Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi dapat dilakukan dengan tradisional. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensu psikososial yang berat bagi penyandangnya (pendidikan yang rendah, pengangguran yang tinggi, stigma sosial, rasa rendah diri, kecenderungan tidak menikah bagi penyandangnya). Epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda kejang sementara dan atau gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal, berlebihan atau sinkron di otak.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Otak manusia sebenarnya terdiri dari jutaan sel saraf yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua aktifitas tubuh selain faktor genetik dari prnyakit epilepsi yang juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Berkit beberapa faktor penyebab penyakit ayan atau epilepsi  yang paling umum, diantaranya :

  • Faktor genetik yang terjadi akibat dari adanya gen tertentu yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit epilepsi dan membutuhkan pengobatan atau beberapa Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.
  • Trauma yang terjadi di kepala akibat dari penderita pernah mengalami cidera di kepala.
  • Penderita epilepsi yang juga mengalami penyakit tumor otak
  • Terjadi kerusakan otak penderita dalam proses kelahiran
  • Penyakit stroke
  • Penderita epilepsi yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Untuk menyembuhkan penyakit ini ada cara sederhana yang dapat dilakukan para penderita, yaitu diet kategonik. Diet ini terbukti dapat menurunkan frekuensi timbulnya kejang pada anak-anak, namun diet ini relatif sulit dinjalankan. Karena pasien hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan mengalami kekekurangan berbagai nutrisi yang penting, seperti vitamun B, C, dan D. Resiko yang lebih besar adalah terjadnya penurunan gula darah secara drastis akibat pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk gula. Diare dan gangguan batu ginjal juga kerap terjadi. Dengan demikian sebelum dan selama menjalankan program diet ini, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Umumnya pada waktu mencocokkan diet ini dengan kebutuhan anak dan meningkatkan efektifitasnya. Dokter biasanya memulai dengan menanyakan kepada orangtua tentang pola makan anak selama satu bulan terakhir. Bahkan jika diet belum juga berhasil, sejarah pola makan anak selama 2-3 bulan terakhir mungkin juga diperlukan.

Cara Penyembuhan Penyakit Epilepsi dengan Diet : Diat Katogenik

Selama melakukan diet kategonik, anak tetap mengonsumsi obat ayan atau epilepsi, tetapi dosisinya mungkin akan dengan perlahan dikurangi. Jika anak merespon dengan baik diet kategonik ini, dokter bahkan akan mengehentikan obat-obatan seluruhnya.

Dokter dan ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam diet katogenik bagi pasien penderita epilepsi ini dapat menganalisa kondisi pada anak dan dapat menetapkan rencana pola makan Dokter harus menyancang pola makan yang masih aman untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pola makan yang mungkin diberikan oleh dokter biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran sebagai sumber karbohidrat, daging, ikan atau ayam sebagai dumber protein dan banyak memakan makanan berlemak seperti cream, mentega, telur, mayonaise, dan tidak mengkonsumsi gula. Dengan anda memberikan nutrisi yang bersifat katogenik telah menjadi salah satu cara pengobatan penyakit epilepsi.

Cara penyembuhan yang dapat anda lakukan lainnya untuk Penyakit Epilepsi dengan obat tradisional :

Resep 1. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Lidah buaya 60 gram dan air 600 cc

Cara pembuatan ramuan : kupas kulit lidah buaya dan cuci dagingnya hingga bersih. Rebus dalam 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan tersisa setengahnya. Berikan air sebusan lidah buaya ini untuk penderita selagi masih hangat. Pemberian obat dapat anda lakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Resep 2. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, 30 gram daun sambiloto, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Campurkan semua bahan menjadi saku kecuali gula merah, lalu cuci hingga bersih. Rebus semua bahan dengan 600 cc air bersih hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya atau sekitar 300 cc. Saring ramuan dan berikan pada penderita selagi masih hangat. Obat epilepsi ini dapat anda berikan 2 kali sehari untuk mengurangi serangan yang terjadi.

Resep 3. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang diperlukan : 1 genggan akar baru cina, 1 ruas ibu jari jahe, 1 ruas ibu jari gula aren, dan 4 gelas air.

Cara pembuatan ramuan : ambil akar daun baru cina dan jahe, lalu cuci hingga bersih. Rebus dalam 4 gelas air bersih dan tunggu hingga mendidih. Biarkan rebusan mendidih dan airnya surut menjadi setengahnya. Angkat dan biarkan hingga ramuan tersebut dingin. Saring dan berikan ramuan kepada penderita epilepsi sebanyak 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Resep 4. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Resep yang satu ini merupakan resep yang paling mudah untuk anda lakukan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk resep ini hanya buah ciplukan. Cari buah ciplukan yang sudah masak di ladang sekitar rumah anda. Kumpulkan sekitar 8 sampai 10 buah, kemudian cuci hingga bersih. Untuk buah ciplukan ini anda tidak perlu mengolahnya, namun anda cukup mengkonsumsinya langsung. komsumsi buah ini setiap hari hingga penyakit epilepsi yang anda alami membaik.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf-syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Perawatan epilepsi tertentu biasanya menggunakan obat tertentu yang dibuat untuk mengontrol kejang-kejang yang ditimbulkannya. Gangguan di syaraf otak yang terjadi secara episodik pada epilepsi mungkin hasil dari beberapa hal dan keadaan yang berbeda-beda.

Penyebab Epilepsi Pada Bayi 

Penyakit epilepsi ini sebanyak 30% sering terjadi pada anak, dan perlu perhatian dan penanganan yang sangat baik pada pennderita penyakit ini. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kepanikan yang idak perlu ketika anak mendapat serangan meskipun pemeriksaan yang lebih mendetail akan doperlukan dalam setiap kasus.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

Pada otak bayi yang normal, semua kinerja dan aktifitas syaraf-syaraf otak akan berjalan selaras sesuai dengan fungsi dari masing-masing syaraf. Tetapi karena sebab tertentu kondisi pada otak bayi tadi tidak berjalan normal kesuai dengan tugasnya masing-masing pada bayi epilepsi dan terjadi kekacauan dalam sensor otak, sehingga muncul kejang-kejang.

Di sisi lain, penyebab gangguan otak yang terjadi pada bayi tadi berbeda-beda setiap individu. Akan tetapi pada bayi bisa jadi disebabkan karena cacat bawaan dalam struktur otak sejak mereka di dalam kandungan, atau mungkin menderita cedera kepala atau infeksi yang menyebabkan epilepsi.

Gejala Epilepsi pada bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu anda untuk menunjukkan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu:

  • Kejang otot. Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.
  • Kehilangan kesadaran. Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, seringkali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri.
  • Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda, untuk megetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekam gelombang otak atau aliran listrik di otak bayi anda.
  • Kelainan pada struktur otak anak. Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed tomography), PET (positron emission tomography) dan MRI (magnetic resonance imaging) Magnetic resonance imaging (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dnegan cara menyalurkan aliran listrik pendek ke dalam otak melalui syaraf yang fagus di sekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan.

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet ketogenik. Diet katogenik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anak anda sebaiknya selau diperhatikan dan di timbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani dengan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka berlum perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerita pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempatan sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

Epilepsi Pada Bayi 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Ayan

Epilepsi ayan merupakan gangguan yang menyebabkan serangan berkala yang terjadi apabila impuls elektrik otak terganggu. Gejala yang terjadi adalah kejang-kejang secara mendadak. Penyebabnya adalah kelainan saraf di otak, pada bayi biasannya karena kekurangan oksigen di dalam otak (hipoksia).

Epileptikus adalah serangan beruntun lebih dari 30 menit yang berdampak kematian. Apalagi, lanjut Endang, mengingat pengobatan epilepsi memakan waktu bertahun-tahun, yang membuat PE longgar disiplin terhadap kepatuhan pengobatan.

Penyebab Epilepsi ayan

Penyebab penyakit ayan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Misalnya cedera otak waktu kecelakaan, luka di otak, konsumsi alkohol, dan penyakit mematikan lainnya misalnya diabetes, kanker otak, dll. Selain hal-hal tersebut, faktor genetik juga mempengaruhi seseorang dapat terkena penyakit ayan atau epilepsi. Namun bukan berarti epilepsi adalah penyakit keturunan.

Selain itu, penyakit ayan atau epilepsi sendiri tidak ada hubungannya dengan roh jahat seperti yang sering dikatakan orang-orang zaman dahulu. Penyakit ini terjadi karena ketidaknormalan saraf di dalam otak. Dan pennyakit ini masih dapat disembuhkan asalkan kepatuhan penderita epilepsi dalam minum obat yang diberikan dokter.

Penyebab dari penyakit epilepsi memang tidak diketahui dengan jelas, namun kejang atau bangkitan yang dialami pada penderita penyakit epilepsi ini mungkin diketahui. Untuk menghindari pemicu yang dapat membantu anda untuk menghindari kejang atau bangkitan dan hidup dengan lebih mudah meskipun anda adalah seorang penderita penyakit epilepsi ayan adalah :

  1. Jangan lewatkan satu dosispun obat yang sudah diberikan untuk anda. Dengan anda mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan oleh dokter akan dapat mengurangi gejala kejang yang akan anda alami.
  2. Hindari untuk meminum alkohol dan menggunakan narkoba karena hal tersebut akan membuat epilepsi yang anda derita akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan
  3. Cukupi kebutuhan tidur anda agar otot-otot dalam tubuh anda tidak mengalami stress dan tegang.

Gejala Epilepsi Ayan

Perbedaan dari gejala yang mungkin terjadi pada setiap penderita selalu berbeda-beda tergantung dari jenis kejang yang dialami. Kejang yang dialami dapat dimulai secara parsial dan kemudian general.

Kejang parsial atau sebagian yang dihasilkan dari aktivitas otak yang tidak normal pada suatu bagian otak tersebut. Jenis-jenis kejang parsial ini antara lain : simple partial seizures atau kejang-kejang parsial sederhana yang tidak menghasilkan kehilangan kesadaran yang mungkin akan merubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar pada penderita penyakit epilepsi ayan. Kejang ini juga dapat menghasilkan hentakan pada tubuh yang terjadi secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki dan gejala sensorik seperti geli, vertido, berkedip terhadap cahaya.

Janis lainnya adalah complex partial seizures atau kejang-kejang parsial kompleks yang dapat menghasilkan perubahan kesadaran pada penderita dan akan kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu lamanya.

Kejang general yang akan melibatkan seluruh bagian dari otak penderita. Tipe dari kejang ini adalah absence seizures atau petit mal yang termasuk jenis gejala penyakit epilepsi ayan yang memiliki karateristik oleh gerakan tubuh yang halus namun mencolok dan juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat. Myoclonic seizures yang dapat menyebabkan hentakan atau kedutan yang terjadi secara tiba-tiba pada tangan dan kaki penderitanya.

Jenis kejang general lainnya ada atonic seizures yang juga dapat dikenal dengan drop attack yang dapat menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan mendadak akan collapse dan terjatuh. Dan juga ada tonic clonic seizures atau grand mal yang memiliki hilangnya kesadaran yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi ayan. Pada jenis kejang yang satu ini memiliki karateristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih yang dapat mengakibatkan penderita akan mengompol tanpa sadar.

Pengobatan Epilepsi Ayan

Apabila anda memiliki keluarga atau kerabat dengan penyakit epilepsi, ada baiknya anda segera membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat anti epilepsi yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita seperti :

  1. Asam Valproat

Yang berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik yang melebihi batas normal di dalam otak penderita. Obat asam valproat ini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kejang absence piknopletik dan juga memiliki senyawa yang berkhasiat untuk serangan grand mal dan mioklonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini seperti adanya keluhan saluran cerna yang dialami oleh penderita, gangguan pembekuan darah, dan yang paling parah dari efek samping yang dihasilkan adalah dapat terjadi kerusakan hati.

  1. Benzodiazepin

Mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai anti epileptika terutama diazepam dan nitrazepam yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan kejang akibat dari penyakit epilepsi ayan. Senyawa yang terkandung dalam obat golongan benzodiazepin ini terutama digunakan untuk penderita epilepsi petit-mal yang menyerang bayi dan anak-anak. Obat ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik. Dengan efek samping yang dihasilkan adalah mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan yang terjadi pada otot penderita.

Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Klasifikasi Epilepsi

images (1)Klasifikasi Epilepsi yang menjelaskan epilepsi yang merupakan gangguan suasana saraf pusat yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak, sifatnya mendadak dan sepintas, berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, bersifat sinkron dan ber-irama. Serangan dapat berupa gangguan motorik, sensorik, kognitif atau psikis. Istilah epilepsi tidak boleh digunakan untuk serangan yang terjadi hanya sekali saja, serangan yang terjadi selama penyakit akut berlangsung dan occasional provokes seizures misalnya kejang atau serangan pada hipoglikemia.

Penyebab Penyakit epilepsi

Berdasarkan etiologi atau peyebab, epilepsi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Epilepsi idiopstik, penyebabnya tidak diketahui, meliputi 50 % penderita epilepsi ini terjadi pada anak. Awal terjadi pada anak dalam usia lebih dari 3 tahun.

2. Epilepsi simtomatik, penyebabnya sangat bervariasi, tergantung dari rentang usia awal terjadinya epilepsi.

Gejala Epilepsi

Serangan yang sering terjadi pada penderita epilepsi aantara lain ;

1. Kejang dapat berupa kejang setempat (lokal) atau pada seluruh tubuh

2. Gangguan pada aktivitas atau kegiatan sehari-hari misalnya berupa gerakan yang tidak normal atau melakukan gerakan yang aneh, contoh sering jatuh tanpa sebab, senang memukul, mendadak diam atau mulut bergerak (seperti berbicara namun terkadang tanpa suara) dan lidah sering berkecap-kecap.

3. Gangguan tidak hanya pada mulut atau lidah, namun juga dapat terjadi pada mata, seperti menggerakkan mata tanpa sebab.

4. Sering merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh tanpa spesifik

5. Gangguan berbicara, seperti berbicara namun tak ada suara, sering berkomat-kamit, menggerakkan mulut tanpa sebab.

6. Sering berhalusinasi atau berimajinasi sendiri

7. Terkadang sering melakukan sesuatu dengan cara yang spontan

Klasifikasi Epilepsi secara umum dikalsifikasikan berdasarkan onsetnya yakni fokal (parsial) atau menyeluruh (generalisata). Kejang parsial disubklasifikasikan menjadi :

  1. Kejang parsial sederhana, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran masih ada selama serangan. Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  2. Kejang parsial kompleks, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran yang sudah terganggu pada setiap tahap. Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang generalisata (kejang generalisata sekunder), terjadi penurunan kesadaran dengan bukti klinis penyebaran melalu korteks serebri, misalnya gerakan konvulsif bilateral.

Klasifikasi Epilepsi

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG, kejang yang dialami menjadi :

Kejang umum ( Generalizer seizure ) jika aktivitas yang terjadi pada kedua hemisfere otak secara bersama-sama. Kejang umum ini dibagi menjadi :

  1. Tonic-clonic convulsaion / Grand mal yang merupakan bentuk yang paling banyak terjadi pada pasien yang terjatuh denga tiba-tiba, kejang, nafas terengah-engah, keluar air liur, bisa juga terjadi sianosis, mengompol, atau menggigit lidah terjadinya beberapa menit yang kemudian diikuti dengan rasa lemah dan kebingungan, atau sakit kepala.
  2. Absendce Attacks / Petit Mal, jenis yang jarang sekali dialami oleh penderita epilepsi. Umumnya terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja dimana penderita dengan tiba-tiba melotot, atau matanya berkedip-kedip dengan kepala terkulai. Kejadiannya Cuma terjadi selama beberapa detik saja dan bahan sering tidak di sadari oleh penderitanya.
  3. Myoclonic Seizure yang biasanya akan dialami oleh penderita di pagi hari, setelah bangun tidur dimana penderita akan mengalami sentakan yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis yang sama dengan jenis kejang ini adalah tapi non-epleptik yang bisa terjadi pada pasien yang normal.
  4. Atonic Seizure yang jarang sekali terjadi pada pasien secara tiba-tiba kehilangan kekuatan otot, jatuh, tapi bisa juga segera recovered.

Klasifikasi epilepsi lainnya adalah kejang parsial/focal yang dimulai dari daerah tertentu dari otak. Kejang parsial terbagi dalam :

  1. Simple Partial Seizure, gejala yang akan diderita pasien hingga tidak kehilangan kesadaran, umum, terjadi sentakan-sentakan pada bagian tertentu dari tubuh penderita.
  2. Complex Partial Seizure, penderita penyakit epilepsi akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti gerakan mengunyah, menangis, dan dapat juga melakukan kegiatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh penderita tanpa kesadaran.

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan yang dapat digunakan untuk penyakit epilepsi yang sudah dilakukan klasifikasi epilepsi adalah :

Ramuan 1. Cabe Jawa

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 5 gram cabe jawa kering dan madu secukupnya.

Cara pembuatan ramuan adalah dengan menghaluskan cabe jawa yang sudah anda sediakan  hingga halus. Tambahkan sedikit madu ke dalamnya dan aduk hingga merata. Konsumsi ramuan tersebut dapat anda konsumsi ramuan ini secara rutin dan teratur hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang.

Ramuan 2. Jahe dan Akar Baru Cina

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ruas jari jahe, satu genggam akar baru cina, satu ruas jari gula enau dan empat gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan mencuci semua bahan hingga bersih. Campurkan semua bahan menjadi satu, tambah gula enau, kemudian rebus dalam empat gelas air bersih. Tunggu hingga mendidih dan tunggu hingga airnye tersisa setengahnya atau sekitar dua gelas. Setelah ramuan matang, saring dan berikan pada penderita sebanyak 2 kali dalam sehari. Berikan ramuan ini pada pasien hingga serangan kejang dari gejala epilepsi yang dialaminya berkurang sedikit demi sedikit.

Klasifikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )