Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah berfungsi untuk mencegah kejang yang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi dilakukan berdasarkan tipe kejang yang dialami dan sedapat mungkin menggunakan semacam obat.Faktor genetik memang berperan dalam epilepsi, akan tetapi tidak semua jenis epilepsi menunjukkan faktor genetik sebagai penyebab. Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami pendarahan di kepala, riwayat radang otak, rdang selaput otak, dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak 

Jika seorang anak mengalami kejang berulang 2 kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan eletroensefalografi (EEG) terutama untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/ kiri, bagian depan/samping/belakang). adakah penyebaran kejang didaerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuannya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi dan menetukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) dikemudian hari. Hasil EEG dapat normal, dikarenakam rekaman dilakukan lebih dari 2 hari setelah serangan, rekaman hanya dilakukan dalam 20-30 menit dan prognosisi anak dalam pengobatan baik.

Mayoritas anak dengan epilepsi akan bebas kejang dalam satu tahun pertama pengobatan, tetapi sekitar sepertiga tetap mengalami kejang. Apabila epilepsi tidak terkontrol dalam jangka waktu dua tahun, pengobatan alternatif harus dipertimbangkan seperti pembedahan, diet ketogenik, dan implan stimulasi. Mendeteksi secara dini resiko yang tidak bisa disembuhkan tersebut, akan membantu dokter menentukan tata laksana yang tepat.

Keteraturan minum obat sangat penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jka dosis obat 3 kali sehari, maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Jika kita lupa memberi obat, maka berikan sesegeran mungkin nbegitu kita teringat, jangan menunggu keesokan harinya.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

pada penyakit epilepsi yang dialami pengobatan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial.

# Pengobatan medikamentosa dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang dimana kejang yang timbul merupakan manifestasi penyebab dari penyakit tumor otak, radang otak, dan gangguan metabolik. Untuk itu pemberian obat anti epilepsi ini diperlukan terapi kasual. Beberapa prinsip dasar yang perlu anda pertimbangkan :

  1. Pada penderita yang mengalami kejang yang sangat jarang dan dapat menghilangkan faktor pencetusnya. Pemberian obat untuk kejang ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
  2. Pengobatan penyakit epilespi yang diberikan setelah diagnosis ditegagkan. Hal tersebut berarti penderita mengalami lebih dari dua kali menderita epilepsi yang sama dengan sebelumnya.
  3. Untuk jenis pengobatan dan obat yang akan diberikan kepada penderita harus sesuai dengan jenis kejang yang dialami.
  4. Sebaiknya guna Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang di derita lebih baik jika menggunakan monoterapi. Karena dengan pengobatan ini toksisitas akan sedikit berkurang, mempermudah untuk pemantauan pada penderita, dan juga menghindari interaksi otot.
  5. Dosis obat yang digunakan harus disesuaikan secara individual.
  6. Evaluasi hasil yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ini juga harus dijadikan bahan pertimbangan.
  7. Pengobatan akan dihentikan setelah kejang menghilang dan selama minimal 2-3 tahun. Pengobatan yang akan dihentikan secara berangsur dengan menurunkan dosis dari dokter.

Berdasarkan bentuk bangkitan yang sering timbul dan dialami oleh penderita penyakit epilepsi bangkitan parsial yaitu, bangkitan parsial sederhana, bangkitan parsial kompleks, dan bangkitan umum tonik klonik, maka pengobatan yang efektif untuk dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah :

  1. Fenitoin yang berguna sebagai antikonvulsan yang diberikan pada penderita tanpa menekan aktifitas SPP. Obat ini juga termasuk jenis obat yang relatif aman untuk digunakan. Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini berupa vertigo, tremor, dirsartri, diplopia, nistagmus, dan nyeri pada kepala. Keluhan tersebut akan timbul pada permulaan penderita menjalani terapi atau bia kadar obat dalam darah melebihi 20 ug/ml. Pada kadar 30 ug.ml timbul ataksia dan pada kadar 40 ug/ml akan mulai timbul gangguan mental yang berfariasi antara kebingungan sampai dengan kegelisahan, bahkan delirium dan psikosis.
  2. Karbamazepin yang dapat menimbulkan keluhan pada penderitanya yang berupa pusing, ataksia, mual, dan muntah yang digunakan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak. Terkadang penderita akan mengalami rasa lelah, bingung, bicara berlebihan, dan gangguan pengelihatan berupa diplopia dan pengelihatan kabur atau berbayang-bayang. Obat karbamazepin ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan menyebabkan anemia aplastik. Selain semua efek yang ada diatas, karbamazepin ini juga memiliki efek psikotropik yang dapat juga menguntungkan pada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional.
  3. Fenobarbital yang masih digunakan secara luad terutama karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan obat yang lainnya. Obat ini juga diketahui dapat menimbulkanefek samping berupa hiperaktifitas pada anak-anak. Selain itu penggunaan obat ini pada masa awal pengobatan efek sedaktif yang akan sangat mengganggu terutama bila si anak harus pergi ke sekolah.

# Pengobatan psikososial yang memberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besarnya akan terbebas dari serangan kejang yang pernah dialami sebelumnya. Pasien penderita penyakit epilepsi ini harus patuh dalam menjalani pengobatan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak sehingga dapat bebas dari penyakit epilepsi dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi

Epilepsi dikenal sebagai slah satu penyakkti tertua di dunia (2000 tahun SM) dan menempati urutan kedua dari penyakit saraf setelah gangguan peredaran darah otak.

Walaupun penyakit epilepsi telah lama dikenal masyarakat, tetapi pengertian mengenai penyakit ini masih sangat kurang, bahkan tekadang salah, sehingga penyakit ini sering digolongkan sebagai penyakit gila, kutukan atau turunan. Akibatnya, penderita tidak diobati atau bahkan disembunyikan. Banyak penderita epilepsi yang tidak terdiagnosis. Mereka sering mendapat pengobatan yang tidak tepat sehingga mengalami dampak klinis dan psikososial yang merugikan, baik bagi penderita dan keluarganya.

Gambar orang epilepsi

Gajala Epilepsi

Epilepsi merupakan bangkitan epiletik yaitu manifestasi gangguan otak dengan berbagai gejala klinis. Epilepsi disebabkan oleh lepasnya neuron-neuron otak secara berlebihan dan berkala tetapi reversibel dengan berbagai etiologi.  

Secara klinis epilepsi sulit untuk didefinisikan. Hal ini disebabkan oleh manifestasi klinis yang sangat bervariasi, mulai dari kejang umum, kejang fokal, penurunan kesadaran, gangguan tingkah laku, sampai dengan manifestasi klinis yang aneh-aneh dengan latar belakang yang sulit dimengerti. Prinsip yang harus dipegang ialah terjadinya seranggan berulang kali dengan pola yang sama, tanpa memperhatikan tempat, waktu dan keadaan.

Penyebab Epilepsi

Ada sekitar 180.000 dari kasus baru penyakit epilepsi setiap tahun. Sekitar 30% penyakit ini terjadi pada anak-anak. Epilepsi paling sering terjadi pada anak-anak dan manula. Hanya sebagian kecil kasus dari penyakit epilepsi yang diketahui jelas penyebabnya.  Beberapa penyebab utama epilepsi meliputi:

  • kurang oksigen saat proses krlahilan
  • Kepala mengalami cedera dalam proses kelahiran penderita
  • Kepala cedera saat anak-anak/dewasa
  • tumor otak
  • kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, seperti tuberous sclerosis
  • infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
  • stroke atau jenis lain dari kerusakan otak
  • kadar abnormal  zat-zat dalam tubuh seperti natrium atau gula darah

Sekitar 70% dari semua kasus epilepsi pada orang dewasa dan anak-anak, penyebabnya tidak pernah dapat ditemukan.

Penyebab Kejang Pada Epilepsi

Meskipun penyebab dari penyakit epilepsi itu sendiri biasanya tidak diketahui, namun beberapa faktor yang diketahui sebagai penyebab dari terjadinya serangan kejang pada penderita epilepsi. Menghindari pemicu yang dapat menyebabkan penderita kejang dapat membantu menghindari kejang dan hidup lebih mudah dengan epilepsi:

  • tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan
  • tidak mengkonsumsi alkohol, karena alkohol sangat berbahaya untuk penderita epilepsi
  • tidak menggunakan atau mengkonsumsi kokain atau penggunaan narkoba lainnya, seperti ekstasi
  • kurang tidur
  • obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsi

Satu dari setiap dua wanita penderita epilepsi, kejang cenderung terjadi pada masa menstruasi. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstruasi dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Namun pengubahan jenis obat tersebut tidak dapat dilakukan sendiri kecuali dengan bantuan dokter yang biasa merawat penderita.

Pengobatan Epilepsi

Meski hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini dengan tuntas, namun ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang mungkin akan muncul. Pengobatan tersebut dapat dilakukan dengan cara medis maupun tradisional.

Pengobatan medis yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan obat anti konvulsan seperti :

  • Obat antikonvulsan yang pertam adalah dengan menggunakan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama untuk menangani kejang umum, kejang tonik-klonik. Obat ini juga dapat diberikan untuk pencegahan kejang pada pasien trauma kepala atau bedah syaraf. Efek samping yang mungkin akan dialami oleh penderita seperti mengantuk, kelelahan, dan gangguan pengelihatan.
  • Obat kedua yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah fenobarbital yang merupakan obat yang paling efektif untuk mengatasi kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang dihasilkan dari penggunaan obat fenobarbital ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi, dan depresi. Efikasi, toksisitas yang rendah, serta harga yang murah menjadikan fenobarbital adalah salah satu jenis obat yang penting untuk tipe-tipe epilepsi ini.

Selain dengan menggunakan pengobatan medis, anda juga dapat mencoba dengan menggunakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan bahan-bahan yang alami dan mudah untuk anda dapatkan seperti :

  • Dengan menggunakan buah ciplukan yang biasanya tumbuh pada belakang halaman rumah anda. Ambil ciplukan yang sudah matang sebanyak 8-10 butir. Cara membuat buah ini mejadi obat anda tidak perlu repot dan tidak perlu pusing yaitu buah ciplukan terlebih dahulu dicuci bersih. Buah ciplukan matang tersebut dapat langsung dimakan. Dikonsumsi setiap hari secara teratur hingga anda mengalami perubahan pada penyakit yang anda derita.
  • Bahan-bahan alami yang akan anda gunakan adalah adalah buah cabai jawa yang sudah dikeringkan sebanyak lima gram serta madu secukupnya. Cara membuat cabe jawa ini menjadi obat ayan atau epilepsi yaitu buah cabe jawa kering tersebut ditumbuk sampai halus. Kemudian masukkan madu kedalamnya dan diaduk hingga rata. Ramuan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita. Konsumsi terus ramuan ini hingga penderita mengalami perubahan pada epilepsi yang dialaminya.

Apabila anda masih menggunakan pengobatan sebaiknya berikan sela atau jarak dari penggunaan obat medis dan obat tradisional yang sering anda gunakan agar tidak terjadi sesuatu hal yang mungkin tidak kita inginkan.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )