Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi ini. Akan tetapi penyakit epilepsi tidak dapat menular ke orang lain karena penyakit ini hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman dan virus serta bakteri jahat.

Penyakit ini tidak seperti penyakit lain yang dapat disembuhkan dalam jangka waktu tertentu dengan sempurna dan dengan obat yang sempurna dengan bantuan obat alami untuk epilepsi. Nasib penderita penyakit epilepsi ini sangat bergantung pada persepsi penderita itu sendiri, orangtua atau keluarga dari penderita serta masyarakat sekitarnya dan dokter yang merawatnya. Oleh sebab itu seorang penderita penyakit epilepsi harus menjalani hidup yang sehat dan teratur, selalu memiliki padangan yang positif, adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan menanamkan pengertian yang kuat pada penderita epilepsi untuk menghargai diri sendiri serta menjalani sistem pengobatan yang baik yang sudah ditetapkan dokter yang merawat anda agar dapat hidup sukses dengan penyakit epilepsi yang diderita.

penyakit epilepsi
penyakit epilepsi

Gejala-gejala yang terjadi pada Penyakit Epilepsi adalah:

  • Gejala Kejang parsial simplik, yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan tetap terbatas di daerah tertentu. Penderita penyakit epilepsi akan mengalami sensasi, gerakan atau kelainan psikis yang abnormal, tergantung pada daerah otak anda yang terkena atau yang mengalami muatan listrik.
  • Gejala Kejang paersial kompleks, yaitu kejang yang dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan yang ada disekitarnya selama 1 hingga 2 menitan. Penderita akan menjadi goyak atau tidak dapat berdiri tegak, menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang menurut anda aneh dan tanpa ada tujuan. Bagi Penderita epilepsi yang mengalami kejang ini juga akan mengeluarkan suara yang tidak memiliki arti serta tidak mampu untuk memahami apa yang dikatakan oleh orang lain, dengan kata lain penderita akan menolak pertolongan atau bentuan yang akan diberikan untuknya.
  • Gejala Kejang petit mal, gejala penyakit ayan epilepsi ini yang dimulai pada masa kanak-kanak. Biasanya kejang ini terjadi sebelum anak berusia 5 tahun. Bagi Penderita yang mengalami gejala ini hanya akan menatap, kelopak mata bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama 10-30 detik. Penderita tidak memberikan respon apapun terhadap orang disekitar namun penderita tidak akan terjatuh, baik pingsan ataupun tersentak-sentak.

Penyebab pada Penyakit Epilepsi dibawah ini diantaranya adalah :

  • Kurangnya/ rendahnya oksigen pada saat penderita tersebut dilahirkan.
  • Bagi penderita epilepsi di bagian kepala akan mengalami cedera dalam proses kelahiran.
  • Adanya penyakit lain seperti tumor otak.
  • Terjadinya kondisi genetik yang dapat mengakibatkan dampak seperti cedera otak, seperti tuberous sclerosis.
  • Terjadinya cedera di kepala saat anak-anak atau dewasa
  • Adanya infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
  • Terjadinya penyakit lain seperti stroke atau jenis lain yang terjadi dari kerusakan otak.
  • Terjadinya kadar abnormal yang terdapat pada zat-zat di dalam tubuh seperti natrium atau gula darah.

Penyebab yang terjadi disaat kejang-kejang seperti :

  • Tidak meminum obat obat sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter dan dosis yang sudah di tetapkan.
  • Meminum minuman keras seperti alkohol
  • Memakai narkoba seperti kokain atau penggunaan narkobba lainnya, seperti pil ekstasi.
  • Kurang nya tidur bagi si penderita sehingga terjadinya kejang-kejang.
  • Mengkonsumsi obat lain sehingga akan mengganggu kerja pada obat epilepsi tersebut.

Macam-macam Pengobatan Penyakit epilepsi diantara nya adalah :

  • Pengobatan penyakit epilepsi yang pertama adalah untuk mengatasi dan mengobati gejala penyakit ayan epilepsi ini sendiri diperlukan kerajinan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat dan teratur pada penderita. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol. Perbanyak makan buah dan sayur serta usahakan untuk selalu membuatnya merasa bahagia karena perasaan bahagia akan membuat kerja otak menjadi rilex dan ringan cara ini sangat efektif untuk proses penyembuhan epilepsi.
  • Pengobatan penyakit epilepsi yang kedua adalah untuk mengatasi gejala yang dapat timbul akibat penyakit ayan atau epilepsi ini anda juga dapat menggunakan obat ayan atau epilepsi yang herbal. Obat herbal tersebut berasal dari alam yang mudah untuk anda dapatkan yaitu dengan daun pegagan.Anda cukup menyiapkan beberapa lembar daun pegagan yang sudah dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus. Ambil satu sendok makan daun pegagan yang sudah halus dan seduh dengan ¾ gelas air mendidih yang ditambahkan dengan 1 sendok makan madu murni. Aduk hingga merata dan dan diamkan sebentar agar tidak terlalu panas. Anda dapat mengkonsumsi ramuan ini dalam keadaan hangat sebagai pengganti menum teh yang biasa anda lakukan. Mengkonsumsi ramuan daun pegagan ini dapat anda lakukan selama beberapa hari jika anda merasakan haus hingga gejala penyakit ayan epilepsi anda berkurang sedikit demi sedikit. Konsumsi obat ini seccara teratur.

    Cara Pemesanan Obat Epilepsi
    Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

    Harga Obat Epilepsi

    Harga Obat Epilepsi
    Harga Obat Epilepsi

    Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

    Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Pencegahan penyakit epilepsi dapat dilakukan bergantung pada apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Unutk mencegahnya epilepsi akibat komplikasi saat kehamilan dan proses kelahiran, diperlukan  perawatan prenatal (sesaat sebelum kelahiran) yang baik. Untuk mencegah epilepsi yang dicetuskan akibat infeksi, dapat diberikan vaksinasi penyakit tertentu.

Pada epilepsi yang disebabkan oleh trauma kepala, mencegahnya dengan menggunakan helm, safety belt dan alat pelindung lain saat berkendara, untuk mencegah trauma kepala. Jika telah terjadi cedera, obati segera untuk menurunkan resiko terjadinya epilepsi. Pada lansia, hindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan stroke.

Gambaran : pertolongan pada penderita epilepsi

Penanganan Penyakit Epilepsi

Sebagai proses pencegahan ada beberapa kiat untuk menghadapi jika terjadi serangan epilepsi, adalah

Saat ada orang yang mengalami kejang akibat penyakit ayan atau epilepsi di tempat umum, reaksi yang umum dijumpai adalah orang-orang menjadi panik dan mencoba menghentikan kejang dengan memegangi orang tersebut. Bahkan ada yang menjejalkan sendok, handuk atau kain ke dalam mulut orang yang sedang kejang. Perlu diketahui, bahwa umumnya kejang akan berhenti dengan sendirinya. Yang dapat kita lakukan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi adalah menolong orang yang kejang agar tidak mengalami cedera serius.

Penanganan yang perlu diberikan kepada penderita penyakit epilepsi yang sedang kambuh di tempat umum atau dirumah adalah :

–  Berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Hal ini adalah merupakan salah satu kunci dalam menolong seorang yang kejang, baik akibat epilepsi atau bukan.

– Bersihkan ludah yang keluar dari mulutnya untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran napas, dan jangan memasukkan benda apapun juga ke dalam mulut pasien. Karena ini hanya akan dapat menyebabkan penderita tersedak, gigi patah atau cedera lain yang lebih serius dari yang kita bayangkan.

– Balikkan tubuh orang tersebut secara perlahan ke satu sisi dalam posisi miring. Jangan coba-coba menghentikan kejang dengan menahan tangan atau kaki penderita. Ini malah dapat menyebabkan cedera pada otot dan tulang.

– Istirahatkan kepala penyandang epilepsi pada tempat yang datar. Beri bantal atau tumpukan kain yang empuk dan lembut supaya tidak membentur lantai dan berfungsi untuk menopang leher.

– Jauhkan benda-benda yang berbau tajam dari sekitar penyandang epilepsi yang sedang kejang untuk mencegah cedera.

– Jangan pernah meninggalkan orang yang sedang mengalami serangan kejang baik akibat penyakit epilepsi atau bukan epilepsi sendirian. Jika perlu telepon ambulans. Penyandang perlu segera di bawa ke rumah sakit jika ia belum pernah kejang sebelumnya untuk dilakukan pemeriksaan agar dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi, kejang yang lebih dari 2-3 menit, terjadi cedera, kejang pada wanita hamil, kejang pada orang dengan diabetes dan jika tidak ada orang yang tahu apa yang harus dilakukan.

Gejala Epilepsi

Gajala klinis dari penyakit epilepsi

(1) Gajala kejang yang spesifik, yang terjadi tergantung pada jenis kejang. Jenis kejang pada setiap pasien dapat bervariasi, namun dari jenis kejang yang ada memiliki kecenderungan yang sama pada setiap pasiennya.

(2) Somatosensori atau motor fokal. Gejala yang satu ini lebih sering terjadi pada penderita penyakit epilepsi yang mengalami kejang kompleks parsial.

(3) Kejang kompleks parsial. Gejala kejang kompleks parsial akan ditandai dengan terjadinya gangguan kesadaran pada penderita.

(4) Kejang absens. Kejang ini mempunyai efek yang ringan dengan gangguan kesadaran yang singkat pula.

(5)   Kejang tonik-klonik yang pada umum mempunyai episode kejang yang lama dan terjadi kehilangan kesadaran.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Walaupun banyak kasus yang tidak dapat dicegah, namun usaha untuk mengurangi gejala penyakit epilepsi ini mungkin dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi yang dapat dilakukan. Pencegahan dapat anda mulai dari cedera kepala, yaitu dengan penanganan yang baik dan maksiman untuk wilayah sekitar kepala saat proses kelahiran. Wilayah sekitar kepala menjadi salah satu penyebab yang paling utama yang menjadikan seseorang dapat terserang peenyakit epilepsi.

Pencegahan lain yang dapat anda lakukan adalah dengan melakukan penekan terhadap adanya parasit dari lingkungan sekitar seperti cacing pita. Pencegahan ini dapat memberikan hasil yang efektif untuk masyarakat yang ingin menjauhkan diri dari penyakit epilepsi. Disebuah wilayah di Amerika Tengah telah berhasil menurunkan angka kasus baru dari penyakit epilepsi hingga mencapai 50% dengan cara melakukan pencegahan penyakit epilepsi dengan cara menurunkan tingkat terjadinya infeksi terhadap cacing pita.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan andalan untuk penyakit epilepsi adalah dengan dengan pemberian obat antikonvulsan, dengan kemungkinan pemberian seumur hidup sebagai pencegahan penyakit epilepsi yang diderita dapat muncul kembali. Pemilihan penggunaan antikonvulsan tergantung pada tipe kejang yang dialami, sindrom epilepsi, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan lainnya, dan usia serta gaya hidup penderita. Pada awalnya dokter merekomendasikan pengobatan tunggal. Apabila dengan pengobatan tunggal yang dilakukan tidak efektif, direkomendasikan beralih ke pengobatan tunggal lainnnya. 

Dua jenis pengobatan sekaligus hanya direkomendasikan bila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik. Pada kurang lebih setengahnya, agen pertama efektif; agen tunggal kedua membantu sekitar 13% dan yang ketiga atau dua agen pada waktu bersamaan mungkin memberi tambahan bantuan sebanyak 4%. Sekitar 30% dari penderita tetap mengalami kejang walaupun sudah mendapatkan penanganan dengan antikonvulsan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Untuk menegakkan diagnosis dan terapi epilepsi yang akan tidak sembarangan. Diperlukan pemeriksaan yang lengkap, mulai dari wawancara terhadap keluarga atau saksi mata terjadinya kejang, sampai pemeriksaan penunjang. “Wawancara langsung terhadap penyandang epilepsi sulit dilakukan, karena paisen tidak mampu mengingat apa yang terjadi saat kejang. Perlu juga dipastikan apakah yang terjadi memang benar kejang bukannya pingsan atau jatuh.

Diagnosis dan terapi yang tepat harus dilakukan sedini mungkin dan penentuan obat anti epilepsi yang tepat akan digunakan untuk mempengaruhi kesembuhan penyandang epilepsi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa EEG (elektroensefalografi) dapat memberikan informasi tambahan dalam menegakkan diagnosis. EEG akan memberikan gambaran rekaman aktifitas listrik di otak. Sel-sel syaraf di lapisan luar otak akan mengeluarkan gelombang listrik dengan voltase yang sangat kecil (mV). Kemudian gelombang listrik ini dialirkan ke mesin EEG untuk diamplifikasi, sehingga terekam ensefalogram dengan ukuran yang cukup untuk menentukan jenis gelombang otak yang terjadi.

Tes darah dan tes urine dapat dilakukan bergantung pada kondisi dan situasi pasien, pemeriksaan lain yang dapat membantu antara lain MRI atau CT scan juga dapat dilakukan untuk membantu Diagnosis dan Terapi Epilepsi.

Pengelolaan epilepsi

Obat antiepilepsi merupakan terapi utama dalam pengelolaan epilepsi. Obat diberikan atas dasar pertimbangan kemungkinan berulangnya serangan epilepsi dan efek samping pemberian obat. Obat ini baru diberikan jika diagnosis epilepsi sudah ditegakkan. Jika kejang yang terjadi bukan epilepsi. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebab. Misalnya jika kejang terjadi akibat demam tinggi maka diberikan kompres air hangat dan obat demam.

Dalam pengelolaan epilepsi, paisen beserta keluarganya perlu diberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai epilepsi, tujuan pengobatan dan efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan. Terapi dimulai dengan satu macam obat, dengan dan sebisa mungkin menghindari pengobatan dengan lebih dari satu macam obat untuk menghindari efek samping.

Terapi penyakit epilepsi pada lansia dan wanita

Pada lansia, sering kali sudah timbul berbagai masalah kesehatan dan memerlukan kesehatan dan memerlukan beberapa macam obat untuk mengatasinya. Obat anti epilepsi dapat bereaksi dan berinteraksi dengan banyak obat, sehingga sebelum minum OAE sebaiknya ia menjalani pemeriksaan fungsi hati dan ginjal terlebih dahulu. Terapi standar biasanya cukup efektif, namun dapat juga menggunakan OAE jenis baru untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Ini karena efek sampingnya lebih ringan dibanding dengan OAE jenis lama.

Pada wanita penyandang epilepsi, diagnosis dan terapi epilepsi perlu dilakukan untuk membantu dokter menentukan pilihan obat juga perlu diperhatikan. Ini karena obat anti epilepsi tertentu dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi. Selain itu, ternyata naik turunnya hormon juga mempengaruhi epilepsi. Estrogen juga cenderung mempengaruhi epilepsi, sedangkan progesteron bersifat menurunkan epilepsi. Dengan demikian, mungkin diperlukan obat tertentu seperti penghambat ovulasi.

Selain diagnosis dan terapi epilepsi dengan menggunakan obat kimia, sebuah penelitian untuk disertasi S3 tentang pengobatan epilepsi yang bukan kimia. Pengobatan dengan cara yang alami tersebut yaitu dengan dipencet ibu jari tangannya. Terapi ini digunakan untuk mengurangi penyebab kejang atau timbulnya bangkitan (kambuh kejang epilepsi), saat terjadi kejang atau sebagai terapi pencegahan.

diagnosis dan terapi epilepsi dengan cara yang tradisional dengan memencet ibu jari tangan ini dari sebuah mitos yang telas dibuktikan dan ternyata, syaraf-syaraf yang terdapat di dalam ibu jari tangan ini padat dan memiliki prosentase yang luas di otak. Jadi, bisa turut membantu menghambat terjadinya gangguan listrik yang tinggi di otak penderita penyakit epilepsi. Saat terapi dengan carab ibu jari yang dipencet ini dimulai, mungkin akan menimbulkan rasa nyeri pada penderita. Rasa nyeri tersebut akan dialirkan ke otak sehingga terjadi hambatan listrik.

Kebangkitan epilepsi yang terjadi disebabkan karena terjadi gangguan listrik yang tinggi pada otak. Listrik yang tinggi itu bisa karena disebabkan oleh penyakit yang dari otak, bisa karena penyakit yang di luar otak. Itu semua bisa menyebabkan listrik yang tinggi yang di alami pada otak penderita penyakit epilepsi ini. Diagnosis dan terapi epilepsi dengan memencet ibu jari ini bisa dilakukan yang berguna untuk membantu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya bangkitan.

Cara terapi ibu jari yang dapat dilakukan adalah :

  • pencet ibu jari penderita penyakit epilepsi kurang lebih selama 30 detik, lalu 30 detik lepas.
  • Kemudian pencet lagi pada tempat yang sama dan waktu lama yang sama juga, lalu lepas lagi sampai penderita merasakan rasa nyeri pada ibu jarinya

Penekanan yang diberikan pada ibu jari boleh keras tapi sampai jangan nyeri berlebihan. Karena kalau nyeri yang dirasakan penderita berlebihan akan menimbulkan stres, kalau stres terus, justru memicu munculnya bangkitan. Hal ini dapat pasien lakukan ketika sedang menonton televisi, atau duduk di dalam kendaraan. Memencet jempol ini juga bisa dilakukan saat terjadi kejang oleh kerabat si pasien atau orang -orang yang aa di sekitar penderita epilepsi yang berfungsi untuk menolong penderita agar kejang yang dialami lebih cepat berhenti.

Diagnosis dan terapi epilepsi lainnya yang dapat anda lakukan adalah dengan memperhatikan kondisi penderita epilepsi dan permasalahan yang dialaminya, mengusahakan agar penyandang penyakit epilepsi menjadi percaya dengan anda bahwa tidak ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya dan atau benda disekitar yang akan melukai dirinya.

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak Penyakit Epilepsi

Dampak Penyakit Epilepsi yang paling sering terjadi di otak. Umumnya yang diketahui masyarakat tentang epilepsi adalah kejang. Serangan epilepsi tak selalu dalam bentuk kejang. Epilepsi merupakan gangguan kelistrikan dalam otak yang mana salah satu bagian otaknya tidak normal. Akibatnya, serangan yang berwujud kejang-kejang, baik seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki.  Serangan bisa saja tidak berupa kejang tetapi hilangnya kesadaran/ bengong selama beberapa detik yang tidak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari ini disebut aura epilepsi.

Epilepsi dapat memerikan komplikasi jangka panjang yang cukup serius untuk itu perlu dipahami mengenai keteraturan pengobatan, menghindari faktor pencetus untuk mencegah terjadinya kejang. Faktor pencetus epilepsi adalah kurang tidur, stres emosional, infeksi, obat-obatan tertentu, hormonal (haid atau kehamilan).
Dampak lain epilepsi adalah terhadap psikologis penderitanya. Jika serangan terjadi di muka umum, penderita mungkin mengalami rasa malu atau rendah diri yang juga berefek pada teman dan keluarganya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Dari setiap penyakit yang menyerang seseorang pasti memiliki dampak masing-masing, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Seperti halnya pada penderita penyakit epilepsi pasti juga akan mendapatkan dampak penyakit epilepsi. Anak-anak penyandang epilepsi biasanya akan mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif. Dampak penyakit epilepsi buat anak-anak bahkan akan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ. Selain itu, epilepsi juga memiliki penyakit penyerta yang akan diderita oleh penderitanya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas akibat epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Para orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak penyandang epilepsi. Selain melakukan deteksi dini, para orang tua diharapkan dapat memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan.

Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur yang selalu dalam pengawasan orang tua dan dokter yang merawat penderita penyakit epilepsi. Hasil penelitian WHO yang dilakukan di Amerika, Inggris , dan Swedia menunjukkan, setelah melalui pengobatan teratur selama 10 tahun, akumulasi penurunan terjadinya bangkitan yang dialami oleh pasien selama lima tahun adalah sebesar 58-65 persen (orang dewasa) dan 74 persen (anak-anak).

Gejala Epilepsi

Adapun gejala dari penyakit yang muncul pada penderita epilepsi terutama pada anak-anak adalah :

  • Anak anda akan mengalami bangkitan total yang biasanya akan jatuh secara tiba-tiba dan akan langsung kehilangan kesadarannta. Bangkitan seperti ini akan berlangsung sekitar 2 hingga 5 memit.
  • Anak akan mengalami kedutan yang juga menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang terjadi di berbagai jenis epilepsi lainnya. Namun, kedutan ini akan lebih jelas terlihat pada epilepsi fokal.
  • Anak memiliki tatapan mata yang kosong yang biasanya akan terjadi secara mendadak. Hal ini akan terjadi ketika anak anda sedang melakukan sesuatu dan berhenti secara tiba-tiba dan diam seperti orang yang sedang melamun.
  • Gejala aura yang dapat juga dianggap sebagai salah satu gejala peringatan. Gejala ini akan terjadi sesaat sebelum bangkitan terjadi pada tubuh anak anda. Dimana anak anda akan merasakan sakit tanpa sebab secara mendadak, medengarkan suara yang tidak nyata, atau mencium aroma bau yang tidak ada sumbernya dan akhirnya dampak penyakit epilepsi yang akan muncul adalah serangan kejang.

 Pengobatan Epilepsi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi namun anda dapat mencegah terjadinya serangan yang menjadi salah satu penyebab penyakit ayan atau epilepsi anda semakin memburuk. Anda dapat mengurangi dampak penyakit epilepsi dengan cara mengubah pola makan anda yang juga dapat anda terapkan juga untuk anak anda dan keluarga.

Pola makan yang dapat anda berikan untuk anak ataupun keluarga anda yang mengalami penyakit epilepsi ini adalah :

  • sedikit buah-buahan atau sayuran yang digunakan sebagai sumber karbohidrat,
  • Daging, ikan atau ayam yang digunakan untuk sumber protein, dan
  • Perbanyak makanan yang mengandung lemak seperti cream, mentega, telur dan mayinaise dan tampa ada gula.

Penyebab Epilepsi

Sekitar 30% penyakit epilepsi terjadi pada anak-anak. Biasanya epilepsi lebih sering terjadi pada anak-anak dan manula. Berikut beberapa penyebab yang akan menyebabkan dampak penyakit epilepsi :

  • kurang atau randahnya oksigen yang terjadi pada saat kelahiran berlangsung
  • kepala pasien yang mengalami cedera pada saat proses kelahiran berlangsung.
  • mengalami cedera kepala pada saat akan-anak atau dewasa.
  • mengalami penyakit tumor otak yang lebih sering terjadi pada anak-anak.
  • infeksi yang terjadi pada penderita seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Penyakit stroke atau penyakit jenis lainnya yang termasuk dampak penyakit epilepsi yang terjadi karena kerusakan otak pada penderitanya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak? Sudah lama penyakit epilepsi ini dikenal oleh masyarakat baik di daerah maupun di perkotaan, namun untuk pemahaman dari penyakit ini masih sangat rendah dan sering terjadi salah persepsi. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit ayan adalah salah satu jenis penyakit menular.  Penyakit epilepsi ini sering dianggap oleh masyarakat zaman dahulu sebagai penyakit kutukan, kerasukan roh jahat, dan anggapan lain yang justru membuat penderita epilepsi menjadi tidak percaya diri dan merasa di kucilkan dari masyarakat sekitar lingkungan rumah penderita.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pengetahuan yang kurang akan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak ini membuat penderita penyakit epilepsi merasa dikucilkan. Masyarakat yang biasa mengenal epilepsi sebagai penyakit ayan. Epilepsi merupakan penyakit serius menahun yang menyerang organ syaraf. Penyebabnya kerusakan dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, dan tumor otak.

Apabila terjadi gangguan pada otak penderita atau perintah yang diberikan terlalu banyak, maka akan muncul gejala kejang atau yang disebut dengan bangkitan yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan. Fakta yang menyebutkan bahwa setiap orang pernah mengalami dan merasakan kejana. Tapi yang membedakan antara kejang pada penderita epilepsi dan kejang karena sebab lain adalah dari intensitas terjadinya kejang yang berulang.

Tapi Anda jangan takut karena anggapan mengenai Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak semua jawaban menunjukkan bahwa penyakit epilepsi tidak menular. Pengetahuan yang kurang selama ini memunculkan stigma bahwa penyakit ini menular sehingga penderitanya dikucilkan.

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala utama dari penyakit epilepsi ini adalah kejang atau yang disebut dikedokteran adalah bangkitan dan terjadi secara berulang dengan jenis kejang yang sama dengan kejang sebelumnya. Mungkin ada salah satu diantara kita yang sudah pernah melihat penderita epilepsi yang menderita kejang pada seluruh tubuhnya yang disertai dengan hilangnya kesadaran dari penderitanya. Namun, tidak semua jenis kejang yang diderita seperti itu. Kejang pada penderita epilepsi berbeda-beda setiap penderitanya, tergantung dari bagian otak sebelah mana dari penderita yang terserang. Selain kejang pada seluruh tubuh, kejang yang dirasakan oleh penderita epilepsi ini juga bisa hanya menyerang satu bagian tubuh daja seperti tangan, kaki, atau mulut. Kejang juga bisa hanya beruoa berhenti bernafas, seperti orang yang sedang melamun, dan kehilangan kesadaran namun tidak pingsan seperti orang yang sedang amnesia.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Seiring munculnya kasus-kasus epilepsi dan muncul pula pertanyaan benarkah bahwa penyakit epilepsi itu menular, namun anggapan dari orang yang berfikiran seperti itu salah besar. Selain banyak persepsi yang menyebutkan penyakit epilepsi bisa menular sehingga membuat penderitanya minder karena merasa seperti dikucilkan dan dijadikan sebagai bahan omongan tetangga. Padahal epilepsi ini sama sekali tidak menular, meskipun anda berinteraksi dengan penderita secara kangsung, ataupun bahkan daat penderita sedang mengalami kejang sekalipun.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Jika orangtua memberikan pengobatan yang tepat, serangan mendadak mungkin biasa dienyahkan dan tanggapan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak juga akan hilang. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah pennyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata semua ini memang tidak benar adanya. Epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetik. Dan deteksu serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

Dengan menjalani pengobatan epilepsi yang teratur dan gaya hidup yang sehat, pasti para penderita penyakit epilepsi bisa kembali dnegan normal tanpa terserang kejang atau bangkitan kembali begitu juga dengan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak. Dengan cacatan pengobatan harus dilakukan dengan teratur. dalam dosis yang tepat yang sudah diberikan oleh dokter dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya dokter akan kembali mengevaluasi pasiennya yang menderita penyakit epilepsi setelah menjalani pengobatan dengan meminum obat secara rutin selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Apabila kondisi membaik, dosis obat yang diberikan oleh dokter akan dikurangi dan dalam jangka waktu pengobatan 5 tahun kedepan penderita akan mulai dapat hidup dengan normal. Supaya penyakit epilepsi tidak kembali muncul pada penderita setelah berhenti meminum obat, penderita harus tetap memiliki gaya hidup yang sehat, diantaranya adalah dengan cukup tidur dan jangan sampai penderita mengalami depresi.

Pertolongan Pertama Penderita Epilepsi

Ketika anda melihat seorang penderita sedang mengalami kejang pasti anda akan langsung mulai berfikit ingin menolongnya atau tidak. Dan akan mulai muncul fikiran penyakit epilepsi menular atau tidak. Anda ingin menolongnya atau tidak tergantung dari hati anda. Apabila anda akan menolongnya lakukan hal tersebut :

  1. Segeralah amankan penderita dengan memindahkan semua barang-baranag yang berbahaya dari sekitar penderita.
  2. Rebahkan dengan posisi kepala miring kesamping agar lidar penderita tidak mengalangi jalan pernafasan dan longgarkan semua baju yang terlalu ketat agar penderita mudah untuk bergerak dan bernafas.
  3. Jangan menahan gerakan kejang yang dilakukan oleh perderita, biarkan ia bergerang semaunya. Jangan meletakkan jari atau benda apapun kedalam mulut penderita karena akan menyebabkan gigi penderita patah dan bisa menutupi jalannya pernafasan.
  4. Setelah kejang yang dialami biarkan penderita beristirahat karena setelah mengalami kejang atau bangkitan penderita akan kebingungan dan lelah. Laporkan pada orang disekitar atau yang berwenang untuk melanjutkan dengan menghubungi keluarga atau kerabat dan dokter.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )