Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Ayan

Epilepsi ayan merupakan gangguan yang menyebabkan serangan berkala yang terjadi apabila impuls elektrik otak terganggu. Gejala yang terjadi adalah kejang-kejang secara mendadak. Penyebabnya adalah kelainan saraf di otak, pada bayi biasannya karena kekurangan oksigen di dalam otak (hipoksia).

Epileptikus adalah serangan beruntun lebih dari 30 menit yang berdampak kematian. Apalagi, lanjut Endang, mengingat pengobatan epilepsi memakan waktu bertahun-tahun, yang membuat PE longgar disiplin terhadap kepatuhan pengobatan.

Penyebab Epilepsi ayan

Penyebab penyakit ayan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Misalnya cedera otak waktu kecelakaan, luka di otak, konsumsi alkohol, dan penyakit mematikan lainnya misalnya diabetes, kanker otak, dll. Selain hal-hal tersebut, faktor genetik juga mempengaruhi seseorang dapat terkena penyakit ayan atau epilepsi. Namun bukan berarti epilepsi adalah penyakit keturunan.

Selain itu, penyakit ayan atau epilepsi sendiri tidak ada hubungannya dengan roh jahat seperti yang sering dikatakan orang-orang zaman dahulu. Penyakit ini terjadi karena ketidaknormalan saraf di dalam otak. Dan pennyakit ini masih dapat disembuhkan asalkan kepatuhan penderita epilepsi dalam minum obat yang diberikan dokter.

Penyebab dari penyakit epilepsi memang tidak diketahui dengan jelas, namun kejang atau bangkitan yang dialami pada penderita penyakit epilepsi ini mungkin diketahui. Untuk menghindari pemicu yang dapat membantu anda untuk menghindari kejang atau bangkitan dan hidup dengan lebih mudah meskipun anda adalah seorang penderita penyakit epilepsi ayan adalah :

  1. Jangan lewatkan satu dosispun obat yang sudah diberikan untuk anda. Dengan anda mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan oleh dokter akan dapat mengurangi gejala kejang yang akan anda alami.
  2. Hindari untuk meminum alkohol dan menggunakan narkoba karena hal tersebut akan membuat epilepsi yang anda derita akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan
  3. Cukupi kebutuhan tidur anda agar otot-otot dalam tubuh anda tidak mengalami stress dan tegang.

Gejala Epilepsi Ayan

Perbedaan dari gejala yang mungkin terjadi pada setiap penderita selalu berbeda-beda tergantung dari jenis kejang yang dialami. Kejang yang dialami dapat dimulai secara parsial dan kemudian general.

Kejang parsial atau sebagian yang dihasilkan dari aktivitas otak yang tidak normal pada suatu bagian otak tersebut. Jenis-jenis kejang parsial ini antara lain : simple partial seizures atau kejang-kejang parsial sederhana yang tidak menghasilkan kehilangan kesadaran yang mungkin akan merubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar pada penderita penyakit epilepsi ayan. Kejang ini juga dapat menghasilkan hentakan pada tubuh yang terjadi secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki dan gejala sensorik seperti geli, vertido, berkedip terhadap cahaya.

Janis lainnya adalah complex partial seizures atau kejang-kejang parsial kompleks yang dapat menghasilkan perubahan kesadaran pada penderita dan akan kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu lamanya.

Kejang general yang akan melibatkan seluruh bagian dari otak penderita. Tipe dari kejang ini adalah absence seizures atau petit mal yang termasuk jenis gejala penyakit epilepsi ayan yang memiliki karateristik oleh gerakan tubuh yang halus namun mencolok dan juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat. Myoclonic seizures yang dapat menyebabkan hentakan atau kedutan yang terjadi secara tiba-tiba pada tangan dan kaki penderitanya.

Jenis kejang general lainnya ada atonic seizures yang juga dapat dikenal dengan drop attack yang dapat menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan mendadak akan collapse dan terjatuh. Dan juga ada tonic clonic seizures atau grand mal yang memiliki hilangnya kesadaran yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi ayan. Pada jenis kejang yang satu ini memiliki karateristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih yang dapat mengakibatkan penderita akan mengompol tanpa sadar.

Pengobatan Epilepsi Ayan

Apabila anda memiliki keluarga atau kerabat dengan penyakit epilepsi, ada baiknya anda segera membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat anti epilepsi yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita seperti :

  1. Asam Valproat

Yang berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik yang melebihi batas normal di dalam otak penderita. Obat asam valproat ini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kejang absence piknopletik dan juga memiliki senyawa yang berkhasiat untuk serangan grand mal dan mioklonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini seperti adanya keluhan saluran cerna yang dialami oleh penderita, gangguan pembekuan darah, dan yang paling parah dari efek samping yang dihasilkan adalah dapat terjadi kerusakan hati.

  1. Benzodiazepin

Mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai anti epileptika terutama diazepam dan nitrazepam yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan kejang akibat dari penyakit epilepsi ayan. Senyawa yang terkandung dalam obat golongan benzodiazepin ini terutama digunakan untuk penderita epilepsi petit-mal yang menyerang bayi dan anak-anak. Obat ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik. Dengan efek samping yang dihasilkan adalah mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan yang terjadi pada otot penderita.

Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi atau ayan tidak disebabkan oleh kuman atau bakteri. Penyakit ini muncul akibat adanya kelainan pada saraf dipusat otak. Banyak faktor yang menyebabkan epilepsi. Pada bayi biasanya oleh kadar oksigen yang kurang dalam otak (hipoksia), baik karena menderita panas tinggi atau lainnya.

Gejala Epilepsi atau Ayan

Pada orang dewasa biasanya dipengaruhi oleh trauma, ketergantungan pada obat dan alkohol atau karena adanya tumor.
Jika penyebabnya adalah tumor infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diprioritaskan untuk diobati terlebih dahulu.

Ada dua jenis serangan epilepsi.

Pertama adalah grand mal, melibatkan serangan konvulsi yang berulang. Serangan ini bisa membuat pingsan penderita dan kejangb selam satu menit.
Anggota badannya akan meronta-ronta , gigi terkancing, dan lidah tergigit, kencing yang tidak terkontrol dan mulut berbuih.
Selepas konvulsi, penderita biasanya akan tertidur pulas. Jenis yang kedua adalah epilepsi jenis petit mal yang tidak melibatkan konvulsi.
Keadaan pingsan hanya terjadi selama beberapa waktu saja. Pandangan mata penderita kelihatan kosong, mirip orang stres dan sering melamun. Bentuk epilepsi jenis ini biasanya tidak diketahui dan tidak dikenali sebagai epilepsi.

Serangan petit mal, yang kerap datang bisa mengganggu kesehatan. Serangan ini terjadi karena sel saraf otak yang berkomunikasi dengan sel-sel lainnya dengan perantara impils listrik. Saat penderita epilepsi atau ayan mengalami serangan kejang, pola sinyal listrik saraf otak tiba-tiba akan menjadi tidak normal dan tidak terkendali. Serangan kejang ini dapat mempengaruhi hanya pada daerah tertentu yang ada di otak atau dapat juga mempengaruhi seluruh bagian dari otak penderita.

Kejang parsial kimpleks, gejala yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita akan mengalami sensai, gerakan atau kelainan psikis yang abnornal, tergantung pada daerah otak dari penderita yang terkena. Jika otak yang mengalami sensasi adalah otak kanan yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan dari penderita akan bergoyang dan penderita akan mengalami sentakan. Jika terjadi pada lobis temporalis anterior sebelah dalam, makan penderita penyakit epilepsi atau ayan ini akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau dapat juga yang sangat tidak menyenangkan.

Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan.

Penyebab penyakit ayan ini yang sering terjadi di kalangan masyarakat seperti antara lain:

  • Faktor keturunan atau genetik. Penyebab yang sat ini meski relatif kecil antara 5 hingga 10%.
  • Mengalami kelainan yang terjadi pada saat menjelang atau sesudah persalinan.
  • Mengalami cedera kepala.
  • Mengalami radang selaput otak.
  • Memiliki atau menderita penyakit tumor otak.
  • Adanya genangan darah atau nanah di otak atau pernah mengalami operasi otak.

Selain itu, setiap penyakit  atau kelainan yang mennganggu fungi otak dapat pula menjadi penyebab dari penyakit epilepsi ini. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi atau ayan ini adalah gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan, alergi, dan cacat bawaan.

Diagnosis Epilepsi atau Ayan

Langkah awal dilakukannya diagnosis ini adalah untuk menentukan dan membedakan penyakit epilepsi mulai dari serangan kejang atau bukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyakit tersebut adalah dengan melakukan wawancara baik dengan pasien, orang tua, atau orang yang merawat penderita. Wawancara juga dapat dilakukan dengan saksi mata yang mengetahui terjadinya serangan kejang yang dialami oleh penderita.

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah untuk menggambarkan kejadian sebelumnya, selama, dan sesudah serangan kejang berlangsung. Dengan mengetahui riwayat kejadian dari serangan kejang tersebut biasanya akan dapat memberikan informasi yang lengkap dan baik. Pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita adalah :

  1. Kapan pasien tersebut mengalami serangan kejang yang pertama kali selama ini ?
  2. Apakah pasien mengalami semacam peringatan atau perasaan yang tidak enak pada waktu serangan atau sebelum serangan tersebut terjadi ?
  3. Apa saja yang terjadi selama penderita mengalami serangan kejang tersebut ?
  4. Apakah yang terjadi segera setelah serangan kejang berlangsung pada penderita ?
  5. Kapan kejang berlangsung selama siklus 24 jam sehari ?

Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang akan dilontarkan oleh dokter sebelum melakukan diagnosis penyakit epilepsi atau ayan ini.

Pengobatan Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi tidak dpat disembuhakn secara total, namun pengobatan dapat dilakukan untuk mengurangi adanya gejala yang muncul dari penyakit ini. Pengobatan yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan obat antikonvulsan atau dapat juga dengan obat tradisional.

Ramuan tradisional yang dpat anda gunakan adalah anda perlu menyediakan 30 gram sambiloto, 30 gram daun jinten, 30 gram daun meniran, 7 lembar daun sambung nyawa, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pengolahan ramuan ini adalah dengan mencuci bersih semua bahan yang sudah anda sediakan tadi. Campurkan semua bahan menjadi satu dan rebus dengan 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring ramuan dan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita selagi masih hangat. Berikan pada penderita sehari dua kali di pagi dan sore hari.

Epilepsi atau Ayan 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )