Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi yang paling mencolok adalah serangan kejang yang paling sering dialami oleh penderita epilepsi pada umumnya. Epilepsi atau dalam istilah awamnya adalah ayan atau sawan sudah dikenal sejak lama, namun hingga kini pemahaman tentang penyakit ini masih rendah. Stigma negatif masih sering diletakkan kepada penyandang epilepsi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak masyarakat masih memiliki pandangan bahwa epilepsi bukanlah penyakit tetapi karena bukanlah penyakit tetapi karena masuknya roh jahat, kesurupan, guna-guna atau sebuah kutukan. Dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karir dan kehidupan rumah tangga merupakan masalah yang sering dihadapi penyandang epilepsi dan membuat mereka tertekan dan depresi.

Ditambah lagi, banyak keluarga penyandang epilepsi yang masih menutup-nutupi keadaan sehingga penanganan epilepsi menjadi tidak optimal. Padahal pada kenyataannya epilepsi sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang epilepsi dapat hidup normal dan berprestasi.

Gambar : Penyandang penyakit epilepsi

Tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Epilepsi dapat diartikan sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Kejang terjadi sebagai akibat letupan listrik di dalam otak, sehingga terjadi gangguan pada gerakan sensasi kesadaran atau perilaku tanpa disadari penyandangnya.

Otak manusia terdiri dari triliyunan sel syaraf yang saling berhubungan melalui cetusan-cetusan listrik yang diperantai oleh zat kimia yang disebut neurotransmitter. Cetusan listrik ini juga bekerja pada otot, menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, aksi dan pengaturan fungsi tubuh bagian dalam. Jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dapat terjadi letupan yang tidak diinginkan dan akibatnya terjadi kejang.

Penting untuk diketahui, yang dimaksud dengan kejang disini  tidak hanya gerakan mengejang di seluruh badan yang menjadi tanda tanda penyakit epilepsi yang menyerang, namun dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekejap atau tanda-tanda lain yang kadang tidak disadari penyandang epilepsi maupun orang disekitarnya. Anak dapat sering jatuh atau sulit mengikuti pelajaran. Orang tua atau guru yang tidak teliti, dapat salah mengerti dan menganggap anak tersebut bodoh.

Lebih parah lagi, jika terjadi kejang seluruh badan, orang menganggap penyandang mengalami kesurupan, kena guna-guna atau kutukan. “Akibatnya penyandang epilepsi sering menghadapi masalah psikososiokultural berupa dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan, serta rumah tangga terganggu.

Kejang tidak selalu epilepsi

Anggapan di masyarakat, kejang kerap diidentikkan dengan epilepsi ataupun sebaliknya. Nyataya menurut Dr. Irawan, tidak semua kejang adalah tanda tanda penyakit epilepsi. Jika kejang yang disertai dengan demam tinggi,  kadar gula darah yang rendah, penghentian obat-obatan atau alkohol atau segera setelah trauma kepala, biasanya hal ini bukan kejang akibat epilepsi.

Jika hal ini terjadi tanpa riwayat kejang sebelumnya, biasanya tidak perlu diberikan obat anti epilepsi yang diobati hanya penyakit lain yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang tersebut. Satu dari dua wanita yang termasuk penderita penyakit epilepsi, kejang yang terjadi bukan kejang karena kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami, namun karena menstruasi dan epilepsi yang memiliki hubungan. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstuasi yang di jalani mungkin akan dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Untuk mengganti atau menambahkan obat anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah merawat anda.

Dukungan yang bisa diberikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah sangat dianjurkan untuk tidak memendam perasaannya. Anda dapat mencengarkan semua curhatan penderita dengan penuh perhatian. Penderita epilepsi sebaiknya tidak di asingkan namun anda harus memberikannya perhatian lebih agar ia merasa tenang ketika disamping anda. Tanyakan bantuan apa yang bisa anda lakukan atau anda berikan untuk penderita epilepsi jika suatu saat penderita mengalami tanda tanda penyakit epilepsi. Jangan biarkan penderita epilepsi mengemudi sendiri. Maka, jika anda sedang ingin pergi ke suatu tempat, mungkin anda dapat menawarinya tumpangan atau membantunya untuk mengurus sesuatu yang penderita sedang perlukan untuk saat itu.

Pencegahan Tanda tanda Penyakit Epilepsi

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi, seperti :

  • Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan menggunakan vaksinasi yang benar. Apabila anda adalah sepasang orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus di instruksikan pada metode untuk mengontrol demam. Pengontrolan demam anak dapat anda lakukan dengan memberikan kompres dingin dan juga pemberian obat anti peuretik.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang yang dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obat antikonvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan tanda ini.
  • Cidera kepala yang menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit epilepsi yang dapat dicegah. Tindakan pencegahan yang aman dapat dilakukan dengan tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan adanya tanda tanda penyakit epilepsi akibat cidera kepala.
  • Menemani anak pada saat anak sedang bermain dan tidak membiarkan anak anda dalam keadaan fikiran yang kosong juga dapat anda gunakan sebagai tindakan pencegahan munculnya serangan kambuhan yang terjadi secara tiba-tiba.

 Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pengobatan Epilepsi

Para dokter memperkirakan bahwa gangguan susunan saraf pusat atau otak merupakan salah satu penyebab ayan atau epilepsy. Rasa gembira yang berlebihan, rasa sedih yang mendalam, gangguan sembelit dan minuman yang banyak mengandung alcohol ternyata bisa mempercepat serangan ayan.

Tanda khas epilepsi adalah kejang dan serangan kejang pada penderita epilepsi sering terjadi berulang-ulang kali. Situasi ini akan menyebabkan kondisi yang tidak terkontrol, pelepasan abnormal terjadi dengan cepat dan seseorang dikatakan menuju ke arah epilepsi, gerakan-gerakan fisik yang tak teratur disebut kejang. Akibat adanya distriknia muatan listrik pada bagian orak tertentu ini memberikan manifestasi pada serangan awal kejang sederhana sampai gerakan konvulsif memanjang dengan penurunan kesadaran, Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot secara gerakan dan gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Epilepsi termasuk gangguan saraf berat yang pada waktu serangan dimulai dengan kejang-kejang yang hebat, mata membelalak, pingsan untuk beberapa saat, kemudian sadar dengan pandangan yang kacau..

Untuk mengatasi penyakit epilepsi bisa dilakukan dengan kedua ibu jari secara kuat pada sebelah dalam dekat mata kaki kiri dan kanan selama 10 detik. Bila penderita belum sadar juga, lakukan pijat secara kuat otot tengah tulang beikat selama 10 detik sebanyak 10 kali. Begitu juga leher samping kiri dan kanan perlu dipijat selama 10 detik sebanyal 10 kali.
Untuk mengobati pennyakit ini, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah jangan teralalu terburu-buru, karena semua hal butuh proses. Rutin dan patuh untuk minum obat pun menjadi salah satu point penting untuk menunjang kesembuhan. Kepatuhan penyandang epilepsi dalam mengonsumsi obat antiepilepsi sangatlah penting. Sebab ketidakpatuhan terhadap pengobatan ini malah jutsru membuat penyakit epilepsi makin parah.

Penggunaan dan pemilihan obat antiepilepsi ini haruslah berdasarkan pengawasan dokter. Terlebih lagi, apabila PE ingin melakukan penggantian obat dari obat paten menjadi obat substitusi ataupun sebaliknya. Salah satunya adalah AED (antiepilepsi drugs). Fungsi AED tidak menyembuhkan,namun indikasi obat ini untuk mencegah kejang. Dalam hal ini, peran dokter sangat penting guna menjabarkan detail risiko yang terjadi akibat penggantian obat tersebut.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi atau ayan tidak disebabkan oleh kuman atau bakteri. Penyakit ini muncul akibat adanya kelainan pada saraf dipusat otak. Banyak faktor yang menyebabkan epilepsi. Pada bayi biasanya oleh kadar oksigen yang kurang dalam otak (hipoksia), baik karena menderita panas tinggi atau lainnya.

Gejala Epilepsi atau Ayan

Pada orang dewasa biasanya dipengaruhi oleh trauma, ketergantungan pada obat dan alkohol atau karena adanya tumor.
Jika penyebabnya adalah tumor infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diprioritaskan untuk diobati terlebih dahulu.

Ada dua jenis serangan epilepsi.

Pertama adalah grand mal, melibatkan serangan konvulsi yang berulang. Serangan ini bisa membuat pingsan penderita dan kejangb selam satu menit.
Anggota badannya akan meronta-ronta , gigi terkancing, dan lidah tergigit, kencing yang tidak terkontrol dan mulut berbuih.
Selepas konvulsi, penderita biasanya akan tertidur pulas. Jenis yang kedua adalah epilepsi jenis petit mal yang tidak melibatkan konvulsi.
Keadaan pingsan hanya terjadi selama beberapa waktu saja. Pandangan mata penderita kelihatan kosong, mirip orang stres dan sering melamun. Bentuk epilepsi jenis ini biasanya tidak diketahui dan tidak dikenali sebagai epilepsi.

Serangan petit mal, yang kerap datang bisa mengganggu kesehatan. Serangan ini terjadi karena sel saraf otak yang berkomunikasi dengan sel-sel lainnya dengan perantara impils listrik. Saat penderita epilepsi atau ayan mengalami serangan kejang, pola sinyal listrik saraf otak tiba-tiba akan menjadi tidak normal dan tidak terkendali. Serangan kejang ini dapat mempengaruhi hanya pada daerah tertentu yang ada di otak atau dapat juga mempengaruhi seluruh bagian dari otak penderita.

Kejang parsial kimpleks, gejala yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita akan mengalami sensai, gerakan atau kelainan psikis yang abnornal, tergantung pada daerah otak dari penderita yang terkena. Jika otak yang mengalami sensasi adalah otak kanan yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan dari penderita akan bergoyang dan penderita akan mengalami sentakan. Jika terjadi pada lobis temporalis anterior sebelah dalam, makan penderita penyakit epilepsi atau ayan ini akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau dapat juga yang sangat tidak menyenangkan.

Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan.

Penyebab penyakit ayan ini yang sering terjadi di kalangan masyarakat seperti antara lain:

  • Faktor keturunan atau genetik. Penyebab yang sat ini meski relatif kecil antara 5 hingga 10%.
  • Mengalami kelainan yang terjadi pada saat menjelang atau sesudah persalinan.
  • Mengalami cedera kepala.
  • Mengalami radang selaput otak.
  • Memiliki atau menderita penyakit tumor otak.
  • Adanya genangan darah atau nanah di otak atau pernah mengalami operasi otak.

Selain itu, setiap penyakit  atau kelainan yang mennganggu fungi otak dapat pula menjadi penyebab dari penyakit epilepsi ini. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi atau ayan ini adalah gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan, alergi, dan cacat bawaan.

Diagnosis Epilepsi atau Ayan

Langkah awal dilakukannya diagnosis ini adalah untuk menentukan dan membedakan penyakit epilepsi mulai dari serangan kejang atau bukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyakit tersebut adalah dengan melakukan wawancara baik dengan pasien, orang tua, atau orang yang merawat penderita. Wawancara juga dapat dilakukan dengan saksi mata yang mengetahui terjadinya serangan kejang yang dialami oleh penderita.

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah untuk menggambarkan kejadian sebelumnya, selama, dan sesudah serangan kejang berlangsung. Dengan mengetahui riwayat kejadian dari serangan kejang tersebut biasanya akan dapat memberikan informasi yang lengkap dan baik. Pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita adalah :

  1. Kapan pasien tersebut mengalami serangan kejang yang pertama kali selama ini ?
  2. Apakah pasien mengalami semacam peringatan atau perasaan yang tidak enak pada waktu serangan atau sebelum serangan tersebut terjadi ?
  3. Apa saja yang terjadi selama penderita mengalami serangan kejang tersebut ?
  4. Apakah yang terjadi segera setelah serangan kejang berlangsung pada penderita ?
  5. Kapan kejang berlangsung selama siklus 24 jam sehari ?

Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang akan dilontarkan oleh dokter sebelum melakukan diagnosis penyakit epilepsi atau ayan ini.

Pengobatan Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi tidak dpat disembuhakn secara total, namun pengobatan dapat dilakukan untuk mengurangi adanya gejala yang muncul dari penyakit ini. Pengobatan yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan obat antikonvulsan atau dapat juga dengan obat tradisional.

Ramuan tradisional yang dpat anda gunakan adalah anda perlu menyediakan 30 gram sambiloto, 30 gram daun jinten, 30 gram daun meniran, 7 lembar daun sambung nyawa, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pengolahan ramuan ini adalah dengan mencuci bersih semua bahan yang sudah anda sediakan tadi. Campurkan semua bahan menjadi satu dan rebus dengan 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring ramuan dan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita selagi masih hangat. Berikan pada penderita sehari dua kali di pagi dan sore hari.

Epilepsi atau Ayan 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )