Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi dapat dilakukan setelah diagnosis epilepsi ditegakkan dan biasanya membutuhkan bahwa kejang yang terjadi secara spontan. Namun, sindrom epilepsi tertentu memerlukan pencetus tertentu atau pemicu untuk kejang terjadi. Ini disebut refleks epilepsi.

Penyakit ayan atau epilepsi terkadang kambuh disaat yang tidak bisa diprediksi dan merupakan penyakitn saraf menahun. Walaupun demikian, bukan berarti penyakit ayan tidak bisa diobati. Jika penanganan dan pengobatan dilakukan dengan tepat, maka fungsi sel-sel saraf pada otak akan kembali pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Tujuan pengobatan yang dilakukan pada penderita epilepsi adalah untuk menyembuhkan, atau bila tidak mampu menyembuhkan, bisa mengatasi gejala-gejala dan mengurangi efek samping pengobatan. Pada penyakit epilepsi, bila tidak diketahui kelainan struktural, metabolik, atau endokrin yang dapat disembuhkan, maka tujuan pengobatan adalah memperbaiki kualitas hidup penderita dengan menghilangkan atau mengurangi frekuensi sawan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Beberapa obat antikonvulsi dapat diberikan untuk mengontrol kejang, walaupun mekanisme kerja zat kimia dari obat-obatan tersebut tetap masih tidak diketahui. Tujuan dari pengobatan adalah untuk mencapai pengontrolan kejang dengan efek samping minimal.

Pengobatan obat-obatan lain mungkin diperlukan jika kontrol kejang tidak tercapai atau bila peningkatan dosis memungkinkan terkkadi toksisitas. Pemberian obat membutuhkan pengaturan karma disesuaikan dengan penyakit yang terjadi, perubahan berat badan atau peningkatan stres. Menghentikan pengobatan antikonvulsan dengan tiba-tiba menyebabkan kejang lebih sering terjadi atau dapat menimbulkan status epileptik.

Berikut beberapa obat yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau  epilepsi sebagai cara mengobati penyakit epilepsi, namun harus menggunakan resep dari dokter yang sudah merawat pencerita seperti :

1. Fenitoin

Fenitoin merupakan obat anti epilepsi pilihan pertama yang diberikan untuk penderita kejang umum dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini juga dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah kejang yang terjadi pada pasien trauma kepala/bedah syaraf. Feniton memiliki efek samping yang sama dengan obat epilepsi lainnya seperti mengantu. Namun penggunaan obat ini juga memiliki efek samping lainnya seperti : kelelahan, gangguan pengelihatan dan juga disfungsi korteks.

2. Primidon

Primidon adalah obat atau Cara Mengobati Penyakit Epilepsi yang sering digunakan untuk penderita kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Primidon ini memiliki efek sebagai penurun neuron eksitatori. Efek anti kejang yang terkandung dalam primidon ini hampir sama dengan penurunan pada fenobarbital, namun kurang poten. Didalam tubuh primidon dirubah menjadi metabolit aktif yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid (PEMA). PEMA dapat meningkatkan aktifitas fenobarbotal. Dosis primidon 100-125 mg 3 kali sehari. Efek samping yang sering terjadi antara lain adalah pusing, mengantuk, kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, kemerahan dikulit, dan impotensi.

3. Etosuksimid.

Obat etosuksimid ini adalah cara mengobati penyakit epilepsi yang digunakan untuk terapi kejang absens. Dosis penggunaan etosuksimid untuk anak-anak usia 3-6 tahun adalah 250 mg per hari, untuk dosis awal dan 20 mg per hari untuk dosis pemeliharaan. Sedangkan untuk dosis anak dnegan usia lebih dari 6 tahun dan dewasa 500 mg per hari. Efek yang muncul akibat penggunaan obat etosuksimid ini adalah seperti mual dan muntah. Efek samping lainnya dari penggunaan obat etosuksimid ini adalah ketidak seimbangan tubuh, mengantuk, gangguan pencernaan, tubuh menjadi goyah, pusing dan juga cegukan.

4. Asam Valproat

Asam valproat merupakan salah satu pilihan pertama sebagai cara mengibati penyakit epilepsi untuk terapi kejang parsial, kejang absens, dankejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik . Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. Asam valproat juga  berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium. Dosis penggunaan asam valproat 10-15 mg/kg/hari. Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan pencernaan (>20%), termasuk mual, muntah, anorexia, dan peningkatan berat badan. Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah pusing, gangguan keseimbangan tubuh, tremor, dan kebotakan.

Asam valproat mempunyai efek gangguan kognitif yang ringan. Efek samping yang berat dari penggunaan asam valproat adalah hepatotoksik. Hyperammonemia (gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati.

Cara mengobati penyakit epilepsi lainnya juga dapat anda menggunakan bahan yang alami seperti menggunakan terong. Terong adalah salah satu jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan kita sebut. Terong memiliki kandungan skopolamin, striknin, skoparon, dan skopolatin sehingga dapat membantu untuk mengatasi penyakit epilepsi yang anda derita beserta dengan gelaja yang meliputi gugur/ sawanan, hingga kekejangan syaraf seperti yang sering dialami oleh penderita penyakit epilepsi.

Atau menggunakan cara mengobati penyakit epilepsi lainnya dengan bahan bace jawa yang sudah dikeringkan dan madu. Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan menghaluskan cabe jawa kering yang sudah disediakan hingga benar-benar halus. Ambil sebagian dari cabe dan tambahkan dengan madu secukupnya. Aduk hingga merata dan anda langsung dapat memberikannya kepada penderita untuk di minum. Konsumsi ramuan ini paling tidak dua kali sehari secara rutin hingga penyakit epilepsi yang penderita rasakan mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak Penyakit Epilepsi

Dampak Penyakit Epilepsi yang paling sering terjadi di otak. Umumnya yang diketahui masyarakat tentang epilepsi adalah kejang. Serangan epilepsi tak selalu dalam bentuk kejang. Epilepsi merupakan gangguan kelistrikan dalam otak yang mana salah satu bagian otaknya tidak normal. Akibatnya, serangan yang berwujud kejang-kejang, baik seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki.  Serangan bisa saja tidak berupa kejang tetapi hilangnya kesadaran/ bengong selama beberapa detik yang tidak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari ini disebut aura epilepsi.

Epilepsi dapat memerikan komplikasi jangka panjang yang cukup serius untuk itu perlu dipahami mengenai keteraturan pengobatan, menghindari faktor pencetus untuk mencegah terjadinya kejang. Faktor pencetus epilepsi adalah kurang tidur, stres emosional, infeksi, obat-obatan tertentu, hormonal (haid atau kehamilan).
Dampak lain epilepsi adalah terhadap psikologis penderitanya. Jika serangan terjadi di muka umum, penderita mungkin mengalami rasa malu atau rendah diri yang juga berefek pada teman dan keluarganya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Dari setiap penyakit yang menyerang seseorang pasti memiliki dampak masing-masing, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Seperti halnya pada penderita penyakit epilepsi pasti juga akan mendapatkan dampak penyakit epilepsi. Anak-anak penyandang epilepsi biasanya akan mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif. Dampak penyakit epilepsi buat anak-anak bahkan akan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ. Selain itu, epilepsi juga memiliki penyakit penyerta yang akan diderita oleh penderitanya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas akibat epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Para orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak penyandang epilepsi. Selain melakukan deteksi dini, para orang tua diharapkan dapat memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan.

Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur yang selalu dalam pengawasan orang tua dan dokter yang merawat penderita penyakit epilepsi. Hasil penelitian WHO yang dilakukan di Amerika, Inggris , dan Swedia menunjukkan, setelah melalui pengobatan teratur selama 10 tahun, akumulasi penurunan terjadinya bangkitan yang dialami oleh pasien selama lima tahun adalah sebesar 58-65 persen (orang dewasa) dan 74 persen (anak-anak).

Gejala Epilepsi

Adapun gejala dari penyakit yang muncul pada penderita epilepsi terutama pada anak-anak adalah :

  • Anak anda akan mengalami bangkitan total yang biasanya akan jatuh secara tiba-tiba dan akan langsung kehilangan kesadarannta. Bangkitan seperti ini akan berlangsung sekitar 2 hingga 5 memit.
  • Anak akan mengalami kedutan yang juga menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang terjadi di berbagai jenis epilepsi lainnya. Namun, kedutan ini akan lebih jelas terlihat pada epilepsi fokal.
  • Anak memiliki tatapan mata yang kosong yang biasanya akan terjadi secara mendadak. Hal ini akan terjadi ketika anak anda sedang melakukan sesuatu dan berhenti secara tiba-tiba dan diam seperti orang yang sedang melamun.
  • Gejala aura yang dapat juga dianggap sebagai salah satu gejala peringatan. Gejala ini akan terjadi sesaat sebelum bangkitan terjadi pada tubuh anak anda. Dimana anak anda akan merasakan sakit tanpa sebab secara mendadak, medengarkan suara yang tidak nyata, atau mencium aroma bau yang tidak ada sumbernya dan akhirnya dampak penyakit epilepsi yang akan muncul adalah serangan kejang.

 Pengobatan Epilepsi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi namun anda dapat mencegah terjadinya serangan yang menjadi salah satu penyebab penyakit ayan atau epilepsi anda semakin memburuk. Anda dapat mengurangi dampak penyakit epilepsi dengan cara mengubah pola makan anda yang juga dapat anda terapkan juga untuk anak anda dan keluarga.

Pola makan yang dapat anda berikan untuk anak ataupun keluarga anda yang mengalami penyakit epilepsi ini adalah :

  • sedikit buah-buahan atau sayuran yang digunakan sebagai sumber karbohidrat,
  • Daging, ikan atau ayam yang digunakan untuk sumber protein, dan
  • Perbanyak makanan yang mengandung lemak seperti cream, mentega, telur dan mayinaise dan tampa ada gula.

Penyebab Epilepsi

Sekitar 30% penyakit epilepsi terjadi pada anak-anak. Biasanya epilepsi lebih sering terjadi pada anak-anak dan manula. Berikut beberapa penyebab yang akan menyebabkan dampak penyakit epilepsi :

  • kurang atau randahnya oksigen yang terjadi pada saat kelahiran berlangsung
  • kepala pasien yang mengalami cedera pada saat proses kelahiran berlangsung.
  • mengalami cedera kepala pada saat akan-anak atau dewasa.
  • mengalami penyakit tumor otak yang lebih sering terjadi pada anak-anak.
  • infeksi yang terjadi pada penderita seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Penyakit stroke atau penyakit jenis lainnya yang termasuk dampak penyakit epilepsi yang terjadi karena kerusakan otak pada penderitanya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi muncul dengan ditandai terjadinya kejang-kejang dalam waktu tertentu dan sebab tertentu. Epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan. Epilepsi bukanlah penyakit keturunan, meskipun secara genetik seseorang bisa aja menderita epilepsi. Hal paling umum yang sering kita lihat dari seorang penderita epilepsi adalah tiba-tiba mengalami kejang sembari mengeluarkan air liur berwarna putih yang keluar dari mulutnya.

Ini mungkin telah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Tetapi, meskipun demikian masih banyak juga masyarakat yang memahami mengenai penyakit tersebut sehingga memberikan stigma negatiif terhadap penyandang epilepsi. Epilepsi sendiri dapat terjadi pada setiap orang diberbagai tingkatan usia, mulai d ari bayi hingga lanjut usia.
Serangan bisa saja tidak berupa kejang, tapi hilang kesadaran/ ’bengong’ selama beberapa detik yang tak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi. Misalnya tiba-tiba menabrak pada saat berkendara, atau tak bisa mengontrol gerak tangan ketika melakukan pekerjaan tertentu. Hal ini terjadi berulang, dan tak bisa diduga kapan terjadinya.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari. Ini disebut aura epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Kebanyak belum diketahui seperti jenis epilepsi idiopatik. Tampaknya seorang yang mengalami penyakit epilepsi ini memiliki resistensi yang rendah terhadap serangan kejang atau bengkitan yang dibandingkan dengan populasi umum. Beberapa penyebab munculnya gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Kerusakan otak yang terjadi pada penderita akibat dari trauma kepala,
  • Mengalami masalah dengan infeksi otak,
  • Malasah hormonal,
  • Masalah gangguan peredaran darah pada otak,
  • tumor di otak.

Dari beberapa jenis epilepsi yang diderita gejala penyakit epilepsi ini disebabkan oleh stress, perubahan hormonal, dan sedang menderita sakit. Namun, ada pula salah satu jenis penyakit epilepsi yang disebabkan dari rangasangan oleh stimulasi visual seperti cahaya atau juga televisi.

Sedangkan dengan kejang yang dialami saat bangkitan atau pada saat terjadinya serangan ini disebabkan dari penderita tersebut tidak mengkinsumsi obat epilepsi yang sudah diresepkan oleh dokter, mengkonsumsi alkohol, penggunaan narkoba, penderita yang kurang tidur atau kurang istirahat, atau dapat juga disebabkan akibat dari obat lainnya yang dapat mengganggu kerja dari obat epilepsi yang sedang anda konsumsi.

Gejala Penyakit Epilepsi

beberapa jenis kejang atau serangan yang merupakan gejala dari penyakit epilepsi ini selalu berbeda dari penderita satu dengan penderita yang lainnya. Jenis dari serangan tergantung pada otak bagian mana yang terkena. Apabila seluruh otak terkena maka serangan kejang atau bangkitan yang dialami di sebut kejang umum. Penderita akan mengalami kehilangan kesadaran yang berlangsung secara singkat akan menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang dialami hampir dari semua penderita penyakit ayan atau epilepsi. Apabila hanya sebagian otak saja yang terkena maka disebut dengan serangan parsial atau lokal. Pada penderita yang mengalami bangkitan ini biasanya kesadaran masih dalam keadaan yang utuh. Karena serangan kejang atau bangkitan yang dialami berbeda antara penderita yang satu dengan yang lainnya maka pemulihan kesadaran yang dibutuhkan juga berbeda. Pemulihan dapat berlangsung antara hitungan detik hingga menit.

Diagnosis Gejala Penyakit Epilepsi

Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan dari gejala klinis yang dialami, sehingga sangat penting untuk anda menceritakan secara jelas gejala serangan kejang atau bangkitan yang pernah terjadi pada diri penderita. Penjelasan dapat dilakukan oleh teman, keluarga, atau orang lain yang melihat jelas kejadian serangan yang penderita alami.

Pemeriksaan Penyakit Epilepsi

Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Pemeriksaan saraf dan fisik umum.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengeliminasi penyebab potensi serangan kejang atau bengkitan yang dialami.
  • Pemeriksaan EEG (elektroensefalogram) yang dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan dalam hal fungsional otak penderita yang akan ditampilkan melalui perubahan aktifitas listrik otak. Bisa jadi hasil rakaman yang muncul akan normal saja, namun diagnosis penyakit epilepsi tetap dapat ditegagkan melalui keadaan klinis yang ada.
  • Pemeriksaan CT Scan yang dilakukan untuk menekan kelainan struktur pada otak penderita gejala penyakit epilepsi.

Pengobatan Gejala Penyakit Epilepsi

Sekitar 80% kasus epilepsi, serangan kejang/bangkitan dapat terkontrol dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE) kepada penderitanya. Pilihan obat bukan hanya tergantung dari jenis serangan kejang/ bangkitan yang terjadi pada penderita, namun juga tergantung pada individu dan memerlukan waktu untuk mencapai dosis yang tepat bagi setiap orang penderita epilepsi. Pengobatan yang dilakukan guna untuk memperkuat resistensi terhadap serangan kejang/bangkitan yang akan dialami. Yang paling penting adalah meminum obat anti epilepsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan oleh dokter yang merawat penderita.

Sangat tidak disarankan oleh penderita untuk menghentikan konsumsi OAE secara tiba tiba tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penderita. Dokter tidak pernah menyarankan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi obat dalam dosis dobel apabila pasien ada kelupaan minum OAE yang telah diresepkannya. Bila ditemukan ada perubahan atau efek samping dari OAE yang digunakan haruslah segera mengunjuni dokter dan melaporkannya.

Gejala Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cedera kepala termasuk penyebab utama dari Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya juga. Kata epilepsi mencakup sekelompok kondisi yang terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak dan bermanifestasi sebagai kejang epileptik atau serangan mendadak. Kejang disebabkan oleh lepas-muatan listrik abnormal yang mengganggu serebrasu dan menyebabkan kejang umum atau parsial, bergantung pada bagian otak yang terkena. Epielpsi dapat bersifat primer (idiopatik) atau sekunder akibat cedera kepala, stroke, meningitis, kanker otak, dll.

Status epileptikus adalah serangan epilepsi yang saling bersusulan hampir terus menerus. Keadaan ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan terapi medis dengan cepat (mis diazepan yang diberikan per rektum).

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Serangan epilepsi dapat digolongkan menjadi primer idiopatik, yang penyebabnya tidak diketahui dan sekunde/simptomatik yang penyebabnya dapat ditetapkan. Jenis serangan epielpsi primer/ idiopatik adalah umum (paling banyak) atau sebagian (parsial). Serangan umum berupa petit mal, grand mal, mioklonik, akinetik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya, seperti:

  • Infeksi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar, orang tua dengan anak yang pernajh mengalami kejang demam harus diintruksikan pada metode untuk mengontrol demam (kompres dingin, obat anti peuretik).
  • Cedera kepala merupakan salah satu penyebab yang dapat dicegah, tindakan pencegahan yang aman yaitu tidak hanya hidup aman, tetapi juga menyeimbangkan pencegahan epilepsi akibat decera kepala.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan pada usia dini, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi gaya hidup merupakan bagian dari rencanan pencegahan ini.
  • Penerapan pola makan yang bergizi. Jika penderita sanggup usahakan untuk membantu pencegahan dengan menggunakan diet untuk penderita epilepsi.
  • Istirahat yang cukup dan menjaga fikiran agar tidak stress. Lakukan jalan-jalan bersama kluarga untuk menhibur diri penderita.
  • Selalu temani penderita kemanapun mereka akan pergi untuk menjecag terjadinya kepanikan orang lain jika melihat penderita mengalami serangan secara mendadak.

Menolong diri sendiri

Keamanan diri sendiri adalah penting bagi penderita penyakit epilepsi. Bila ada gejala epilepsi yang akan terjadi serangan kejang/bangkitan maka dapat mempersiapkan diri agar tak celaka.

  • Jangan biarkan penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya mendekati Api dan kompor yang sedang menyala
  • Jangan biarkan penderita mengunci pintu kamar mandi saat sedang mandi. Menggunakan “shower” atau gayung lebih baik daripada berendam dalam bak mandi. Bila banyak mengalami serangan kejang/bangkitan ada baiknya penderita penyakit epilepsi jangan dibiarkan untuk mandi apabila ia sedang sendirian di rumah
  • Dari beberapa orang penderita penyakit epilepsi ini akan mengalami serangan kejang/bangkitan saat sedang tidur. Maka sebaiknya penderita tidur tanpa memakai bantal. Hal tersebut akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan penderita menggunakan bantal.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat melakukan olahraga dengan kehati-hatian tak ada halangan seturut hal tersebut mengikuti nasihat dokter yang merawat penderita. Bila hobi penderita adalah menunggang kuda ia harus memakai helm. Atau melakukan olehraga lainnya seperti berenang, memanjat gunung serta berlayar yang harus ditemani oleh orang yang paham akan keadaan penyandang penyakit epilepsi dan pencegahannya serta tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi serangan kejang atau bangkitan.
  • Bagi penderita penyakit epilepsi pakailah penanda seperti kalung atau gelang yang anda kenakan secara terus menerus dan jangan dilepaskan. Bawalah kartu identitas yang berisi nama, alamat penderita serta nama dokter yang merawat dengan nomor telponnya di dalam tas atau dompet yang sering di bawa pergi oleh penderita.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya sebaiknya membuat kelompok penyokong sesama penderita epilepsi dengan keluarga yang dapat mendukung penderita agar tidak merasa terisolasikan.

Gejala Epilepsi

Gejala dari penyakit epilepsi ini dapat menimpa siapa saja baik itu penderita ayan atau epilepsi yang sudah dewasa maupun yang masih anak-anak. Gejala umum dari penyakit epilepsi dan pencegahannya ini seperti :

  • Kemungkinan rasiko yang paling umum terjadi pada penyandang epilepsi adalah terjatuh ketika berdiri karena mengalami kejang. Untuk pencegahan anda dapat menemaninya kemanaoun ia pergi.
  • Ketika sedang mengendarai kendaraan, seseorang penderita penyakit epilepsi ini bisa tiba-tiba kejang yang akan mengakibatkan kecelakaan. Sebaiknya anda jangan membiarkan penderita mengendarai kendaraan sendirian.
  • Terjadi komplikasi pada saat masa kehamilan dan proses melahirkan. Untuk itu perlu diperhatikan hal kecil terutama pada bagian kepala.
  • Untuk sementara ini perlu diketahui pemberian obat bagi penderita epilepsi ini bisa meningkatkan resiko cacat pada janin yang dikandungnya. Untuk it penderita yang sedang menjalani kehamilannya ada baiknya mengkonsultasikan dengan dokter yang merawat mengenai kehamilan dengan obat antiepilepsi yang dikonsumsinya.

Penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan mengunakan ciplukan. Ciplukan ini merupkan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk anda dapatkan di sekitar rumah anda. Cara penggunaan pengobatan ini adalah dengan mencari 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih dan anda langsung dapat memberikan ciplukan ini kepada penderita penyakit epilepsi untuk mengurangi terjadinya serangan atau bangkitan yang mungkin akan terjadi pada penderita secara tiba-tiba.

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya dapat digunakan tanaman pegagan. Epilepsi adalah gejala kompleks dari banyak gangguan berat dari fungsi otak dengan karakteristik kejang berulang. Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot atau gerakan, serta gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Serangan kejang yang dialami oleh penderita merupakan gejala atau manifestasi utama epilepsi dapat diakibatkan kelainan fungsional (motorik, sensorik atau psikis). Serangan tersebut tidak lama, tidak terkontrol, serta timbul episodik. Serangan ini mengganggu kelangsungan kegiatan yang sedang dikerjakan penderita pada saat itu. Serangan ini berkaitan dengan pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung lokal.

Masalah dasarnya diperkirakan akibat gangguan listrik (distremia) pada sel saraf di salah satu bagian otak, berulang dan tidak terkontrol. Karakteristik kejang epileptik adalah suatu manifestasi muatan neuron berlebihan ini.

Penatalaksanaan medis ditujukan terhadap penyebab serangan.Jiak penyebabnya adalah akibat gangguan metabolisme (hipoglikemia, hipokalsemia), perbaikan gangguan metabolisme ini biasanya akan ikut menghilangkan serangan itu.

Pengendalian epilepsi dengan obat dilakukan dengan tujuan mencegah serangan Ada empat obat yang ternyata bermanfaat untuk ini :

– fenitoin (difenilhindation), yang merupakan salah satu pilihan obat utama untuk penderita penyakit epilepsi dan obatnya. Feniton ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama bererplorasi. Efek samping yang akan ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah :

  • Masalah gastrointestinal seperti mual dan muntah yang sering terjadi.
  • Masalah hiperpelasia gusi yang menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama yang terjadi pada anak-anak
  • Masalah perubahan tingkah laku pada penderita seperti kebingunan, halusinasi, dan mengantung.

– karbamazepin, adalah salah satu antiepilepsi dari penyakit epilepsi dan obatnya yang sering digunakan untuk mengurangi perambatan impuls abnormal di dalam otak dengan cara menghambat kanal natrium sehingga dapat digunakan untuk menghambat timbulnya potensial kerja yang berulang-ulang. Efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini adalah :

  • Menyebabkan stupor dan koma.
  • Depresi pernafasan secara bersamaan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia
  • Pandangan kabur atau yang sering dikenal dengan pengelihatan yang berbayang.

– fenobarbital, memiliki  aktivitas anti epilepsi, membatasi penyebaran lepasan kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsi. Efek samping yang akan dialami oleh penderita ketika mengkonsumsi obat ini seperti :

  • Sedasi : pusing, mengantuk, ataksia.
  • Nistagmus, vertigo.
  • Agitasi dan kebingungan

Penderita akan mengalami kebingungan apabila penggunaan obat ini dengan berlebihan atau dosis yang berlebih atau tinggi.

– Asam valproik, atau yang sering dijuluki dengan asam dipropil asetat yang memiliki khasiat pada kejang absence piknoleptik, disamping itu senyawa ini digunakan juga pada serangan grand mal dan mioklonik. Asam valproat untuk penyakit epilepsi dan obatnya ini berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik abnormal di dalam otak penderita. Asam valproat bisa  memperkuat kerja GABA  pada sinaps-sinaps inhibisi. Mekanisme kerjanya diperkirakan  berdasarkan hambatan enzim yang menguraikan GABA ( g-amino-butyric acid ) sehingga kadar neurotransmiter ini diotak meningkat. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini seperti :

  • Keluhan saluran cerna,
  • rambut rontok,
  • gangguan pembekuan darah dan
  • terutama kerusakan hati.

Kebanyakan pasien penderita penyakit epilepsi dan obatnya dapat dikontrol dengan salah satu obat yang sudah kita bahas bersama diatas. Pengobatan juga dapat menggunakan obat yang tradisional dan alami.

Pengobatan tradisional yang dapat digunakan seperti :

Resep 1. Penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 60 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya. Kemudian cuci hingga bersih dan direbus dengan 600 cc air sehingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. Air rebusan ramuan dapat anda berikan atau minumkan pada penderita selagi hangat. Berikan ramuan ini kepada penderita 2 kali sehari di pagi dan sore hari.

Resep 2. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan ramuan adalah dengan mencuci semua bahan yang sudah disediakan hingga bersih dan kemudian rebus dengan 600 cc air hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. setelah matang angkat ramuan dan disaring untuk memisahkan ampas dan airnya. Anda dapat meminumkan air ramuan ini kepada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Berikan ramuan ini pada penderita 2 kali sehari hingga penyakit epilepsi yang dialami membaik dengan tanda berkurangnya serangan yang dialami.

Resep 3. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram akar daun hia/baru cina, 15 gram jahe, dan gula merah secukupnya. Cuci bahan-bahan yang sudah anda sediakan hingga bersih dan campurkan menjadi satu termasuk gula merahnya. Rebus campuran bahan tersebut dengan 800 cc air hingga mendidih. Tunggu sampai air ramuan tersisa 400 cc, kemudian airnya diminumkan pada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Anda dapat memberikan ramuan ini sebanyak 2 kali sehari sama dengan penggunaan ramuan sebelumnya.

Anda dapat melakukan pengobatan yang mungkin membuat anda tertarik dengan resep dan nama obat yang ada. Semoga berhasil dan gejala penyakit epilepsi yang dialami dapat berkurang terima kasih

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

 

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Kita perlu mengenal lebih dalam tentang gejala awal penyakit epilepsi untuk melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Epilepsi atau ayan ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang ayng berulang-ulang kali. Dibandingkan dengan gangguan lainnya yang menyerang otak, epilepsi termasuk ke dalam gelas gangguan secara langsung mempengaruhi kemampuan motorik tubuh secara sementara. Hal ini terjadi karena tidak ada rasa harmonis antara sinyal dari neuron ke otak. Neuron dan sel saraf cluster bertanggungjawab untuk semua aksi yang dilakukan tubuh, apabila kedua saraf ini tidak berfungsi baik dapat mengganggu aktivitas dan kejang-kejang, dan dapat membuat penderitanya mengalami kehilangan kesadaran.

Epilepsi berpuncak daripada gangguan yang ada di dalam bagian otak yang bisa berulang dalam bentuk serangan sawan. Hal ini akan menyebabkan penderitaan serius yang dialami oleh penderita atau pasien penyakit ayan atau epilepsi. Ia merupakan gangguan sistem urat saraf (neurologikal) tidak menentu yang serius yang paling kerap ditemui.
Secara mudahnya, epilepsi adalah salah satu gangguan dimana alirat isyarat elektrik di dalam otak menjadi keliru. Epilepsi dapat dilihat dalam bentuk sentakan (jerky), menggigil dan terkejang-kejang, bunyi kuat seperti berdengkur atau rebah ke tanah atau gabungan ketiga-tiganya.

Sebaiknya jika seseorang iyu diserang penyakit epilepsi seperti ini dan mengalami gejala kecil berulang-ulang, segarusnya segera kerumah sakit. Misalnya seseorang yang tiba-tiba berkelakuan aneh seperti berlari tanpa pakaian, kita tidak perlu menganggap dia gila. Appa yang perlu dilakukan bawa dia kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, gejala yang mungkin dialami penderita adalah berkelakuan pelik seperti menjerit-jerit tanpa sebab dan termenung. Kelakuan ini mungkin tidak disadari oleh pasien penderita penyakit epilepsi dan keluarga dari penderita itu sendiri tetapi jika ia berlaku, tidak perlu menganggap ia gila cukup berbicara dengan perlahan dan yakinkan penderita dengan kata-kata yang lembut bahwa tidak ada yang akan jahat kepadanya.

Gejala awal penyakit epilepsi

Gejala yang biasanya akan ditunjukkan oleh anak-anak yang menderita penyakit epilepsi biasanya seperti

– Tatapan Mata Kosong
Apabila anak anda mendadak berhenti untuk melakukan aktifitas yang dilakukannya dan anak anda akan menatap dengan tatapan mata yang kosong seperti orang yang sedang melamun memikirkan sesuatu, maka anda sebagai orangtua patut untuk mewaspadai tindakan yang ditunjukkan oleh anak anda. Gejala Awal Penyakit Epilepsi tersebut dapat juga terjadi sebagai kejang petit mal(petit mal seizure) pada penderita penyakit epilepsi.

Lengan atau kepala anak anda mungkin akan tampak lemas lunglai, namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkan penderita yang mengalaminya sampai terjatuh kebawah atau kehilangan kesadaran. Setelah sampai 30 detik sampai dengan satu menit kejang yang dialami oleh anak anda biasanya akan berakhir, dan setelah itu biasanya anak tidak tau apa yang telah dialaminya.

-Kejang Total (Total Convulsions)
Kejang grand mal(grand mal seizures) adalah pemicu kejang total yang terjadi pada tubuh penderita epilepsi. Jenis kejang ini adalah jenis kejang yang paling serius karena Kejang total akan menyebabkan anak anda sampai terjatuh ketanah dan kehilangan kesadaran. Kejang total yang anak anda alami biasanya akan berlangsung sekitar dua atau sampai lima menit. Saat kejang sedang berlangsung tubuh anak akan kaku dan bergetar tidak terkendali.

Anak anda akan mengalami kehilangan kontrol kandung kemihnya sehingga bisa keluar air seni tanpa disadari atau mengompol dan alir liur juga akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar kebelakag menjadi beberapa ciri dari gejala awal penyakit epilepsi. Setelah kejang berakhir, anak anda tidak akan menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Anak anda akan mengalami seperti orang yang kebingungan selama beberapa menit, tenaganya akan melemas dan otot terasa sakit sehingga mungkin akan tertidur sampai waktu yang lama.

-Kedutan (twitching)
Gejala awal penyakit epilepsi lainnya adalah kedutan yang dialami oleh anak anda yang biasanya akan bersifat lokal, kemungkinan gejala kedutan ini akan dirasakan oleh anak anda dan akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan kemudian akan semakin menjalar ke seluruh anggota gerak tubuh anak hingga kelengan kemudian menyebar sampai separuh atau keseluruh bagian tubuh menjadi berkedut. Biasanya dalam gejala ini sebagian anak tetap sadar dan ada juga yang tidak sadar.

-Aura
Aura dianggap sebagian tanda peringatan dari gejala awal penyakit epilepsi pada anak anda. Aura akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung menyerang tubuh anak anda. Sebuah aura dapat menyebabkan anak anda akan merasa kesakitan tanpa ada penyebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata dan mencium bau yang tidak ada sumbernya yang terjadi secara mendadak tanpa ia sadari sebelumnya.

Pada gejala ini anak anda juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh disuatu tempat dibagian tubuhnya. Perasaan aneh tersebut terutama akan dirasakan oleh anak anda dibagian perut. Meskipun anak anda mungkin tidak mengenali tanda-tanda peringatan sebagai aura, lambat laun anda akan dapat menghubungkan gejala-gejala awal penyakit epilepsi dengan serangan epilepsi yang menimpa anak anda.

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak salah satunya adalah kejang. Epilepsi terkait dengan kinerja sistem saraf pusat di otak kita. Saraf di otak berfungsi sebagai koordinator dar semua pergerakan kita seperti mengatur perasaan, penglihatan, bergerak, dan berpikir.Khusu penderita epilepsi, sistem saraf pusat di otak mereka mengalami gangguan, sehingga koordinasi dari sistem saraf di otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke sistem panca indera.

Terganggunya pengiriman sinyal ke sistem panca indera penderita epilepsi disebabkan oleh beberapa sebab seperti pernah mengalami trauma kepala berupa benturan atau cedera di bagian kepala, menderita tumor otak.

Penyakit epilepsi ini tidak hanya muncul begitu saja, epilepsi bisa muncul karena penderita mengalai kerusakan otak pada saat dilahirkan. Namun dibalik berbagai penyebab itu, penyebab epilepsi masih belum bisa dipastikan.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini apabila penyakit ini akan kambuh adalah :

  • penderita biasanya merasa pusing,
  • pandangan berkunang-kunang,
  • alat pendengaran kurang sempurna,
  • keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa.

Setelah mengalami gejala diatas sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menulur kaku, tangan mengenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang tertutup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertututp dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

Pertolongan Pertama Untuk Epilepsi

Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan bila anda melihat tanda dan gejala epilepsi anak :

  1. Jangan takut dan panik. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang ada.
  2. Pindahkan semua barang-barang yang berbahaya dari dekat penderita agar tidak melukai anak anda jika menabrak saat sedang kejang.
  3. Longgarkan semua baju yang masih dikenakan oleh anak anda untuk memudahkan jalannya pernafasan.
  4. Jangan masukkan jari atau sapu tangan ke dalam mulut penderita karena benda tersebut akan mengakibatkan anak anda terlukan dan muntah.
  5. Bila anak anda muntah atau mengeluarkan banyak air liur, miringkan kepala anak anda ke salah satu sisi.
  6. Perhatikan keadaan kejang yang dialami oleh anak ada mulai dari kesadaran, warna wajah, pergerakan ke empat anggota gerak, dan juga suhu tubuh anak, waktu saat kejang dimulai dan berakhir serta dengan lamanya kejang yang dialami.
  7. Tetap berada di samping pasien hingga keadaan kesadaran anak anda pulih. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka anak anda dapat dikatakan telah pulih. Namun, bila anak anda menangis karena sakit kepala, tatapan yang terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan anak melanjutkan istirahatnya.
  8. Obat supositoria dapat anda berikan ketika anak anda mengalami tanda dan gejala epilepsi anak. Obat supositoria adalah obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan obat tersebut melalui lubang atau celah pada tubuh anak. Pada umumnya pemberian obat ini dilakukan dengan memasukkannya melalui anus.
  9. Bila kejang yang dialami oleh anak anda berlangsung selama 2-3 menit, yang diikuti dengan kejang berikutnya dan terluka sebaiknya anda segera membawanya ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah anda, agar anak anda mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dialaminya.

Diagnosis Epilepsi

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa atau rirawat medis, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Pada sebagian besar kasus penyakit epilepsi yang ada, enemnesia ini dapat dilakukan terhadap orang di sekitar pasien misalnya teman, keluarga atau orang-orang yang dekat dengan pasien. Anamnesia juga dapat dilakukan dengan orang yang berada dan melihat langsung tanda dan gejala epilepsi anak yang sedang dialami.

Untuk melakukan pemeriksaan penunjang, dokter yang merawat anak anda akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroensefalogram (EEG), pemeriksaan dengan radiologi berupa Computed Tomography atau CT Scan dan menggunakan cara Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selain itu pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengetahiu tanda dan gejala epilepsi anak yang ada adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Prngobatan Tanda dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda dan gejala epilepsi anak anda bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan dan terapi yang dilakukan dengan rutin dan teratur. Pengobatan dilakukan minimal 2 tahun yang dimulai sejak terjadinya kejang yang terakhir kali. Penanganan yang benar dan cepat dianggap terbukti mampu untuk menaikkan angka kesembuhan epilepsi pada anak anda hingga lebih dari 80%.

Kesembuhan dari bayi anda dapat dicapai jika anda membantunya untuk mengikuti petunjuk dokter dan disiplin dalam pemberian obat ayan atau epilepsi kepada anak anda. Obat yang diberikan untuk anak anda berfungsi untuk menyeimbangkan kimiawi yang ada di dalam otak anda yang memicu adanya gangguan. Tingkat kesembuhan terhadap tanda dan gejala epilepsi anak bisa dicapai bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel dalam otak anak anda.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Ayan

Epilepsi ayan merupakan gangguan yang menyebabkan serangan berkala yang terjadi apabila impuls elektrik otak terganggu. Gejala yang terjadi adalah kejang-kejang secara mendadak. Penyebabnya adalah kelainan saraf di otak, pada bayi biasannya karena kekurangan oksigen di dalam otak (hipoksia).

Epileptikus adalah serangan beruntun lebih dari 30 menit yang berdampak kematian. Apalagi, lanjut Endang, mengingat pengobatan epilepsi memakan waktu bertahun-tahun, yang membuat PE longgar disiplin terhadap kepatuhan pengobatan.

Penyebab Epilepsi ayan

Penyebab penyakit ayan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Misalnya cedera otak waktu kecelakaan, luka di otak, konsumsi alkohol, dan penyakit mematikan lainnya misalnya diabetes, kanker otak, dll. Selain hal-hal tersebut, faktor genetik juga mempengaruhi seseorang dapat terkena penyakit ayan atau epilepsi. Namun bukan berarti epilepsi adalah penyakit keturunan.

Selain itu, penyakit ayan atau epilepsi sendiri tidak ada hubungannya dengan roh jahat seperti yang sering dikatakan orang-orang zaman dahulu. Penyakit ini terjadi karena ketidaknormalan saraf di dalam otak. Dan pennyakit ini masih dapat disembuhkan asalkan kepatuhan penderita epilepsi dalam minum obat yang diberikan dokter.

Penyebab dari penyakit epilepsi memang tidak diketahui dengan jelas, namun kejang atau bangkitan yang dialami pada penderita penyakit epilepsi ini mungkin diketahui. Untuk menghindari pemicu yang dapat membantu anda untuk menghindari kejang atau bangkitan dan hidup dengan lebih mudah meskipun anda adalah seorang penderita penyakit epilepsi ayan adalah :

  1. Jangan lewatkan satu dosispun obat yang sudah diberikan untuk anda. Dengan anda mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan oleh dokter akan dapat mengurangi gejala kejang yang akan anda alami.
  2. Hindari untuk meminum alkohol dan menggunakan narkoba karena hal tersebut akan membuat epilepsi yang anda derita akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan
  3. Cukupi kebutuhan tidur anda agar otot-otot dalam tubuh anda tidak mengalami stress dan tegang.

Gejala Epilepsi Ayan

Perbedaan dari gejala yang mungkin terjadi pada setiap penderita selalu berbeda-beda tergantung dari jenis kejang yang dialami. Kejang yang dialami dapat dimulai secara parsial dan kemudian general.

Kejang parsial atau sebagian yang dihasilkan dari aktivitas otak yang tidak normal pada suatu bagian otak tersebut. Jenis-jenis kejang parsial ini antara lain : simple partial seizures atau kejang-kejang parsial sederhana yang tidak menghasilkan kehilangan kesadaran yang mungkin akan merubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar pada penderita penyakit epilepsi ayan. Kejang ini juga dapat menghasilkan hentakan pada tubuh yang terjadi secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki dan gejala sensorik seperti geli, vertido, berkedip terhadap cahaya.

Janis lainnya adalah complex partial seizures atau kejang-kejang parsial kompleks yang dapat menghasilkan perubahan kesadaran pada penderita dan akan kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu lamanya.

Kejang general yang akan melibatkan seluruh bagian dari otak penderita. Tipe dari kejang ini adalah absence seizures atau petit mal yang termasuk jenis gejala penyakit epilepsi ayan yang memiliki karateristik oleh gerakan tubuh yang halus namun mencolok dan juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat. Myoclonic seizures yang dapat menyebabkan hentakan atau kedutan yang terjadi secara tiba-tiba pada tangan dan kaki penderitanya.

Jenis kejang general lainnya ada atonic seizures yang juga dapat dikenal dengan drop attack yang dapat menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan mendadak akan collapse dan terjatuh. Dan juga ada tonic clonic seizures atau grand mal yang memiliki hilangnya kesadaran yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi ayan. Pada jenis kejang yang satu ini memiliki karateristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih yang dapat mengakibatkan penderita akan mengompol tanpa sadar.

Pengobatan Epilepsi Ayan

Apabila anda memiliki keluarga atau kerabat dengan penyakit epilepsi, ada baiknya anda segera membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat anti epilepsi yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita seperti :

  1. Asam Valproat

Yang berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik yang melebihi batas normal di dalam otak penderita. Obat asam valproat ini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kejang absence piknopletik dan juga memiliki senyawa yang berkhasiat untuk serangan grand mal dan mioklonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini seperti adanya keluhan saluran cerna yang dialami oleh penderita, gangguan pembekuan darah, dan yang paling parah dari efek samping yang dihasilkan adalah dapat terjadi kerusakan hati.

  1. Benzodiazepin

Mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai anti epileptika terutama diazepam dan nitrazepam yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan kejang akibat dari penyakit epilepsi ayan. Senyawa yang terkandung dalam obat golongan benzodiazepin ini terutama digunakan untuk penderita epilepsi petit-mal yang menyerang bayi dan anak-anak. Obat ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik. Dengan efek samping yang dihasilkan adalah mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan yang terjadi pada otot penderita.

Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pengobatan Epilepsi

Para dokter memperkirakan bahwa gangguan susunan saraf pusat atau otak merupakan salah satu penyebab ayan atau epilepsy. Rasa gembira yang berlebihan, rasa sedih yang mendalam, gangguan sembelit dan minuman yang banyak mengandung alcohol ternyata bisa mempercepat serangan ayan.

Tanda khas epilepsi adalah kejang dan serangan kejang pada penderita epilepsi sering terjadi berulang-ulang kali. Situasi ini akan menyebabkan kondisi yang tidak terkontrol, pelepasan abnormal terjadi dengan cepat dan seseorang dikatakan menuju ke arah epilepsi, gerakan-gerakan fisik yang tak teratur disebut kejang. Akibat adanya distriknia muatan listrik pada bagian orak tertentu ini memberikan manifestasi pada serangan awal kejang sederhana sampai gerakan konvulsif memanjang dengan penurunan kesadaran, Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot secara gerakan dan gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Epilepsi termasuk gangguan saraf berat yang pada waktu serangan dimulai dengan kejang-kejang yang hebat, mata membelalak, pingsan untuk beberapa saat, kemudian sadar dengan pandangan yang kacau..

Untuk mengatasi penyakit epilepsi bisa dilakukan dengan kedua ibu jari secara kuat pada sebelah dalam dekat mata kaki kiri dan kanan selama 10 detik. Bila penderita belum sadar juga, lakukan pijat secara kuat otot tengah tulang beikat selama 10 detik sebanyak 10 kali. Begitu juga leher samping kiri dan kanan perlu dipijat selama 10 detik sebanyal 10 kali.
Untuk mengobati pennyakit ini, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah jangan teralalu terburu-buru, karena semua hal butuh proses. Rutin dan patuh untuk minum obat pun menjadi salah satu point penting untuk menunjang kesembuhan. Kepatuhan penyandang epilepsi dalam mengonsumsi obat antiepilepsi sangatlah penting. Sebab ketidakpatuhan terhadap pengobatan ini malah jutsru membuat penyakit epilepsi makin parah.

Penggunaan dan pemilihan obat antiepilepsi ini haruslah berdasarkan pengawasan dokter. Terlebih lagi, apabila PE ingin melakukan penggantian obat dari obat paten menjadi obat substitusi ataupun sebaliknya. Salah satunya adalah AED (antiepilepsi drugs). Fungsi AED tidak menyembuhkan,namun indikasi obat ini untuk mencegah kejang. Dalam hal ini, peran dokter sangat penting guna menjabarkan detail risiko yang terjadi akibat penggantian obat tersebut.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi

Epilepsi dikenal sebagai slah satu penyakkti tertua di dunia (2000 tahun SM) dan menempati urutan kedua dari penyakit saraf setelah gangguan peredaran darah otak.

Walaupun penyakit epilepsi telah lama dikenal masyarakat, tetapi pengertian mengenai penyakit ini masih sangat kurang, bahkan tekadang salah, sehingga penyakit ini sering digolongkan sebagai penyakit gila, kutukan atau turunan. Akibatnya, penderita tidak diobati atau bahkan disembunyikan. Banyak penderita epilepsi yang tidak terdiagnosis. Mereka sering mendapat pengobatan yang tidak tepat sehingga mengalami dampak klinis dan psikososial yang merugikan, baik bagi penderita dan keluarganya.

Gambar orang epilepsi

Gajala Epilepsi

Epilepsi merupakan bangkitan epiletik yaitu manifestasi gangguan otak dengan berbagai gejala klinis. Epilepsi disebabkan oleh lepasnya neuron-neuron otak secara berlebihan dan berkala tetapi reversibel dengan berbagai etiologi.  

Secara klinis epilepsi sulit untuk didefinisikan. Hal ini disebabkan oleh manifestasi klinis yang sangat bervariasi, mulai dari kejang umum, kejang fokal, penurunan kesadaran, gangguan tingkah laku, sampai dengan manifestasi klinis yang aneh-aneh dengan latar belakang yang sulit dimengerti. Prinsip yang harus dipegang ialah terjadinya seranggan berulang kali dengan pola yang sama, tanpa memperhatikan tempat, waktu dan keadaan.

Penyebab Epilepsi

Ada sekitar 180.000 dari kasus baru penyakit epilepsi setiap tahun. Sekitar 30% penyakit ini terjadi pada anak-anak. Epilepsi paling sering terjadi pada anak-anak dan manula. Hanya sebagian kecil kasus dari penyakit epilepsi yang diketahui jelas penyebabnya.  Beberapa penyebab utama epilepsi meliputi:

  • kurang oksigen saat proses krlahilan
  • Kepala mengalami cedera dalam proses kelahiran penderita
  • Kepala cedera saat anak-anak/dewasa
  • tumor otak
  • kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, seperti tuberous sclerosis
  • infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
  • stroke atau jenis lain dari kerusakan otak
  • kadar abnormal  zat-zat dalam tubuh seperti natrium atau gula darah

Sekitar 70% dari semua kasus epilepsi pada orang dewasa dan anak-anak, penyebabnya tidak pernah dapat ditemukan.

Penyebab Kejang Pada Epilepsi

Meskipun penyebab dari penyakit epilepsi itu sendiri biasanya tidak diketahui, namun beberapa faktor yang diketahui sebagai penyebab dari terjadinya serangan kejang pada penderita epilepsi. Menghindari pemicu yang dapat menyebabkan penderita kejang dapat membantu menghindari kejang dan hidup lebih mudah dengan epilepsi:

  • tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan
  • tidak mengkonsumsi alkohol, karena alkohol sangat berbahaya untuk penderita epilepsi
  • tidak menggunakan atau mengkonsumsi kokain atau penggunaan narkoba lainnya, seperti ekstasi
  • kurang tidur
  • obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsi

Satu dari setiap dua wanita penderita epilepsi, kejang cenderung terjadi pada masa menstruasi. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstruasi dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Namun pengubahan jenis obat tersebut tidak dapat dilakukan sendiri kecuali dengan bantuan dokter yang biasa merawat penderita.

Pengobatan Epilepsi

Meski hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini dengan tuntas, namun ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang mungkin akan muncul. Pengobatan tersebut dapat dilakukan dengan cara medis maupun tradisional.

Pengobatan medis yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan obat anti konvulsan seperti :

  • Obat antikonvulsan yang pertam adalah dengan menggunakan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama untuk menangani kejang umum, kejang tonik-klonik. Obat ini juga dapat diberikan untuk pencegahan kejang pada pasien trauma kepala atau bedah syaraf. Efek samping yang mungkin akan dialami oleh penderita seperti mengantuk, kelelahan, dan gangguan pengelihatan.
  • Obat kedua yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah fenobarbital yang merupakan obat yang paling efektif untuk mengatasi kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang dihasilkan dari penggunaan obat fenobarbital ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi, dan depresi. Efikasi, toksisitas yang rendah, serta harga yang murah menjadikan fenobarbital adalah salah satu jenis obat yang penting untuk tipe-tipe epilepsi ini.

Selain dengan menggunakan pengobatan medis, anda juga dapat mencoba dengan menggunakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan bahan-bahan yang alami dan mudah untuk anda dapatkan seperti :

  • Dengan menggunakan buah ciplukan yang biasanya tumbuh pada belakang halaman rumah anda. Ambil ciplukan yang sudah matang sebanyak 8-10 butir. Cara membuat buah ini mejadi obat anda tidak perlu repot dan tidak perlu pusing yaitu buah ciplukan terlebih dahulu dicuci bersih. Buah ciplukan matang tersebut dapat langsung dimakan. Dikonsumsi setiap hari secara teratur hingga anda mengalami perubahan pada penyakit yang anda derita.
  • Bahan-bahan alami yang akan anda gunakan adalah adalah buah cabai jawa yang sudah dikeringkan sebanyak lima gram serta madu secukupnya. Cara membuat cabe jawa ini menjadi obat ayan atau epilepsi yaitu buah cabe jawa kering tersebut ditumbuk sampai halus. Kemudian masukkan madu kedalamnya dan diaduk hingga rata. Ramuan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita. Konsumsi terus ramuan ini hingga penderita mengalami perubahan pada epilepsi yang dialaminya.

Apabila anda masih menggunakan pengobatan sebaiknya berikan sela atau jarak dari penggunaan obat medis dan obat tradisional yang sering anda gunakan agar tidak terjadi sesuatu hal yang mungkin tidak kita inginkan.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )