Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara mencegah penyakit epilepsi yang paling utama adalah niatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri bahwa kita ingin mencegah penyakit tersebut. Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan, misalnya sisa-sisa penyakit raja singa, urat darah mengeras, penyakit-penyakit otak sepeti troke dan tumor otak, racun alkohol, cacing-cacing dalam perut, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab lain yang memperberat gangguan berbagai kejang pada anak tersebut adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya yang timbul di luar saluran cerna.

Jutaan sel yang ada didalam saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi semua aktifitas tubuh anda. Selain faktor genetik, penyakit epilepsi yang menyerang anda juga dapat disebabkan dari beberapa faktor lainnya seperti adanya pergantian zat kimia di dalam otak kita, pernah mengalami cidera kepala atau luka di bagian kepala hingga mengakibatkan trauma otak, mengalami maslaah fisik atau mental. Penyebab lain dari penyakit ini adalah mengalami luka pada saat kehamilan dan dapat juga karena faktor lingkungan sekitar rumah anda.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Untuk mencegah penyakit epilepsi ini terjadi sebaiknya penderita ayan melakukan hal-hal dibawah ini :

  • Menjaga kehidupan sehari-harinya seperti badan dan pikiran anda merupakan salah satu Cara Mencegah Penyakit Epilepsi, jangan memikirkan hal yang terlalu berat agar otak tidak menjadi penat. Lakukan perjalanan bersama keluarga untuk menghindari stress yang mungkin anda rasakan setelah melakukan kegiatan atau pekerjaan yang membuat otak anda lelah.
  • Jangan mengonsumsi alkohol kopi atau teh yang pekat dan jangan makan daging terlalu banyak karena minuman dan makanan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit epilepsi pada manusia.
  • Terapkan pola makan dan pola hidup yang teratur. Memakan sayur-sayuran dan istirahat yang cukup. Usahakan buang air besar dengan teratur setiap harinya.
  • Jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau mangga, menyebrang di jembatan yang sempit, berdiri di pinggir sungai atau kolam, api, berenang bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar. Itu semua dapat membahayakan si penderita jika terjadi serangan bangkitan.
  • Suruhlah penderita menelan 1-2 semdok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Kaki dan tangannya juga diikat dengan erat boleh dengan kain atau tali yang besar jika tampak tanda-tanda si penderita akan mengalami serangan.
  • Jika penderita sudah jatuh pingsan, baringkan terlentang badannya dan longgarkan pakaiannya, jika perlu sela-sela gigi atas dan bawah masukkan kain bersih yang sudah dilipat atau sendok untuk menhindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  • Kurangi adanya cedera kepala. Cedera yang terjadi pada kepala menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit epilepsi. Cara mencegah penyakit epilepsi dengan mengurangi resiko terjadinya cedera pada kepala dapat menjadi salah satu pencegahan yang aman. Tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga dapat mengembangkan pencegahan epilepsi akibat dari cedera kepala itu sendiri.
  • Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah selalu mengontrol infeksi pada masa kanak-kanak dengan cara memberikan vaksinasi yang benar kepada anak anda. Memberikan kompres dingin atau obat anti peuretik dapat anda lakukan ketika anak anda sedang mengalami demam kejang guna untuk mengontrol demam anak.
  • Untuk mengidentifikasi adanya gangguan kejang anak pada usia dini sebagai cara mencegah penyakit epilepsi, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antikonvulsan yang diberikan kepada pencerita secara bijaksana. Serta memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan dini.

Cara mencegah penyakit epilepsi lainnya penderita dapat menerapkan diet katogenik yang dapat juga anda gunaka untuk pengobatan epilepsi. Diet katogenik ini bermanfaat untuk penderita epilepsi karena pemberian nutrisi yang diberikan pada oenderita bersifat katogenik atau proses pembentukan ketone yang telah menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien penderita epilepsi itu sendiri.

Salah seorang dokter spesialis anak mengeluarkan pendapatnya bahwa pada saat penderita epilepsi dalam keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dari dalam sirkulasi dapar yang disebut dengan ketosis. Ketosis dipercaya baik untuk penderita epilepsi karena ketosis ini termasuk senyawa yang memiliki sifat antiepileptik. Cara mengatasi penyakit epilepsi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan ketosis tanpa  keadaan kelaparan dapat dicapai dengan cara memberikan asupan nutrisi tinggi lemak dan rendah karbohidrat dan protein.

Cara kerja diet katogenik ini adalah dalam keadaan tubuh yang normal, tubuh akan mengubah glukosa yang di dapat dari makanan menjadi energi untuk tubuh. Namun tubuh hanya akan menyimpan glukosa dalam jangka waktu 24 jam. Ketika seseorang tidak mengkonsumsi makanan selama 24 jam sebagaimana diet katogenik yang dijalani maka dia akan menghabiskan seluruh sinpanan glukosa dalam  tubuhnya.

Cara mencegah penyakit epilepsi dilakukan dnegan mempertahankan atau menambah kembali kadar glukosa dalam tubuh. Tanpa glukosa yang akan dibakar sebagai sumber energi maka tubuh kita akan menggunakan lemak cadangan yang ada dalam tubuh. Semua pengobatan atau pencegahan yang dilakukan pasti memiliki efek samping masing-masing, seperti dengan diet katogenik yang dilakukan pada wanita dewasa mungkin akan menyebabkan iregularitas mens, radang pankreas, penurunan densitas tulang dan masalah mata.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya dapat digunakan tanaman pegagan. Epilepsi adalah gejala kompleks dari banyak gangguan berat dari fungsi otak dengan karakteristik kejang berulang. Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot atau gerakan, serta gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Serangan kejang yang dialami oleh penderita merupakan gejala atau manifestasi utama epilepsi dapat diakibatkan kelainan fungsional (motorik, sensorik atau psikis). Serangan tersebut tidak lama, tidak terkontrol, serta timbul episodik. Serangan ini mengganggu kelangsungan kegiatan yang sedang dikerjakan penderita pada saat itu. Serangan ini berkaitan dengan pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung lokal.

Masalah dasarnya diperkirakan akibat gangguan listrik (distremia) pada sel saraf di salah satu bagian otak, berulang dan tidak terkontrol. Karakteristik kejang epileptik adalah suatu manifestasi muatan neuron berlebihan ini.

Penatalaksanaan medis ditujukan terhadap penyebab serangan.Jiak penyebabnya adalah akibat gangguan metabolisme (hipoglikemia, hipokalsemia), perbaikan gangguan metabolisme ini biasanya akan ikut menghilangkan serangan itu.

Pengendalian epilepsi dengan obat dilakukan dengan tujuan mencegah serangan Ada empat obat yang ternyata bermanfaat untuk ini :

– fenitoin (difenilhindation), yang merupakan salah satu pilihan obat utama untuk penderita penyakit epilepsi dan obatnya. Feniton ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama bererplorasi. Efek samping yang akan ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah :

  • Masalah gastrointestinal seperti mual dan muntah yang sering terjadi.
  • Masalah hiperpelasia gusi yang menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama yang terjadi pada anak-anak
  • Masalah perubahan tingkah laku pada penderita seperti kebingunan, halusinasi, dan mengantung.

– karbamazepin, adalah salah satu antiepilepsi dari penyakit epilepsi dan obatnya yang sering digunakan untuk mengurangi perambatan impuls abnormal di dalam otak dengan cara menghambat kanal natrium sehingga dapat digunakan untuk menghambat timbulnya potensial kerja yang berulang-ulang. Efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini adalah :

  • Menyebabkan stupor dan koma.
  • Depresi pernafasan secara bersamaan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia
  • Pandangan kabur atau yang sering dikenal dengan pengelihatan yang berbayang.

– fenobarbital, memiliki  aktivitas anti epilepsi, membatasi penyebaran lepasan kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsi. Efek samping yang akan dialami oleh penderita ketika mengkonsumsi obat ini seperti :

  • Sedasi : pusing, mengantuk, ataksia.
  • Nistagmus, vertigo.
  • Agitasi dan kebingungan

Penderita akan mengalami kebingungan apabila penggunaan obat ini dengan berlebihan atau dosis yang berlebih atau tinggi.

– Asam valproik, atau yang sering dijuluki dengan asam dipropil asetat yang memiliki khasiat pada kejang absence piknoleptik, disamping itu senyawa ini digunakan juga pada serangan grand mal dan mioklonik. Asam valproat untuk penyakit epilepsi dan obatnya ini berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik abnormal di dalam otak penderita. Asam valproat bisa  memperkuat kerja GABA  pada sinaps-sinaps inhibisi. Mekanisme kerjanya diperkirakan  berdasarkan hambatan enzim yang menguraikan GABA ( g-amino-butyric acid ) sehingga kadar neurotransmiter ini diotak meningkat. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini seperti :

  • Keluhan saluran cerna,
  • rambut rontok,
  • gangguan pembekuan darah dan
  • terutama kerusakan hati.

Kebanyakan pasien penderita penyakit epilepsi dan obatnya dapat dikontrol dengan salah satu obat yang sudah kita bahas bersama diatas. Pengobatan juga dapat menggunakan obat yang tradisional dan alami.

Pengobatan tradisional yang dapat digunakan seperti :

Resep 1. Penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 60 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya. Kemudian cuci hingga bersih dan direbus dengan 600 cc air sehingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. Air rebusan ramuan dapat anda berikan atau minumkan pada penderita selagi hangat. Berikan ramuan ini kepada penderita 2 kali sehari di pagi dan sore hari.

Resep 2. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan ramuan adalah dengan mencuci semua bahan yang sudah disediakan hingga bersih dan kemudian rebus dengan 600 cc air hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. setelah matang angkat ramuan dan disaring untuk memisahkan ampas dan airnya. Anda dapat meminumkan air ramuan ini kepada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Berikan ramuan ini pada penderita 2 kali sehari hingga penyakit epilepsi yang dialami membaik dengan tanda berkurangnya serangan yang dialami.

Resep 3. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram akar daun hia/baru cina, 15 gram jahe, dan gula merah secukupnya. Cuci bahan-bahan yang sudah anda sediakan hingga bersih dan campurkan menjadi satu termasuk gula merahnya. Rebus campuran bahan tersebut dengan 800 cc air hingga mendidih. Tunggu sampai air ramuan tersisa 400 cc, kemudian airnya diminumkan pada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Anda dapat memberikan ramuan ini sebanyak 2 kali sehari sama dengan penggunaan ramuan sebelumnya.

Anda dapat melakukan pengobatan yang mungkin membuat anda tertarik dengan resep dan nama obat yang ada. Semoga berhasil dan gejala penyakit epilepsi yang dialami dapat berkurang terima kasih

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

 

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak? Sudah lama penyakit epilepsi ini dikenal oleh masyarakat baik di daerah maupun di perkotaan, namun untuk pemahaman dari penyakit ini masih sangat rendah dan sering terjadi salah persepsi. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit ayan adalah salah satu jenis penyakit menular.  Penyakit epilepsi ini sering dianggap oleh masyarakat zaman dahulu sebagai penyakit kutukan, kerasukan roh jahat, dan anggapan lain yang justru membuat penderita epilepsi menjadi tidak percaya diri dan merasa di kucilkan dari masyarakat sekitar lingkungan rumah penderita.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pengetahuan yang kurang akan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak ini membuat penderita penyakit epilepsi merasa dikucilkan. Masyarakat yang biasa mengenal epilepsi sebagai penyakit ayan. Epilepsi merupakan penyakit serius menahun yang menyerang organ syaraf. Penyebabnya kerusakan dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, dan tumor otak.

Apabila terjadi gangguan pada otak penderita atau perintah yang diberikan terlalu banyak, maka akan muncul gejala kejang atau yang disebut dengan bangkitan yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan. Fakta yang menyebutkan bahwa setiap orang pernah mengalami dan merasakan kejana. Tapi yang membedakan antara kejang pada penderita epilepsi dan kejang karena sebab lain adalah dari intensitas terjadinya kejang yang berulang.

Tapi Anda jangan takut karena anggapan mengenai Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak semua jawaban menunjukkan bahwa penyakit epilepsi tidak menular. Pengetahuan yang kurang selama ini memunculkan stigma bahwa penyakit ini menular sehingga penderitanya dikucilkan.

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala utama dari penyakit epilepsi ini adalah kejang atau yang disebut dikedokteran adalah bangkitan dan terjadi secara berulang dengan jenis kejang yang sama dengan kejang sebelumnya. Mungkin ada salah satu diantara kita yang sudah pernah melihat penderita epilepsi yang menderita kejang pada seluruh tubuhnya yang disertai dengan hilangnya kesadaran dari penderitanya. Namun, tidak semua jenis kejang yang diderita seperti itu. Kejang pada penderita epilepsi berbeda-beda setiap penderitanya, tergantung dari bagian otak sebelah mana dari penderita yang terserang. Selain kejang pada seluruh tubuh, kejang yang dirasakan oleh penderita epilepsi ini juga bisa hanya menyerang satu bagian tubuh daja seperti tangan, kaki, atau mulut. Kejang juga bisa hanya beruoa berhenti bernafas, seperti orang yang sedang melamun, dan kehilangan kesadaran namun tidak pingsan seperti orang yang sedang amnesia.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Seiring munculnya kasus-kasus epilepsi dan muncul pula pertanyaan benarkah bahwa penyakit epilepsi itu menular, namun anggapan dari orang yang berfikiran seperti itu salah besar. Selain banyak persepsi yang menyebutkan penyakit epilepsi bisa menular sehingga membuat penderitanya minder karena merasa seperti dikucilkan dan dijadikan sebagai bahan omongan tetangga. Padahal epilepsi ini sama sekali tidak menular, meskipun anda berinteraksi dengan penderita secara kangsung, ataupun bahkan daat penderita sedang mengalami kejang sekalipun.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Jika orangtua memberikan pengobatan yang tepat, serangan mendadak mungkin biasa dienyahkan dan tanggapan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak juga akan hilang. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah pennyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata semua ini memang tidak benar adanya. Epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetik. Dan deteksu serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

Dengan menjalani pengobatan epilepsi yang teratur dan gaya hidup yang sehat, pasti para penderita penyakit epilepsi bisa kembali dnegan normal tanpa terserang kejang atau bangkitan kembali begitu juga dengan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak. Dengan cacatan pengobatan harus dilakukan dengan teratur. dalam dosis yang tepat yang sudah diberikan oleh dokter dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya dokter akan kembali mengevaluasi pasiennya yang menderita penyakit epilepsi setelah menjalani pengobatan dengan meminum obat secara rutin selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Apabila kondisi membaik, dosis obat yang diberikan oleh dokter akan dikurangi dan dalam jangka waktu pengobatan 5 tahun kedepan penderita akan mulai dapat hidup dengan normal. Supaya penyakit epilepsi tidak kembali muncul pada penderita setelah berhenti meminum obat, penderita harus tetap memiliki gaya hidup yang sehat, diantaranya adalah dengan cukup tidur dan jangan sampai penderita mengalami depresi.

Pertolongan Pertama Penderita Epilepsi

Ketika anda melihat seorang penderita sedang mengalami kejang pasti anda akan langsung mulai berfikit ingin menolongnya atau tidak. Dan akan mulai muncul fikiran penyakit epilepsi menular atau tidak. Anda ingin menolongnya atau tidak tergantung dari hati anda. Apabila anda akan menolongnya lakukan hal tersebut :

  1. Segeralah amankan penderita dengan memindahkan semua barang-baranag yang berbahaya dari sekitar penderita.
  2. Rebahkan dengan posisi kepala miring kesamping agar lidar penderita tidak mengalangi jalan pernafasan dan longgarkan semua baju yang terlalu ketat agar penderita mudah untuk bergerak dan bernafas.
  3. Jangan menahan gerakan kejang yang dilakukan oleh perderita, biarkan ia bergerang semaunya. Jangan meletakkan jari atau benda apapun kedalam mulut penderita karena akan menyebabkan gigi penderita patah dan bisa menutupi jalannya pernafasan.
  4. Setelah kejang yang dialami biarkan penderita beristirahat karena setelah mengalami kejang atau bangkitan penderita akan kebingungan dan lelah. Laporkan pada orang disekitar atau yang berwenang untuk melanjutkan dengan menghubungi keluarga atau kerabat dan dokter.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Komplikasi Epilepsi

Komplikasi Epilepsi seperti yang didefinisikan oleh Commision of Epidemiology and Prognosis of Epilepsi , adalah munculnya paling tidak 2 kali kejang tanpa provokasi (sebab dan gejala) dengan jarak antara kedua kejang paling tidak selama 24 jam.

Kejang Pada Epilepsi

epilepsi-anakKejang maupun epilepsi bukan merupakan diagnosis atau jenis penyakit melainkan gejala proses yang mempengaruhi otak dalam berbagai cara, tetapi umumnya memiliki ekspresi klinis final berupa kejang. Kejang adalah pelepasan neuron otak yang berfrekuensi tinggi yang berlebihan atau mendadak abnormal.

Penyakit epilepsi yang tidak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa. Namun, epilepsi juga dapat menimbulkan beberapa masalah klinis pada ibu hamil. Jika pada kehamilan terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi serangan epilepsi, faktor-faktor yang meningkatkan frekuensi serangan tersebut bisa bekerja secara langsung atau melalui perubahan konsentrasi pada obat antiepilepsi.

Meskipun efek beberapa komplikasi epilepsi obstetri pernah dilaporkan terjadi lebih sering pada ibu hamil yang menderita epilepsi, namun hanya sedikit bukti statistik yang mendukung hasil observasi ini. Sejumlah laporan mengemukkan peningkatan sebanyak 2-3 kali lipat pada insidens perdarahan vaginal, solusio plasenta, pre-eklampsia.

Komplikasi Epilepsi

Serangan epilepsi yang menyeluruh berpotensi untuk membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. Serangan kejang tonik-tonik dapat menyebabkan hipoksia janin serta asidosis dan beberapa perubahan kardiotokografik yang pernah dikemukakan oleh Paul et al, di tahun 1978, tak hanya itu pendapat lainnya mengenai komplikasi epilepsi yang terjadi pada ibu hamil yang dikemukakan oleh Byrne et al, ditahun 2001, beliau mengatakan epilepsi juga dapat menyebabkan keruskan akibat hipoksia pada embrio dan mengakibtkan malformasi. Defek kognitif pada bayi dapat berkaitan dengan jumlah serangan pada kehamilan.

Dalam kasus epilepsi yang jarang terjadi, penyakit epilepsi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa status epileptikus. Status epileptikus terjadi ketika penderita mengalami kejang selama lebih dari lima menit atau mengalami serangkaian kejang pendek tanpa kembali sadar di antara kejang. Status epiliptikus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, bahkan kematian.

Komplikasi lainnya yang juga jarang terjadi adalah kematian mendadak. Hingga kini, penyebab kematian mendadak pada penderita epilepsi masih belum dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengemukakan bahwa itu berkaitan dengan dampak pada jantung dan pernapasan akibat kejang.

Komplikasi epilepsi pada kehamilan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penyakit epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya bagi kehamilan seorang wanita. Kejang yang terjadi pada wanita yang sedang mengandung berpotensi dapat menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungannya dan juga dapat mengancam nyawa sang ibu. Beberapa jenis obat epolepsi pun ada yang beresiko membuat janin dalam kandungan menjadi cacat. Namun jika anda termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang menderita epilepsi tidak perlu cemas. Rencanakan dan lakukanlah pemeriksaan kandungan dan kondisi anda secara rutin kedokter untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan anda alami. Banyak wanita yang menderita penyakit epilepsi namun masih bisa menjalani kehamilannya dengan normal dan melahirkan anak yang sehat tanpa menghiraukan adanya komplikasi epilepsi yang didapatnya.

Agar kejang atau komplikasi epilepsi lainnya dapat dicegah secara maksimal, pasien di sarankan untuk melalu menimun obat yang sesuai dengan apa yang sudah diresepkan dokter yang merawat anda secara teratur. Selain itu apabila penderita ingin berhentu mengkonsumsi atau beralih ke jenis OEA lainnya, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai komplikasi epilepsi yang akan terjadi setelah anda beralih ke OEA lainnya yang anda inginkan.

Segera beri tahu dokter anda apabila anda mengalami migrain, perubahan suasana hati, depresi, atau bahkan keinginan yang lebih parah adalah keinginan untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OEA. Berikut ini beberapa obat OEA yang sudah tersedia untuk penderita epilepsi :

  • Phenobarbital merupakan salah satu jenis OEA yang efektif yang digunakan untuk kejang parsial dan tonik-klonik sebagai obat antikonvulsan yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya komplikasi epilepsi. Efek samping yang akan dialami penderita epilepsi yang mengkonsumsi OEA ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi dan depreasi.
  • Phenytoin, yang merupakan obat pilihan pertama untuk kejang umum dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang penderita alami dari penggunaan obat ini adalah lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, disfungsi korteks dan mengantuk.
  • Carbamazepine, secara kimia obat ini merupakan golongan antidepresan triliklik yang digunakan sebagai pilihan pertama untuk menangani komplikasi epilepsi pada kejang parsial dan tonik-klonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini adalah gangguan pengelihatan, pusing, lemah, mengantuk, mual, goyah dan dapat juga terjadi efek samping hyponathemia.

Atau dapat juga menggunakan obat yang tradisional untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan muncul pada diri anda. Seperti halnya pengobatan yang dilakukan dengan Buah Ciplukan. Buah ini bukan hanya sekedar rumbut liar yang tumbuh di halaman rumah, namun buah ini juga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit epilepsi. Cara penggunaannya pun cukup mudah hanya perlu menyediakan 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih buah tersebut kemudian langsung dapat untuk dikonsumsi. Terus konsumsi hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang sedikit demi sedikit.

Komplikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )