Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak salah satunya adalah kejang. Epilepsi terkait dengan kinerja sistem saraf pusat di otak kita. Saraf di otak berfungsi sebagai koordinator dar semua pergerakan kita seperti mengatur perasaan, penglihatan, bergerak, dan berpikir.Khusu penderita epilepsi, sistem saraf pusat di otak mereka mengalami gangguan, sehingga koordinasi dari sistem saraf di otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke sistem panca indera.

Terganggunya pengiriman sinyal ke sistem panca indera penderita epilepsi disebabkan oleh beberapa sebab seperti pernah mengalami trauma kepala berupa benturan atau cedera di bagian kepala, menderita tumor otak.

Penyakit epilepsi ini tidak hanya muncul begitu saja, epilepsi bisa muncul karena penderita mengalai kerusakan otak pada saat dilahirkan. Namun dibalik berbagai penyebab itu, penyebab epilepsi masih belum bisa dipastikan.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini apabila penyakit ini akan kambuh adalah :

  • penderita biasanya merasa pusing,
  • pandangan berkunang-kunang,
  • alat pendengaran kurang sempurna,
  • keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa.

Setelah mengalami gejala diatas sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menulur kaku, tangan mengenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang tertutup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertututp dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

Pertolongan Pertama Untuk Epilepsi

Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan bila anda melihat tanda dan gejala epilepsi anak :

  1. Jangan takut dan panik. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang ada.
  2. Pindahkan semua barang-barang yang berbahaya dari dekat penderita agar tidak melukai anak anda jika menabrak saat sedang kejang.
  3. Longgarkan semua baju yang masih dikenakan oleh anak anda untuk memudahkan jalannya pernafasan.
  4. Jangan masukkan jari atau sapu tangan ke dalam mulut penderita karena benda tersebut akan mengakibatkan anak anda terlukan dan muntah.
  5. Bila anak anda muntah atau mengeluarkan banyak air liur, miringkan kepala anak anda ke salah satu sisi.
  6. Perhatikan keadaan kejang yang dialami oleh anak ada mulai dari kesadaran, warna wajah, pergerakan ke empat anggota gerak, dan juga suhu tubuh anak, waktu saat kejang dimulai dan berakhir serta dengan lamanya kejang yang dialami.
  7. Tetap berada di samping pasien hingga keadaan kesadaran anak anda pulih. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka anak anda dapat dikatakan telah pulih. Namun, bila anak anda menangis karena sakit kepala, tatapan yang terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan anak melanjutkan istirahatnya.
  8. Obat supositoria dapat anda berikan ketika anak anda mengalami tanda dan gejala epilepsi anak. Obat supositoria adalah obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan obat tersebut melalui lubang atau celah pada tubuh anak. Pada umumnya pemberian obat ini dilakukan dengan memasukkannya melalui anus.
  9. Bila kejang yang dialami oleh anak anda berlangsung selama 2-3 menit, yang diikuti dengan kejang berikutnya dan terluka sebaiknya anda segera membawanya ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah anda, agar anak anda mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dialaminya.

Diagnosis Epilepsi

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa atau rirawat medis, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Pada sebagian besar kasus penyakit epilepsi yang ada, enemnesia ini dapat dilakukan terhadap orang di sekitar pasien misalnya teman, keluarga atau orang-orang yang dekat dengan pasien. Anamnesia juga dapat dilakukan dengan orang yang berada dan melihat langsung tanda dan gejala epilepsi anak yang sedang dialami.

Untuk melakukan pemeriksaan penunjang, dokter yang merawat anak anda akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroensefalogram (EEG), pemeriksaan dengan radiologi berupa Computed Tomography atau CT Scan dan menggunakan cara Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selain itu pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengetahiu tanda dan gejala epilepsi anak yang ada adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Prngobatan Tanda dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda dan gejala epilepsi anak anda bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan dan terapi yang dilakukan dengan rutin dan teratur. Pengobatan dilakukan minimal 2 tahun yang dimulai sejak terjadinya kejang yang terakhir kali. Penanganan yang benar dan cepat dianggap terbukti mampu untuk menaikkan angka kesembuhan epilepsi pada anak anda hingga lebih dari 80%.

Kesembuhan dari bayi anda dapat dicapai jika anda membantunya untuk mengikuti petunjuk dokter dan disiplin dalam pemberian obat ayan atau epilepsi kepada anak anda. Obat yang diberikan untuk anak anda berfungsi untuk menyeimbangkan kimiawi yang ada di dalam otak anda yang memicu adanya gangguan. Tingkat kesembuhan terhadap tanda dan gejala epilepsi anak bisa dicapai bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel dalam otak anak anda.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi atau ayan tidak disebabkan oleh kuman atau bakteri. Penyakit ini muncul akibat adanya kelainan pada saraf dipusat otak. Banyak faktor yang menyebabkan epilepsi. Pada bayi biasanya oleh kadar oksigen yang kurang dalam otak (hipoksia), baik karena menderita panas tinggi atau lainnya.

Gejala Epilepsi atau Ayan

Pada orang dewasa biasanya dipengaruhi oleh trauma, ketergantungan pada obat dan alkohol atau karena adanya tumor.
Jika penyebabnya adalah tumor infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diprioritaskan untuk diobati terlebih dahulu.

Ada dua jenis serangan epilepsi.

Pertama adalah grand mal, melibatkan serangan konvulsi yang berulang. Serangan ini bisa membuat pingsan penderita dan kejangb selam satu menit.
Anggota badannya akan meronta-ronta , gigi terkancing, dan lidah tergigit, kencing yang tidak terkontrol dan mulut berbuih.
Selepas konvulsi, penderita biasanya akan tertidur pulas. Jenis yang kedua adalah epilepsi jenis petit mal yang tidak melibatkan konvulsi.
Keadaan pingsan hanya terjadi selama beberapa waktu saja. Pandangan mata penderita kelihatan kosong, mirip orang stres dan sering melamun. Bentuk epilepsi jenis ini biasanya tidak diketahui dan tidak dikenali sebagai epilepsi.

Serangan petit mal, yang kerap datang bisa mengganggu kesehatan. Serangan ini terjadi karena sel saraf otak yang berkomunikasi dengan sel-sel lainnya dengan perantara impils listrik. Saat penderita epilepsi atau ayan mengalami serangan kejang, pola sinyal listrik saraf otak tiba-tiba akan menjadi tidak normal dan tidak terkendali. Serangan kejang ini dapat mempengaruhi hanya pada daerah tertentu yang ada di otak atau dapat juga mempengaruhi seluruh bagian dari otak penderita.

Kejang parsial kimpleks, gejala yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita akan mengalami sensai, gerakan atau kelainan psikis yang abnornal, tergantung pada daerah otak dari penderita yang terkena. Jika otak yang mengalami sensasi adalah otak kanan yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan dari penderita akan bergoyang dan penderita akan mengalami sentakan. Jika terjadi pada lobis temporalis anterior sebelah dalam, makan penderita penyakit epilepsi atau ayan ini akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau dapat juga yang sangat tidak menyenangkan.

Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan.

Penyebab penyakit ayan ini yang sering terjadi di kalangan masyarakat seperti antara lain:

  • Faktor keturunan atau genetik. Penyebab yang sat ini meski relatif kecil antara 5 hingga 10%.
  • Mengalami kelainan yang terjadi pada saat menjelang atau sesudah persalinan.
  • Mengalami cedera kepala.
  • Mengalami radang selaput otak.
  • Memiliki atau menderita penyakit tumor otak.
  • Adanya genangan darah atau nanah di otak atau pernah mengalami operasi otak.

Selain itu, setiap penyakit  atau kelainan yang mennganggu fungi otak dapat pula menjadi penyebab dari penyakit epilepsi ini. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi atau ayan ini adalah gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan, alergi, dan cacat bawaan.

Diagnosis Epilepsi atau Ayan

Langkah awal dilakukannya diagnosis ini adalah untuk menentukan dan membedakan penyakit epilepsi mulai dari serangan kejang atau bukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyakit tersebut adalah dengan melakukan wawancara baik dengan pasien, orang tua, atau orang yang merawat penderita. Wawancara juga dapat dilakukan dengan saksi mata yang mengetahui terjadinya serangan kejang yang dialami oleh penderita.

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah untuk menggambarkan kejadian sebelumnya, selama, dan sesudah serangan kejang berlangsung. Dengan mengetahui riwayat kejadian dari serangan kejang tersebut biasanya akan dapat memberikan informasi yang lengkap dan baik. Pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita adalah :

  1. Kapan pasien tersebut mengalami serangan kejang yang pertama kali selama ini ?
  2. Apakah pasien mengalami semacam peringatan atau perasaan yang tidak enak pada waktu serangan atau sebelum serangan tersebut terjadi ?
  3. Apa saja yang terjadi selama penderita mengalami serangan kejang tersebut ?
  4. Apakah yang terjadi segera setelah serangan kejang berlangsung pada penderita ?
  5. Kapan kejang berlangsung selama siklus 24 jam sehari ?

Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang akan dilontarkan oleh dokter sebelum melakukan diagnosis penyakit epilepsi atau ayan ini.

Pengobatan Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi tidak dpat disembuhakn secara total, namun pengobatan dapat dilakukan untuk mengurangi adanya gejala yang muncul dari penyakit ini. Pengobatan yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan obat antikonvulsan atau dapat juga dengan obat tradisional.

Ramuan tradisional yang dpat anda gunakan adalah anda perlu menyediakan 30 gram sambiloto, 30 gram daun jinten, 30 gram daun meniran, 7 lembar daun sambung nyawa, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pengolahan ramuan ini adalah dengan mencuci bersih semua bahan yang sudah anda sediakan tadi. Campurkan semua bahan menjadi satu dan rebus dengan 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring ramuan dan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita selagi masih hangat. Berikan pada penderita sehari dua kali di pagi dan sore hari.

Epilepsi atau Ayan 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )