mudah marah atau sersinggung, bersikap murung.

Untuk mendiagnosis epilepsi di dasarkan pada :

1. Sejar medih pasien, termasuk riwayat kejang anggota keluarga, kondisi medis yang terkain dengan serangan yang dialami penderita dan pengobatan saat ini. Masukan informasi dari orang-orang yang telah menyaksikan kejang pada pasien, terutama jika pasien mengalami kehilangan kesadaran justru akan lebih membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit epilepsi yang ada di tubuhnya. Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter kepada pasien adalah :

  • Pada umur berapa penderita mulai mengalami kejang?
  • Apa keadaan di sekeliling Anda ketika kejang pertama?
  • Faktor-faktor apa saja yang tampaknya menyebabkan kejang?
  • Apa yang Anda rasakan sebelum, selama, dan setelah kejang?
  • Berapa lama terjadinya kejang?
  • Apakah Anda pernah menjalani perawatan epilepsi sebelumnya?
  • Apa obat yang diresepkan dan berapa dosisnya?
  • Apakah pengobatannya efektif?

2. Tes yang akan dilakukan untuk penyakit epilepsi meliputi :

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis lengkap pada kekuatan otot, refleks, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan untuk mendeteksi berbagai sensasi
  • TesElectroencephalogram (EEG) yang mengukur impuls listrik di otak *
  • Studi pencitraan otak, seperti yang disediakan olehMagnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Tes darah untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih, gula darah, kalsium darah, dan kadar elektrolit, dan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal. Tes darah membantu menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Tes lain, dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk spektroskopi resonansi magnetik (MRS), tomografi emisi positron (PET) dan perhitungan tomografi emisi foton tunggal (SPECT)

 Pengobatan Penyakit Epilepsi

Banyak jenis pengobatan yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala epilepsi yang ada pada diri anda. Seperti misalnya :

Resep 1.

Bahan-bahan yang perlu anda sediakan adalah siapkan 1/3 genggam daun kaki kuda, ¼ genggam daun seruni putih, 1/5 genggam daun poko, ¼ daun sembung manis, ¼ genggam daun jintan, 2 jari kulit kina, 3 jari gula enau serta air sebanyak lima gelas.

Cara membuat ramuan : semua bahan-bahan kecuali gula enau, terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan dipotong-potong. Setelah itu, semua bahan tersebut direbus hingga mendidih dan biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Setelah matang, angkat, lalu diamkan sampai dingin. Saring rebusan dan konsumsi sehari tiga kali, satu kali minum setengah cangkir.

Resep 2. 

Bahan-bahan yang harus anda sediakan adalah daun lidah buaya sebanyak 60 gram serta air kira – kira 600 cc.

Cara membuat ramuan yaitu : daun lidah buaya terlebih dahulu dikupas kulitnya. Lalu lidah buaya tersebut dicuci hingga bersih. Setelah itu, direbus dengan air, sampai mendidih. biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Sebaiknya air rebusan dikonsumsi dalam keadaan masih hangat. Diminum sehari dua kali.

Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )