Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak Penyakit Epilepsi

Dampak Penyakit Epilepsi yang paling sering terjadi di otak. Umumnya yang diketahui masyarakat tentang epilepsi adalah kejang. Serangan epilepsi tak selalu dalam bentuk kejang. Epilepsi merupakan gangguan kelistrikan dalam otak yang mana salah satu bagian otaknya tidak normal. Akibatnya, serangan yang berwujud kejang-kejang, baik seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki.  Serangan bisa saja tidak berupa kejang tetapi hilangnya kesadaran/ bengong selama beberapa detik yang tidak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari ini disebut aura epilepsi.

Epilepsi dapat memerikan komplikasi jangka panjang yang cukup serius untuk itu perlu dipahami mengenai keteraturan pengobatan, menghindari faktor pencetus untuk mencegah terjadinya kejang. Faktor pencetus epilepsi adalah kurang tidur, stres emosional, infeksi, obat-obatan tertentu, hormonal (haid atau kehamilan).
Dampak lain epilepsi adalah terhadap psikologis penderitanya. Jika serangan terjadi di muka umum, penderita mungkin mengalami rasa malu atau rendah diri yang juga berefek pada teman dan keluarganya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Dari setiap penyakit yang menyerang seseorang pasti memiliki dampak masing-masing, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Seperti halnya pada penderita penyakit epilepsi pasti juga akan mendapatkan dampak penyakit epilepsi. Anak-anak penyandang epilepsi biasanya akan mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif. Dampak penyakit epilepsi buat anak-anak bahkan akan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ. Selain itu, epilepsi juga memiliki penyakit penyerta yang akan diderita oleh penderitanya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas akibat epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Para orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak penyandang epilepsi. Selain melakukan deteksi dini, para orang tua diharapkan dapat memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan.

Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur yang selalu dalam pengawasan orang tua dan dokter yang merawat penderita penyakit epilepsi. Hasil penelitian WHO yang dilakukan di Amerika, Inggris , dan Swedia menunjukkan, setelah melalui pengobatan teratur selama 10 tahun, akumulasi penurunan terjadinya bangkitan yang dialami oleh pasien selama lima tahun adalah sebesar 58-65 persen (orang dewasa) dan 74 persen (anak-anak).

Gejala Epilepsi

Adapun gejala dari penyakit yang muncul pada penderita epilepsi terutama pada anak-anak adalah :

  • Anak anda akan mengalami bangkitan total yang biasanya akan jatuh secara tiba-tiba dan akan langsung kehilangan kesadarannta. Bangkitan seperti ini akan berlangsung sekitar 2 hingga 5 memit.
  • Anak akan mengalami kedutan yang juga menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang terjadi di berbagai jenis epilepsi lainnya. Namun, kedutan ini akan lebih jelas terlihat pada epilepsi fokal.
  • Anak memiliki tatapan mata yang kosong yang biasanya akan terjadi secara mendadak. Hal ini akan terjadi ketika anak anda sedang melakukan sesuatu dan berhenti secara tiba-tiba dan diam seperti orang yang sedang melamun.
  • Gejala aura yang dapat juga dianggap sebagai salah satu gejala peringatan. Gejala ini akan terjadi sesaat sebelum bangkitan terjadi pada tubuh anak anda. Dimana anak anda akan merasakan sakit tanpa sebab secara mendadak, medengarkan suara yang tidak nyata, atau mencium aroma bau yang tidak ada sumbernya dan akhirnya dampak penyakit epilepsi yang akan muncul adalah serangan kejang.

 Pengobatan Epilepsi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi namun anda dapat mencegah terjadinya serangan yang menjadi salah satu penyebab penyakit ayan atau epilepsi anda semakin memburuk. Anda dapat mengurangi dampak penyakit epilepsi dengan cara mengubah pola makan anda yang juga dapat anda terapkan juga untuk anak anda dan keluarga.

Pola makan yang dapat anda berikan untuk anak ataupun keluarga anda yang mengalami penyakit epilepsi ini adalah :

  • sedikit buah-buahan atau sayuran yang digunakan sebagai sumber karbohidrat,
  • Daging, ikan atau ayam yang digunakan untuk sumber protein, dan
  • Perbanyak makanan yang mengandung lemak seperti cream, mentega, telur dan mayinaise dan tampa ada gula.

Penyebab Epilepsi

Sekitar 30% penyakit epilepsi terjadi pada anak-anak. Biasanya epilepsi lebih sering terjadi pada anak-anak dan manula. Berikut beberapa penyebab yang akan menyebabkan dampak penyakit epilepsi :

  • kurang atau randahnya oksigen yang terjadi pada saat kelahiran berlangsung
  • kepala pasien yang mengalami cedera pada saat proses kelahiran berlangsung.
  • mengalami cedera kepala pada saat akan-anak atau dewasa.
  • mengalami penyakit tumor otak yang lebih sering terjadi pada anak-anak.
  • infeksi yang terjadi pada penderita seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Penyakit stroke atau penyakit jenis lainnya yang termasuk dampak penyakit epilepsi yang terjadi karena kerusakan otak pada penderitanya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah berfungsi untuk mencegah kejang yang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi dilakukan berdasarkan tipe kejang yang dialami dan sedapat mungkin menggunakan semacam obat.Faktor genetik memang berperan dalam epilepsi, akan tetapi tidak semua jenis epilepsi menunjukkan faktor genetik sebagai penyebab. Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami pendarahan di kepala, riwayat radang otak, rdang selaput otak, dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak 

Jika seorang anak mengalami kejang berulang 2 kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan eletroensefalografi (EEG) terutama untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/ kiri, bagian depan/samping/belakang). adakah penyebaran kejang didaerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuannya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi dan menetukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) dikemudian hari. Hasil EEG dapat normal, dikarenakam rekaman dilakukan lebih dari 2 hari setelah serangan, rekaman hanya dilakukan dalam 20-30 menit dan prognosisi anak dalam pengobatan baik.

Mayoritas anak dengan epilepsi akan bebas kejang dalam satu tahun pertama pengobatan, tetapi sekitar sepertiga tetap mengalami kejang. Apabila epilepsi tidak terkontrol dalam jangka waktu dua tahun, pengobatan alternatif harus dipertimbangkan seperti pembedahan, diet ketogenik, dan implan stimulasi. Mendeteksi secara dini resiko yang tidak bisa disembuhkan tersebut, akan membantu dokter menentukan tata laksana yang tepat.

Keteraturan minum obat sangat penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jka dosis obat 3 kali sehari, maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Jika kita lupa memberi obat, maka berikan sesegeran mungkin nbegitu kita teringat, jangan menunggu keesokan harinya.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

pada penyakit epilepsi yang dialami pengobatan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial.

# Pengobatan medikamentosa dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang dimana kejang yang timbul merupakan manifestasi penyebab dari penyakit tumor otak, radang otak, dan gangguan metabolik. Untuk itu pemberian obat anti epilepsi ini diperlukan terapi kasual. Beberapa prinsip dasar yang perlu anda pertimbangkan :

  1. Pada penderita yang mengalami kejang yang sangat jarang dan dapat menghilangkan faktor pencetusnya. Pemberian obat untuk kejang ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
  2. Pengobatan penyakit epilespi yang diberikan setelah diagnosis ditegagkan. Hal tersebut berarti penderita mengalami lebih dari dua kali menderita epilepsi yang sama dengan sebelumnya.
  3. Untuk jenis pengobatan dan obat yang akan diberikan kepada penderita harus sesuai dengan jenis kejang yang dialami.
  4. Sebaiknya guna Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang di derita lebih baik jika menggunakan monoterapi. Karena dengan pengobatan ini toksisitas akan sedikit berkurang, mempermudah untuk pemantauan pada penderita, dan juga menghindari interaksi otot.
  5. Dosis obat yang digunakan harus disesuaikan secara individual.
  6. Evaluasi hasil yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ini juga harus dijadikan bahan pertimbangan.
  7. Pengobatan akan dihentikan setelah kejang menghilang dan selama minimal 2-3 tahun. Pengobatan yang akan dihentikan secara berangsur dengan menurunkan dosis dari dokter.

Berdasarkan bentuk bangkitan yang sering timbul dan dialami oleh penderita penyakit epilepsi bangkitan parsial yaitu, bangkitan parsial sederhana, bangkitan parsial kompleks, dan bangkitan umum tonik klonik, maka pengobatan yang efektif untuk dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah :

  1. Fenitoin yang berguna sebagai antikonvulsan yang diberikan pada penderita tanpa menekan aktifitas SPP. Obat ini juga termasuk jenis obat yang relatif aman untuk digunakan. Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini berupa vertigo, tremor, dirsartri, diplopia, nistagmus, dan nyeri pada kepala. Keluhan tersebut akan timbul pada permulaan penderita menjalani terapi atau bia kadar obat dalam darah melebihi 20 ug/ml. Pada kadar 30 ug.ml timbul ataksia dan pada kadar 40 ug/ml akan mulai timbul gangguan mental yang berfariasi antara kebingungan sampai dengan kegelisahan, bahkan delirium dan psikosis.
  2. Karbamazepin yang dapat menimbulkan keluhan pada penderitanya yang berupa pusing, ataksia, mual, dan muntah yang digunakan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak. Terkadang penderita akan mengalami rasa lelah, bingung, bicara berlebihan, dan gangguan pengelihatan berupa diplopia dan pengelihatan kabur atau berbayang-bayang. Obat karbamazepin ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan menyebabkan anemia aplastik. Selain semua efek yang ada diatas, karbamazepin ini juga memiliki efek psikotropik yang dapat juga menguntungkan pada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional.
  3. Fenobarbital yang masih digunakan secara luad terutama karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan obat yang lainnya. Obat ini juga diketahui dapat menimbulkanefek samping berupa hiperaktifitas pada anak-anak. Selain itu penggunaan obat ini pada masa awal pengobatan efek sedaktif yang akan sangat mengganggu terutama bila si anak harus pergi ke sekolah.

# Pengobatan psikososial yang memberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besarnya akan terbebas dari serangan kejang yang pernah dialami sebelumnya. Pasien penderita penyakit epilepsi ini harus patuh dalam menjalani pengobatan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak sehingga dapat bebas dari penyakit epilepsi dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Klasifikasi Epilepsi

images (1)Klasifikasi Epilepsi yang menjelaskan epilepsi yang merupakan gangguan suasana saraf pusat yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak, sifatnya mendadak dan sepintas, berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, bersifat sinkron dan ber-irama. Serangan dapat berupa gangguan motorik, sensorik, kognitif atau psikis. Istilah epilepsi tidak boleh digunakan untuk serangan yang terjadi hanya sekali saja, serangan yang terjadi selama penyakit akut berlangsung dan occasional provokes seizures misalnya kejang atau serangan pada hipoglikemia.

Penyebab Penyakit epilepsi

Berdasarkan etiologi atau peyebab, epilepsi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Epilepsi idiopstik, penyebabnya tidak diketahui, meliputi 50 % penderita epilepsi ini terjadi pada anak. Awal terjadi pada anak dalam usia lebih dari 3 tahun.

2. Epilepsi simtomatik, penyebabnya sangat bervariasi, tergantung dari rentang usia awal terjadinya epilepsi.

Gejala Epilepsi

Serangan yang sering terjadi pada penderita epilepsi aantara lain ;

1. Kejang dapat berupa kejang setempat (lokal) atau pada seluruh tubuh

2. Gangguan pada aktivitas atau kegiatan sehari-hari misalnya berupa gerakan yang tidak normal atau melakukan gerakan yang aneh, contoh sering jatuh tanpa sebab, senang memukul, mendadak diam atau mulut bergerak (seperti berbicara namun terkadang tanpa suara) dan lidah sering berkecap-kecap.

3. Gangguan tidak hanya pada mulut atau lidah, namun juga dapat terjadi pada mata, seperti menggerakkan mata tanpa sebab.

4. Sering merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh tanpa spesifik

5. Gangguan berbicara, seperti berbicara namun tak ada suara, sering berkomat-kamit, menggerakkan mulut tanpa sebab.

6. Sering berhalusinasi atau berimajinasi sendiri

7. Terkadang sering melakukan sesuatu dengan cara yang spontan

Klasifikasi Epilepsi secara umum dikalsifikasikan berdasarkan onsetnya yakni fokal (parsial) atau menyeluruh (generalisata). Kejang parsial disubklasifikasikan menjadi :

  1. Kejang parsial sederhana, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran masih ada selama serangan. Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  2. Kejang parsial kompleks, Klasifikasi Epilepsi yang kesadaran yang sudah terganggu pada setiap tahap. Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang parsial dapat berkembang menjadi kejang generalisata (kejang generalisata sekunder), terjadi penurunan kesadaran dengan bukti klinis penyebaran melalu korteks serebri, misalnya gerakan konvulsif bilateral.

Klasifikasi Epilepsi

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG, kejang yang dialami menjadi :

Kejang umum ( Generalizer seizure ) jika aktivitas yang terjadi pada kedua hemisfere otak secara bersama-sama. Kejang umum ini dibagi menjadi :

  1. Tonic-clonic convulsaion / Grand mal yang merupakan bentuk yang paling banyak terjadi pada pasien yang terjatuh denga tiba-tiba, kejang, nafas terengah-engah, keluar air liur, bisa juga terjadi sianosis, mengompol, atau menggigit lidah terjadinya beberapa menit yang kemudian diikuti dengan rasa lemah dan kebingungan, atau sakit kepala.
  2. Absendce Attacks / Petit Mal, jenis yang jarang sekali dialami oleh penderita epilepsi. Umumnya terjadi pada masa anak-anak atau awal remaja dimana penderita dengan tiba-tiba melotot, atau matanya berkedip-kedip dengan kepala terkulai. Kejadiannya Cuma terjadi selama beberapa detik saja dan bahan sering tidak di sadari oleh penderitanya.
  3. Myoclonic Seizure yang biasanya akan dialami oleh penderita di pagi hari, setelah bangun tidur dimana penderita akan mengalami sentakan yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis yang sama dengan jenis kejang ini adalah tapi non-epleptik yang bisa terjadi pada pasien yang normal.
  4. Atonic Seizure yang jarang sekali terjadi pada pasien secara tiba-tiba kehilangan kekuatan otot, jatuh, tapi bisa juga segera recovered.

Klasifikasi epilepsi lainnya adalah kejang parsial/focal yang dimulai dari daerah tertentu dari otak. Kejang parsial terbagi dalam :

  1. Simple Partial Seizure, gejala yang akan diderita pasien hingga tidak kehilangan kesadaran, umum, terjadi sentakan-sentakan pada bagian tertentu dari tubuh penderita.
  2. Complex Partial Seizure, penderita penyakit epilepsi akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti gerakan mengunyah, menangis, dan dapat juga melakukan kegiatan lainnya yang mungkin dilakukan oleh penderita tanpa kesadaran.

Pengobatan Epilepsi

Pengobatan yang dapat digunakan untuk penyakit epilepsi yang sudah dilakukan klasifikasi epilepsi adalah :

Ramuan 1. Cabe Jawa

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah 5 gram cabe jawa kering dan madu secukupnya.

Cara pembuatan ramuan adalah dengan menghaluskan cabe jawa yang sudah anda sediakan  hingga halus. Tambahkan sedikit madu ke dalamnya dan aduk hingga merata. Konsumsi ramuan tersebut dapat anda konsumsi ramuan ini secara rutin dan teratur hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang.

Ramuan 2. Jahe dan Akar Baru Cina

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ruas jari jahe, satu genggam akar baru cina, satu ruas jari gula enau dan empat gelas air bersih.

Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan mencuci semua bahan hingga bersih. Campurkan semua bahan menjadi satu, tambah gula enau, kemudian rebus dalam empat gelas air bersih. Tunggu hingga mendidih dan tunggu hingga airnye tersisa setengahnya atau sekitar dua gelas. Setelah ramuan matang, saring dan berikan pada penderita sebanyak 2 kali dalam sehari. Berikan ramuan ini pada pasien hingga serangan kejang dari gejala epilepsi yang dialaminya berkurang sedikit demi sedikit.

Klasifikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )