Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Tetap bersikap tenang merupakan salah satu Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi. Epilepsi atau sering dikenal dengan penyakit ayan merupakan penyakit gangguan pada sistem saraf otak yang menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh manusia. Reaksi itu antara lain melamun sesaat, gangguan kesadaran, kesemutan hingga kejang-kejang.

Diantara beberapa penyakit yang menjadi momok bagi orang banyak, epilepsi adalah salah satunya. Epilepsi memiliki banyak konsekuensi dari segi sosio-ekonomi, antara lain timbulnya rasa malu dalam pergaulan, hilangnya izin mengemudi, kesulitan melakukan pekerjaan dan sebagainya. Selain itu, epilepsi dapat terjadi pada siapa saja diseluruh dinia tanpa batasan usia, gender, RAS sosial dan ekonomi.

Melihat seseorang mendapat serangan epilepsi, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama anda, adalah pengalaman yang cukup menegangkan. Namun, epileptik tidak akan membahayakan anda dan sedang sangat membutuhkan bantuan anda.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat kambuh dimanapun penderitanya sedang berada tergantung dari penyebab yang muncul pada sesaat sebelum serangan kambuh.

10 langkah Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda lakukan adalah:

  1. Berusaha untuk selalu tetap tenang dan tidak panik ketika melihat seseorang sedang mengalami serangan kambuhan di manapun anda berada.
  2. Longgarkan semua baju atau kerah baju yang ia pakai. Tindakan tersebut berfungsi untuk membantu pernafasan penderita lebih lancar.
  3. Perhatikanlah sekeliling anda. Apakah orang itu berada di tempat yang berbahaya, misalnya di dekat api, kolam atau tangga? Jika iya segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman. Jika tidak, jangan pindah penderita namun pindahkahlah benda-benda dari sekitar mereka yang mungkin akan tertabrak akibat reaksi kejang yang diberikan misalnya meja dan lemari agar tidak jatuh menimpa mereka jika tertabrak.
  4. Catat lama terjadinya serangan yang dialami penderita. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa berhenti, segera panggil ambulans atau siapkan kendaraan untuk mengantarnya ke rumah sakit.
  5. Temani mereka dan jangan biarkan mereka sendirian saat sedang mengalami serangan. Jika mereka tidak ambruk, tapi terlihat kosong atau bingung, tuntun mereka menjauh dari bahaya apapun yang ada disekitar. Berbicaralah dengan tenang, buat penderita percaya kepada anda bahwa tidak akan ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya.
  6. Jika penderita kehilangan kesadaran atau ambruk, Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi dengan letakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala mereka. Misalnya seperti bantal atau baju untuk menjaga agar kepala tidak terbentur dengan ubin atau lantai dan mengalami cedera yang semakin parah.
  7. Jangan berusaha untuk menahan gerakan kejang yang sedang menyerang penderita. Hal ini justru hanya dapat melukai mereka.
  8. Jangan masukkan apapun ke mulut mereka. Mereka tidak akan mengigit lidah, jangan kawatir. Karena jika anda memasukka sesuatu seperti sapu tangan atau sendok atau benda lainnya ke dalam mulut penderita, hal tersebut hanya akan memicu penderita untuk mengalami muntah.
  9. Periksa kembali waktu yang sudah anda catat tadi. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, panggil ambulans karena jika dibiarkan akan membuat epilepsi pada penderita akan semakin memburuk.
  10. Sesudah kejang  yang dialami berhenti, letakkan mereka di posisi pemulihan dan periksa apakah pernafasan mereka kembali normal. Periksa mulut mereka untuk memastikan tidak ada benda yang menghalangi saluran pernafasan, misalnya makanan atau gigi palsu. Jika mereka sulit bernafas, segera panggil ambulans.
  11. Tetap bersama mereka hingga mereka pulih. Jika mereka terluka atau mendapat serangan lanjutan, segera panggil ambulans.
  12. Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda berikan kepada penderita jika sedang berada dirumah dengan durasi kejang yang lama adalah midazolan yang dapat anda letakka di mulut penderita atau dapat juga dengan diazepam sebagai bentuk sediaan secara rektal.

Setelah anda melakukan Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi untuk mengobatan anda dapat menggunakan pengobatan alternatif seperti :

1. Akupuntur, teknik memasukkan beberapa jarum atau memanipulasi jarum ke dalam titik akupuntur tubuh. Teori akupuntur yang berasal dari Pengobatan/Obat-obatan tradisional Tiongkok tidak melalui penggunaan metode ilmiah, dan mendapat berbagai kritik berdasarkan pemikiran ilmiah. Tidak ada basis anatomis atau histologis yang secara fisik bisa diverifikasi tentang keberadaan titik akupunktur atau meridian (akupunktur).

2. Yoga, berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Selain untuk penanganan atau pengobatan penyakit epilepsi, yoga juga memiliki khasiat lainnya.

3. Pengobatan alternatif yang dapat anda lakukan untuk penderita epilepsi dengan daun pegagan. penyakit epilepsi seringkali ditangani secara tradisional dengan ramuan herbal, salah satunya Pegagan (Centella asiatica). Beberapa senyawa aktif seperti triterpenoid, brahmoside (Bacoside A), dan brahminoside yang terkandung pada tanaman pegagan ini, memiliki sifat sedatif yang mampu membuat penderita penyakit epilepsi menjadi tenang dan mampu merelaksasi pembuluh darah yang tegang. Caranya ambil segenggam daun Pegagan dan cuci bersih. Ambil gula aren atau gula jawa secukupnya. Campurkan kedua bahan tersebut dan blender atau tumbuk hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring dan minumkan ramuan tersebut dengan rutin satu gelas sehari.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengobati Penyakit Epilepsi

Mengobati Penyakit Epilepsi dengan ciplukan. Sawan atau dalam dunia medis dikenal dengan epilepsi disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara mengejut, selalunya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot.
Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi celaru.

Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.
Penderita epilepsi berat yang tidak menjalani terapi, umumnya juga memiliki harapan hidup lebih pendek dan resiko cacat kognitif yang lebih tinggi, terutama jika kejang telah dialami sejak masa kanak-kanak.

Mengobati Penyakit Epilepsi

Saat ini terapi epilepsi adalah menggunakan obat-obat antikonvulsan yang dikonsumsi sebagai terapi tunggal ataupun kombinasi. Pemilihan obat-obatan tersebut tergantung type epilepsi yang diderita. Obat-obat itu antara lain divalproex sodium, fenobarbital, karbamazeptin, diazepam, klonazepam, dan primidon. Golongan lain adalah lamotrigin, vigabatrin, gabapentin, dan okskarbasepin. Divalproex sodium yang dipasarkan dengan nama Depakote adalah salah satu antiepileptik yang diindikasikan untuk pengobatan seizure parsial dan seizure absense.

Mengobati Penyakit Epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun (status epileptikus). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang tidak terkontrol akan memicu perubahan pada neuron, hingga ketika serangan terjadi lagi akan sulit diterapi. Pengehntian obat tergantung dari usia penderita dan tipe epilepsi yang diderita.

Pertolongan pertama yang diberikan untuk penyakit epilepsi dengan :

  • memposisikan penderita epilepsi yang sedang mengalami kejang pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih yang akan membantu mencegah cariran masuk ke paru-paru.
  • Buka kerah kemeja dan ikat pinggang yang digunaka oleh penderita untuk membantu memperlancar jalannya pernafasan.
  • jangan meletakkan jari atau kontak penekan gigitan yang akan menyebabkan penderita muntah dan dapat menyebabkan orang yang Mengobati Penyakit Epilepsi tergigit.
  • Usaha yang harus anda lakukan untuk penderita agar tidak cedera adalah dengan memindahkan semua barang-barang yang berbau tajam. Atau apabila penderita mengalami serangan bangkita di tempat-tempat yang berbahaya seperti di dekat api, kolam, jalan raya dan lain sebagainya, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman.
  • Bila penderita mengalami kejang lebih dari 5 menit atau mengalami kejang dua atau lebih dalam satu jam tanpa proses pemulihan keadaan yang normal diantaranya segera penggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit.
  • Bila penderita mengalami serangan kejang pada waktu ia sedang berada dirumah, lakukan cara mengobati penyakit epilepsi dengan memberikan midazolan yang dapat anda letakkan di dalam mulutnya. Atau juga anda dapat memberikan obat diazepm dalam bentuk sediaan secara rektal.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan yang diberikan untuk penyakit epilepsi adalah dengan memberikan obat antikonvulsan. Kemungkinan obat ini akan diberikan pada penderita penyakit epilepsi selama seumur hidupnya. Mengobati penyakit epilepsi dengan obat antikonvulsan tergantung jadi jenis kejang yang dialami oleh penderita, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan launnya, serta usia dan gaya hidup yang diterapkan oleh penderitanya.

Pada saat awal pengobatan dokter akan merekomendasikan pengobatan tunggal, bila dengan pengobatan tunggal tidak efektif untuk epilepsi yang diderita akan beralih ke pengobatan tunggal lainnya. Pemberian dua jenis obat sekaligus hanya akan direkomendasikan apabila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik untuk mengobati penyakit epilepsi. Terdapat berbagai pengobatan yang tersedia untuk penderita epilepsi yang ini sembuh. Fenitoin, carbamazepin, dan valproat mungkin dapat memberikan pengaruk yang sama pada kejang fokal dan yang umum.

Pembedahan Penyakit Epilepsi

Bedah epilepsi dapat digunakan sebagai pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tidak kunjung membaik setelah penempuh penanganan-penanganan lainnya. Sasaran dilakukan pembedahan ini adalah kendali tuntas dari kejang yang dialami oleh penderita epilepsi dan bisa berhasil terlaksana dalam kasus epilepsi sekitar 60-70%. Prosedur yang lazim ditempuh dalam pembedahan meliputi pemotongan hipokampus lewat reaksi temporal anterior, pengangkatan tumor, dan pemangkatan sebagian dari neokorteks. Mengobati penyakit epilepsi melalui pembedahan juga memiliki prosedur yang harus diperhatikan seperti kalosotomi korpus yang dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kejang alih-alih menyembuhkan kondisi pasien.

 Pengobatan Lainnya

Dalam jalan untuk mengobati penyakit ayan atau epilepsi lainnya dapat dilakukan dengan diet katogenik atau diet yang mengatur tingginya lemak, rendahnya kerbohidrat dan cukup protein yang tampaknya dapat mengurangi jumlah terjadinya serangan kejang setengahnya pada 30-40% penderita penyakit epilepsi yang menjalaninya.

Terapi penghindaran juga merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan pemicu-pemicu penyakit epilepsi yang ada. Contohnya seperti pada penderita yang peka terhadap cahaya ada baiknya untuk menngunakan telefiso dengan layar kecil, menghindari permainan video game, atau memakai kacamata yang gelap untuk menghindari sorotan cahaya matahari atau cahaya lampu yang dapat menjadi pemicu munculnya serangan.

Pengobatan Alternatif

Mengobati penyakit epilepsi dengan pengobatan alternatif yang dapat dilakukan termasuk akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Klasifikasi Epilepsi

images (1)Klasifikasi Epilepsi yang menjelaskan epilepsi yang merupakan gangguan suasana saraf pusat yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak, sifatnya mendadak dan sepintas, berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, bersifat sinkron dan ber-irama. Serangan dapat berupa gangguan motorik, sensorik, kognitif atau psikis. Istilah epilepsi tidak boleh digunakan untuk serangan yang terjadi hanya sekali saja, serangan yang terjadi selama penyakit akut berlangsung dan occasional provokes seizures misalnya kejang atau serangan pada hipoglikemia.

Penyebab Penyakit epilepsi

Berdasarkan etiologi atau peyebab, epilepsi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Epilepsi idiopstik, penyebabnya tidak diketahui, meliputi 50 % penderita epilepsi ini terjadi pada anak. Awal terjadi pada anak dalam usia lebih dari 3 tahun.

2. Epilepsi simtomatik, penyebabnya sangat bervariasi, tergantung dari rentang usia awal terjadinya epilepsi.

Gejala Epilepsi

Serangan yang sering terjadi pada penderita epilepsi aantara lain ;

1. Kejang dapat berupa kejang setempat (lokal) atau pada seluruh tubuh

2. Gangguan pada aktivitas atau kegiatan sehari-hari misalnya berupa gerakan yang tidak normal atau melakukan gerakan yang aneh, contoh sering jatuh tanpa sebab, senang memukul, mendadak diam atau mulut bergerak (seperti berbicara namun terkadang tanpa suara) dan lidah sering berkecap-kecap.

3. Gangguan tidak hanya pada mulut atau lidah, namun juga dapat terjadi pada mata, seperti menggerakkan mata tanpa sebab.

4. Sering merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh tanpa spesifik

5. Gangguan berbicara, seperti berbicara namun tak ada suara, sering berkomat-kamit, menggerakkan mulut tanpa sebab.

6. Sering berhalusinasi atau berimajinasi sendiri

7. Terkadang sering melakukan sesuatu dengan cara yang spontan

Klasifikasi Epilepsi secara umum dikalsifikasikan berdasarkan onsetnya yakni fokal (parsial) atau menyeluruh (generalisata). Kejang parsial disubklasifikasikan menjadi :

  1. Kejang parsial sederhana, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran masih ada selama serangan. Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  2. Kejang parsial kompleks, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran yang sudah terganggu pada setiap tahap. Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang generalisata (kejang generalisata sekunder), terjadi penurunan kesadaran dengan bukti klinis penyebaran melalu korteks serebri, misalnya gerakan konvulsif bilateral.

Klasifikasi Epilepsi

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG, kejang yang dialami menjadi :

Kejang umum ( Generalizer seizure ) jika aktivitas yang terjadi pada kedua hemisfere otak secara bersama-sama. Kejang umum ini dibagi menjadi :

  1. Tonic-clonic convulsaion / Grand mal yang merupakan bentuk yang paling banyak terjadi pada pasien yang terjatuh denga tiba-tiba, kejang, nafas terengah-engah, keluar air liur, bisa juga terjadi sianosis, mengompol, atau menggigit lidah terjadinya beberapa menit yang kemudian diikuti dengan rasa lemah dan kebingungan, atau sakit kepala.
  2. Absendce Attacks / Petit Mal, jenis yang jarang sekali dialami oleh penderita epilepsi. Umumnya terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja dimana penderita dengan tiba-tiba melotot, atau matanya berkedip-kedip dengan kepala terkulai. Kejadiannya Cuma terjadi selama beberapa detik saja dan bahan sering tidak di sadari oleh penderitanya.
  3. Myoclonic Seizure yang biasanya akan dialami oleh penderita di pagi hari, setelah bangun tidur dimana penderita akan mengalami sentakan yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis yang sama dengan jenis kejang ini adalah tapi non-epleptik yang bisa terjadi pada pasien yang normal.
  4. Atonic Seizure yang jarang sekali terjadi pada pasien secara tiba-tiba kehilangan kekuatan otot, jatuh, tapi bisa juga segera recovered.

Klasifikasi epilepsi lainnya adalah kejang parsial/focal yang dimulai dari daerah tertentu dari otak. Kejang parsial terbagi dalam :

  1. Simple Partial Seizure, gejala yang akan diderita pasien hingga tidak kehilangan kesadaran, umum, terjadi sentakan-sentakan pada bagian tertentu dari tubuh penderita.
  2. Complex Partial Seizure, penderita penyakit epilepsi akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti gerakan mengunyah, menangis, dan dapat juga melakukan kegiatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh penderita tanpa kesadaran.

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan yang dapat digunakan untuk penyakit epilepsi yang sudah dilakukan klasifikasi epilepsi adalah :

Ramuan 1. Cabe Jawa

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 5 gram cabe jawa kering dan madu secukupnya.

Cara pembuatan ramuan adalah dengan menghaluskan cabe jawa yang sudah anda sediakan  hingga halus. Tambahkan sedikit madu ke dalamnya dan aduk hingga merata. Konsumsi ramuan tersebut dapat anda konsumsi ramuan ini secara rutin dan teratur hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang.

Ramuan 2. Jahe dan Akar Baru Cina

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ruas jari jahe, satu genggam akar baru cina, satu ruas jari gula enau dan empat gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan mencuci semua bahan hingga bersih. Campurkan semua bahan menjadi satu, tambah gula enau, kemudian rebus dalam empat gelas air bersih. Tunggu hingga mendidih dan tunggu hingga airnye tersisa setengahnya atau sekitar dua gelas. Setelah ramuan matang, saring dan berikan pada penderita sebanyak 2 kali dalam sehari. Berikan ramuan ini pada pasien hingga serangan kejang dari gejala epilepsi yang dialaminya berkurang sedikit demi sedikit.

Klasifikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )