Epilepsi Pada Anak

Dalam melakukan pengobatannya, kalian bisa menggunakan bahan alami atau dengan memakai obat epilepsi dari dokter. Namun jika boleh di sarankan sebaiknya meminum olahan dari daun mint. Cara mengolah daun mint ini sangat gampang dan mudah sekali. pertama tama yang harus di lakukan adalah dengan merebusnya yang sudah di cuci. Tunggu hingga matang dan minum ramuan daun mint ini dengan tiap hari, agar penyakit epilepsi yang terjadi dapat cepat sembuh. cara menjauhkan atau menghindarkan penyakit epilepsi dapat kita lakukan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Selain itu juga tidak boleh meminum yang beralkohol dan berkafein.

Penyakit Epilepsi Pada Anak
Penyakit Epilepsi Pada Anak

Penyebab epilepsi akan terjadi bila di picu oleh adanya penyakit stroke, jantung, demensia, autis, down syndrome, trauma di kepala, genetik, cedera sebelum melahirkan dan infeksi pada otak. Penyakit epilepsi ini cenderung lebih menyerang pada laki laki. penyakit epilepsi ini memiliki tanda tanda atau gejala atau ciri cirinya jika mengalami epilepsi. Gejalanya akan di jelaskan pada penjabaran yang tertera di bagian bawah paragraf. penyakit epilepsi adalah penyakit yang menyerang sel sel neuron dan akan memicukan terjadinya kejang kejang, penyakit ini akan membuat kondisi tubuh semakin berbahaya bila tidak di atasi atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Epilepsi Pada Anak

Berikut adalah mengenai tanda tanda penyakit epilepsi setelah  membahas arti, penyebab dan pencegahan dari penyakit epilepsi.

  1. Pandangan mata kosong : pandangan akan terjadi kosong apabila gejala atau penyakit epilepsi pada anak anak dan orang dewasa. dan pandangan kosong jangan di biarkan terlalu lama, yang tandanya harus di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat. inilah yang di alami pada pada penyakit epilepsi atau ayan. Dan bukan hanya ini saja yang dapat terjadi, tapi ada beberapa tanda tanda lainnya.
  2. Gemetar pada tubuh : rasa gemetar atau tubuh mengalami gemetar tanpa di gerakan masalah yang semua orang bisa mengalaminya. Bukan hanya gemetar saja yang dapat terjadi, tapi rasa kaku pun akan di alaminya. tapi ada penyakit yang di awali dengan kegemetaran ini, yaitu penyakit epilepsi pada anak anak.
  3. Kandung kemih yang hilang kontrol : kandung kemih yang tak terkontrol itu mengkhawatirkan sekali. dan segeralah untuk memeriksakan pada dokter yang ahli dalam bidang tersebut, agar di lakukan penanganan yang tepat dan cepat. dan ciri ciri penyakit epilepsi pada anak dan orang dewasa adalah kandung kemih yang tidak kontrol.
  4. Nyeri pada bagian otot : otot yang mengalami rasa nyeri ini sering kali, akan menghambat aktivitas atau kegiatan yang selama ini di jalani. Dan pengobatan yang dapat di lakukan untuk masalah seperti ini bisa dengan cara pengurutan dengan menggunakan minyak yang di khususkan untuk urut atau pijat. Ada beberapa penyakit yang di awali dengan nyeri di bagian otot, yaitu tanda tanda penyakit epilepsi pada anak. Bukan hanya ini saja yang dapat terjadi, tapi ada sebagian gejala lainnya. Dari mulai anak anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya yang tidak ada batasan usia atau umur sekalipun.
  5. Kejang kejang : sudah pasti jika tanda tanda penyakit Epilepsi Pada Anak ini akan mengalami kekejangan pada tubuh. dan kejang kejang adalah di mana tubuh mengalami pergerakan yang tidak terkontrol dengan tergeletak di lantai. Kejang kejang ini bukan termasuk penyakit yang cukup serius yang harus di obati atau di tangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.
  6. Kesadaran akan menghilang : pingsan atau sebut saja dengan kehilangan kesadaran semua orang bisa di alaminya. dan biasanya orang pingsan ini terjadi dengan cara tiba tiba. Tapi, jika penyakit Epilepsi Pada Anak adalah mengalami pingsan yang sebentar dan nantinya akan sadar dengan cara sendirinya.
  7. Bingung temporer : biasanya orang yang mengalami bingung ini, pada penderita penyakit alzheimer atau pikun. Tapi pada penyakit Epilepsi Pada Anak juga bisa mengalami hal seperti ini.
  8. Sulit bernafas : nafas yang susah sering disebut dengan sesak nafas. dan ada jenis penyakit yang bisa mengalami sesak nafas, seperti penyakit paru paru, jantung dan bronkitis. Pengobatan yang dapat di lakukan adalah dengan menggunakan alat nafas bantuan, yang bisa kalian dapatkan di apotek terdekat. alat ini bernama inhaler. Cara menggunakan alat ini bisa dengan menghirupnya yang di masukkan kedalam mulut atau di hirup. Alat ini harus di bawa kemana mana. bagi yang mengalami sesak nafas biasanya juga di akibatkan oleh faktor keturunan. sesak nafas ini dapat di jadikan sebagai tanda tanda penyakit Epilepsi Pada Anak.
  9. Muka yang membiru : wajah mengalami biru seperti memar. Dan tanda tanda penyakit Epilepsi Pada Anak adalah mengalami pembiruan pada wajah. semua orang bisa mengalaminya, terutama pada penderita epilepsi. Dan bukan hanya ini saja yang dapat terjadi, tapi ada beberapa gejala lainnya yang akan dijelaskan pada paragraf berikutnya.
  10. Busa akan keluar melalui mulutnya : jika pada anak anak dan orang dewasa mengeluarkan busa dari mulut itu mempertandakan bahwa tubuhnya sedang bermasalah dan harus di lakukan tindakan atau penanganannya yang tepat, karena jika tidak kematian akan menghampirinya. Dan sering juga kejadian ini disebut dengan tanda tanda penyakit Epilepsi Pada Anak. Tapi jika terjadi pada balita itu di anggap gumoh.

Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Tanda Awal Penyakit Epilepsi

Epilepsi ini terjadi pada bagian tubuh kita yang mengalami kekejangan seperti orang step pada anak anak, karena sistem saraf yang dikepala mulai rusak dan tidak berfungsi dengan normal. apabila sudah mengalami seperti ini, bisa langsung segera dilakukan penyembuhan, karena nantinya akan bisa mengancam jiwa kalian. dari sekian banyak obat yang dapat digunakan adalah daun pegagan. obat ini paling aman dan mujarab, bila dipakai untuk penyembuhan epilepsi. anak anak dapat juga mengalami penyakit ini, yang biasanya juga bisa disebabkan oleh dari anggota keluarganya, atau disebut juga dengan faktor gen atau keturunan.

EPILEPSI-KEJANG

Banyak gejala atau tanda tanda tentang epilepsi atau ayan, yang sangat banyak. selain gejala, penyebab epilepsi adalah punya riwayat penyakit stroke dan jantung, pernah mengalami cedera pada bagian kepala, tumor otak yang sedang dialaminya, minuman beralkohol, obat obattan terlarang, tidak teratur dalam mengkonsumsi obat obattan, dan tidur atau istirahat yang kurang dilakukan. yang istirahat itu dilakukan dengan waktu 7 jam dalam perharinya. jika tidak menginginkan penyakit ini datang dan muncul di tubuh kalian, juga bisa dengan melakukan pencegahannya dengan menghindarkan penyebab terjadinya epilepsi. itu sangat gampang untuk dilakukan untuk orang yang ingin menjauhkan dari epilepsi atau ayan.

Tanda tanda awal penyakit epilepsi 

Mari kita bahas tentang tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. sampai kalian benar benar tahu, yang nantinya bisa kalian cegah atau atasi dengan cepat.

  • Tidak ada penyeba jika mendengar sesuatu dan merasakan

Pada awalnya jika kita mendengar sesuatu atau mengalami sesuatu yang tidak tahu penyebab nya, berarti kalian lagi sedang mengalami tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. yang sebenarnya jika mengalami hal seperti ini, kalian memiliki rasa halusinasi yang tinggi, yang ujung ujungnya akan mengalami kegilaan. makannya kalian harus bisa menjaga kondisi fisik dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami epilepsi. yang epilepsi ini dapat berbahaya dan bisa mengancam jiwa kalian.

  • Kepala yang pusing

Pada bagian kepala itu, bisa mengalami penyakit, amat luar biasa jika terjadi. seperti pusing kepala adalah penyakit yang terjadi pada bagaian kepala. yang tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. pusing kepala ini, bisa disebabkan dengan berbagai macam penyebab. kurangnya istirahat, telat makan, dan terlalu banyak pikiran. biasanya orang yang sering mengalami pusing kepala ini, bisa membuat semakin parah jika didiamkan begitu saja. yang bisa berujung dengan penyakit vertigo. penyakit vertigo ini, adalah penyakit yang dialami pada bagian kepala, yang sangat dahsyat.

  • Kepala menjadi sakit

Sama halnya dengan pusing kepala, sakit kepala pun juga bisa dijadikan tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. sakit kepala itu ada jenis jenisnya. ada sakit kepala sebelah kanan, kiri, depan, dan belakang. atau bisa juga disebut dengan migran. jenis gejala ini, mudah terjadi pada siapa saja, bagi yang sedang mengalami epilepsi. dan berwaspadalah terhadap penyakit ini, yang bisa menyerang kapan saja. yang penyebab nya juga bermacam macam.

  • Mata yang tampak terlihat kosong

Orang yang sedang mengalami epilepsi atau ayan sering kali mengalami tatapan mata yang kosong. hal ini sudah banyak yang terjadi ada penderita epilepsi. sebenarnya epilepsi ini sama saja dengan dengan orang yang sedang kesurupan atau kerasukan, yang ciri atau gejalanya pun sama. kalian harus bisa membedakannya dengan kedua hal tersebut. jangan pernah menganggap remeh tentang epilepsi atau ayan ini, karena jenis penyakit ini bisa membahayakan pada diri kalian, jika mengalami hal seperti ini. selain itu, kalian juga harus mengetahui penyebab, pencegahan, dan pengobatannya, agar dapat melakukan tindakan, yang memang seharusnya dilakukan. yang pernyataan pada tertera diatas, termasuk dari tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan.

  • Step atau kejang

Semua orang penderita epilepsi, akan mengalami kekejangan pada tubuh, jika sedang kambuh. dan itu tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. dari mulai anak anak sampai orang dewasa pun, juga dapat mengalaminya dengan hal yang sama. makannya kalian harus bisa menjaga kesehatan tubuh, supaya penyakit ini, tidak mudah terjadi pada diri Anda. yang penyakit ini dapat berbahaya, jika penanganan telat untuk dilakukan. jika diantara kalian yang sedang mengalami epilepsi atau ayan, buru buru lah dalam mengambil tindakan, yang kita tidak tahi kedepannya akan terjadi hal seperti apa.

  • Terjadi kedutan

Kedutan ini bisa terjadi dimana mana, bahkan diseluruh tubuh juga bisa mengalami hal seperti ini. tetapi yang paling banyak adalah dengan mengalami kedutan pada bagian mata.jika sudah mengalami kondisi ini, dapat di masukkan pada bagian tanda tanda awal penyakit epilepsi atau ayan. dalam mengalami penyakit apa saja, pasti akan mempunyai gejala yang  bisa disebabkan oleh beberapa hal. namun, kalian juga harus bisa menjauhkan penyebab yang bisa mengakibatkan penyakit ini datang dan muncul. seperti minum yang mengandung alkohol, dan mengkonsumsi narkoba. jenis penyebab ini, harus dijauhkan dari diri kalian, yang nantinya juga bisa merusak pada tubuh kalian, terutama pada bagian organ dalam. yang nantinya bisa merusak pada bagian organ dalam tubuh, sehingga tidak bekerja lagi dengan baik.

Tanda Tanda Awal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Menular

Pada penyakit epilepsi yang dikenal dengan penyakit ayan bukan lah penyakit epilepsi menular. Epilepsi bisa diobati dan dikendalikan dengan obat anti epilepsi. Air liur yang dikeluarkan penderita epilepsi tak  akan menularkan penyakitnya.

ayann
Penyakit Epilepsi Menular

Para medis menyatakan bahwa penyakit epilepsi bukanlah penyakit yang menular. Mungkin karena gejala klasik yang diperhatikan para penderitanya sehingga membuat seseorang enggan untuk menolong penderita epilepsi yang mengeluarkan air liur. Bahkan sebagian masyarakat menganggap bahwa penyakit ayan atau disebut dengan epilepsi ini termasuk penyakit orang gila dan tidak dpat disembuhkan. Maka secara otomatis  seseorang yang menderita ayan akan diajuhi dari pergaulan. Padahal tersebut salah, yang pasalnya ayan atau epilepsi dapat di kategorikan sembuh. Seseorang dengann penyakit ayan tidak boleh di jauhi karena dia membutuhkan perhatian dan pertolongan kalau sewaktu-waktu akan kambuh.

Fakta menunjukkan bahwa seseorang dengan epilepsi pun akan mampu hidup  normal dan menjalani aktivitas harinya tanpa harus terbebani penyakit tersebut. Banyak pula orang tua yang merasakan frustasi jika mengetahui anak pengidap epilepsi. Bayangan anak tersebut akan terus kambuh sewaktu-waktu dengan kejang-kejang akan berkelebat.

Penyebab Penyakit Ayan

  1. Trauma pada kepala

Epilepsi adalah gangguan yang terjadi pada syaraf, Sedangkan kita tahu bahwa kerja syaraf diatur oleh otak kita. Cedera pada kepala yang disebabkan benturan atau pun jatuh akan menyebabkan fungsi otak akan terganggu dalam mengatur sel-sel syaraf kita. Akibatnya, akan terjadi konslet mendadak pada syaraf kita bersumber dari bagian otak kita yang cedera. Selain itu, kecelakaan juga bisa menjadi penyebab kematian mendadak.

  1. Penyakit medis

Organ otak memanglah sangat penting dalam mengatur seluruh sistem syaraf tubuh kita. Selain disebabkan oleh benturan, kerusakan fungsi otak juga bisa disebabkan oleh penyakit yang bisa disebabkan oleh virus dan tumor. Kerusakan otak yang disebabkan karena serangan stroke dan jantung dapat juga menyebabkan epilepsi.

  1. Demensia

Kerusakan otak lainnya bukan dikarenakan masalah eksternal seperti adanya benturan maupun virus penyakit, melainkan karena penyakit internal yang disebabkan faktor usia sendiri seperti demensia. Penyakit ini juga penyebab epilepsi pada orang yang berusia lanjut.

  1. Cedera sebelum melahirkan

Perlu kita ketahui bahwa bayi pada kandungan juga rentan terkena epilepsi. Disebabkan karena kurangnya kebutuhan nutrisi dan kekurangan oksigen dalam kandungan. Inilah yang menyebabkan kelumpuhan otak pada anak.

  1. Perkembangan penyakit lain

Penyakit-penyakit lainnya juga bisa mempengaruhi perkembangan fungsi otak kita. Adanya penyakit lain yang diderita seperti Autis, Down Syndrome atau ADHD pada anak dapat meningkatkan resiko terkena penyakit epilepsi.

Tanda-tanda yang akan Munculnya Penyakit Epilepsi

Anda gejala kejang epilepsi atau pun penyakit ayan dapat kita kenali dari beberapa tanda-tanda berikut ini yaitu :

  • Kehilangan kesadaran baik sebagian maupun hilangnya kesadaran secara penuh.
  • Timbulnya gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki penderita ketika terjadi serangan ayan.
  • Kebingungan yang temporer yang terjadi pasca serangan epilepsi.

Para penderita biasanya akan mengenali beberapa tanda akan datangnya serangan epilepsi pada dirinya. Beberapa tanda datangnya epilepsi pada penderita berbeda satu dengan yang lainnya.
Namun dari pengakuan didapatkan data yang menunjukkan bahwasannya tanda itu akan diawali dengan perut akan terasa sakit, jantung terasa berdebar-debar, sampai dengan mengalami apa yang dinamakan dengan dejavu. Tanda aura epilepsi ini umumnya medis menyebut akan timbul beberapa detik sebelum terjadinya kejang epilepsi.

Penyakit kelainan sistem saraf seperti halnya epilepsi ini tetap harus diwaspadai. Karena memang penyakit ini belum bisa disembuhkan secara total dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang yang cukup serius.

Faktor yang Menjadi Pencetus bagi Para Penderita Penyakit Epilepsi

Ada beberapa hal yang bisa mengakibatkan munculnya serangan epilepsi pada penderita:

  • –Kurang tidur
  • –Stress emosional
  • –Kelelahan fisik
  • –Infeksi, biasanya disertai demam
  • –Suhu tinggi
  • –Alkohol
  • –Rangsang cahaya (berkedip-kedip,menyilaukan)
  • –Obat-obatan tertentu
  • –Perubahan hormonal, terutama pada wanita (menjelang, saat,dan setelah menstruasi)
  • –Rangsang suara (nada tinggi dan keras)

Pencegahan agar Penyakit Epilepsi tidak akan Kambuh :

  1. Tidak melakukan olahraga yang berlebihan. Para penderita tidak dianjurkan untuk berolahraga berat namun dianjurkan untuk tetap berolahraga agar tubuh bugar. Didalam gedung atau lapangan olahraga adalah tempat yang baik untuk penderita epilepsi, agar bisa mendapatkan pertolongan apabila sewaktu-waktu kambuh. Berolahraga di daerah terbuka seperti jalan raya maupun ketinggian merupakan pantangan bagi penderita epilepsi.
  2. Menghindari stimulasi cahaya yang berlebihan. Mengurangi stimulasi cahaya perlu dilakukan untuk penderita epilepsi yang mengalami fotosensitif. Dianjurkan untuk memakai kaccamata hitam agar bisa terhindar dari pantulan cahaya matahari. Cahaya lain yang perlu dihindarkan antara lain lampu diskotik, cahaya layar video game, dan pantulan televisi.
  3. Menghindari tekanan pikiran yang berlebihan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kekambuhan kejang dibanding faktor lainnya adalah tekanan pikiran atau stress.
  4. Waspadai ketegangan akibat tekanan dalam peristiwa penting. Selian stress, yang berpengaruh untuk memicu kekambuhan epilepsi adalah ketegangan. Menjelang tes, deadline kerja, hingga ketegangan akibat siklus menstruasi merupakan contoh pemicu ketegangan bagi para penderita epilepsi.

Penyakit Epilepsi Menular

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Epilepsi

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang kondisi nya akan menyebabkan kejang. Namun, kejan yang dialami oleh penderita epilepsi akan berbeda dengan kejang pada umum nya, karena penderita epilepsi akan kejang jika penyakit epilepsi kambuh. Penyakit epilepsi juga bagian dari penyakit bawaan lahir, sehingga di mulai pada usia dini penyakit epilepsi akan terjadi. Penyakit bisa terjadi dikarenakan oleh ada nya masalah atau pun gangguan pada salah satu bagian tubuh yang akan memberikan implus listrik kepada saraf yang untuk menggerakkan tubuh, sehingga bisa menyebabkan kejang kejang. Penyakit epilepsi pun bisa terjadi menyebabkan komplikasi gangguan kesehatan pada mental jika penyakit epilepsi sering kambuh.

penyakit epilepsi
penyakit epilepsi

Gejala Epilepsi

Gejala epilepsi hanya akan terjadi apabila penyakit epilepsi kambuh, sehingga jika penyakit epilepsi tidak kambuh maka gejala nya pun tidak akan terjadi, dan penderita nya pun sama hal nya seperti orang kebanyakan. Dan jika penyakit epilepsi kambuh maka ada beberapa gejala yang akan dialami dan di rasakan oleh penderita nya, dan berikut gejala dari penyakit epilepsi yang memungkinkan untuk terjadi :

  • Kaku otot
  • Mata terbuka
  • Sesak nafas
  • Tidak dapat mengendalikan tubuh
  • Berteriak
  • Kehilangan kesadaran

Penyebab Epilepsi

Penyakit epilepsi terjadi dikarenakan telah memiliki kelainan di saat baru dilahirkan sehingga penyakit epilepsi tidak dapat di hindari, namun penyakit epilepsi juga bisa terjadi akibat benturan kepala yang mengakibatkan cedera sehingga akan menyebabkan masalah pada saraf di dalam otak. Penyakit epilepsi pun bisa kambuh, karena ada faktor yang dapat memicu nya. jika menderita penyakit epilepsi maka sebaik nya hindari pencahayaan ruangan yang terlalu berlebihan, karena epilepsi dapat kambuh jika cahaya yang begitu terang. Epilepsi pun bisa kambuh jika setelah menggunakan obat obatan terlarang atau pun setelah mengkonsumsi minum minuman yang memiliki kandungan alkohol bisa menyebabkan epilepsi kambuh.

Obat Epilepsi

Gangguan pada mental dan juga terjadi nya depresi  bisa terjadi oleh penderita penyakit epilepsi karena penyakit epilepsi kambuh, karena penyakit epilepsi di pandang kelainan yang banyak di takuti oleh banyak orang, sehingga bisa menyebabkan penderita nya terbebani memiliki penyakit epilepsi. Oleh sebab itu maka sebaik nya penyakit epilepsi di cegah dengan cara mengatasi epilepsi agar tidak kambuh, dan jika ingin mencegah penyakit epilepsi maka bisa dengan menggunakan obat epilepsi yang alami. obat penyakit epilepsi akan membantu untuk mencegah penyakit epilepsi pada saat kambuh atau pun untuk pencegahan nya, dan berikut bahan alami yang bisa di gunakan untuk membuat obat epilepsi :

  • Daun pegagan

Daun pegagan bisa di rebus beberapa lembar daun nya, dan hasil air rebusan nya dapat di minum sebagai cara mengatasi epilepsi. Jika ingin mencegah penyakit epilepsi dengan menggunakan daun pegagan, maka bisa mengkonsumsi nya setiap hari agar tidak menyebabkan penyakit epilepsi kambuh.

  • Air kelapa

Air kelapa pun dapat di gunakan untuk mencegah penyakit epilepsi, air kelapa akan membantu untuk mencegah penyakit epilepsi dengan baik jika air kelapa di minum dengan rutin. Air kelapa pun bisa mengatasi keracunan pada tubuh.

  • Buah buahan

Cara mengatasi epilepsi pun bisa dengan menggunakan buah buahan, buah buahan dapat di konsumsi dengan cara di jus, cara mengatasi epilepsi alami dengan jus buah sangat mudah untuk di lakukan agar penyakit epilepsi di cegah dengan baik.

  • Kumis kucing

Kadar gula darah bisa menyebabkan kambuh nya penyakit epilepsi, oleh sebab itu untuk mencegah nya pun bisa dengan menjaga kadar gula darah tetap normal. gunakan kumis kucing untuk cara mengatasi epilepsi agar penyakit epilepsi tidak kambuh dan menyebabkan kejang kejang.

  • Daun jinten

Daun jinten juga bahan alami sebagai cara mengatasi epilepsi dengan aman, oleh sebab itu daun jinten dapat di konsumsi.

Cara Mencegah Epilepsi

Selain mencegah penyakit epilepsi dengan menggunakan obat, untuk mencegah penyakit epilepsi pun bisa tanpa menggunakan obat. untuk mencegah penyakit epilepsi bisa sebagai berikut :

  • Menjaga Asupan makanan

Makanan bisa menyebabkan penyakit epilepsi kambuh, oleh sebab itu jika ingin mencegah penyakit epilepsi bisa dengan menjaga asupan makanan. asupan makanan bisa di cegah dengan menghindari makanan yang memiliki kandungan garam yang terlalu berlebihan atau pun makanan yang memiliki kandungan kafein yang ada pada coklat hitam dan juga kopi.

  • Olahraga

Untuk mencegah penyakit epilepsi pun juga bisa dengan berolahraga. Olahraga akan membantu untuk mencegah penyakit epilepsi dan olahraga yang bisa di lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi pun sebaik tidak jenis olahraga yang terlalu berat, karena jika kelelahan bisa menyebabkan penyakit epilepsi kambuh.

  • Jauhi rokok dan alkohol

Tekanan darah bisa tidak normal jika setelah menggunakan rokok atau pun setelah mengkonsumsi rokok. Selain itu pun juga bisa menyebabkan kambuh nya penyakit epilepsi, oleh sebab itu cara mengatasi epilepsi agar tidak kambuh bisa dengan menjauhi rokok dan juga alkohol.

  • Tidak stress

Cara mengatasi epilepsi agar tidak kambuh pun bisa dengan mengelola stress dengan baik, agar stress dapat terhindar dengan baik. karena akibat dari stress pun bisa menyebabkan penyakit epilepsi kambuh. Oleh sebab itu cara mengatasi epilepsi dengan menghindari stress.

Cara Mengatasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengobati Penyakit Epilepsi

Mengobati Penyakit Epilepsi dengan ciplukan. Sawan atau dalam dunia medis dikenal dengan epilepsi disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara mengejut, selalunya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot.
Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi celaru.

Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.
Penderita epilepsi berat yang tidak menjalani terapi, umumnya juga memiliki harapan hidup lebih pendek dan resiko cacat kognitif yang lebih tinggi, terutama jika kejang telah dialami sejak masa kanak-kanak.

Mengobati Penyakit Epilepsi

Saat ini terapi epilepsi adalah menggunakan obat-obat antikonvulsan yang dikonsumsi sebagai terapi tunggal ataupun kombinasi. Pemilihan obat-obatan tersebut tergantung type epilepsi yang diderita. Obat-obat itu antara lain divalproex sodium, fenobarbital, karbamazeptin, diazepam, klonazepam, dan primidon. Golongan lain adalah lamotrigin, vigabatrin, gabapentin, dan okskarbasepin. Divalproex sodium yang dipasarkan dengan nama Depakote adalah salah satu antiepileptik yang diindikasikan untuk pengobatan seizure parsial dan seizure absense.

Mengobati Penyakit Epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun (status epileptikus). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang tidak terkontrol akan memicu perubahan pada neuron, hingga ketika serangan terjadi lagi akan sulit diterapi. Pengehntian obat tergantung dari usia penderita dan tipe epilepsi yang diderita.

Pertolongan pertama yang diberikan untuk penyakit epilepsi dengan :

  • memposisikan penderita epilepsi yang sedang mengalami kejang pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih yang akan membantu mencegah cariran masuk ke paru-paru.
  • Buka kerah kemeja dan ikat pinggang yang digunaka oleh penderita untuk membantu memperlancar jalannya pernafasan.
  • jangan meletakkan jari atau kontak penekan gigitan yang akan menyebabkan penderita muntah dan dapat menyebabkan orang yang Mengobati Penyakit Epilepsi tergigit.
  • Usaha yang harus anda lakukan untuk penderita agar tidak cedera adalah dengan memindahkan semua barang-barang yang berbau tajam. Atau apabila penderita mengalami serangan bangkita di tempat-tempat yang berbahaya seperti di dekat api, kolam, jalan raya dan lain sebagainya, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman.
  • Bila penderita mengalami kejang lebih dari 5 menit atau mengalami kejang dua atau lebih dalam satu jam tanpa proses pemulihan keadaan yang normal diantaranya segera penggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit.
  • Bila penderita mengalami serangan kejang pada waktu ia sedang berada dirumah, lakukan cara mengobati penyakit epilepsi dengan memberikan midazolan yang dapat anda letakkan di dalam mulutnya. Atau juga anda dapat memberikan obat diazepm dalam bentuk sediaan secara rektal.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan yang diberikan untuk penyakit epilepsi adalah dengan memberikan obat antikonvulsan. Kemungkinan obat ini akan diberikan pada penderita penyakit epilepsi selama seumur hidupnya. Mengobati penyakit epilepsi dengan obat antikonvulsan tergantung jadi jenis kejang yang dialami oleh penderita, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan launnya, serta usia dan gaya hidup yang diterapkan oleh penderitanya.

Pada saat awal pengobatan dokter akan merekomendasikan pengobatan tunggal, bila dengan pengobatan tunggal tidak efektif untuk epilepsi yang diderita akan beralih ke pengobatan tunggal lainnya. Pemberian dua jenis obat sekaligus hanya akan direkomendasikan apabila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik untuk mengobati penyakit epilepsi. Terdapat berbagai pengobatan yang tersedia untuk penderita epilepsi yang ini sembuh. Fenitoin, carbamazepin, dan valproat mungkin dapat memberikan pengaruk yang sama pada kejang fokal dan yang umum.

Pembedahan Penyakit Epilepsi

Bedah epilepsi dapat digunakan sebagai pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tidak kunjung membaik setelah penempuh penanganan-penanganan lainnya. Sasaran dilakukan pembedahan ini adalah kendali tuntas dari kejang yang dialami oleh penderita epilepsi dan bisa berhasil terlaksana dalam kasus epilepsi sekitar 60-70%. Prosedur yang lazim ditempuh dalam pembedahan meliputi pemotongan hipokampus lewat reaksi temporal anterior, pengangkatan tumor, dan pemangkatan sebagian dari neokorteks. Mengobati penyakit epilepsi melalui pembedahan juga memiliki prosedur yang harus diperhatikan seperti kalosotomi korpus yang dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kejang alih-alih menyembuhkan kondisi pasien.

 Pengobatan Lainnya

Dalam jalan untuk mengobati penyakit ayan atau epilepsi lainnya dapat dilakukan dengan diet katogenik atau diet yang mengatur tingginya lemak, rendahnya kerbohidrat dan cukup protein yang tampaknya dapat mengurangi jumlah terjadinya serangan kejang setengahnya pada 30-40% penderita penyakit epilepsi yang menjalaninya.

Terapi penghindaran juga merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan pemicu-pemicu penyakit epilepsi yang ada. Contohnya seperti pada penderita yang peka terhadap cahaya ada baiknya untuk menngunakan telefiso dengan layar kecil, menghindari permainan video game, atau memakai kacamata yang gelap untuk menghindari sorotan cahaya matahari atau cahaya lampu yang dapat menjadi pemicu munculnya serangan.

Pengobatan Alternatif

Mengobati penyakit epilepsi dengan pengobatan alternatif yang dapat dilakukan termasuk akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi muncul dengan ditandai terjadinya kejang-kejang dalam waktu tertentu dan sebab tertentu. Epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan. Epilepsi bukanlah penyakit keturunan, meskipun secara genetik seseorang bisa aja menderita epilepsi. Hal paling umum yang sering kita lihat dari seorang penderita epilepsi adalah tiba-tiba mengalami kejang sembari mengeluarkan air liur berwarna putih yang keluar dari mulutnya.

Ini mungkin telah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Tetapi, meskipun demikian masih banyak juga masyarakat yang memahami mengenai penyakit tersebut sehingga memberikan stigma negatiif terhadap penyandang epilepsi. Epilepsi sendiri dapat terjadi pada setiap orang diberbagai tingkatan usia, mulai d ari bayi hingga lanjut usia.
Serangan bisa saja tidak berupa kejang, tapi hilang kesadaran/ ’bengong’ selama beberapa detik yang tak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi. Misalnya tiba-tiba menabrak pada saat berkendara, atau tak bisa mengontrol gerak tangan ketika melakukan pekerjaan tertentu. Hal ini terjadi berulang, dan tak bisa diduga kapan terjadinya.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari. Ini disebut aura epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Kebanyak belum diketahui seperti jenis epilepsi idiopatik. Tampaknya seorang yang mengalami penyakit epilepsi ini memiliki resistensi yang rendah terhadap serangan kejang atau bengkitan yang dibandingkan dengan populasi umum. Beberapa penyebab munculnya gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Kerusakan otak yang terjadi pada penderita akibat dari trauma kepala,
  • Mengalami masalah dengan infeksi otak,
  • Malasah hormonal,
  • Masalah gangguan peredaran darah pada otak,
  • tumor di otak.

Dari beberapa jenis epilepsi yang diderita gejala penyakit epilepsi ini disebabkan oleh stress, perubahan hormonal, dan sedang menderita sakit. Namun, ada pula salah satu jenis penyakit epilepsi yang disebabkan dari rangasangan oleh stimulasi visual seperti cahaya atau juga televisi.

Sedangkan dengan kejang yang dialami saat bangkitan atau pada saat terjadinya serangan ini disebabkan dari penderita tersebut tidak mengkinsumsi obat epilepsi yang sudah diresepkan oleh dokter, mengkonsumsi alkohol, penggunaan narkoba, penderita yang kurang tidur atau kurang istirahat, atau dapat juga disebabkan akibat dari obat lainnya yang dapat mengganggu kerja dari obat epilepsi yang sedang anda konsumsi.

Gejala Penyakit Epilepsi

beberapa jenis kejang atau serangan yang merupakan gejala dari penyakit epilepsi ini selalu berbeda dari penderita satu dengan penderita yang lainnya. Jenis dari serangan tergantung pada otak bagian mana yang terkena. Apabila seluruh otak terkena maka serangan kejang atau bangkitan yang dialami di sebut kejang umum. Penderita akan mengalami kehilangan kesadaran yang berlangsung secara singkat akan menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang dialami hampir dari semua penderita penyakit ayan atau epilepsi. Apabila hanya sebagian otak saja yang terkena maka disebut dengan serangan parsial atau lokal. Pada penderita yang mengalami bangkitan ini biasanya kesadaran masih dalam keadaan yang utuh. Karena serangan kejang atau bangkitan yang dialami berbeda antara penderita yang satu dengan yang lainnya maka pemulihan kesadaran yang dibutuhkan juga berbeda. Pemulihan dapat berlangsung antara hitungan detik hingga menit.

Diagnosis Gejala Penyakit Epilepsi

Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan dari gejala klinis yang dialami, sehingga sangat penting untuk anda menceritakan secara jelas gejala serangan kejang atau bangkitan yang pernah terjadi pada diri penderita. Penjelasan dapat dilakukan oleh teman, keluarga, atau orang lain yang melihat jelas kejadian serangan yang penderita alami.

Pemeriksaan Penyakit Epilepsi

Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Pemeriksaan saraf dan fisik umum.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengeliminasi penyebab potensi serangan kejang atau bengkitan yang dialami.
  • Pemeriksaan EEG (elektroensefalogram) yang dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan dalam hal fungsional otak penderita yang akan ditampilkan melalui perubahan aktifitas listrik otak. Bisa jadi hasil rakaman yang muncul akan normal saja, namun diagnosis penyakit epilepsi tetap dapat ditegagkan melalui keadaan klinis yang ada.
  • Pemeriksaan CT Scan yang dilakukan untuk menekan kelainan struktur pada otak penderita gejala penyakit epilepsi.

Pengobatan Gejala Penyakit Epilepsi

Sekitar 80% kasus epilepsi, serangan kejang/bangkitan dapat terkontrol dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE) kepada penderitanya. Pilihan obat bukan hanya tergantung dari jenis serangan kejang/ bangkitan yang terjadi pada penderita, namun juga tergantung pada individu dan memerlukan waktu untuk mencapai dosis yang tepat bagi setiap orang penderita epilepsi. Pengobatan yang dilakukan guna untuk memperkuat resistensi terhadap serangan kejang/bangkitan yang akan dialami. Yang paling penting adalah meminum obat anti epilepsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan oleh dokter yang merawat penderita.

Sangat tidak disarankan oleh penderita untuk menghentikan konsumsi OAE secara tiba tiba tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penderita. Dokter tidak pernah menyarankan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi obat dalam dosis dobel apabila pasien ada kelupaan minum OAE yang telah diresepkannya. Bila ditemukan ada perubahan atau efek samping dari OAE yang digunakan haruslah segera mengunjuni dokter dan melaporkannya.

Gejala Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak salah satunya adalah kejang. Epilepsi terkait dengan kinerja sistem saraf pusat di otak kita. Saraf di otak berfungsi sebagai koordinator dar semua pergerakan kita seperti mengatur perasaan, penglihatan, bergerak, dan berpikir.Khusu penderita epilepsi, sistem saraf pusat di otak mereka mengalami gangguan, sehingga koordinasi dari sistem saraf di otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke sistem panca indera.

Terganggunya pengiriman sinyal ke sistem panca indera penderita epilepsi disebabkan oleh beberapa sebab seperti pernah mengalami trauma kepala berupa benturan atau cedera di bagian kepala, menderita tumor otak.

Penyakit epilepsi ini tidak hanya muncul begitu saja, epilepsi bisa muncul karena penderita mengalai kerusakan otak pada saat dilahirkan. Namun dibalik berbagai penyebab itu, penyebab epilepsi masih belum bisa dipastikan.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini apabila penyakit ini akan kambuh adalah :

  • penderita biasanya merasa pusing,
  • pandangan berkunang-kunang,
  • alat pendengaran kurang sempurna,
  • keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa.

Setelah mengalami gejala diatas sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menulur kaku, tangan mengenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang tertutup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertututp dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

Pertolongan Pertama Untuk Epilepsi

Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan bila anda melihat tanda dan gejala epilepsi anak :

  1. Jangan takut dan panik. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang ada.
  2. Pindahkan semua barang-barang yang berbahaya dari dekat penderita agar tidak melukai anak anda jika menabrak saat sedang kejang.
  3. Longgarkan semua baju yang masih dikenakan oleh anak anda untuk memudahkan jalannya pernafasan.
  4. Jangan masukkan jari atau sapu tangan ke dalam mulut penderita karena benda tersebut akan mengakibatkan anak anda terlukan dan muntah.
  5. Bila anak anda muntah atau mengeluarkan banyak air liur, miringkan kepala anak anda ke salah satu sisi.
  6. Perhatikan keadaan kejang yang dialami oleh anak ada mulai dari kesadaran, warna wajah, pergerakan ke empat anggota gerak, dan juga suhu tubuh anak, waktu saat kejang dimulai dan berakhir serta dengan lamanya kejang yang dialami.
  7. Tetap berada di samping pasien hingga keadaan kesadaran anak anda pulih. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka anak anda dapat dikatakan telah pulih. Namun, bila anak anda menangis karena sakit kepala, tatapan yang terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan anak melanjutkan istirahatnya.
  8. Obat supositoria dapat anda berikan ketika anak anda mengalami tanda dan gejala epilepsi anak. Obat supositoria adalah obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan obat tersebut melalui lubang atau celah pada tubuh anak. Pada umumnya pemberian obat ini dilakukan dengan memasukkannya melalui anus.
  9. Bila kejang yang dialami oleh anak anda berlangsung selama 2-3 menit, yang diikuti dengan kejang berikutnya dan terluka sebaiknya anda segera membawanya ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah anda, agar anak anda mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dialaminya.

Diagnosis Epilepsi

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa atau rirawat medis, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Pada sebagian besar kasus penyakit epilepsi yang ada, enemnesia ini dapat dilakukan terhadap orang di sekitar pasien misalnya teman, keluarga atau orang-orang yang dekat dengan pasien. Anamnesia juga dapat dilakukan dengan orang yang berada dan melihat langsung tanda dan gejala epilepsi anak yang sedang dialami.

Untuk melakukan pemeriksaan penunjang, dokter yang merawat anak anda akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroensefalogram (EEG), pemeriksaan dengan radiologi berupa Computed Tomography atau CT Scan dan menggunakan cara Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selain itu pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengetahiu tanda dan gejala epilepsi anak yang ada adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Prngobatan Tanda dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda dan gejala epilepsi anak anda bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan dan terapi yang dilakukan dengan rutin dan teratur. Pengobatan dilakukan minimal 2 tahun yang dimulai sejak terjadinya kejang yang terakhir kali. Penanganan yang benar dan cepat dianggap terbukti mampu untuk menaikkan angka kesembuhan epilepsi pada anak anda hingga lebih dari 80%.

Kesembuhan dari bayi anda dapat dicapai jika anda membantunya untuk mengikuti petunjuk dokter dan disiplin dalam pemberian obat ayan atau epilepsi kepada anak anda. Obat yang diberikan untuk anak anda berfungsi untuk menyeimbangkan kimiawi yang ada di dalam otak anda yang memicu adanya gangguan. Tingkat kesembuhan terhadap tanda dan gejala epilepsi anak bisa dicapai bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel dalam otak anak anda.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah berfungsi untuk mencegah kejang yang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi dilakukan berdasarkan tipe kejang yang dialami dan sedapat mungkin menggunakan semacam obat.Faktor genetik memang berperan dalam epilepsi, akan tetapi tidak semua jenis epilepsi menunjukkan faktor genetik sebagai penyebab. Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami pendarahan di kepala, riwayat radang otak, rdang selaput otak, dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak 

Jika seorang anak mengalami kejang berulang 2 kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan eletroensefalografi (EEG) terutama untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/ kiri, bagian depan/samping/belakang). adakah penyebaran kejang didaerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuannya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi dan menetukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) dikemudian hari. Hasil EEG dapat normal, dikarenakam rekaman dilakukan lebih dari 2 hari setelah serangan, rekaman hanya dilakukan dalam 20-30 menit dan prognosisi anak dalam pengobatan baik.

Mayoritas anak dengan epilepsi akan bebas kejang dalam satu tahun pertama pengobatan, tetapi sekitar sepertiga tetap mengalami kejang. Apabila epilepsi tidak terkontrol dalam jangka waktu dua tahun, pengobatan alternatif harus dipertimbangkan seperti pembedahan, diet ketogenik, dan implan stimulasi. Mendeteksi secara dini resiko yang tidak bisa disembuhkan tersebut, akan membantu dokter menentukan tata laksana yang tepat.

Keteraturan minum obat sangat penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jka dosis obat 3 kali sehari, maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Jika kita lupa memberi obat, maka berikan sesegeran mungkin nbegitu kita teringat, jangan menunggu keesokan harinya.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

pada penyakit epilepsi yang dialami pengobatan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial.

# Pengobatan medikamentosa dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang dimana kejang yang timbul merupakan manifestasi penyebab dari penyakit tumor otak, radang otak, dan gangguan metabolik. Untuk itu pemberian obat anti epilepsi ini diperlukan terapi kasual. Beberapa prinsip dasar yang perlu anda pertimbangkan :

  1. Pada penderita yang mengalami kejang yang sangat jarang dan dapat menghilangkan faktor pencetusnya. Pemberian obat untuk kejang ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
  2. Pengobatan penyakit epilespi yang diberikan setelah diagnosis ditegagkan. Hal tersebut berarti penderita mengalami lebih dari dua kali menderita epilepsi yang sama dengan sebelumnya.
  3. Untuk jenis pengobatan dan obat yang akan diberikan kepada penderita harus sesuai dengan jenis kejang yang dialami.
  4. Sebaiknya guna Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang di derita lebih baik jika menggunakan monoterapi. Karena dengan pengobatan ini toksisitas akan sedikit berkurang, mempermudah untuk pemantauan pada penderita, dan juga menghindari interaksi otot.
  5. Dosis obat yang digunakan harus disesuaikan secara individual.
  6. Evaluasi hasil yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ini juga harus dijadikan bahan pertimbangan.
  7. Pengobatan akan dihentikan setelah kejang menghilang dan selama minimal 2-3 tahun. Pengobatan yang akan dihentikan secara berangsur dengan menurunkan dosis dari dokter.

Berdasarkan bentuk bangkitan yang sering timbul dan dialami oleh penderita penyakit epilepsi bangkitan parsial yaitu, bangkitan parsial sederhana, bangkitan parsial kompleks, dan bangkitan umum tonik klonik, maka pengobatan yang efektif untuk dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah :

  1. Fenitoin yang berguna sebagai antikonvulsan yang diberikan pada penderita tanpa menekan aktifitas SPP. Obat ini juga termasuk jenis obat yang relatif aman untuk digunakan. Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini berupa vertigo, tremor, dirsartri, diplopia, nistagmus, dan nyeri pada kepala. Keluhan tersebut akan timbul pada permulaan penderita menjalani terapi atau bia kadar obat dalam darah melebihi 20 ug/ml. Pada kadar 30 ug.ml timbul ataksia dan pada kadar 40 ug/ml akan mulai timbul gangguan mental yang berfariasi antara kebingungan sampai dengan kegelisahan, bahkan delirium dan psikosis.
  2. Karbamazepin yang dapat menimbulkan keluhan pada penderitanya yang berupa pusing, ataksia, mual, dan muntah yang digunakan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak. Terkadang penderita akan mengalami rasa lelah, bingung, bicara berlebihan, dan gangguan pengelihatan berupa diplopia dan pengelihatan kabur atau berbayang-bayang. Obat karbamazepin ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan menyebabkan anemia aplastik. Selain semua efek yang ada diatas, karbamazepin ini juga memiliki efek psikotropik yang dapat juga menguntungkan pada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional.
  3. Fenobarbital yang masih digunakan secara luad terutama karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan obat yang lainnya. Obat ini juga diketahui dapat menimbulkanefek samping berupa hiperaktifitas pada anak-anak. Selain itu penggunaan obat ini pada masa awal pengobatan efek sedaktif yang akan sangat mengganggu terutama bila si anak harus pergi ke sekolah.

# Pengobatan psikososial yang memberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besarnya akan terbebas dari serangan kejang yang pernah dialami sebelumnya. Pasien penderita penyakit epilepsi ini harus patuh dalam menjalani pengobatan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak sehingga dapat bebas dari penyakit epilepsi dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Ayan

Epilepsi ayan merupakan gangguan yang menyebabkan serangan berkala yang terjadi apabila impuls elektrik otak terganggu. Gejala yang terjadi adalah kejang-kejang secara mendadak. Penyebabnya adalah kelainan saraf di otak, pada bayi biasannya karena kekurangan oksigen di dalam otak (hipoksia).

Epileptikus adalah serangan beruntun lebih dari 30 menit yang berdampak kematian. Apalagi, lanjut Endang, mengingat pengobatan epilepsi memakan waktu bertahun-tahun, yang membuat PE longgar disiplin terhadap kepatuhan pengobatan.

Penyebab Epilepsi ayan

Penyebab penyakit ayan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Misalnya cedera otak waktu kecelakaan, luka di otak, konsumsi alkohol, dan penyakit mematikan lainnya misalnya diabetes, kanker otak, dll. Selain hal-hal tersebut, faktor genetik juga mempengaruhi seseorang dapat terkena penyakit ayan atau epilepsi. Namun bukan berarti epilepsi adalah penyakit keturunan.

Selain itu, penyakit ayan atau epilepsi sendiri tidak ada hubungannya dengan roh jahat seperti yang sering dikatakan orang-orang zaman dahulu. Penyakit ini terjadi karena ketidaknormalan saraf di dalam otak. Dan pennyakit ini masih dapat disembuhkan asalkan kepatuhan penderita epilepsi dalam minum obat yang diberikan dokter.

Penyebab dari penyakit epilepsi memang tidak diketahui dengan jelas, namun kejang atau bangkitan yang dialami pada penderita penyakit epilepsi ini mungkin diketahui. Untuk menghindari pemicu yang dapat membantu anda untuk menghindari kejang atau bangkitan dan hidup dengan lebih mudah meskipun anda adalah seorang penderita penyakit epilepsi ayan adalah :

  1. Jangan lewatkan satu dosispun obat yang sudah diberikan untuk anda. Dengan anda mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan oleh dokter akan dapat mengurangi gejala kejang yang akan anda alami.
  2. Hindari untuk meminum alkohol dan menggunakan narkoba karena hal tersebut akan membuat epilepsi yang anda derita akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan
  3. Cukupi kebutuhan tidur anda agar otot-otot dalam tubuh anda tidak mengalami stress dan tegang.

Gejala Epilepsi Ayan

Perbedaan dari gejala yang mungkin terjadi pada setiap penderita selalu berbeda-beda tergantung dari jenis kejang yang dialami. Kejang yang dialami dapat dimulai secara parsial dan kemudian general.

Kejang parsial atau sebagian yang dihasilkan dari aktivitas otak yang tidak normal pada suatu bagian otak tersebut. Jenis-jenis kejang parsial ini antara lain : simple partial seizures atau kejang-kejang parsial sederhana yang tidak menghasilkan kehilangan kesadaran yang mungkin akan merubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar pada penderita penyakit epilepsi ayan. Kejang ini juga dapat menghasilkan hentakan pada tubuh yang terjadi secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki dan gejala sensorik seperti geli, vertido, berkedip terhadap cahaya.

Janis lainnya adalah complex partial seizures atau kejang-kejang parsial kompleks yang dapat menghasilkan perubahan kesadaran pada penderita dan akan kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu lamanya.

Kejang general yang akan melibatkan seluruh bagian dari otak penderita. Tipe dari kejang ini adalah absence seizures atau petit mal yang termasuk jenis gejala penyakit epilepsi ayan yang memiliki karateristik oleh gerakan tubuh yang halus namun mencolok dan juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat. Myoclonic seizures yang dapat menyebabkan hentakan atau kedutan yang terjadi secara tiba-tiba pada tangan dan kaki penderitanya.

Jenis kejang general lainnya ada atonic seizures yang juga dapat dikenal dengan drop attack yang dapat menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan mendadak akan collapse dan terjatuh. Dan juga ada tonic clonic seizures atau grand mal yang memiliki hilangnya kesadaran yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi ayan. Pada jenis kejang yang satu ini memiliki karateristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih yang dapat mengakibatkan penderita akan mengompol tanpa sadar.

Pengobatan Epilepsi Ayan

Apabila anda memiliki keluarga atau kerabat dengan penyakit epilepsi, ada baiknya anda segera membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat anti epilepsi yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita seperti :

  1. Asam Valproat

Yang berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik yang melebihi batas normal di dalam otak penderita. Obat asam valproat ini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kejang absence piknopletik dan juga memiliki senyawa yang berkhasiat untuk serangan grand mal dan mioklonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini seperti adanya keluhan saluran cerna yang dialami oleh penderita, gangguan pembekuan darah, dan yang paling parah dari efek samping yang dihasilkan adalah dapat terjadi kerusakan hati.

  1. Benzodiazepin

Mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai anti epileptika terutama diazepam dan nitrazepam yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan kejang akibat dari penyakit epilepsi ayan. Senyawa yang terkandung dalam obat golongan benzodiazepin ini terutama digunakan untuk penderita epilepsi petit-mal yang menyerang bayi dan anak-anak. Obat ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik. Dengan efek samping yang dihasilkan adalah mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan yang terjadi pada otot penderita.

Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Ayan

Penyakit Epilepsi ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya. Penyakit Epilepsi atau aya ini sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak yang terjadi pada otak penderitanya sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Ayan

Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi oleh dokter jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atai faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi yang pernah dialami
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, diabetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran yang terjadi pada ibu hamil.
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan yang akan menyebabkan ketidaknormalan yang terjadi pada bayi yang akan dilahirkannya.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol yang sering digunakan mungkin oleh sebagian laki-laki.
  7. Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Gejala Penyakit Epilepsi Ayan

Kejang atau serangan yang ditimbulkan akibat dari penyebab yang muncul tentu saja sangat mengganggu produktifitas dari seseorang dan merupakan pertanda bila fungsi otak terkadang terganggu. Gejala dari penyakit epilepsi ini bisa menimpa siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala umum yang terlihat pada penderita epilepsi adalah :

  • Resiko yang paling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena kejang yang dialami.
  • Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat dari luka yang ada dikelapa dan juga patah tulang.
  • Pada saat penderita mengendarai kendaraan, seorang yang menderita epilepsi bisa tiba-tiba kejang dan mengakibatkan kecelakaan.
  • Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi secara tiba-tiba pada saat penderita sedang berenang atau menyelam.
  • Dapat terjadi komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan yang akan dirasakan pada wanita penderita penyakit epilepsi ayan
  • Pada saat kehamilan atau kelahiran berlangsung, bisa saja sang ibu mengalami kejang dan ini tentu sangat berbahaya untuk bayi yang akan dilahirkannya.
  • Sementara ini perlu diakui bahwa pemberian obat pada wanita penderita epilepsi yang sedang hamil maupun yang tidal bisa meningkatkan resiko cacat pada janin.

Faktor seseorang memiliki resiko terkena penyakit epilepsi ayan adalah :

  • Usia yang biasanya terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan usia 65 tahun ke atas
  • Jenis kelamin yang akan menentukan bahwa penderita epilepsi lebih sering menyerang lelaki di bandingkan wanita karena penyebab penyakit epilepsi ini lebih sering dilakukan atau dijalani oleh laki-laki
  • Riwayat keluarga. Apabila anda memiliki salah satu keluarga dengan riwayan pernah mengalami atau menderita penyakit epilepsi maka anda harus waspada karena mungkin anda juga dapat mengalaminya
  • Cedera kepala. Luka atau cedera yang terjadi di kepala akibat dari terjatuh atau benturan keras pada kepala
  • penyakit Stroke
  • Infeksi yang terjadi pada otak akibat dari kurang mengontrolnya vaksinasi yang diberikan pada masa kanak-kanak.
  • Kejang-kejang yang berkepanjangan pada saat anak-anak yang akan menjadi semakin parah apabil tidak segera dilakukan pengobatan.
  • Cedera yang dapat terjadi pada saat melahirkan.

Pencegahan Penyakit Epilepsi Ayan

Beberapa tindakan yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit epilepsi adalah :

– Mengetahui bahaya infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak yang harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar. Apabila anda termasuk salah satu dari orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam yang harus diinstruksikan pada metode untuk mengontrol demam adalah dengan memberikan kompres dingin dan obat anti peuretik.

– Untuk mengidentifikasi anak dengan gangguan kejang pada usianya yang masih dini. Pencegahan kejang yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ayan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikonvulsan yang diberikan secara bijaksanan. Pencegahan lainnya juga dapat dilakukan dengan memodifikasi daya hidup yang diterapkan untuk yang lebih baik.

– Mencegah adanya cedera kepala yang menjadi salah satu penyebab yang paling utama dari penyakit epilepsi ini yang masih dapat untuk dicegah. Tindakan pencegahan ini adalah salah satu jenis tindakan yang aman. Penderita tidak hanya hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan penyakit epilepsi ayan akibat cedera kepala dengan lebih baik lagi.

– Penanganan yang baik di sekitar kepala pada saat kelahiran juga dapat dilakukan anda gunakan untuk pencegahan penyakit epilepsi atau penyakit ayan pada anak anda. Dan juga dengan menekan parasit dari lingkungan seperti halnya dengan cacing pita yang dapat memberikan hasil yang efektif pada penderita epilepsi.

– Langkah yang pernah dilakuka untuk menurunkan atau mengurangi tingkat infeksi cacing pita telah berhasil dibuktikan dapat menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi ayan yang pernah ada hingga mencapai setengahnya atau 50%.

Penyakit Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Klasifikasi Epilepsi

images (1)Klasifikasi Epilepsi yang menjelaskan epilepsi yang merupakan gangguan suasana saraf pusat yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak, sifatnya mendadak dan sepintas, berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, bersifat sinkron dan ber-irama. Serangan dapat berupa gangguan motorik, sensorik, kognitif atau psikis. Istilah epilepsi tidak boleh digunakan untuk serangan yang terjadi hanya sekali saja, serangan yang terjadi selama penyakit akut berlangsung dan occasional provokes seizures misalnya kejang atau serangan pada hipoglikemia.

Penyebab Penyakit epilepsi

Berdasarkan etiologi atau peyebab, epilepsi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Epilepsi idiopstik, penyebabnya tidak diketahui, meliputi 50 % penderita epilepsi ini terjadi pada anak. Awal terjadi pada anak dalam usia lebih dari 3 tahun.

2. Epilepsi simtomatik, penyebabnya sangat bervariasi, tergantung dari rentang usia awal terjadinya epilepsi.

Gejala Epilepsi

Serangan yang sering terjadi pada penderita epilepsi aantara lain ;

1. Kejang dapat berupa kejang setempat (lokal) atau pada seluruh tubuh

2. Gangguan pada aktivitas atau kegiatan sehari-hari misalnya berupa gerakan yang tidak normal atau melakukan gerakan yang aneh, contoh sering jatuh tanpa sebab, senang memukul, mendadak diam atau mulut bergerak (seperti berbicara namun terkadang tanpa suara) dan lidah sering berkecap-kecap.

3. Gangguan tidak hanya pada mulut atau lidah, namun juga dapat terjadi pada mata, seperti menggerakkan mata tanpa sebab.

4. Sering merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh tanpa spesifik

5. Gangguan berbicara, seperti berbicara namun tak ada suara, sering berkomat-kamit, menggerakkan mulut tanpa sebab.

6. Sering berhalusinasi atau berimajinasi sendiri

7. Terkadang sering melakukan sesuatu dengan cara yang spontan

Klasifikasi Epilepsi secara umum dikalsifikasikan berdasarkan onsetnya yakni fokal (parsial) atau menyeluruh (generalisata). Kejang parsial disubklasifikasikan menjadi :

  1. Kejang parsial sederhana, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran masih ada selama serangan. Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  2. Kejang parsial kompleks, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran yang sudah terganggu pada setiap tahap. Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang generalisata (kejang generalisata sekunder), terjadi penurunan kesadaran dengan bukti klinis penyebaran melalu korteks serebri, misalnya gerakan konvulsif bilateral.

Klasifikasi Epilepsi

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG, kejang yang dialami menjadi :

Kejang umum ( Generalizer seizure ) jika aktivitas yang terjadi pada kedua hemisfere otak secara bersama-sama. Kejang umum ini dibagi menjadi :

  1. Tonic-clonic convulsaion / Grand mal yang merupakan bentuk yang paling banyak terjadi pada pasien yang terjatuh denga tiba-tiba, kejang, nafas terengah-engah, keluar air liur, bisa juga terjadi sianosis, mengompol, atau menggigit lidah terjadinya beberapa menit yang kemudian diikuti dengan rasa lemah dan kebingungan, atau sakit kepala.
  2. Absendce Attacks / Petit Mal, jenis yang jarang sekali dialami oleh penderita epilepsi. Umumnya terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja dimana penderita dengan tiba-tiba melotot, atau matanya berkedip-kedip dengan kepala terkulai. Kejadiannya Cuma terjadi selama beberapa detik saja dan bahan sering tidak di sadari oleh penderitanya.
  3. Myoclonic Seizure yang biasanya akan dialami oleh penderita di pagi hari, setelah bangun tidur dimana penderita akan mengalami sentakan yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis yang sama dengan jenis kejang ini adalah tapi non-epleptik yang bisa terjadi pada pasien yang normal.
  4. Atonic Seizure yang jarang sekali terjadi pada pasien secara tiba-tiba kehilangan kekuatan otot, jatuh, tapi bisa juga segera recovered.

Klasifikasi epilepsi lainnya adalah kejang parsial/focal yang dimulai dari daerah tertentu dari otak. Kejang parsial terbagi dalam :

  1. Simple Partial Seizure, gejala yang akan diderita pasien hingga tidak kehilangan kesadaran, umum, terjadi sentakan-sentakan pada bagian tertentu dari tubuh penderita.
  2. Complex Partial Seizure, penderita penyakit epilepsi akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti gerakan mengunyah, menangis, dan dapat juga melakukan kegiatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh penderita tanpa kesadaran.

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan yang dapat digunakan untuk penyakit epilepsi yang sudah dilakukan klasifikasi epilepsi adalah :

Ramuan 1. Cabe Jawa

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 5 gram cabe jawa kering dan madu secukupnya.

Cara pembuatan ramuan adalah dengan menghaluskan cabe jawa yang sudah anda sediakan  hingga halus. Tambahkan sedikit madu ke dalamnya dan aduk hingga merata. Konsumsi ramuan tersebut dapat anda konsumsi ramuan ini secara rutin dan teratur hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang.

Ramuan 2. Jahe dan Akar Baru Cina

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ruas jari jahe, satu genggam akar baru cina, satu ruas jari gula enau dan empat gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan mencuci semua bahan hingga bersih. Campurkan semua bahan menjadi satu, tambah gula enau, kemudian rebus dalam empat gelas air bersih. Tunggu hingga mendidih dan tunggu hingga airnye tersisa setengahnya atau sekitar dua gelas. Setelah ramuan matang, saring dan berikan pada penderita sebanyak 2 kali dalam sehari. Berikan ramuan ini pada pasien hingga serangan kejang dari gejala epilepsi yang dialaminya berkurang sedikit demi sedikit.

Klasifikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )