Ciri Ciri Penyakit Epilepsi

Epilepsi merupakan penyakit yang mengganggu saraf atau bagian saraf yang berfungsi untuk mengatur tingkat gerak dan juga kesadaran pada otak manusia. karena sel saraf dapat bekerja dengan baik dan saling menghubungkan antar sel saraf satu ke sel saraf lain nya dengan di batu oleh arus listrik di dalam tubuh, sehingga jika bagian arus listrik yang berfungsi untuk menghubungkan seluruh nya mengalami gangguan dapat mengganggu kesadaran manusia dan fungsi gerak nya. kondisi tubuh pada penyakit epilepsi dapat dialami orang dewasa atau pun anak anak, karena penyakit epilepsi merupakan penyakit yang dapat di derita oleh siapapun. Jika penyakit epilepsi terjadi maka bisa menyebabkan gerak tubuh tidak terkontrol dengan baik atau kehilangan pada kesadaran.

penyakit epilepsi
penyakit epilepsi

Ciri Ciri Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi dapat terjadi dari muali kecil atau pada saar dewasa baru akan terjadi. Sehingga penyakit epilepsi merupakan penyakit yang tidak terduga datang nya. jika seorang mengalami penyakit epilepsi maka ada ciri ciri penyakit epilepsi yang akan muncul dan di rasakan pada penderita nya. ciri ciri penyakit epilepsi yang paling umum terjadi merupakan kejang.

Kejang pada saat ciri ciri penyakit epilepsi merupakan kondisi gerak tubuh secara berlebihan atau tidak terkontrol dengan baik. kejang akan terhenti dengan sendiri nya pada ciri ciri penyakit epilepsi, dan waktu lama nya kejang tidak dapat di prediksi dengan baik, karena setiap orang akan merasakan berbeda beda lama nya. sebelum datang nya kejang pada ciri ciri penyakit epilepsi maka penderita nya akan akan merasakan sesuatu hal yang hanya dapat diketahui oleh penderita penyakit epilepsi.

Pada saat kejang maka ada beberapa organ tubuh tertentu yang akan merasakan nya jika bagian saraf nya terganggu, namun jika kondisi nya parah maka kejang yang terjadi dapat di rasakan oleh seluruh anggota tubuh pada ciri ciri penyakit epilepsi. Selain anggota tubuh yang mengalami kejang, emosi pun juga dapat terserang pada ciri ciri penyakit epilepsi.

Sehingga jika pada saat ciri ciri penyakit epilepsi menyerang emosi maka secara tiba tiba penderita dapat merasakan cemas atau gembira tanpa alasan yang jelas. Sesak nafas juga bisa terjadi ketika ciri ciri penyakit epilepsi, sehingga kesulitan bernafas dengan baik. sesak nafas biasa nya hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan akan kembali dengan normal. selain kejang, kaku pada otot tertentu sehingga tidak dapat di gerakan dengan baik juga bisa dialami pada saat ciri ciri penyakit epilepsi. Kondisi yang paling parah pada saat penyakit epilepsi kambuh, maka bisa menghilangkan kesadaran, setelah mengalami kejang pada seluruh organ tubuh.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyakit epilesi dapat di derita oleh siapapun, dan akan lebih mudah terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang menderita epilepsi sebeblum nya. selain karena ada nya faktor genetik, penyebab dari penaykit epilepsi dapat terjadi dikarenakan oleh ada nya suatu penyakit di kepala atau otak. Karena penyakit epilepsi dapat terjadi akibat dari ada nya gangguan pada saraf penghubung di kepala, sehingga jika kepala mengalami masalah atau penyakit dapat menyebabkan penyakit epilepsi.

Jika pernah mengalami cedera otak yang cukup parah dan juga serius pada saat kecelakaan atau apapun, maka ada kemungkinan bagian saraf otak mengalami masalah hingga menyebabkan penyakit epilepsi. Atau jika tidak mengalami cedera kepala, terdapat tumor pada otak atau penyakit stroke juga bisa menyebabkan penyakit epilepsi untuk terjadi. Penyakit pada otak seperti peradangan otak hingga meningitis selain membahayakan nyawa juga dapat memicu untuk terjadi nya penyakit epilepsi.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi tidak dapat di sembuhkan secara permanen, namun gejala dari penyakit epilepsi dapat di cegah agar tidak terjadi, atau tidak kambuh kembali. untuk pengobatan penyakit epilepsi maka bisa di lakukan pemeriksaan pada kepala terlebih dahulu, agar penyebab utama dari penyakit epilepsi dapat di ketahui sehingga dapat di sembuhkan atau diatasi terlebih dahulu. Setelah itu biasa nya dokter akan memberikan obat obatan yang akan menurunkan atau mencegah penyakit epilepsi untuk kambuh kembali. pemberian obat juga di sesuaikan dengan penyebab terjadi nya epilepsi dan umur pasien yang mengalami epilepsi.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi dapat di cegah degan baik agar tidak terjadi atau gejala nya juga tidak akan kambuh. Jika ingin mencegah penyakit epilepsi maka bisa mencoba cara seperti di bawah ini :

  • Hindari stress

Agar penyakit epilepsi tidak terjadi, maka cara yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi yaitu dengan menghindari stress. Stress akan memberikan tekanan pada otak dan juga dapat mengganggu saraf. Sehingga jika mengalami stress maka dapat memicu untuk terjadi nya stress.

  • Mengatur tekanan darah

Tekanan darah dapat di kontrol dengan baik, agar tetap stabil tidak terlalu rendah atau pun terlalu tinggi. karena jika tekanan darah tidak stabil maka dapat memicu untuk terjadi nya epilepsi yang akan menunjukan kejang kejang pada organ tubuh tertentu.

  • Menjaga asupan makanan

Makanan juga harus di jaga dengan baik pada penderita penyakit epilepsi,asupan makanan yang sehat yang tidak akan membuat tekanan darah meningkat atau terlalu rendah dapat di konsumsi. selain itu makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi sebaik nya tidak di konsumsi.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi yang paling mencolok adalah serangan kejang yang paling sering dialami oleh penderita epilepsi pada umumnya. Epilepsi atau dalam istilah awamnya adalah ayan atau sawan sudah dikenal sejak lama, namun hingga kini pemahaman tentang penyakit ini masih rendah. Stigma negatif masih sering diletakkan kepada penyandang epilepsi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak masyarakat masih memiliki pandangan bahwa epilepsi bukanlah penyakit tetapi karena bukanlah penyakit tetapi karena masuknya roh jahat, kesurupan, guna-guna atau sebuah kutukan. Dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karir dan kehidupan rumah tangga merupakan masalah yang sering dihadapi penyandang epilepsi dan membuat mereka tertekan dan depresi.

Ditambah lagi, banyak keluarga penyandang epilepsi yang masih menutup-nutupi keadaan sehingga penanganan epilepsi menjadi tidak optimal. Padahal pada kenyataannya epilepsi sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang epilepsi dapat hidup normal dan berprestasi.

Gambar : Penyandang penyakit epilepsi

Tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Epilepsi dapat diartikan sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Kejang terjadi sebagai akibat letupan listrik di dalam otak, sehingga terjadi gangguan pada gerakan sensasi kesadaran atau perilaku tanpa disadari penyandangnya.

Otak manusia terdiri dari triliyunan sel syaraf yang saling berhubungan melalui cetusan-cetusan listrik yang diperantai oleh zat kimia yang disebut neurotransmitter. Cetusan listrik ini juga bekerja pada otot, menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, aksi dan pengaturan fungsi tubuh bagian dalam. Jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dapat terjadi letupan yang tidak diinginkan dan akibatnya terjadi kejang.

Penting untuk diketahui, yang dimaksud dengan kejang disini  tidak hanya gerakan mengejang di seluruh badan yang menjadi tanda tanda penyakit epilepsi yang menyerang, namun dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekejap atau tanda-tanda lain yang kadang tidak disadari penyandang epilepsi maupun orang disekitarnya. Anak dapat sering jatuh atau sulit mengikuti pelajaran. Orang tua atau guru yang tidak teliti, dapat salah mengerti dan menganggap anak tersebut bodoh.

Lebih parah lagi, jika terjadi kejang seluruh badan, orang menganggap penyandang mengalami kesurupan, kena guna-guna atau kutukan. “Akibatnya penyandang epilepsi sering menghadapi masalah psikososiokultural berupa dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan, serta rumah tangga terganggu.

Kejang tidak selalu epilepsi

Anggapan di masyarakat, kejang kerap diidentikkan dengan epilepsi ataupun sebaliknya. Nyataya menurut Dr. Irawan, tidak semua kejang adalah tanda tanda penyakit epilepsi. Jika kejang yang disertai dengan demam tinggi,  kadar gula darah yang rendah, penghentian obat-obatan atau alkohol atau segera setelah trauma kepala, biasanya hal ini bukan kejang akibat epilepsi.

Jika hal ini terjadi tanpa riwayat kejang sebelumnya, biasanya tidak perlu diberikan obat anti epilepsi yang diobati hanya penyakit lain yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang tersebut. Satu dari dua wanita yang termasuk penderita penyakit epilepsi, kejang yang terjadi bukan kejang karena kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami, namun karena menstruasi dan epilepsi yang memiliki hubungan. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstuasi yang di jalani mungkin akan dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Untuk mengganti atau menambahkan obat anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah merawat anda.

Dukungan yang bisa diberikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah sangat dianjurkan untuk tidak memendam perasaannya. Anda dapat mencengarkan semua curhatan penderita dengan penuh perhatian. Penderita epilepsi sebaiknya tidak di asingkan namun anda harus memberikannya perhatian lebih agar ia merasa tenang ketika disamping anda. Tanyakan bantuan apa yang bisa anda lakukan atau anda berikan untuk penderita epilepsi jika suatu saat penderita mengalami tanda tanda penyakit epilepsi. Jangan biarkan penderita epilepsi mengemudi sendiri. Maka, jika anda sedang ingin pergi ke suatu tempat, mungkin anda dapat menawarinya tumpangan atau membantunya untuk mengurus sesuatu yang penderita sedang perlukan untuk saat itu.

Pencegahan Tanda tanda Penyakit Epilepsi

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi, seperti :

  • Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan menggunakan vaksinasi yang benar. Apabila anda adalah sepasang orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus di instruksikan pada metode untuk mengontrol demam. Pengontrolan demam anak dapat anda lakukan dengan memberikan kompres dingin dan juga pemberian obat anti peuretik.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang yang dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obat antikonvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan tanda ini.
  • Cidera kepala yang menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit epilepsi yang dapat dicegah. Tindakan pencegahan yang aman dapat dilakukan dengan tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan adanya tanda tanda penyakit epilepsi akibat cidera kepala.
  • Menemani anak pada saat anak sedang bermain dan tidak membiarkan anak anda dalam keadaan fikiran yang kosong juga dapat anda gunakan sebagai tindakan pencegahan munculnya serangan kambuhan yang terjadi secara tiba-tiba.

 Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf-syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Perawatan epilepsi tertentu biasanya menggunakan obat tertentu yang dibuat untuk mengontrol kejang-kejang yang ditimbulkannya. Gangguan di syaraf otak yang terjadi secara episodik pada epilepsi mungkin hasil dari beberapa hal dan keadaan yang berbeda-beda.

Penyebab Epilepsi Pada Bayi 

Penyakit epilepsi ini sebanyak 30% sering terjadi pada anak, dan perlu perhatian dan penanganan yang sangat baik pada pennderita penyakit ini. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kepanikan yang idak perlu ketika anak mendapat serangan meskipun pemeriksaan yang lebih mendetail akan doperlukan dalam setiap kasus.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

Pada otak bayi yang normal, semua kinerja dan aktifitas syaraf-syaraf otak akan berjalan selaras sesuai dengan fungsi dari masing-masing syaraf. Tetapi karena sebab tertentu kondisi pada otak bayi tadi tidak berjalan normal kesuai dengan tugasnya masing-masing pada bayi epilepsi dan terjadi kekacauan dalam sensor otak, sehingga muncul kejang-kejang.

Di sisi lain, penyebab gangguan otak yang terjadi pada bayi tadi berbeda-beda setiap individu. Akan tetapi pada bayi bisa jadi disebabkan karena cacat bawaan dalam struktur otak sejak mereka di dalam kandungan, atau mungkin menderita cedera kepala atau infeksi yang menyebabkan epilepsi.

Gejala Epilepsi pada bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu anda untuk menunjukkan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu:

  • Kejang otot. Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.
  • Kehilangan kesadaran. Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, seringkali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri.
  • Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda, untuk megetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekam gelombang otak atau aliran listrik di otak bayi anda.
  • Kelainan pada struktur otak anak. Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed tomography), PET (positron emission tomography) dan MRI (magnetic resonance imaging) Magnetic resonance imaging (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dnegan cara menyalurkan aliran listrik pendek ke dalam otak melalui syaraf yang fagus di sekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan.

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet ketogenik. Diet katogenik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anak anda sebaiknya selau diperhatikan dan di timbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani dengan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka berlum perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerita pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempatan sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

Epilepsi Pada Bayi 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Komplikasi Epilepsi

Komplikasi Epilepsi seperti yang didefinisikan oleh Commision of Epidemiology and Prognosis of Epilepsi , adalah munculnya paling tidak 2 kali kejang tanpa provokasi (sebab dan gejala) dengan jarak antara kedua kejang paling tidak selama 24 jam.

Kejang Pada Epilepsi

epilepsi-anakKejang maupun epilepsi bukan merupakan diagnosis atau jenis penyakit melainkan gejala proses yang mempengaruhi otak dalam berbagai cara, tetapi umumnya memiliki ekspresi klinis final berupa kejang. Kejang adalah pelepasan neuron otak yang berfrekuensi tinggi yang berlebihan atau mendadak abnormal.

Penyakit epilepsi yang tidak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa. Namun, epilepsi juga dapat menimbulkan beberapa masalah klinis pada ibu hamil. Jika pada kehamilan terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi serangan epilepsi, faktor-faktor yang meningkatkan frekuensi serangan tersebut bisa bekerja secara langsung atau melalui perubahan konsentrasi pada obat antiepilepsi.

Meskipun efek beberapa komplikasi epilepsi obstetri pernah dilaporkan terjadi lebih sering pada ibu hamil yang menderita epilepsi, namun hanya sedikit bukti statistik yang mendukung hasil observasi ini. Sejumlah laporan mengemukkan peningkatan sebanyak 2-3 kali lipat pada insidens perdarahan vaginal, solusio plasenta, pre-eklampsia.

Komplikasi Epilepsi

Serangan epilepsi yang menyeluruh berpotensi untuk membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. Serangan kejang tonik-tonik dapat menyebabkan hipoksia janin serta asidosis dan beberapa perubahan kardiotokografik yang pernah dikemukakan oleh Paul et al, di tahun 1978, tak hanya itu pendapat lainnya mengenai komplikasi epilepsi yang terjadi pada ibu hamil yang dikemukakan oleh Byrne et al, ditahun 2001, beliau mengatakan epilepsi juga dapat menyebabkan keruskan akibat hipoksia pada embrio dan mengakibtkan malformasi. Defek kognitif pada bayi dapat berkaitan dengan jumlah serangan pada kehamilan.

Dalam kasus epilepsi yang jarang terjadi, penyakit epilepsi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa status epileptikus. Status epileptikus terjadi ketika penderita mengalami kejang selama lebih dari lima menit atau mengalami serangkaian kejang pendek tanpa kembali sadar di antara kejang. Status epiliptikus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, bahkan kematian.

Komplikasi lainnya yang juga jarang terjadi adalah kematian mendadak. Hingga kini, penyebab kematian mendadak pada penderita epilepsi masih belum dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengemukakan bahwa itu berkaitan dengan dampak pada jantung dan pernapasan akibat kejang.

Komplikasi epilepsi pada kehamilan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penyakit epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya bagi kehamilan seorang wanita. Kejang yang terjadi pada wanita yang sedang mengandung berpotensi dapat menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungannya dan juga dapat mengancam nyawa sang ibu. Beberapa jenis obat epolepsi pun ada yang beresiko membuat janin dalam kandungan menjadi cacat. Namun jika anda termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang menderita epilepsi tidak perlu cemas. Rencanakan dan lakukanlah pemeriksaan kandungan dan kondisi anda secara rutin kedokter untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan anda alami. Banyak wanita yang menderita penyakit epilepsi namun masih bisa menjalani kehamilannya dengan normal dan melahirkan anak yang sehat tanpa menghiraukan adanya komplikasi epilepsi yang didapatnya.

Agar kejang atau komplikasi epilepsi lainnya dapat dicegah secara maksimal, pasien di sarankan untuk melalu menimun obat yang sesuai dengan apa yang sudah diresepkan dokter yang merawat anda secara teratur. Selain itu apabila penderita ingin berhentu mengkonsumsi atau beralih ke jenis OEA lainnya, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai komplikasi epilepsi yang akan terjadi setelah anda beralih ke OEA lainnya yang anda inginkan.

Segera beri tahu dokter anda apabila anda mengalami migrain, perubahan suasana hati, depresi, atau bahkan keinginan yang lebih parah adalah keinginan untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OEA. Berikut ini beberapa obat OEA yang sudah tersedia untuk penderita epilepsi :

  • Phenobarbital merupakan salah satu jenis OEA yang efektif yang digunakan untuk kejang parsial dan tonik-klonik sebagai obat antikonvulsan yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya komplikasi epilepsi. Efek samping yang akan dialami penderita epilepsi yang mengkonsumsi OEA ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi dan depreasi.
  • Phenytoin, yang merupakan obat pilihan pertama untuk kejang umum dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang penderita alami dari penggunaan obat ini adalah lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, disfungsi korteks dan mengantuk.
  • Carbamazepine, secara kimia obat ini merupakan golongan antidepresan triliklik yang digunakan sebagai pilihan pertama untuk menangani komplikasi epilepsi pada kejang parsial dan tonik-klonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini adalah gangguan pengelihatan, pusing, lemah, mengantuk, mual, goyah dan dapat juga terjadi efek samping hyponathemia.

Atau dapat juga menggunakan obat yang tradisional untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan muncul pada diri anda. Seperti halnya pengobatan yang dilakukan dengan Buah Ciplukan. Buah ini bukan hanya sekedar rumbut liar yang tumbuh di halaman rumah, namun buah ini juga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit epilepsi. Cara penggunaannya pun cukup mudah hanya perlu menyediakan 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih buah tersebut kemudian langsung dapat untuk dikonsumsi. Terus konsumsi hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang sedikit demi sedikit.

Komplikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )