Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab penyakit epilepsi adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa faktor dan juga bisa disebabkan oleh timbulnya beberapa gejala atau ciri ciri. Penyakit epilepsi adalah penyakit yang bisa disebut penyakit ayan, yang bisa menimbulkan kekejangan pada tubuh atau badan. Salah satu dari gejala epilepsi ini adalah bisa menyebabkan kesadaran menjadi hilang dengan sepenuhnya. Dan ada juga beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit ini datang dan muncul adalah faktor genetik atau faktor keturunan.

iuy

Biasanya bagi yang menderita penyakit ini, yang disebabkan oleh adanya faktor genetik ini, susah untuk sekali disembuhkan, karena faktor ini, bersifat turun menurun. Selain dengan penyebab penyakit epilepsi ini, ada juga cara mencegah dari penyakit ini dengan mudah, yaitu dengan cara menghindarkan atau mengurangi minuman yang mengandung alkohol di dalamnya. Karena hal ini bisa menyebabkan epilepsi ini terjadi. Kemudian ada juga cara mengobati penyakit ayan atau epilepsi ini dengan menggunakan tanaman tradisional.

Yaitu dengan menggunakan daun pegagan. Cara menggunakan daun pegagan untuk membuat ramuan yang di gunakan untuk menyembuhkan penyakit ayan atau epilepsi ini. Dan caranya adalah dengan cara direbus sampai matang atau mendidih,  yang sebelumnya daun pegagan tersebut, sudah dicuci sampai bersih. Dan pada saat merebus daun pegagan, tambahkan gula aren secukupnya. Setelah itu aduk saring dan minum air ramuan daun pegagan dengan rutin dan teratur, agar penyakit ini dapat segera sembuh dengan cepat, yang pada umumnya, penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat. Dan ada juga beberapa penyebab penyakit epilepsi ini.

Penyebab penyakit epilepsi 

Selain dengan pernyataan yang  ada diatas, ada beberapa penyebab penyakit epilepsi yang bisa menimbulkan penyakit ini datang dan muncul. Dan penyebabnya adalah :

  • Bisa menyebabkan penyakit stroke

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan penyakit stroke yang menyerang pada tubuh atau badan Anda. Penyebab inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ayan atau epilepsi ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda dengan mudah, yang pada umumnya, penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Dapat menyebabkan otak menjadi rusak

Salah satu penyebab penyakit epilepsi ini adalah bisa menyebabkan otak menjadi rusak dan tidak berfungsi lagi. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini terjadi dan datang. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya, penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa menyebabkan penyakit meningitis

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan penyakit meningitis. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ini tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa menyebabkan penyakit tumor otak

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan penyakit tumor otak terjadi. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa menyebabkan penyakit dimensia

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan penyakit dimensia. Penyakit ini biasanya dialami pada usia yang sudah lanjut. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa menyebabkan penyakit kejang kejang

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebakan penyakit kejang kejang. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan mudah, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa menyebabkan cedera pada bagian kepala

Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan cedera pada bagian kepala ketika masa pertumbuhan anak atau dewasa. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan benar, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri Anda, yang pada umumnya, penyakit ini,  bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi ini. Akan tetapi penyakit epilepsi tidak dapat menular ke orang lain karena penyakit ini hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman dan virus serta bakteri jahat.

Penyakit ini tidak seperti penyakit lain yang dapat disembuhkan dalam jangka waktu tertentu dengan sempurna dan dengan obat yang sempurna dengan bantuan obat alami untuk epilepsi. Nasib penderita penyakit epilepsi ini sangat bergantung pada persepsi penderita itu sendiri, orangtua atau keluarga dari penderita serta masyarakat sekitarnya dan dokter yang merawatnya. Oleh sebab itu seorang penderita penyakit epilepsi harus menjalani hidup yang sehat dan teratur, selalu memiliki padangan yang positif, adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan menanamkan pengertian yang kuat pada penderita epilepsi untuk menghargai diri sendiri serta menjalani sistem pengobatan yang baik yang sudah ditetapkan dokter yang merawat anda agar dapat hidup sukses dengan penyakit epilepsi yang diderita.

penyakit epilepsi
penyakit epilepsi

Gejala-gejala yang terjadi pada Penyakit Epilepsi adalah:

  • Gejala Kejang parsial simplik, yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan tetap terbatas di daerah tertentu. Penderita penyakit epilepsi akan mengalami sensasi, gerakan atau kelainan psikis yang abnormal, tergantung pada daerah otak anda yang terkena atau yang mengalami muatan listrik.
  • Gejala Kejang paersial kompleks, yaitu kejang yang dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan yang ada disekitarnya selama 1 hingga 2 menitan. Penderita akan menjadi goyak atau tidak dapat berdiri tegak, menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang menurut anda aneh dan tanpa ada tujuan. Bagi Penderita epilepsi yang mengalami kejang ini juga akan mengeluarkan suara yang tidak memiliki arti serta tidak mampu untuk memahami apa yang dikatakan oleh orang lain, dengan kata lain penderita akan menolak pertolongan atau bentuan yang akan diberikan untuknya.
  • Gejala Kejang petit mal, gejala penyakit ayan epilepsi ini yang dimulai pada masa kanak-kanak. Biasanya kejang ini terjadi sebelum anak berusia 5 tahun. Bagi Penderita yang mengalami gejala ini hanya akan menatap, kelopak mata bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama 10-30 detik. Penderita tidak memberikan respon apapun terhadap orang disekitar namun penderita tidak akan terjatuh, baik pingsan ataupun tersentak-sentak.

Penyebab pada Penyakit Epilepsi dibawah ini diantaranya adalah :

  • Kurangnya/ rendahnya oksigen pada saat penderita tersebut dilahirkan.
  • Bagi penderita epilepsi di bagian kepala akan mengalami cedera dalam proses kelahiran.
  • Adanya penyakit lain seperti tumor otak.
  • Terjadinya kondisi genetik yang dapat mengakibatkan dampak seperti cedera otak, seperti tuberous sclerosis.
  • Terjadinya cedera di kepala saat anak-anak atau dewasa
  • Adanya infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
  • Terjadinya penyakit lain seperti stroke atau jenis lain yang terjadi dari kerusakan otak.
  • Terjadinya kadar abnormal yang terdapat pada zat-zat di dalam tubuh seperti natrium atau gula darah.

Penyebab yang terjadi disaat kejang-kejang seperti :

  • Tidak meminum obat obat sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter dan dosis yang sudah di tetapkan.
  • Meminum minuman keras seperti alkohol
  • Memakai narkoba seperti kokain atau penggunaan narkobba lainnya, seperti pil ekstasi.
  • Kurang nya tidur bagi si penderita sehingga terjadinya kejang-kejang.
  • Mengkonsumsi obat lain sehingga akan mengganggu kerja pada obat epilepsi tersebut.

Macam-macam Pengobatan Penyakit epilepsi diantara nya adalah :

  • Pengobatan penyakit epilepsi yang pertama adalah untuk mengatasi dan mengobati gejala penyakit ayan epilepsi ini sendiri diperlukan kerajinan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat dan teratur pada penderita. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol. Perbanyak makan buah dan sayur serta usahakan untuk selalu membuatnya merasa bahagia karena perasaan bahagia akan membuat kerja otak menjadi rilex dan ringan cara ini sangat efektif untuk proses penyembuhan epilepsi.
  • Pengobatan penyakit epilepsi yang kedua adalah untuk mengatasi gejala yang dapat timbul akibat penyakit ayan atau epilepsi ini anda juga dapat menggunakan obat ayan atau epilepsi yang herbal. Obat herbal tersebut berasal dari alam yang mudah untuk anda dapatkan yaitu dengan daun pegagan.Anda cukup menyiapkan beberapa lembar daun pegagan yang sudah dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus. Ambil satu sendok makan daun pegagan yang sudah halus dan seduh dengan ¾ gelas air mendidih yang ditambahkan dengan 1 sendok makan madu murni. Aduk hingga merata dan dan diamkan sebentar agar tidak terlalu panas. Anda dapat mengkonsumsi ramuan ini dalam keadaan hangat sebagai pengganti menum teh yang biasa anda lakukan. Mengkonsumsi ramuan daun pegagan ini dapat anda lakukan selama beberapa hari jika anda merasakan haus hingga gejala penyakit ayan epilepsi anda berkurang sedikit demi sedikit. Konsumsi obat ini seccara teratur.

    Cara Pemesanan Obat Epilepsi
    Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

    Harga Obat Epilepsi

    Harga Obat Epilepsi
    Harga Obat Epilepsi

    Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

    Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pengobatan Anti Epilepsi

Pengobatan Anti Epilepsi dapat digunakan karena penyakit epilepsi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dalam waktu yang lama. Obat Anti Epilepsi (OAE) dikonsumsi untuk menekan aktifitas listrik yang berlebihan penyebab epilepsi. Kesembuhan penyandang epilepsi sangat ditentukan oleh pemilihan obat yang tepat dan adekuat, khususnya pada anak-anak guna menghindari risiko gangguan pada tumbuh kembangnya seperti penurunan konsentrasi anak.

Pengobatan Anti Epilepsi
Pengobatan Anti Epilepsi

Kepatuhan seorang penderita dalam mengonsumsi obat juga sangat penting. Hal ini berguna untuk mengontrol serangan epilepsi yang dialaminya. Serangan kejang yang sering terjasi berulang akibat kepatuhan minum obat akan menyebabkan jaringan otak yang tidak rusak menjadi rusak sehingga terapi jadi makin sulit untuk untuk dilakukan, bahkan bisa timbul risiko yang lebih bahaya. Untuk itu perlu ada disiplin minum obat.

Diagnosis Penyakit Epilepsi

Untuk penderita yang akan melakukan diagnosis epilepsi ini dapat dilakukan berdasarkan deskripsi kejang dan peristiwa kejang. Elektroensefalogram dan neuroimaging atau pencitraan sel syaraf biasanya juga menjadi bagian dari pemeriksaan medis.

Pemeriksaan elektroensefalogram dapat membantu anda untuk memberikan gambaran aktifitas otak yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya serangan epilepsi. Pemeriksaan dengan cara ini direkomendasikan hanya pada mereka yang menunjukkan kejang epileptik sebagai gejala dari penyakit epilepsi yang dideritanya.

Untuk mendiagnosis penyakit epilepsi menggunakan pemeriksaan EEG ini dapat membantu anda untuk membedakan jenis gejala kejang atau sindrom yang ada pada diri penderita saat itu. Sedangkan pada anak-anak pemeriksaan dengan cara ini diperukan setelah anak mengalami kejadian kejang kedua. Pemeriksaan EEG ini akan lebih membantu anda apabila dilakukan saat penderita tertidur atau kurang tidur. Dari diagnosis yang dilakukan dokter baru dapat menentukan obat anti epilepsi yang akan diberikan untuk pengobatan ayan atau epilepsi.

Pengobatan Anti Epilepsi

Pemberian Obat Anti Epilepsi dilakukan setelah diagnosis epilepsi berhasil ditegakkan. Lalu terdapat minimum dua bangkitan dalam satu tahun. Penting juga untuk memastikan bahwa penyandang dan atau keluarganya sudah menerima penjelasan tentang tujuan pengobatan dan kemungkinan efek samping yang timbul dari Obat Anti Epilepsi.

Penggunaan dan pemilihan pengobatan anti epilepsi ini harus berdasarkan pengawasan dokter. Pemilihan obat anti epilepsi sendiri tidak sama pada masing-masing orang. karena pemilihan didasarkan pada jensi kejang atau bangkitan epilepsinya, frekuensi kejang, penyebab kejang, serta efek sampingnya.

Kebanyakan epilepsi dapat dikendalikan dengan satu macam obat. Pengobatan Anti Epilepsi ini pertama yang digunakan antara lain :

fenitoindengan dosis awal dari penggunaan obat ini adalah 5 mg/kg/hari dan dengan dosis pemeliharaan 20 mg/kg/hari yang berikan setiap 6 jam sekali. Efek samping dari pengobatan anti epilepsi feniton ini seperti lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, dan mengantuk.

Jenis pengobatan anti epilepsi lainnya yang dapat digunakan adalah karbamazepin,asam valproat.Obat dari golongan baru seperti gabapentin, pregabalin, vigabatrin, umumnya lebih dapat ditoleransi tubuh dibanding dengan obat anti epilepsi.

Obat anti epilepsi yang dikonsumsi berguna untuk mengontrol serangan. Obat anti epilepsi sudah diminum secara teratur, tapi kenapa kejang masih juga datang? Jika frekuensi kejang tidak juga berkurang, maka kemungkinan ada beberapa hal yang mencetuskannya.

1. Dosis obat yang kurang tepat atau kurang adekuat untuk mencegah kejang datang kembali.

2. Waktu pemberian dan pengenalan obat yang kurang pas. Misalnya dosis dinaikkan terlalu cepat

3. Kurangnya pengelolaan terhadap faktor-faktor pencetus bangkitan, seperti kurang tidur, stress, konsumsi alkohol, dan obat-obatan tertentu.

4. Obat yang tidak stabil, jika salah cara penyimpanannya dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas obat. Oleh karena itu, obat sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan jauhkan dari panas.

5. Pasein lupa atau sengaja tidak meminum obat. 40% pasien yang mengalami gejala toksik atau efek samping obat anti epilepsi menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

6. Pasien bukan menderita epilepsi, melainkan kejang non epilepsi, misalnya pada gangguan psikiatrik panik atau gangguan kepribadian.

7. Pasien tidak patuh atau menghentikan pengobatan secara sepihak. Penyebabnya beragam, dari mulai bosan, mual akibat efek samping obat hingga tidak kuat secara biaya.

Obat Anti Epilepsi generasi baru memang lebih mahal, namun lebih aman dengan efek samping dan interaksi obat lain lebih kecil. Bila biaya menjadi persoalan, baiknya bicarakan secara intens dengan dokter untuk dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Hindari mengganti obat tanpa petunjuk dokter.

Gejala Epilepsi

Gejala atau tanda dari penyakit ayan atau epilepsi apabila penyakit ini akan kambuh adalah penderita biasanya akan merasa pusing, mengalami pandangan yang berkunang-kunang, alat penderngaran yang mendadak kurang sempurna. Gajala lainnya yang akan dirasakan oleh penderita penyakit epilepsi adalah keluar keringat yang berlebih dan mulut penderita mulai mengeluarkan busa. Sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan yang diiringi dengan jeritan.

Semuat urat-urat pada tubuh penderita akan mengejang, dengan lengan dan tungkai manjulur kaku, tangan menggenggam dengan eratacapkali lidah penderita akan luka akibat tergigit karena rahang tertutup dengan rapat yang mengakibatkan penderita dulit untuk bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama penderita mengalami gejala epilepsi mata akan tertutup dan akhirnya akan tertidur pulas hingga 45 menit. Setelah sadar berikan pengobatan anti epilepsi yang sudah diresepkan dokter untuk penderita.

Pengobatan Anti Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pengobatan Epilepsi

Para dokter memperkirakan bahwa gangguan susunan saraf pusat atau otak merupakan salah satu penyebab ayan atau epilepsy. Rasa gembira yang berlebihan, rasa sedih yang mendalam, gangguan sembelit dan minuman yang banyak mengandung alcohol ternyata bisa mempercepat serangan ayan.

Tanda khas epilepsi adalah kejang dan serangan kejang pada penderita epilepsi sering terjadi berulang-ulang kali. Situasi ini akan menyebabkan kondisi yang tidak terkontrol, pelepasan abnormal terjadi dengan cepat dan seseorang dikatakan menuju ke arah epilepsi, gerakan-gerakan fisik yang tak teratur disebut kejang. Akibat adanya distriknia muatan listrik pada bagian orak tertentu ini memberikan manifestasi pada serangan awal kejang sederhana sampai gerakan konvulsif memanjang dengan penurunan kesadaran, Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot secara gerakan dan gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Epilepsi termasuk gangguan saraf berat yang pada waktu serangan dimulai dengan kejang-kejang yang hebat, mata membelalak, pingsan untuk beberapa saat, kemudian sadar dengan pandangan yang kacau..

Untuk mengatasi penyakit epilepsi bisa dilakukan dengan kedua ibu jari secara kuat pada sebelah dalam dekat mata kaki kiri dan kanan selama 10 detik. Bila penderita belum sadar juga, lakukan pijat secara kuat otot tengah tulang beikat selama 10 detik sebanyak 10 kali. Begitu juga leher samping kiri dan kanan perlu dipijat selama 10 detik sebanyal 10 kali.
Untuk mengobati pennyakit ini, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah jangan teralalu terburu-buru, karena semua hal butuh proses. Rutin dan patuh untuk minum obat pun menjadi salah satu point penting untuk menunjang kesembuhan. Kepatuhan penyandang epilepsi dalam mengonsumsi obat antiepilepsi sangatlah penting. Sebab ketidakpatuhan terhadap pengobatan ini malah jutsru membuat penyakit epilepsi makin parah.

Penggunaan dan pemilihan obat antiepilepsi ini haruslah berdasarkan pengawasan dokter. Terlebih lagi, apabila PE ingin melakukan penggantian obat dari obat paten menjadi obat substitusi ataupun sebaliknya. Salah satunya adalah AED (antiepilepsi drugs). Fungsi AED tidak menyembuhkan,namun indikasi obat ini untuk mencegah kejang. Dalam hal ini, peran dokter sangat penting guna menjabarkan detail risiko yang terjadi akibat penggantian obat tersebut.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Ayan

Penyakit Epilepsi ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya. Penyakit Epilepsi atau aya ini sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak yang terjadi pada otak penderitanya sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Ayan

Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi oleh dokter jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atai faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi yang pernah dialami
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, diabetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran yang terjadi pada ibu hamil.
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan yang akan menyebabkan ketidaknormalan yang terjadi pada bayi yang akan dilahirkannya.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol yang sering digunakan mungkin oleh sebagian laki-laki.
  7. Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Gejala Penyakit Epilepsi Ayan

Kejang atau serangan yang ditimbulkan akibat dari penyebab yang muncul tentu saja sangat mengganggu produktifitas dari seseorang dan merupakan pertanda bila fungsi otak terkadang terganggu. Gejala dari penyakit epilepsi ini bisa menimpa siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala umum yang terlihat pada penderita epilepsi adalah :

  • Resiko yang paling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena kejang yang dialami.
  • Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat dari luka yang ada dikelapa dan juga patah tulang.
  • Pada saat penderita mengendarai kendaraan, seorang yang menderita epilepsi bisa tiba-tiba kejang dan mengakibatkan kecelakaan.
  • Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi secara tiba-tiba pada saat penderita sedang berenang atau menyelam.
  • Dapat terjadi komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan yang akan dirasakan pada wanita penderita penyakit epilepsi ayan
  • Pada saat kehamilan atau kelahiran berlangsung, bisa saja sang ibu mengalami kejang dan ini tentu sangat berbahaya untuk bayi yang akan dilahirkannya.
  • Sementara ini perlu diakui bahwa pemberian obat pada wanita penderita epilepsi yang sedang hamil maupun yang tidal bisa meningkatkan resiko cacat pada janin.

Faktor seseorang memiliki resiko terkena penyakit epilepsi ayan adalah :

  • Usia yang biasanya terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan usia 65 tahun ke atas
  • Jenis kelamin yang akan menentukan bahwa penderita epilepsi lebih sering menyerang lelaki di bandingkan wanita karena penyebab penyakit epilepsi ini lebih sering dilakukan atau dijalani oleh laki-laki
  • Riwayat keluarga. Apabila anda memiliki salah satu keluarga dengan riwayan pernah mengalami atau menderita penyakit epilepsi maka anda harus waspada karena mungkin anda juga dapat mengalaminya
  • Cedera kepala. Luka atau cedera yang terjadi di kepala akibat dari terjatuh atau benturan keras pada kepala
  • penyakit Stroke
  • Infeksi yang terjadi pada otak akibat dari kurang mengontrolnya vaksinasi yang diberikan pada masa kanak-kanak.
  • Kejang-kejang yang berkepanjangan pada saat anak-anak yang akan menjadi semakin parah apabil tidak segera dilakukan pengobatan.
  • Cedera yang dapat terjadi pada saat melahirkan.

Pencegahan Penyakit Epilepsi Ayan

Beberapa tindakan yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit epilepsi adalah :

– Mengetahui bahaya infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak yang harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar. Apabila anda termasuk salah satu dari orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam yang harus diinstruksikan pada metode untuk mengontrol demam adalah dengan memberikan kompres dingin dan obat anti peuretik.

– Untuk mengidentifikasi anak dengan gangguan kejang pada usianya yang masih dini. Pencegahan kejang yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ayan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikonvulsan yang diberikan secara bijaksanan. Pencegahan lainnya juga dapat dilakukan dengan memodifikasi daya hidup yang diterapkan untuk yang lebih baik.

– Mencegah adanya cedera kepala yang menjadi salah satu penyebab yang paling utama dari penyakit epilepsi ini yang masih dapat untuk dicegah. Tindakan pencegahan ini adalah salah satu jenis tindakan yang aman. Penderita tidak hanya hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan penyakit epilepsi ayan akibat cedera kepala dengan lebih baik lagi.

– Penanganan yang baik di sekitar kepala pada saat kelahiran juga dapat dilakukan anda gunakan untuk pencegahan penyakit epilepsi atau penyakit ayan pada anak anda. Dan juga dengan menekan parasit dari lingkungan seperti halnya dengan cacing pita yang dapat memberikan hasil yang efektif pada penderita epilepsi.

– Langkah yang pernah dilakuka untuk menurunkan atau mengurangi tingkat infeksi cacing pita telah berhasil dibuktikan dapat menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi ayan yang pernah ada hingga mencapai setengahnya atau 50%.

Penyakit Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Penyembuhan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan. Epilepsi adalah suatu gangguan saraf yang timbul dan terjadi secara mendadak dan berkala, biasanya disertai dengan perubahan kesadaran. Bukan pula penyakit keturunan walaupun dapat disebabkan oleh faktor kelainan genetik. Jadi bila kesalahan informasi ini masih saja diteruskan, PE akan terus berada dalam posisi terpojok sebagai orang yang ‘kurang layak’ dinikahi karena penyakit itu.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Tidak sedikit orangtua mencemaskan masa depan anaknya saat buah hati mereka divonis menderita penyakit epilepsi. Orangtua umumnya berpikir penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan akan terus terbawa hingga mereka tua nanti. Epilepsi dapat disembuhkan dengan total. Asal terdeteksi dari awal. Agar sembuh mereka juga di tuntut untuk berobat secara teratur. Pengobatan yang dilakukan sangat individual. Umumnya 2-3 tahun bebas serangan epilepsi, obat bisa diturunkan dosisnya lalu dihentikan. Tapi bisa juga sampai 5 tahun pengobatannya. Selama pengobatan pasien harus disiplin dan tidak boleh mengehentikan sendiri pengobatan dengan alasan tidak ada serangan lagi. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu mungkin kiasan yang pas untuk menggambarkan penderita penyandang epilepsi. Ditengah kesabaran dan ketegarannya melawan penyakit, psikis penyandang epiliepsi makin diuji dengan perlakuan yang tidak adil terhadap mereka.

Penyandang epilepsi (PE) kerap mendapat isolasi dan pengucilan dari masyarakat. Ini sebagai bentuk karena ada rasa takut bahwa orang dengan epilepsi saat bangkitan akan meninggal. Epilepsi memang kerap terlihat menakutkan saat si penderita mengalai jatuh pingsan dan kejang. Disarankan orang disekeliling PE tetap tenang dan melakukan beberapa tindakan agar bangkitannya tidak membahayakan mereka. Berikut yang perlu dilakukan apabila terjadi bangkitan epilepsi, yaitu :

  • Bersikaplah tenang dan jangan panik, beradalah disamping orang tersebut dan segera amankan penderita dengan memindahkan barang-barang yang ada disamping penderita yang mungkin akan dapat membahayakan ketika tertabrak oleh penderita.
  • Miringkan kepalanya untuk memberikan udara dan mencegah penyumbatan udara dengan air liur.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti dasi sehingga memungkinkan tetap mendapat udara.
  • Lindungi dari bahaya (terutama benda tajam)
  • Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya, baik jari anda, sapu tangan, atau benda tajam lainnya karena hal tersebut akan menyebabkan penderita muntah.
  • Jangan menahan gerakan yang bersangkutan dengan penderita
  • Bila keadaan berbahaya segera bawa kerumah sakit dan hubungi dokter

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab terjadinya serangan kejang dapat ditimbulkan oleh hipoligkemi, eclampsi, meningitis, atau encefalitis. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi ini dapat juga karena kecelakaan atau luka yang terjadi di otak, seperti abses, tumor, atau atreriosklerosis pada orang yang usianya sudah 50 tahun serta yang diding pembuluh darahnya sudah mengeras. Serangan kejang yang dialamijuga dapat dikarenakan keracunan timah atau obat (petidin) dan hanya sekitar 20% dari penderita penyakit ini yang tidak diketahui penyebabnya.

Serangan adakalanya dapat disebabkan oleh otot seperti psikofarmaka klorpromazin, inipramin, MAO- blokers, dan asam nalidiskat, juga dapat terjadi karena adanya penyalahgunaan alkohol dan drugs. Faktor lain dari penyebab serangan tersebut adalah stress, emosi hebat, keletihan, imunisasi dan demam. Dapat juga terjadi karena penggunaan obat antikonvulsan atau tranquillizer yang dihentikan secara mendadak.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Anak-anak ataupun orang dewasa dengan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan dengan banyak cara baik dengan medis seperti yang sudah dijelaskan diatas, ataupun dengan menggunakan terapi dan pengobatan tradisional. Pengobatan terapi yang dilakukan dapat dengan menggunakan diet katogenik. Diet katogenik ini telah terbukti dapat menurunkan frekuensi munculnya kejang yang terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit epilepsi dan pengobatannya, namun diet ini leratif sulit untuk dijalani oleh penderitanya tanpa ada pengawasan khusus dari pihak keluarga.

Diet katogenik ini hanya memperbolehkan penderitanya mengkonsumsi makanan yang berlemak, maka tubuh akan mengalami kekurangan berbagai nutrisi yang penting seperti vitamin B, C, dan D. Resiko yang lebih besar dari penggunaan terapi ini adalah terjadinya penurunan gula darah akibat dari pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk juga gula. Pada penderita yang menjalani terapi diet katogenik sebagai terapi penyakit epilepsi dan pengobatannya kerap mengalami penyakit diare dan gangguan batu ginjal.

Atau dapat juga dengan menggunakan diet glutamat dan aspartat yang mampu digunakan untuk mengontrol terjadinya kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi dan pengobatannya dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat. Penggunaan diet ini dirasa lebih efektif karena mudah untuk dilakukan hanya dengan menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Pengobatan lainnya juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi 8 hingga 10 ciplukan yang sudah masak. Penderita tidak perlu melakukan proses apa-apa untuk mengkonsumsinya. Cukup mencucinya dengan bersih dan langsung dapat dikonsumsi untuk Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya. Selain dengan ciplukan anda juga dapat menggunakan 60 gram lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih. Rebus ludah buaya dalam 600 cc air bersih hingga airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring dan berikan pada penderita selagi ramuan masih hangat. Anda dapat memberikannya 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Pada Anak

Penyakit Epilepsi Pada Anak disebabkan oleh lonjakan aliran listrik dalam otak, terjadi tiba-tiba dan berulang. Bisa terjadi pada sebagian atau seluruh bagian otak,menyebabkan kejang sampai berkelojotan atau hanya pada bagian tubuh tertentu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Pada Anak

Kondisi ini bisa terjadi bila ibu saat hamil mengalami infeksi, demam tinggi atau malnutrisi. Proses persalinan yang sulit, bayi kurang atau telat bulan, juga dapat menyebabkan otak janin kekurangan zat asam. Gangguan otak janin seperti infeksi atau radang selaput otak, cedera akibat benturan fisik dan tumor kelainan pembuluh darah pada otak, menyebabkan janin berpotensi mengidap epilepsi. Tapi 60% kejadian epilepsi pada bayi/ anak belum diketahui penyebabnya.

Gejala Penyakit Epilepsi Pada Anak

Epilepsi tidak selalu ditunjukkan dengan gejala kejang berkelojotan dan mulut berbusa. Kejadian epilepsi baik kejang atau bengong lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa, karena otak anak, terutama bayi, belum berkembang sempurna.

Bedanya dengan melamun, jika saat bengong digoyang tetap tidak sadar berarti epilepsi. Gampang dicetuskan, gampang pula diobati. Pada anak yang lebih dewasa, dengan menarik nafas dalam dan mengeluarkannya sebanyak 30x, bengong akan muncul. Tidak merusak otak, jadi tidak perlu khawatir. Epilepsi bisa menyerang bayi dengan tanda lahir merah disebagian wajah, Warna kemerahan ini karena pelebaran pembuluh darah pada bagian tertentu di otak. Terapinya adalah dengan keteterisasi pembuluh darah otak. Gejala lain ditunjukkan dengan bayi kejang seperti terkejut tanpa sebab. Kagetnya bisa puluhan kali sehari. Terjadi pada bayi usia 3-12 bulan yang, misalnya terkena teksoplasma atau hidrosefalus, disebut dengan sindrome west. Sindrom ini lebih sering terjadi pada lai-laki dengan rasio 56:44 dibanding perempuan.

Makin sedikit obat anti epilepsi (OAE), makin bagus hasilnya. Umumnya 70% serangan dapat diatasi dengan 1 jenis OAE, sisanya 30% perlu terapi kombinasi. Obat antara lain divalproex sodium, fenobarbital, gabapentin, atau oksabasepin. Pengobatan harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan serangan baru yang berdampak lebih serius, seperti serangan epilepsi beruntun dan tidak terkontrol.

Gejala yang lebih spesifikasi adalah :

  • Tatapan anak yang kosong. Waspadai gerang gerik penderita epilepsi pada anak yang memungkinkan anak anda akan berhenti untuk beraktifitas dan menatap dengan tatapan yang kosong seperti sedang melamun. Saat melamun lengan atau kepala anda akan mungkin akan tampak lemas dan lunglai. Gajala ini berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit yang biasanya setelah itu anak sadar dan tidak tau apa yang barusan dialaminya.
  • Kedutan yang mungkin akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan yang kemudian akan semakin menjalar sampai ke lengan dan kemudian akan menyebar hingga sepatuh atau ke seluruh bagian dari tubuh menjadi berkedut. Gejala ini biasanya akan terjadi dalam keadaan tetap sadar namun ada juga sebagian anak yang tidak sadar.
  • Aura yang menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi pada anak yang menjadi peringatan yang biasanya akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung. Aura yang dialami akan menyebabkan akan secara mendadak akan merasakan sakit yang muncul tanpa sebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata atau juga mencium bau yang tidak ada sumbernya. Penderita penyakit epilepsi pada anak juga akan mengalami masalah pengelihatan atau perasaan yang aneh disuatu tempat dibagian tubuh anak terutama pada perut.
  • Kejang total atau kejang yang menyebabkan anak anda sampai terjatuh dan kehilangan kesadarannya. Pada kejang ini biasanya akan merlangsung selama dua atau lima menit. Pada saat anak mengalami kejang tubuh anak anda akan kaku dan bergetar tanpa bisa dikendalikan. Anak anda akan kehilangan kontrol kandung kemih sehingga anak akan mengompol tanpa disadari dan dengan air liur yang akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar ke belakang.

Penyakit epilepsi pada anak adalah salah satu jenis penyakit yang cukup bahkan sangat berbahaya jika penanganan atau tindak lanjut yang yang diberikan kepada anak kurang cepat, apabila anda sudah tahu gejala atau ciri epilepsi pada anak tentu akan mengingatkan anda jika-jika nanti saudara atau siapapun ada anak yang terkena epilepsi, bisa dan harus ditangani secara cepat agar tidak berlanjut dan semakin parah.

Penanganan Penyakit Epilepsi Pada Anak

Ketika terjadi serangan pada anak anda, misalnya kejang, anda jangan panik dan tetap harus tenang. Epilepsi dapat disembuhkan dan bukan jenis penyakit yang dapat menular baik melalui udara maupun air liur dan bukan juga jenis penyakit turunan. Anda tidak perlu memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita karena akan menyebabkan penderita muntah. Longgarkan atau buka semua pakaian yang dikenakan oleh anak anda dan posisikan dengan kepala miring untuk memudahkan ia bernafas. Cukup, jauhkan benda-benda keras yang bisa membuatnya terbentur atau benda yang dapat membuatnya terluka. Jika kejang yang terjadi akibat dari Penyakit Epilepsi Pada Anak dirasa berbahaya, segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan diagnosis dan pemeriksaan lainnya. Setelah kejang yang dialami berhenti biarkan anak anda untuk melanjutkan istirahatnya. Mungkin kejang yang dialami dapat membuat anak anda menjadi lelah.

Penyakit Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penanganan Epilepsi

Secara umum banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Penanganan Epilepsi dan juga salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya penderita epilepsi yang sering dikucilkan. Bagi penderita epilepsi tidak perlu rendah diri, tapi yang perlu dipahami bahwa epilepsi atau penyakit ayan sama sekali tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan mental. Epilepsi bukanlah penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan ilmu klenik, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Walaupun anda penyandang epilepsi, anda masih saja memiliki banyak kesempatan untuk mengubah potensi menjadi prestasi.

Penanganan Epilepsi 

Para penderita epilepsi hendaknya berusaha untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya agar dapat mengurangi resiko kejang-kejang yang berulang. Caranya adalah :

  • menghindari pekerjaan berat yang sangat melelahkan fisik.
  • hindari terik matahari yang sangat panas pada saat kondisi fisik lemah.
  • kondisi fisik penderita yang memburuk, stres, atau depresi akan mempengaruhi keadaan dan menyulitkan pengobatan yang akan dilakukan untuknya.
  • konsumsilah makanan yang bergizi dan beristirahatlah yang cukup.
  • hindari benturan kepala atau bagian tubuh lain ke benda keras, benda tajam, atau benda panas jika terjadi kejang.
  • selama kejang berlangsung, longgarkan pakaian. Biarkan penderita sadar sendiri, tapi terlebih dahulu lindungi kepalanya dengan bantal, atau sesuatu yang lembut dibawah kepala sebagai Penanganan Epilepsi.
  • setelah sadar miringkan tubuhnya dan bantulah memulihkan pernapasang. Jangan langsung diberi minum, karena bisa tersedak. Jika anak terluka selama mendapat serangan mendadak, atau si anak mungkin menelan air/ cairan, dan serangan epilepsi berlangsung lebih lama dan dari lima menit, sebaiknya bawalah ke dokter.

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan

Hal yang tidak boleh dilakukan selama si penderita mendapat serangan epilepsi adalah meletakkan benda dimulutnya. Jika penderita menggigit lidahnya selama serangan mendadak, tindakan menyisipkan benda seperti sendok dimulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Bisa jadi malah tergigit, atau parahnya malah mematahkan gigi si anak. Orang yang mendapat serangan epilepsi, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa .

Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukanlah hal yang mudah, karena itu berhati-hatilah jangan sampai mencelakai si penderita. Berupaya menyadarkan si anak dengan batuan pernapasan mulut ke mulut saat ia mendapat serangan mendadak sangatlah berbahaya. Kecuali jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut jika si anak tidak bernapas.

Hal yang tak boleh dilupakan dalam Penanganan Epilepsi adalah selalu menuliskan nomor-nomor darurat, seperti rumah sakit atau dokter, tempat yang mudah di jangkau. Jika si anak medapat serangan mendadak dan butuh pertolongan segera, anda tidak panik lagi mencarinya.
Untuk pengobatannya serahkan kepada dokter spesialis. Berikan obat secara teratur, kemudian hindari kelelahan, kedinginan, kecemasa, dan kelaparan. Jika semua itu dilakukan dengan benar pastikan penderita eplipsi bisa sembuh, hidup dan berkembang secara normal.

Penanganan epilepsi lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan selalu memperhatikan atau menemani anak anda yang sedang bermain atau kemanapun mereka pergi. Pemberian obat yang cepat juga sangat bagus untuk anda berikan kepada anak anda namun juga harus melalui resep dokter.

Anak-anak penyandang epilepsi biasanya mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif, bahkan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ apabila ia tidak mendapatkan penanganan epilepsi yang tetap. Selain dampak itu, epilepsi yang menyerang anak anda juga memiliki penyakit penyerta dalam tubuhnya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas yang terjadi akibat dari penyakit epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Pengobatan Epilepsi

Bila anda termasuk dari orang tua yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi, peran anda sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak anda. Selain melakukan tedekti dini diharapkan anda juga memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan. Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur.

Untuk anda yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi anda dapat memberikan atau menerapkan diet katogenik sebagai salah satu dari penanganan epilepsi yang dapat anda lakukan. Diet ini dilakukan dengan mengatur dan menimbang pola makan yang diberikan kepada anak untuk mengurangi terjadinya serangan pada anak anda. Pola makan yang biberikan sesuai dengan diet ini adalah dengan memberikan makanan berlemak dan tampa gula seperti halnya dengan cream, mayonaise, mentega, dan telur. Dapat juga memberikan makanan sedikit buah atau sayuran yang semupakan sumber karbohidrat yang diperlukan dan daging, ikan, atau ayam untuk sember proteinnya. Karena diet ini lebih memfokuskan pada pemberian makanan yang berlemak.

Ajak anak anda dalam menyiapkan dan menimbang makanan yang akan dikonsumsinya dan bila perlu biarkan anak anda ikut berkreasi dalam membentuk dan menyusun makanan ke dalam piring. Gunakan piring yang lebih kecil agar makanan terlihat lebih banyak dan puji semua hal yang dari tadi dikerjakan olehnya agar anak lebih semangat untuk menyantap makanan yang sudah dikreasikannya sendiri.

Penanganan Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Epilepsi

Gejala epilepsi yang biasa dialami salah satunya adalah serangan kejang. Penyakit epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan tubuh yang sejang sebagian atau juga dapat ditandai dengan kejang seluruh badan yang terjadi tanpa ada alasan yang jelas. Penyakit epilepsi yang timbul tanpa riwayat sebelumnya harus di waspadai. Penyakit epilepsi ada beberapa jenis dan pengobatannya tidak sama. Pertama-tama perlu diketahui apakah itu betul epilepsi. Selain dari riwayat dipastikan dengan pemeriksaan EEG. Dari sana akan muncul jenis epilepsinya. Meski tak ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan epilepsi, dengan bantuan pengobatan yang benar, sekitar 80% pengidap penyakit ini mampu hidup normal.

Pencegahan Gejala Epilepsi

Pencegahan epilepsi umumnya bersifat pengendalian bukan pengobatan dengan minum obat yang teratur. Hingga kini belum ada yang dapat menemukan pengobatan yang dpat digunakan untuk penyembuhan penyakit epilesi dengan sempurna selain hanya untuk mengurangi gejala epilepsi yang dirasakan saja.

Berikut ini adalah nama-nama obat yang dipakai untuk menyembuhkan epilepsi yaitu :

1. Carbamazepine, yang merupakan golongan antedepresan trisiklik. carbamazepine ini digunakan sebagai pilihan utama untuk mengurangi gejala epilepsi pada terapi kejang parsial dan tonik-klonik. Efek samping dari penggunaan obat carbamazepine ini adalah penderita akan merasakan lemas, pusing, pandangan yang berganda, mengantuk, mual, goyah atau tidak dapat berdiri tegak, dan juga hyponatremia yang akan meningkat seiring bertambahnya usia penderita.

2. Carbattrol, Carbatrol (carbamazepine diperpanjang-release) adalah sejenis formulasi kapsul multi-komponen yang terdiri dari tiga jenis manik-manik: manik-manik segera-release, manik-manik extended-release, dan manik-manik enterik-release. Ketiga jenis manik digabungkan dalam rasio tertentu untuk memberikan dosis dua kali sehari Carbatrol (carbamazepine diperpanjang-release). Bahan aktif yang ada di dalam carbattrol ini adalah asam sitrat, koloid silikon dioksida, laktosa monohidrat, mikrokristalin selulosa, polietilen glikol, povidone, natrium lauril sulfat, bedak, trietil sitrat dan bahan-bahan lainnya.

Atau dapat juga dengan menggunakan obat antikonfulsan lainnya seperti clobazam, clonazepam, depakene, depakote, depakote ER, diastat, dilantin, felbatol, frisium, gabapentin, gabitril, keppra, klonopin, lamictal, lyrica, mysoline, neurontin, phenobartial, phenytek, phenytoin, sabril, tagretol, tagretol XL, topamax, trileptal, valproic acid, zarontin, zanogran, zanosimade. Semua obat tersebut bila akan digunakan untuk menangani gejala epilepsi harus di konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Gejala Epilepsi

Gejala pada penyakit epilepsi tidak sama pada setiap orang dan penyebabnya kadang-kadang juga tidak diketahui. Penyebab yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya epilepsi adalah cidera fisik atau kerusakan otak, terutama jika kejangnya berulang-ulang.

Gejala umum yang sering timbul adalah adanya gangguan kesadaran secara mendadak, tidak sadar dan mata membalik ke atas. Kedua tangan dan kaki menjadin kaku disertai dengan gerakan kejut yang kuat. Saat kejang, air liur berbusa dan napas mendengkur. Setelah sadar, penderita muntah sesekali, mengantuk dan tertidur. Setelah bangun penderita akan normal kembali.

Gejala yang paling umum adalah :

– Resiko dari penyakit epilepsi yang dialami yang peling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena mengalami serangan kejang. Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat luka di kepala dan patah tulang.
– Ketika penderita mengendarai kendaraan, dan dengan tiba-tiba mengalami serangan kejang maka akan mengakibatkan kecelakaan.
– Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi ketika berenang atau menyelam.
Penderita dapat mengalami komplikasi yang terjadi saat kehamilan dan melahirkan. Pada saat kehamilan dan kelahiran berlangsung bisa saja sang ibu akan mengalami kejang dan akan berbahaya untuk bayi yang ada dikandungannya. Pemberian obat bagi penderita penyakit epilepsi ini bisa meningkatkan terjadinya resiko cacat pada janin yang ada di dalam kandungan sang ibu.

Penyebab Gejala Epilepsi

Ditinjau dari penyebab terserangnya penyakit epilepsi dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu :

Epilepsi primer atau epilepsi idiopatik yang hingga kini belum atau tidak ditemukan penyebabnya.Pada epilepsi ini tidak ditemukan kelainan pada jaringan otak. Namun diduga terdapat kelainan atau gangguan keseimbangan zat kimiawi dalam sel-sel saraf pada area jaringan otak yang abnormal.

Epilepsi sekunder yaitu yang penyebabnya sudah diketahui.Epilepsi ini berarti gejala penyakit epilepsi yang timbul ialah sekunder. Penyebab ini terjadi akibat dari adanya kelainan pada jaringan otak. Kelainan ini dapat disebabkan karena penyebab yang dibawa sejak lahir atau jaringan parut sebagai akibat dari kerusakan otak pada waktu lahir atau pada masa perkembangan anak.

Penyebab spesifikasi dari gejala epilepsi sebagai berikut :

– Kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu, seperti ibu yang selalu menelan obat-obatan tertentu yang dapat merusak otak janin, mengalami infeksi, minuman alkohol, atau mengalami cidera.
– Kelainan yang dialami penderita pada saat kelahiran, seperti anak yang mengalami kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan.
– Cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
– Mengalami tumor otak yang merupakan penyebab dari gejala penyakit epilepsi yang tidak umum terutama pada anak-anak.
– Terjadi penymbatan darah pada otak atau kelainan pembuluh darah otak.
– Radang atau infeksi yang terjadi pada otak dan selaput otak.
– Kecenderungan munculnya gejala dari penyakit epilepsi yang diturunkan. Hal ini disebabkan dari adanya ambang rasa serangan yang lebih rendah dari normal yang diturunkan pada anak-anak.

Gejala Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi

Tak jarang banyak orangtua yang frustasi begitu mengetahui anaknya mengidap penyakit epilepsi atau dalam istilah sehari-hari dikenal dengan penyakit ayan.

Bayangan kejang-kejang mendadak yang menakutkan dan masa depan suram langsung berkelebatan. Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf atau neuron yang bertugas mengkoordinasi semua aktivitas tubuh termasuk perasaan, penglihatan, berpikir dan menggerakkan otot.

Penyakit Epilepsi

Pada penderita epilepsi terkadang sinyal-sinyal sel saraf otak tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi karena berbagai unsur, antara lain diduga karena pernah terjadi trauma di kepala , adanya kerusakan pada otak dalam proses kelahiran, stroke dan tumor otak.

Hipocrates adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala epilepsi sebagai masalah pada otak. Seseorang dapat dinyatakan mederita epilepsi bila orang tersebut setidaknya telah mengalami kejang yang disebabkan alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Epilepsi atau ayan merupakan gangguan yang terjadi bila impuls eletrik teraganggu. Epilepsi atau ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya.

Epilepsi sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak pada otak sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atau faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, dianetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol
  7.  Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab kegagalan dalam pengobatan penyakit epilepsi  ini adalah ketidakaturan minum obat baik karena malasatau merasa sudah sembuh, penghentian obat karena penyakit yang lain, serta cara hidup yang tidak teratur atau rahus bekerja keras. Bila setelah 3 tahun tidak ada serangan dan pemakaian obat dengan dosis minimal maka obat dapat dihentikan. Pada orang dewasa sebelum serangan kadang ada tanda-tandanya seperti pusing, sakit kepala, mudah marah atau sersinggung, bersikap murung.

Untuk mendiagnosis epilepsi di dasarkan pada :

1. Sejar medih pasien, termasuk riwayat kejang anggota keluarga, kondisi medis yang terkain dengan serangan yang dialami penderita dan pengobatan saat ini. Masukan informasi dari orang-orang yang telah menyaksikan kejang pada pasien, terutama jika pasien mengalami kehilangan kesadaran justru akan lebih membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit epilepsi yang ada di tubuhnya. Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter kepada pasien adalah :

  • Pada umur berapa penderita mulai mengalami kejang?
  • Apa keadaan di sekeliling Anda ketika kejang pertama?
  • Faktor-faktor apa saja yang tampaknya menyebabkan kejang?
  • Apa yang Anda rasakan sebelum, selama, dan setelah kejang?
  • Berapa lama terjadinya kejang?
  • Apakah Anda pernah menjalani perawatan epilepsi sebelumnya?
  • Apa obat yang diresepkan dan berapa dosisnya?
  • Apakah pengobatannya efektif?

2. Tes yang akan dilakukan untuk penyakit epilepsi meliputi :

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis lengkap pada kekuatan otot, refleks, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan untuk mendeteksi berbagai sensasi
  • TesElectroencephalogram (EEG) yang mengukur impuls listrik di otak *
  • Studi pencitraan otak, seperti yang disediakan olehMagnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Tes darah untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih, gula darah, kalsium darah, dan kadar elektrolit, dan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal. Tes darah membantu menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Tes lain, dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk spektroskopi resonansi magnetik (MRS), tomografi emisi positron (PET) dan perhitungan tomografi emisi foton tunggal (SPECT)

 Pengobatan Penyakit Epilepsi

Banyak jenis pengobatan yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala epilepsi yang ada pada diri anda. Seperti misalnya :

Resep 1.

Bahan-bahan yang perlu anda sediakan adalah siapkan 1/3 genggam daun kaki kuda, ¼ genggam daun seruni putih, 1/5 genggam daun poko, ¼ daun sembung manis, ¼ genggam daun jintan, 2 jari kulit kina, 3 jari gula enau serta air sebanyak lima gelas.

Cara membuat ramuan : semua bahan-bahan kecuali gula enau, terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan dipotong-potong. Setelah itu, semua bahan tersebut direbus hingga mendidih dan biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Setelah matang, angkat, lalu diamkan sampai dingin. Saring rebusan dan konsumsi sehari tiga kali, satu kali minum setengah cangkir.

Resep 2. 

Bahan-bahan yang harus anda sediakan adalah daun lidah buaya sebanyak 60 gram serta air kira – kira 600 cc.

Cara membuat ramuan yaitu : daun lidah buaya terlebih dahulu dikupas kulitnya. Lalu lidah buaya tersebut dicuci hingga bersih. Setelah itu, direbus dengan air, sampai mendidih. biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Sebaiknya air rebusan dikonsumsi dalam keadaan masih hangat. Diminum sehari dua kali.

Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Klasifikasi Epilepsi

images (1)Klasifikasi Epilepsi yang menjelaskan epilepsi yang merupakan gangguan suasana saraf pusat yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak, sifatnya mendadak dan sepintas, berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, bersifat sinkron dan ber-irama. Serangan dapat berupa gangguan motorik, sensorik, kognitif atau psikis. Istilah epilepsi tidak boleh digunakan untuk serangan yang terjadi hanya sekali saja, serangan yang terjadi selama penyakit akut berlangsung dan occasional provokes seizures misalnya kejang atau serangan pada hipoglikemia.

Penyebab Penyakit epilepsi

Berdasarkan etiologi atau peyebab, epilepsi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Epilepsi idiopstik, penyebabnya tidak diketahui, meliputi 50 % penderita epilepsi ini terjadi pada anak. Awal terjadi pada anak dalam usia lebih dari 3 tahun.

2. Epilepsi simtomatik, penyebabnya sangat bervariasi, tergantung dari rentang usia awal terjadinya epilepsi.

Gejala Epilepsi

Serangan yang sering terjadi pada penderita epilepsi aantara lain ;

1. Kejang dapat berupa kejang setempat (lokal) atau pada seluruh tubuh

2. Gangguan pada aktivitas atau kegiatan sehari-hari misalnya berupa gerakan yang tidak normal atau melakukan gerakan yang aneh, contoh sering jatuh tanpa sebab, senang memukul, mendadak diam atau mulut bergerak (seperti berbicara namun terkadang tanpa suara) dan lidah sering berkecap-kecap.

3. Gangguan tidak hanya pada mulut atau lidah, namun juga dapat terjadi pada mata, seperti menggerakkan mata tanpa sebab.

4. Sering merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh tanpa spesifik

5. Gangguan berbicara, seperti berbicara namun tak ada suara, sering berkomat-kamit, menggerakkan mulut tanpa sebab.

6. Sering berhalusinasi atau berimajinasi sendiri

7. Terkadang sering melakukan sesuatu dengan cara yang spontan

Klasifikasi Epilepsi secara umum dikalsifikasikan berdasarkan onsetnya yakni fokal (parsial) atau menyeluruh (generalisata). Kejang parsial disubklasifikasikan menjadi :

  1. Kejang parsial sederhana, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran masih ada selama serangan. Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  2. Kejang parsial kompleks, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran yang sudah terganggu pada setiap tahap. Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang generalisata (kejang generalisata sekunder), terjadi penurunan kesadaran dengan bukti klinis penyebaran melalu korteks serebri, misalnya gerakan konvulsif bilateral.

Klasifikasi Epilepsi

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG, kejang yang dialami menjadi :

Kejang umum ( Generalizer seizure ) jika aktivitas yang terjadi pada kedua hemisfere otak secara bersama-sama. Kejang umum ini dibagi menjadi :

  1. Tonic-clonic convulsaion / Grand mal yang merupakan bentuk yang paling banyak terjadi pada pasien yang terjatuh denga tiba-tiba, kejang, nafas terengah-engah, keluar air liur, bisa juga terjadi sianosis, mengompol, atau menggigit lidah terjadinya beberapa menit yang kemudian diikuti dengan rasa lemah dan kebingungan, atau sakit kepala.
  2. Absendce Attacks / Petit Mal, jenis yang jarang sekali dialami oleh penderita epilepsi. Umumnya terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja dimana penderita dengan tiba-tiba melotot, atau matanya berkedip-kedip dengan kepala terkulai. Kejadiannya Cuma terjadi selama beberapa detik saja dan bahan sering tidak di sadari oleh penderitanya.
  3. Myoclonic Seizure yang biasanya akan dialami oleh penderita di pagi hari, setelah bangun tidur dimana penderita akan mengalami sentakan yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis yang sama dengan jenis kejang ini adalah tapi non-epleptik yang bisa terjadi pada pasien yang normal.
  4. Atonic Seizure yang jarang sekali terjadi pada pasien secara tiba-tiba kehilangan kekuatan otot, jatuh, tapi bisa juga segera recovered.

Klasifikasi epilepsi lainnya adalah kejang parsial/focal yang dimulai dari daerah tertentu dari otak. Kejang parsial terbagi dalam :

  1. Simple Partial Seizure, gejala yang akan diderita pasien hingga tidak kehilangan kesadaran, umum, terjadi sentakan-sentakan pada bagian tertentu dari tubuh penderita.
  2. Complex Partial Seizure, penderita penyakit epilepsi akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti gerakan mengunyah, menangis, dan dapat juga melakukan kegiatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh penderita tanpa kesadaran.

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan yang dapat digunakan untuk penyakit epilepsi yang sudah dilakukan klasifikasi epilepsi adalah :

Ramuan 1. Cabe Jawa

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 5 gram cabe jawa kering dan madu secukupnya.

Cara pembuatan ramuan adalah dengan menghaluskan cabe jawa yang sudah anda sediakan  hingga halus. Tambahkan sedikit madu ke dalamnya dan aduk hingga merata. Konsumsi ramuan tersebut dapat anda konsumsi ramuan ini secara rutin dan teratur hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang.

Ramuan 2. Jahe dan Akar Baru Cina

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ruas jari jahe, satu genggam akar baru cina, satu ruas jari gula enau dan empat gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan mencuci semua bahan hingga bersih. Campurkan semua bahan menjadi satu, tambah gula enau, kemudian rebus dalam empat gelas air bersih. Tunggu hingga mendidih dan tunggu hingga airnye tersisa setengahnya atau sekitar dua gelas. Setelah ramuan matang, saring dan berikan pada penderita sebanyak 2 kali dalam sehari. Berikan ramuan ini pada pasien hingga serangan kejang dari gejala epilepsi yang dialaminya berkurang sedikit demi sedikit.

Klasifikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )