Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Tetap bersikap tenang merupakan salah satu Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi. Epilepsi atau sering dikenal dengan penyakit ayan merupakan penyakit gangguan pada sistem saraf otak yang menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh manusia. Reaksi itu antara lain melamun sesaat, gangguan kesadaran, kesemutan hingga kejang-kejang.

Diantara beberapa penyakit yang menjadi momok bagi orang banyak, epilepsi adalah salah satunya. Epilepsi memiliki banyak konsekuensi dari segi sosio-ekonomi, antara lain timbulnya rasa malu dalam pergaulan, hilangnya izin mengemudi, kesulitan melakukan pekerjaan dan sebagainya. Selain itu, epilepsi dapat terjadi pada siapa saja diseluruh dinia tanpa batasan usia, gender, RAS sosial dan ekonomi.

Melihat seseorang mendapat serangan epilepsi, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama anda, adalah pengalaman yang cukup menegangkan. Namun, epileptik tidak akan membahayakan anda dan sedang sangat membutuhkan bantuan anda.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat kambuh dimanapun penderitanya sedang berada tergantung dari penyebab yang muncul pada sesaat sebelum serangan kambuh.

10 langkah Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda lakukan adalah:

  1. Berusaha untuk selalu tetap tenang dan tidak panik ketika melihat seseorang sedang mengalami serangan kambuhan di manapun anda berada.
  2. Longgarkan semua baju atau kerah baju yang ia pakai. Tindakan tersebut berfungsi untuk membantu pernafasan penderita lebih lancar.
  3. Perhatikanlah sekeliling anda. Apakah orang itu berada di tempat yang berbahaya, misalnya di dekat api, kolam atau tangga? Jika iya segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman. Jika tidak, jangan pindah penderita namun pindahkahlah benda-benda dari sekitar mereka yang mungkin akan tertabrak akibat reaksi kejang yang diberikan misalnya meja dan lemari agar tidak jatuh menimpa mereka jika tertabrak.
  4. Catat lama terjadinya serangan yang dialami penderita. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa berhenti, segera panggil ambulans atau siapkan kendaraan untuk mengantarnya ke rumah sakit.
  5. Temani mereka dan jangan biarkan mereka sendirian saat sedang mengalami serangan. Jika mereka tidak ambruk, tapi terlihat kosong atau bingung, tuntun mereka menjauh dari bahaya apapun yang ada disekitar. Berbicaralah dengan tenang, buat penderita percaya kepada anda bahwa tidak akan ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya.
  6. Jika penderita kehilangan kesadaran atau ambruk, Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi dengan letakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala mereka. Misalnya seperti bantal atau baju untuk menjaga agar kepala tidak terbentur dengan ubin atau lantai dan mengalami cedera yang semakin parah.
  7. Jangan berusaha untuk menahan gerakan kejang yang sedang menyerang penderita. Hal ini justru hanya dapat melukai mereka.
  8. Jangan masukkan apapun ke mulut mereka. Mereka tidak akan mengigit lidah, jangan kawatir. Karena jika anda memasukka sesuatu seperti sapu tangan atau sendok atau benda lainnya ke dalam mulut penderita, hal tersebut hanya akan memicu penderita untuk mengalami muntah.
  9. Periksa kembali waktu yang sudah anda catat tadi. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, panggil ambulans karena jika dibiarkan akan membuat epilepsi pada penderita akan semakin memburuk.
  10. Sesudah kejang  yang dialami berhenti, letakkan mereka di posisi pemulihan dan periksa apakah pernafasan mereka kembali normal. Periksa mulut mereka untuk memastikan tidak ada benda yang menghalangi saluran pernafasan, misalnya makanan atau gigi palsu. Jika mereka sulit bernafas, segera panggil ambulans.
  11. Tetap bersama mereka hingga mereka pulih. Jika mereka terluka atau mendapat serangan lanjutan, segera panggil ambulans.
  12. Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda berikan kepada penderita jika sedang berada dirumah dengan durasi kejang yang lama adalah midazolan yang dapat anda letakka di mulut penderita atau dapat juga dengan diazepam sebagai bentuk sediaan secara rektal.

Setelah anda melakukan Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi untuk mengobatan anda dapat menggunakan pengobatan alternatif seperti :

1. Akupuntur, teknik memasukkan beberapa jarum atau memanipulasi jarum ke dalam titik akupuntur tubuh. Teori akupuntur yang berasal dari Pengobatan/Obat-obatan tradisional Tiongkok tidak melalui penggunaan metode ilmiah, dan mendapat berbagai kritik berdasarkan pemikiran ilmiah. Tidak ada basis anatomis atau histologis yang secara fisik bisa diverifikasi tentang keberadaan titik akupunktur atau meridian (akupunktur).

2. Yoga, berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Selain untuk penanganan atau pengobatan penyakit epilepsi, yoga juga memiliki khasiat lainnya.

3. Pengobatan alternatif yang dapat anda lakukan untuk penderita epilepsi dengan daun pegagan. penyakit epilepsi seringkali ditangani secara tradisional dengan ramuan herbal, salah satunya Pegagan (Centella asiatica). Beberapa senyawa aktif seperti triterpenoid, brahmoside (Bacoside A), dan brahminoside yang terkandung pada tanaman pegagan ini, memiliki sifat sedatif yang mampu membuat penderita penyakit epilepsi menjadi tenang dan mampu merelaksasi pembuluh darah yang tegang. Caranya ambil segenggam daun Pegagan dan cuci bersih. Ambil gula aren atau gula jawa secukupnya. Campurkan kedua bahan tersebut dan blender atau tumbuk hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring dan minumkan ramuan tersebut dengan rutin satu gelas sehari.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi dapat dilakukan setelah diagnosis epilepsi ditegakkan dan biasanya membutuhkan bahwa kejang yang terjadi secara spontan. Namun, sindrom epilepsi tertentu memerlukan pencetus tertentu atau pemicu untuk kejang terjadi. Ini disebut refleks epilepsi.

Penyakit ayan atau epilepsi terkadang kambuh disaat yang tidak bisa diprediksi dan merupakan penyakitn saraf menahun. Walaupun demikian, bukan berarti penyakit ayan tidak bisa diobati. Jika penanganan dan pengobatan dilakukan dengan tepat, maka fungsi sel-sel saraf pada otak akan kembali pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Tujuan pengobatan yang dilakukan pada penderita epilepsi adalah untuk menyembuhkan, atau bila tidak mampu menyembuhkan, bisa mengatasi gejala-gejala dan mengurangi efek samping pengobatan. Pada penyakit epilepsi, bila tidak diketahui kelainan struktural, metabolik, atau endokrin yang dapat disembuhkan, maka tujuan pengobatan adalah memperbaiki kualitas hidup penderita dengan menghilangkan atau mengurangi frekuensi sawan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Beberapa obat antikonvulsi dapat diberikan untuk mengontrol kejang, walaupun mekanisme kerja zat kimia dari obat-obatan tersebut tetap masih tidak diketahui. Tujuan dari pengobatan adalah untuk mencapai pengontrolan kejang dengan efek samping minimal.

Pengobatan obat-obatan lain mungkin diperlukan jika kontrol kejang tidak tercapai atau bila peningkatan dosis memungkinkan terkkadi toksisitas. Pemberian obat membutuhkan pengaturan karma disesuaikan dengan penyakit yang terjadi, perubahan berat badan atau peningkatan stres. Menghentikan pengobatan antikonvulsan dengan tiba-tiba menyebabkan kejang lebih sering terjadi atau dapat menimbulkan status epileptik.

Berikut beberapa obat yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau  epilepsi sebagai cara mengobati penyakit epilepsi, namun harus menggunakan resep dari dokter yang sudah merawat pencerita seperti :

1. Fenitoin

Fenitoin merupakan obat anti epilepsi pilihan pertama yang diberikan untuk penderita kejang umum dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini juga dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah kejang yang terjadi pada pasien trauma kepala/bedah syaraf. Feniton memiliki efek samping yang sama dengan obat epilepsi lainnya seperti mengantu. Namun penggunaan obat ini juga memiliki efek samping lainnya seperti : kelelahan, gangguan pengelihatan dan juga disfungsi korteks.

2. Primidon

Primidon adalah obat atau Cara Mengobati Penyakit Epilepsi yang sering digunakan untuk penderita kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Primidon ini memiliki efek sebagai penurun neuron eksitatori. Efek anti kejang yang terkandung dalam primidon ini hampir sama dengan penurunan pada fenobarbital, namun kurang poten. Didalam tubuh primidon dirubah menjadi metabolit aktif yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid (PEMA). PEMA dapat meningkatkan aktifitas fenobarbotal. Dosis primidon 100-125 mg 3 kali sehari. Efek samping yang sering terjadi antara lain adalah pusing, mengantuk, kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, kemerahan dikulit, dan impotensi.

3. Etosuksimid.

Obat etosuksimid ini adalah cara mengobati penyakit epilepsi yang digunakan untuk terapi kejang absens. Dosis penggunaan etosuksimid untuk anak-anak usia 3-6 tahun adalah 250 mg per hari, untuk dosis awal dan 20 mg per hari untuk dosis pemeliharaan. Sedangkan untuk dosis anak dnegan usia lebih dari 6 tahun dan dewasa 500 mg per hari. Efek yang muncul akibat penggunaan obat etosuksimid ini adalah seperti mual dan muntah. Efek samping lainnya dari penggunaan obat etosuksimid ini adalah ketidak seimbangan tubuh, mengantuk, gangguan pencernaan, tubuh menjadi goyah, pusing dan juga cegukan.

4. Asam Valproat

Asam valproat merupakan salah satu pilihan pertama sebagai cara mengibati penyakit epilepsi untuk terapi kejang parsial, kejang absens, dankejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik . Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. Asam valproat juga  berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium. Dosis penggunaan asam valproat 10-15 mg/kg/hari. Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan pencernaan (>20%), termasuk mual, muntah, anorexia, dan peningkatan berat badan. Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah pusing, gangguan keseimbangan tubuh, tremor, dan kebotakan.

Asam valproat mempunyai efek gangguan kognitif yang ringan. Efek samping yang berat dari penggunaan asam valproat adalah hepatotoksik. Hyperammonemia (gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati.

Cara mengobati penyakit epilepsi lainnya juga dapat anda menggunakan bahan yang alami seperti menggunakan terong. Terong adalah salah satu jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan kita sebut. Terong memiliki kandungan skopolamin, striknin, skoparon, dan skopolatin sehingga dapat membantu untuk mengatasi penyakit epilepsi yang anda derita beserta dengan gelaja yang meliputi gugur/ sawanan, hingga kekejangan syaraf seperti yang sering dialami oleh penderita penyakit epilepsi.

Atau menggunakan cara mengobati penyakit epilepsi lainnya dengan bahan bace jawa yang sudah dikeringkan dan madu. Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan menghaluskan cabe jawa kering yang sudah disediakan hingga benar-benar halus. Ambil sebagian dari cabe dan tambahkan dengan madu secukupnya. Aduk hingga merata dan anda langsung dapat memberikannya kepada penderita untuk di minum. Konsumsi ramuan ini paling tidak dua kali sehari secara rutin hingga penyakit epilepsi yang penderita rasakan mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara mencegah penyakit epilepsi yang paling utama adalah niatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri bahwa kita ingin mencegah penyakit tersebut. Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan, misalnya sisa-sisa penyakit raja singa, urat darah mengeras, penyakit-penyakit otak sepeti troke dan tumor otak, racun alkohol, cacing-cacing dalam perut, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab lain yang memperberat gangguan berbagai kejang pada anak tersebut adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya yang timbul di luar saluran cerna.

Jutaan sel yang ada didalam saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi semua aktifitas tubuh anda. Selain faktor genetik, penyakit epilepsi yang menyerang anda juga dapat disebabkan dari beberapa faktor lainnya seperti adanya pergantian zat kimia di dalam otak kita, pernah mengalami cidera kepala atau luka di bagian kepala hingga mengakibatkan trauma otak, mengalami maslaah fisik atau mental. Penyebab lain dari penyakit ini adalah mengalami luka pada saat kehamilan dan dapat juga karena faktor lingkungan sekitar rumah anda.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Untuk mencegah penyakit epilepsi ini terjadi sebaiknya penderita ayan melakukan hal-hal dibawah ini :

  • Menjaga kehidupan sehari-harinya seperti badan dan pikiran anda merupakan salah satu Cara Mencegah Penyakit Epilepsi, jangan memikirkan hal yang terlalu berat agar otak tidak menjadi penat. Lakukan perjalanan bersama keluarga untuk menghindari stress yang mungkin anda rasakan setelah melakukan kegiatan atau pekerjaan yang membuat otak anda lelah.
  • Jangan mengonsumsi alkohol kopi atau teh yang pekat dan jangan makan daging terlalu banyak karena minuman dan makanan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit epilepsi pada manusia.
  • Terapkan pola makan dan pola hidup yang teratur. Memakan sayur-sayuran dan istirahat yang cukup. Usahakan buang air besar dengan teratur setiap harinya.
  • Jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau mangga, menyebrang di jembatan yang sempit, berdiri di pinggir sungai atau kolam, api, berenang bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar. Itu semua dapat membahayakan si penderita jika terjadi serangan bangkitan.
  • Suruhlah penderita menelan 1-2 semdok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Kaki dan tangannya juga diikat dengan erat boleh dengan kain atau tali yang besar jika tampak tanda-tanda si penderita akan mengalami serangan.
  • Jika penderita sudah jatuh pingsan, baringkan terlentang badannya dan longgarkan pakaiannya, jika perlu sela-sela gigi atas dan bawah masukkan kain bersih yang sudah dilipat atau sendok untuk menhindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  • Kurangi adanya cedera kepala. Cedera yang terjadi pada kepala menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit epilepsi. Cara mencegah penyakit epilepsi dengan mengurangi resiko terjadinya cedera pada kepala dapat menjadi salah satu pencegahan yang aman. Tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga dapat mengembangkan pencegahan epilepsi akibat dari cedera kepala itu sendiri.
  • Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah selalu mengontrol infeksi pada masa kanak-kanak dengan cara memberikan vaksinasi yang benar kepada anak anda. Memberikan kompres dingin atau obat anti peuretik dapat anda lakukan ketika anak anda sedang mengalami demam kejang guna untuk mengontrol demam anak.
  • Untuk mengidentifikasi adanya gangguan kejang anak pada usia dini sebagai cara mencegah penyakit epilepsi, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antikonvulsan yang diberikan kepada pencerita secara bijaksana. Serta memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan dini.

Cara mencegah penyakit epilepsi lainnya penderita dapat menerapkan diet katogenik yang dapat juga anda gunaka untuk pengobatan epilepsi. Diet katogenik ini bermanfaat untuk penderita epilepsi karena pemberian nutrisi yang diberikan pada oenderita bersifat katogenik atau proses pembentukan ketone yang telah menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien penderita epilepsi itu sendiri.

Salah seorang dokter spesialis anak mengeluarkan pendapatnya bahwa pada saat penderita epilepsi dalam keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dari dalam sirkulasi dapar yang disebut dengan ketosis. Ketosis dipercaya baik untuk penderita epilepsi karena ketosis ini termasuk senyawa yang memiliki sifat antiepileptik. Cara mengatasi penyakit epilepsi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan ketosis tanpa  keadaan kelaparan dapat dicapai dengan cara memberikan asupan nutrisi tinggi lemak dan rendah karbohidrat dan protein.

Cara kerja diet katogenik ini adalah dalam keadaan tubuh yang normal, tubuh akan mengubah glukosa yang di dapat dari makanan menjadi energi untuk tubuh. Namun tubuh hanya akan menyimpan glukosa dalam jangka waktu 24 jam. Ketika seseorang tidak mengkonsumsi makanan selama 24 jam sebagaimana diet katogenik yang dijalani maka dia akan menghabiskan seluruh sinpanan glukosa dalam  tubuhnya.

Cara mencegah penyakit epilepsi dilakukan dnegan mempertahankan atau menambah kembali kadar glukosa dalam tubuh. Tanpa glukosa yang akan dibakar sebagai sumber energi maka tubuh kita akan menggunakan lemak cadangan yang ada dalam tubuh. Semua pengobatan atau pencegahan yang dilakukan pasti memiliki efek samping masing-masing, seperti dengan diet katogenik yang dilakukan pada wanita dewasa mungkin akan menyebabkan iregularitas mens, radang pankreas, penurunan densitas tulang dan masalah mata.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengobati Penyakit Epilepsi

Mengobati Penyakit Epilepsi dengan ciplukan. Sawan atau dalam dunia medis dikenal dengan epilepsi disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara mengejut, selalunya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot.
Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi celaru.

Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.
Penderita epilepsi berat yang tidak menjalani terapi, umumnya juga memiliki harapan hidup lebih pendek dan resiko cacat kognitif yang lebih tinggi, terutama jika kejang telah dialami sejak masa kanak-kanak.

Mengobati Penyakit Epilepsi

Saat ini terapi epilepsi adalah menggunakan obat-obat antikonvulsan yang dikonsumsi sebagai terapi tunggal ataupun kombinasi. Pemilihan obat-obatan tersebut tergantung type epilepsi yang diderita. Obat-obat itu antara lain divalproex sodium, fenobarbital, karbamazeptin, diazepam, klonazepam, dan primidon. Golongan lain adalah lamotrigin, vigabatrin, gabapentin, dan okskarbasepin. Divalproex sodium yang dipasarkan dengan nama Depakote adalah salah satu antiepileptik yang diindikasikan untuk pengobatan seizure parsial dan seizure absense.

Mengobati Penyakit Epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun (status epileptikus). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang tidak terkontrol akan memicu perubahan pada neuron, hingga ketika serangan terjadi lagi akan sulit diterapi. Pengehntian obat tergantung dari usia penderita dan tipe epilepsi yang diderita.

Pertolongan pertama yang diberikan untuk penyakit epilepsi dengan :

  • memposisikan penderita epilepsi yang sedang mengalami kejang pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih yang akan membantu mencegah cariran masuk ke paru-paru.
  • Buka kerah kemeja dan ikat pinggang yang digunaka oleh penderita untuk membantu memperlancar jalannya pernafasan.
  • jangan meletakkan jari atau kontak penekan gigitan yang akan menyebabkan penderita muntah dan dapat menyebabkan orang yang Mengobati Penyakit Epilepsi tergigit.
  • Usaha yang harus anda lakukan untuk penderita agar tidak cedera adalah dengan memindahkan semua barang-barang yang berbau tajam. Atau apabila penderita mengalami serangan bangkita di tempat-tempat yang berbahaya seperti di dekat api, kolam, jalan raya dan lain sebagainya, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman.
  • Bila penderita mengalami kejang lebih dari 5 menit atau mengalami kejang dua atau lebih dalam satu jam tanpa proses pemulihan keadaan yang normal diantaranya segera penggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit.
  • Bila penderita mengalami serangan kejang pada waktu ia sedang berada dirumah, lakukan cara mengobati penyakit epilepsi dengan memberikan midazolan yang dapat anda letakkan di dalam mulutnya. Atau juga anda dapat memberikan obat diazepm dalam bentuk sediaan secara rektal.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan yang diberikan untuk penyakit epilepsi adalah dengan memberikan obat antikonvulsan. Kemungkinan obat ini akan diberikan pada penderita penyakit epilepsi selama seumur hidupnya. Mengobati penyakit epilepsi dengan obat antikonvulsan tergantung jadi jenis kejang yang dialami oleh penderita, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan launnya, serta usia dan gaya hidup yang diterapkan oleh penderitanya.

Pada saat awal pengobatan dokter akan merekomendasikan pengobatan tunggal, bila dengan pengobatan tunggal tidak efektif untuk epilepsi yang diderita akan beralih ke pengobatan tunggal lainnya. Pemberian dua jenis obat sekaligus hanya akan direkomendasikan apabila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik untuk mengobati penyakit epilepsi. Terdapat berbagai pengobatan yang tersedia untuk penderita epilepsi yang ini sembuh. Fenitoin, carbamazepin, dan valproat mungkin dapat memberikan pengaruk yang sama pada kejang fokal dan yang umum.

Pembedahan Penyakit Epilepsi

Bedah epilepsi dapat digunakan sebagai pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tidak kunjung membaik setelah penempuh penanganan-penanganan lainnya. Sasaran dilakukan pembedahan ini adalah kendali tuntas dari kejang yang dialami oleh penderita epilepsi dan bisa berhasil terlaksana dalam kasus epilepsi sekitar 60-70%. Prosedur yang lazim ditempuh dalam pembedahan meliputi pemotongan hipokampus lewat reaksi temporal anterior, pengangkatan tumor, dan pemangkatan sebagian dari neokorteks. Mengobati penyakit epilepsi melalui pembedahan juga memiliki prosedur yang harus diperhatikan seperti kalosotomi korpus yang dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kejang alih-alih menyembuhkan kondisi pasien.

 Pengobatan Lainnya

Dalam jalan untuk mengobati penyakit ayan atau epilepsi lainnya dapat dilakukan dengan diet katogenik atau diet yang mengatur tingginya lemak, rendahnya kerbohidrat dan cukup protein yang tampaknya dapat mengurangi jumlah terjadinya serangan kejang setengahnya pada 30-40% penderita penyakit epilepsi yang menjalaninya.

Terapi penghindaran juga merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan pemicu-pemicu penyakit epilepsi yang ada. Contohnya seperti pada penderita yang peka terhadap cahaya ada baiknya untuk menngunakan telefiso dengan layar kecil, menghindari permainan video game, atau memakai kacamata yang gelap untuk menghindari sorotan cahaya matahari atau cahaya lampu yang dapat menjadi pemicu munculnya serangan.

Pengobatan Alternatif

Mengobati penyakit epilepsi dengan pengobatan alternatif yang dapat dilakukan termasuk akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Dampak dari Penyakit Epilepsi dapat berpengaruh pada IQ anak. Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan terjadinya bangkitan kejang yang bersifat spontan dan berkala. Kejang yang terjadi akibat dari menifestasi klinik dari aktivitas neuron yang berlbihan dalam korteks serebral. Manifestasi klinik kejang sangat bervariasi tergantung dari daerah otak fungsional yang terlihat.

Banyak asumsi yang mengatakan kalau epilepsi paling sering/ banyak menyerang usia anak, atau usia diatas 65 tahun. Namun, pada dasarnya penyakit ini bisa menyerang usia berapa saja. Akibat yang timbul, pertama kerusakan otak yang semakin bertambah, Ini karena sel-sel yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan akan semakin bertambah banyak seirinf seringnya terjadi serangan atau kambuh.

Dampak dari Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi sendiri dapat dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur dan tepat, penyakit epilepsi bahkan dapat disembuhkan secara total. Tetapi hingga saat ini, karena ketidaktahuan masyarakat mengenai penyakit epilepsi, masih banyak ditemukan adanya stigma negatif terhadap penyandang epilepsi. Misalnya dengan mengganggap epilepsi merupakan penyakit akibat guna-guna, atau ilmu hitam atau mengira bahwa epilepsi dapat ditularkan melalui air liur.

Stigma-stigma negatif tersebut membuat penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajatan (bersekolah), pekrjaan hingga untuk menikah dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa, penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah/berumah tangga. Padahal hanya sekita 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya.

Dampak penyakit epilepsi adalah :

  1. Aspek psikososial. Masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang memiliki pengaruh timbal balik sebagai akibat terjadinya perubahan sosial atau gejolak dalam masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan jiwa yang merupakan dampak dari penyakit epilepsi. Dari aspek ini dapat diketahui jenisnya yaitu masalah medik, psikologis, sosial dan ekonomi
  2. Aspek medik : meningkatknya biaya perawatan yang dikeluarkan keluarga untuk penderita, perlunya tenaga terlatih yang terampil untuk mengatasi penyakit epilepsi yang diderita, fasilitas teknik dan tersedianya obat antiepilepsi (OAE) yang dapat mengurangi serangan kejang bangkitan yang menjadi dampak dari penyakit epilepsi ini.
  3. Aspek ekonomi ; terbatasnya lapangan kerja yang akan di dapat oleh penderita, meningkatnya pengangguran yang dialami oleh pada penyandang penyakit epilepsi.
  4. Aspek psikologis : rasa cemas yang berlebihan yang sering dirasakan oleh penderita epilepsi apabila sedang dalam konsidi stress, kehilangan kepercayaan diri akibat penyakit epilepsinya yang dianggap memalukan.
  5. Aspek sosial : stigma negatif yang mulai muncul satu persatu tentang penyakit epilepsi yang diderita dan penderita dari penyakit epilepsi itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

Penyebab dari penyakit epilepsi yang akan menyebabkan munculnya dampak dari penyakit epilepsi yang diderita adalah :

  • Pada anak yang mengalami atau menderita penyakit epilepsi biasanya disebabkan dari faktor genetik atau adanya gen tertentu dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak akan terserang penyakit epilepsi.
  • Mengidap penyakit tumor otak
  • Pernah mengalami cedera pada kepala atau dalam dunia medis disebut dengan trauma di kepala.
  • Dampak dari penyakit epilepsi yang muncul akibat dari penyakit stroke yang diderita.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Dengan anda mengurangi atau mencegah terserangnya penyakit epilepsi anda juga dapat mengurangi dampak dari penyakit epilepsi yang muncul pada diri anda. Walau dala beberapa kasus dari penyakit tidak dapat untuk dicegah, namun penyakit epilepsi dapat dicegah dengan usaha untuk mengurangi terjadinya cedera kepala. Pencegahan dilakukan dengan penanganan yang baik untuk wilayah disekitar kepala pada saat proses kelahiran berlangsung.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menekan parasit dan lingkungan yang ada dari lingkungan sekitar seperti misalnya mengurangi atau menurunkan tingkat infeksi terhadap cacing pita yang menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ayan atau epilepsi dan dampak dari penyakit epilepsi itu sendiri. Langkah yang dilakukan untuk menurunkan tingkat infeksi cacing pita ini telah berhasil menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi yang ada hingga gampir 50%.

 Pengobatan Epilepsi

Dampak dari penyakit epilepsi dapat dikurangi dengan memberikan pengobatan yang tepat terhadap penyakit epilepsi yang diderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat antikonvulsan. Berikut beberapa macam obat antikonvulsan yang dapat anda berikan kepada penderita penyakit epilepsi seperti :

1. Karbamazepin

Karbamazepin merupakan obat turunan dari diazepin yang memiliki sistem cincin yang sama dengan timoleptika opiparmol yang hanya berbeda sari senyawa ini pada subsitituen N. Karbamazepin ini digunakan untuk mengurangi implus abnormal yang ada di dalam otak dengan cara menghambay metrium yang ada sehingga dapat menghambat munculnya potenti kerja yang berulang-ulang dalam epilepsi. Dampak dari penyakit epilepsi juga dapat muncul akibat dari efek sampiing penggunaan obat. Efek samping yang muncul pada saat penggunaan obat karbamazepin ini dapat menyebabkan koma dan depersi pernafasan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia, dan pandangan kabur atau berbayang.

2. Benzodiazepin

Pengobatan dengan benzodiazepin ini digunakan sebagai obat anti epilepsi yang memiliki kerja untuk mencegah dan menghilangkan kejang pada penderita penyakit epilepsi. Benzodiazepin ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik namun terjadi juga toleransi. Efek samping yang ditimbulkan meriputi mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan otot.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi muncul dengan ditandai terjadinya kejang-kejang dalam waktu tertentu dan sebab tertentu. Epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan. Epilepsi bukanlah penyakit keturunan, meskipun secara genetik seseorang bisa aja menderita epilepsi. Hal paling umum yang sering kita lihat dari seorang penderita epilepsi adalah tiba-tiba mengalami kejang sembari mengeluarkan air liur berwarna putih yang keluar dari mulutnya.

Ini mungkin telah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Tetapi, meskipun demikian masih banyak juga masyarakat yang memahami mengenai penyakit tersebut sehingga memberikan stigma negatiif terhadap penyandang epilepsi. Epilepsi sendiri dapat terjadi pada setiap orang diberbagai tingkatan usia, mulai d ari bayi hingga lanjut usia.
Serangan bisa saja tidak berupa kejang, tapi hilang kesadaran/ ’bengong’ selama beberapa detik yang tak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi. Misalnya tiba-tiba menabrak pada saat berkendara, atau tak bisa mengontrol gerak tangan ketika melakukan pekerjaan tertentu. Hal ini terjadi berulang, dan tak bisa diduga kapan terjadinya.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari. Ini disebut aura epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Kebanyak belum diketahui seperti jenis epilepsi idiopatik. Tampaknya seorang yang mengalami penyakit epilepsi ini memiliki resistensi yang rendah terhadap serangan kejang atau bengkitan yang dibandingkan dengan populasi umum. Beberapa penyebab munculnya gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Kerusakan otak yang terjadi pada penderita akibat dari trauma kepala,
  • Mengalami masalah dengan infeksi otak,
  • Malasah hormonal,
  • Masalah gangguan peredaran darah pada otak,
  • tumor di otak.

Dari beberapa jenis epilepsi yang diderita gejala penyakit epilepsi ini disebabkan oleh stress, perubahan hormonal, dan sedang menderita sakit. Namun, ada pula salah satu jenis penyakit epilepsi yang disebabkan dari rangasangan oleh stimulasi visual seperti cahaya atau juga televisi.

Sedangkan dengan kejang yang dialami saat bangkitan atau pada saat terjadinya serangan ini disebabkan dari penderita tersebut tidak mengkinsumsi obat epilepsi yang sudah diresepkan oleh dokter, mengkonsumsi alkohol, penggunaan narkoba, penderita yang kurang tidur atau kurang istirahat, atau dapat juga disebabkan akibat dari obat lainnya yang dapat mengganggu kerja dari obat epilepsi yang sedang anda konsumsi.

Gejala Penyakit Epilepsi

beberapa jenis kejang atau serangan yang merupakan gejala dari penyakit epilepsi ini selalu berbeda dari penderita satu dengan penderita yang lainnya. Jenis dari serangan tergantung pada otak bagian mana yang terkena. Apabila seluruh otak terkena maka serangan kejang atau bangkitan yang dialami di sebut kejang umum. Penderita akan mengalami kehilangan kesadaran yang berlangsung secara singkat akan menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang dialami hampir dari semua penderita penyakit ayan atau epilepsi. Apabila hanya sebagian otak saja yang terkena maka disebut dengan serangan parsial atau lokal. Pada penderita yang mengalami bangkitan ini biasanya kesadaran masih dalam keadaan yang utuh. Karena serangan kejang atau bangkitan yang dialami berbeda antara penderita yang satu dengan yang lainnya maka pemulihan kesadaran yang dibutuhkan juga berbeda. Pemulihan dapat berlangsung antara hitungan detik hingga menit.

Diagnosis Gejala Penyakit Epilepsi

Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan dari gejala klinis yang dialami, sehingga sangat penting untuk anda menceritakan secara jelas gejala serangan kejang atau bangkitan yang pernah terjadi pada diri penderita. Penjelasan dapat dilakukan oleh teman, keluarga, atau orang lain yang melihat jelas kejadian serangan yang penderita alami.

Pemeriksaan Penyakit Epilepsi

Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Pemeriksaan saraf dan fisik umum.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengeliminasi penyebab potensi serangan kejang atau bengkitan yang dialami.
  • Pemeriksaan EEG (elektroensefalogram) yang dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan dalam hal fungsional otak penderita yang akan ditampilkan melalui perubahan aktifitas listrik otak. Bisa jadi hasil rakaman yang muncul akan normal saja, namun diagnosis penyakit epilepsi tetap dapat ditegagkan melalui keadaan klinis yang ada.
  • Pemeriksaan CT Scan yang dilakukan untuk menekan kelainan struktur pada otak penderita gejala penyakit epilepsi.

Pengobatan Gejala Penyakit Epilepsi

Sekitar 80% kasus epilepsi, serangan kejang/bangkitan dapat terkontrol dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE) kepada penderitanya. Pilihan obat bukan hanya tergantung dari jenis serangan kejang/ bangkitan yang terjadi pada penderita, namun juga tergantung pada individu dan memerlukan waktu untuk mencapai dosis yang tepat bagi setiap orang penderita epilepsi. Pengobatan yang dilakukan guna untuk memperkuat resistensi terhadap serangan kejang/bangkitan yang akan dialami. Yang paling penting adalah meminum obat anti epilepsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan oleh dokter yang merawat penderita.

Sangat tidak disarankan oleh penderita untuk menghentikan konsumsi OAE secara tiba tiba tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penderita. Dokter tidak pernah menyarankan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi obat dalam dosis dobel apabila pasien ada kelupaan minum OAE yang telah diresepkannya. Bila ditemukan ada perubahan atau efek samping dari OAE yang digunakan haruslah segera mengunjuni dokter dan melaporkannya.

Gejala Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cedera kepala termasuk penyebab utama dari Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya juga. Kata epilepsi mencakup sekelompok kondisi yang terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak dan bermanifestasi sebagai kejang epileptik atau serangan mendadak. Kejang disebabkan oleh lepas-muatan listrik abnormal yang mengganggu serebrasu dan menyebabkan kejang umum atau parsial, bergantung pada bagian otak yang terkena. Epielpsi dapat bersifat primer (idiopatik) atau sekunder akibat cedera kepala, stroke, meningitis, kanker otak, dll.

Status epileptikus adalah serangan epilepsi yang saling bersusulan hampir terus menerus. Keadaan ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan terapi medis dengan cepat (mis diazepan yang diberikan per rektum).

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Serangan epilepsi dapat digolongkan menjadi primer idiopatik, yang penyebabnya tidak diketahui dan sekunde/simptomatik yang penyebabnya dapat ditetapkan. Jenis serangan epielpsi primer/ idiopatik adalah umum (paling banyak) atau sebagian (parsial). Serangan umum berupa petit mal, grand mal, mioklonik, akinetik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya, seperti:

  • Infeksi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar, orang tua dengan anak yang pernajh mengalami kejang demam harus diintruksikan pada metode untuk mengontrol demam (kompres dingin, obat anti peuretik).
  • Cedera kepala merupakan salah satu penyebab yang dapat dicegah, tindakan pencegahan yang aman yaitu tidak hanya hidup aman, tetapi juga menyeimbangkan pencegahan epilepsi akibat decera kepala.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan pada usia dini, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obat anti konvulsan secara bijaksana dan memodifikasi gaya hidup merupakan bagian dari rencanan pencegahan ini.
  • Penerapan pola makan yang bergizi. Jika penderita sanggup usahakan untuk membantu pencegahan dengan menggunakan diet untuk penderita epilepsi.
  • Istirahat yang cukup dan menjaga fikiran agar tidak stress. Lakukan jalan-jalan bersama kluarga untuk menhibur diri penderita.
  • Selalu temani penderita kemanapun mereka akan pergi untuk menjecag terjadinya kepanikan orang lain jika melihat penderita mengalami serangan secara mendadak.

Menolong diri sendiri

Keamanan diri sendiri adalah penting bagi penderita penyakit epilepsi. Bila ada gejala epilepsi yang akan terjadi serangan kejang/bangkitan maka dapat mempersiapkan diri agar tak celaka.

  • Jangan biarkan penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya mendekati Api dan kompor yang sedang menyala
  • Jangan biarkan penderita mengunci pintu kamar mandi saat sedang mandi. Menggunakan “shower” atau gayung lebih baik daripada berendam dalam bak mandi. Bila banyak mengalami serangan kejang/bangkitan ada baiknya penderita penyakit epilepsi jangan dibiarkan untuk mandi apabila ia sedang sendirian di rumah
  • Dari beberapa orang penderita penyakit epilepsi ini akan mengalami serangan kejang/bangkitan saat sedang tidur. Maka sebaiknya penderita tidur tanpa memakai bantal. Hal tersebut akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan penderita menggunakan bantal.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat melakukan olahraga dengan kehati-hatian tak ada halangan seturut hal tersebut mengikuti nasihat dokter yang merawat penderita. Bila hobi penderita adalah menunggang kuda ia harus memakai helm. Atau melakukan olehraga lainnya seperti berenang, memanjat gunung serta berlayar yang harus ditemani oleh orang yang paham akan keadaan penyandang penyakit epilepsi dan pencegahannya serta tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi serangan kejang atau bangkitan.
  • Bagi penderita penyakit epilepsi pakailah penanda seperti kalung atau gelang yang anda kenakan secara terus menerus dan jangan dilepaskan. Bawalah kartu identitas yang berisi nama, alamat penderita serta nama dokter yang merawat dengan nomor telponnya di dalam tas atau dompet yang sering di bawa pergi oleh penderita.
  • Penderita penyakit epilepsi dan pencegahannya sebaiknya membuat kelompok penyokong sesama penderita epilepsi dengan keluarga yang dapat mendukung penderita agar tidak merasa terisolasikan.

Gejala Epilepsi

Gejala dari penyakit epilepsi ini dapat menimpa siapa saja baik itu penderita ayan atau epilepsi yang sudah dewasa maupun yang masih anak-anak. Gejala umum dari penyakit epilepsi dan pencegahannya ini seperti :

  • Kemungkinan rasiko yang paling umum terjadi pada penyandang epilepsi adalah terjatuh ketika berdiri karena mengalami kejang. Untuk pencegahan anda dapat menemaninya kemanaoun ia pergi.
  • Ketika sedang mengendarai kendaraan, seseorang penderita penyakit epilepsi ini bisa tiba-tiba kejang yang akan mengakibatkan kecelakaan. Sebaiknya anda jangan membiarkan penderita mengendarai kendaraan sendirian.
  • Terjadi komplikasi pada saat masa kehamilan dan proses melahirkan. Untuk itu perlu diperhatikan hal kecil terutama pada bagian kepala.
  • Untuk sementara ini perlu diketahui pemberian obat bagi penderita epilepsi ini bisa meningkatkan resiko cacat pada janin yang dikandungnya. Untuk it penderita yang sedang menjalani kehamilannya ada baiknya mengkonsultasikan dengan dokter yang merawat mengenai kehamilan dengan obat antiepilepsi yang dikonsumsinya.

Penyakit epilepsi dan pencegahannya dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan mengunakan ciplukan. Ciplukan ini merupkan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk anda dapatkan di sekitar rumah anda. Cara penggunaan pengobatan ini adalah dengan mencari 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih dan anda langsung dapat memberikan ciplukan ini kepada penderita penyakit epilepsi untuk mengurangi terjadinya serangan atau bangkitan yang mungkin akan terjadi pada penderita secara tiba-tiba.

Penyakit Epilepsi Dan Pencegahannya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya dapat digunakan tanaman pegagan. Epilepsi adalah gejala kompleks dari banyak gangguan berat dari fungsi otak dengan karakteristik kejang berulang. Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot atau gerakan, serta gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Serangan kejang yang dialami oleh penderita merupakan gejala atau manifestasi utama epilepsi dapat diakibatkan kelainan fungsional (motorik, sensorik atau psikis). Serangan tersebut tidak lama, tidak terkontrol, serta timbul episodik. Serangan ini mengganggu kelangsungan kegiatan yang sedang dikerjakan penderita pada saat itu. Serangan ini berkaitan dengan pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung lokal.

Masalah dasarnya diperkirakan akibat gangguan listrik (distremia) pada sel saraf di salah satu bagian otak, berulang dan tidak terkontrol. Karakteristik kejang epileptik adalah suatu manifestasi muatan neuron berlebihan ini.

Penatalaksanaan medis ditujukan terhadap penyebab serangan.Jiak penyebabnya adalah akibat gangguan metabolisme (hipoglikemia, hipokalsemia), perbaikan gangguan metabolisme ini biasanya akan ikut menghilangkan serangan itu.

Pengendalian epilepsi dengan obat dilakukan dengan tujuan mencegah serangan Ada empat obat yang ternyata bermanfaat untuk ini :

– fenitoin (difenilhindation), yang merupakan salah satu pilihan obat utama untuk penderita penyakit epilepsi dan obatnya. Feniton ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama bererplorasi. Efek samping yang akan ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah :

  • Masalah gastrointestinal seperti mual dan muntah yang sering terjadi.
  • Masalah hiperpelasia gusi yang menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama yang terjadi pada anak-anak
  • Masalah perubahan tingkah laku pada penderita seperti kebingunan, halusinasi, dan mengantung.

– karbamazepin, adalah salah satu antiepilepsi dari penyakit epilepsi dan obatnya yang sering digunakan untuk mengurangi perambatan impuls abnormal di dalam otak dengan cara menghambat kanal natrium sehingga dapat digunakan untuk menghambat timbulnya potensial kerja yang berulang-ulang. Efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini adalah :

  • Menyebabkan stupor dan koma.
  • Depresi pernafasan secara bersamaan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia
  • Pandangan kabur atau yang sering dikenal dengan pengelihatan yang berbayang.

– fenobarbital, memiliki  aktivitas anti epilepsi, membatasi penyebaran lepasan kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsi. Efek samping yang akan dialami oleh penderita ketika mengkonsumsi obat ini seperti :

  • Sedasi : pusing, mengantuk, ataksia.
  • Nistagmus, vertigo.
  • Agitasi dan kebingungan

Penderita akan mengalami kebingungan apabila penggunaan obat ini dengan berlebihan atau dosis yang berlebih atau tinggi.

– Asam valproik, atau yang sering dijuluki dengan asam dipropil asetat yang memiliki khasiat pada kejang absence piknoleptik, disamping itu senyawa ini digunakan juga pada serangan grand mal dan mioklonik. Asam valproat untuk penyakit epilepsi dan obatnya ini berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik abnormal di dalam otak penderita. Asam valproat bisa  memperkuat kerja GABA  pada sinaps-sinaps inhibisi. Mekanisme kerjanya diperkirakan  berdasarkan hambatan enzim yang menguraikan GABA ( g-amino-butyric acid ) sehingga kadar neurotransmiter ini diotak meningkat. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini seperti :

  • Keluhan saluran cerna,
  • rambut rontok,
  • gangguan pembekuan darah dan
  • terutama kerusakan hati.

Kebanyakan pasien penderita penyakit epilepsi dan obatnya dapat dikontrol dengan salah satu obat yang sudah kita bahas bersama diatas. Pengobatan juga dapat menggunakan obat yang tradisional dan alami.

Pengobatan tradisional yang dapat digunakan seperti :

Resep 1. Penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 60 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya. Kemudian cuci hingga bersih dan direbus dengan 600 cc air sehingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. Air rebusan ramuan dapat anda berikan atau minumkan pada penderita selagi hangat. Berikan ramuan ini kepada penderita 2 kali sehari di pagi dan sore hari.

Resep 2. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan ramuan adalah dengan mencuci semua bahan yang sudah disediakan hingga bersih dan kemudian rebus dengan 600 cc air hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. setelah matang angkat ramuan dan disaring untuk memisahkan ampas dan airnya. Anda dapat meminumkan air ramuan ini kepada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Berikan ramuan ini pada penderita 2 kali sehari hingga penyakit epilepsi yang dialami membaik dengan tanda berkurangnya serangan yang dialami.

Resep 3. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram akar daun hia/baru cina, 15 gram jahe, dan gula merah secukupnya. Cuci bahan-bahan yang sudah anda sediakan hingga bersih dan campurkan menjadi satu termasuk gula merahnya. Rebus campuran bahan tersebut dengan 800 cc air hingga mendidih. Tunggu sampai air ramuan tersisa 400 cc, kemudian airnya diminumkan pada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Anda dapat memberikan ramuan ini sebanyak 2 kali sehari sama dengan penggunaan ramuan sebelumnya.

Anda dapat melakukan pengobatan yang mungkin membuat anda tertarik dengan resep dan nama obat yang ada. Semoga berhasil dan gejala penyakit epilepsi yang dialami dapat berkurang terima kasih

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

 

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Kita perlu mengenal lebih dalam tentang gejala awal penyakit epilepsi untuk melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Epilepsi atau ayan ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang ayng berulang-ulang kali. Dibandingkan dengan gangguan lainnya yang menyerang otak, epilepsi termasuk ke dalam gelas gangguan secara langsung mempengaruhi kemampuan motorik tubuh secara sementara. Hal ini terjadi karena tidak ada rasa harmonis antara sinyal dari neuron ke otak. Neuron dan sel saraf cluster bertanggungjawab untuk semua aksi yang dilakukan tubuh, apabila kedua saraf ini tidak berfungsi baik dapat mengganggu aktivitas dan kejang-kejang, dan dapat membuat penderitanya mengalami kehilangan kesadaran.

Epilepsi berpuncak daripada gangguan yang ada di dalam bagian otak yang bisa berulang dalam bentuk serangan sawan. Hal ini akan menyebabkan penderitaan serius yang dialami oleh penderita atau pasien penyakit ayan atau epilepsi. Ia merupakan gangguan sistem urat saraf (neurologikal) tidak menentu yang serius yang paling kerap ditemui.
Secara mudahnya, epilepsi adalah salah satu gangguan dimana alirat isyarat elektrik di dalam otak menjadi keliru. Epilepsi dapat dilihat dalam bentuk sentakan (jerky), menggigil dan terkejang-kejang, bunyi kuat seperti berdengkur atau rebah ke tanah atau gabungan ketiga-tiganya.

Sebaiknya jika seseorang iyu diserang penyakit epilepsi seperti ini dan mengalami gejala kecil berulang-ulang, segarusnya segera kerumah sakit. Misalnya seseorang yang tiba-tiba berkelakuan aneh seperti berlari tanpa pakaian, kita tidak perlu menganggap dia gila. Appa yang perlu dilakukan bawa dia kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, gejala yang mungkin dialami penderita adalah berkelakuan pelik seperti menjerit-jerit tanpa sebab dan termenung. Kelakuan ini mungkin tidak disadari oleh pasien penderita penyakit epilepsi dan keluarga dari penderita itu sendiri tetapi jika ia berlaku, tidak perlu menganggap ia gila cukup berbicara dengan perlahan dan yakinkan penderita dengan kata-kata yang lembut bahwa tidak ada yang akan jahat kepadanya.

Gejala awal penyakit epilepsi

Gejala yang biasanya akan ditunjukkan oleh anak-anak yang menderita penyakit epilepsi biasanya seperti

– Tatapan Mata Kosong
Apabila anak anda mendadak berhenti untuk melakukan aktifitas yang dilakukannya dan anak anda akan menatap dengan tatapan mata yang kosong seperti orang yang sedang melamun memikirkan sesuatu, maka anda sebagai orangtua patut untuk mewaspadai tindakan yang ditunjukkan oleh anak anda. Gejala Awal Penyakit Epilepsi tersebut dapat juga terjadi sebagai kejang petit mal(petit mal seizure) pada penderita penyakit epilepsi.

Lengan atau kepala anak anda mungkin akan tampak lemas lunglai, namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkan penderita yang mengalaminya sampai terjatuh kebawah atau kehilangan kesadaran. Setelah sampai 30 detik sampai dengan satu menit kejang yang dialami oleh anak anda biasanya akan berakhir, dan setelah itu biasanya anak tidak tau apa yang telah dialaminya.

-Kejang Total (Total Convulsions)
Kejang grand mal(grand mal seizures) adalah pemicu kejang total yang terjadi pada tubuh penderita epilepsi. Jenis kejang ini adalah jenis kejang yang paling serius karena Kejang total akan menyebabkan anak anda sampai terjatuh ketanah dan kehilangan kesadaran. Kejang total yang anak anda alami biasanya akan berlangsung sekitar dua atau sampai lima menit. Saat kejang sedang berlangsung tubuh anak akan kaku dan bergetar tidak terkendali.

Anak anda akan mengalami kehilangan kontrol kandung kemihnya sehingga bisa keluar air seni tanpa disadari atau mengompol dan alir liur juga akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar kebelakag menjadi beberapa ciri dari gejala awal penyakit epilepsi. Setelah kejang berakhir, anak anda tidak akan menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Anak anda akan mengalami seperti orang yang kebingungan selama beberapa menit, tenaganya akan melemas dan otot terasa sakit sehingga mungkin akan tertidur sampai waktu yang lama.

-Kedutan (twitching)
Gejala awal penyakit epilepsi lainnya adalah kedutan yang dialami oleh anak anda yang biasanya akan bersifat lokal, kemungkinan gejala kedutan ini akan dirasakan oleh anak anda dan akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan kemudian akan semakin menjalar ke seluruh anggota gerak tubuh anak hingga kelengan kemudian menyebar sampai separuh atau keseluruh bagian tubuh menjadi berkedut. Biasanya dalam gejala ini sebagian anak tetap sadar dan ada juga yang tidak sadar.

-Aura
Aura dianggap sebagian tanda peringatan dari gejala awal penyakit epilepsi pada anak anda. Aura akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung menyerang tubuh anak anda. Sebuah aura dapat menyebabkan anak anda akan merasa kesakitan tanpa ada penyebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata dan mencium bau yang tidak ada sumbernya yang terjadi secara mendadak tanpa ia sadari sebelumnya.

Pada gejala ini anak anda juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh disuatu tempat dibagian tubuhnya. Perasaan aneh tersebut terutama akan dirasakan oleh anak anda dibagian perut. Meskipun anak anda mungkin tidak mengenali tanda-tanda peringatan sebagai aura, lambat laun anda akan dapat menghubungkan gejala-gejala awal penyakit epilepsi dengan serangan epilepsi yang menimpa anak anda.

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf-syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Perawatan epilepsi tertentu biasanya menggunakan obat tertentu yang dibuat untuk mengontrol kejang-kejang yang ditimbulkannya. Gangguan di syaraf otak yang terjadi secara episodik pada epilepsi mungkin hasil dari beberapa hal dan keadaan yang berbeda-beda.

Penyebab Epilepsi Pada Bayi 

Penyakit epilepsi ini sebanyak 30% sering terjadi pada anak, dan perlu perhatian dan penanganan yang sangat baik pada pennderita penyakit ini. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kepanikan yang idak perlu ketika anak mendapat serangan meskipun pemeriksaan yang lebih mendetail akan doperlukan dalam setiap kasus.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

Pada otak bayi yang normal, semua kinerja dan aktifitas syaraf-syaraf otak akan berjalan selaras sesuai dengan fungsi dari masing-masing syaraf. Tetapi karena sebab tertentu kondisi pada otak bayi tadi tidak berjalan normal kesuai dengan tugasnya masing-masing pada bayi epilepsi dan terjadi kekacauan dalam sensor otak, sehingga muncul kejang-kejang.

Di sisi lain, penyebab gangguan otak yang terjadi pada bayi tadi berbeda-beda setiap individu. Akan tetapi pada bayi bisa jadi disebabkan karena cacat bawaan dalam struktur otak sejak mereka di dalam kandungan, atau mungkin menderita cedera kepala atau infeksi yang menyebabkan epilepsi.

Gejala Epilepsi pada bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu anda untuk menunjukkan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu:

  • Kejang otot. Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.
  • Kehilangan kesadaran. Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, seringkali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri.
  • Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda, untuk megetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekam gelombang otak atau aliran listrik di otak bayi anda.
  • Kelainan pada struktur otak anak. Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed tomography), PET (positron emission tomography) dan MRI (magnetic resonance imaging) Magnetic resonance imaging (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dnegan cara menyalurkan aliran listrik pendek ke dalam otak melalui syaraf yang fagus di sekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan.

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet ketogenik. Diet katogenik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anak anda sebaiknya selau diperhatikan dan di timbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani dengan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka berlum perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerita pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempatan sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

Epilepsi Pada Bayi 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak salah satunya adalah kejang. Epilepsi terkait dengan kinerja sistem saraf pusat di otak kita. Saraf di otak berfungsi sebagai koordinator dar semua pergerakan kita seperti mengatur perasaan, penglihatan, bergerak, dan berpikir.Khusu penderita epilepsi, sistem saraf pusat di otak mereka mengalami gangguan, sehingga koordinasi dari sistem saraf di otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke sistem panca indera.

Terganggunya pengiriman sinyal ke sistem panca indera penderita epilepsi disebabkan oleh beberapa sebab seperti pernah mengalami trauma kepala berupa benturan atau cedera di bagian kepala, menderita tumor otak.

Penyakit epilepsi ini tidak hanya muncul begitu saja, epilepsi bisa muncul karena penderita mengalai kerusakan otak pada saat dilahirkan. Namun dibalik berbagai penyebab itu, penyebab epilepsi masih belum bisa dipastikan.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini apabila penyakit ini akan kambuh adalah :

  • penderita biasanya merasa pusing,
  • pandangan berkunang-kunang,
  • alat pendengaran kurang sempurna,
  • keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa.

Setelah mengalami gejala diatas sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menulur kaku, tangan mengenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang tertutup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertututp dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

Pertolongan Pertama Untuk Epilepsi

Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan bila anda melihat tanda dan gejala epilepsi anak :

  1. Jangan takut dan panik. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang ada.
  2. Pindahkan semua barang-barang yang berbahaya dari dekat penderita agar tidak melukai anak anda jika menabrak saat sedang kejang.
  3. Longgarkan semua baju yang masih dikenakan oleh anak anda untuk memudahkan jalannya pernafasan.
  4. Jangan masukkan jari atau sapu tangan ke dalam mulut penderita karena benda tersebut akan mengakibatkan anak anda terlukan dan muntah.
  5. Bila anak anda muntah atau mengeluarkan banyak air liur, miringkan kepala anak anda ke salah satu sisi.
  6. Perhatikan keadaan kejang yang dialami oleh anak ada mulai dari kesadaran, warna wajah, pergerakan ke empat anggota gerak, dan juga suhu tubuh anak, waktu saat kejang dimulai dan berakhir serta dengan lamanya kejang yang dialami.
  7. Tetap berada di samping pasien hingga keadaan kesadaran anak anda pulih. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka anak anda dapat dikatakan telah pulih. Namun, bila anak anda menangis karena sakit kepala, tatapan yang terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan anak melanjutkan istirahatnya.
  8. Obat supositoria dapat anda berikan ketika anak anda mengalami tanda dan gejala epilepsi anak. Obat supositoria adalah obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan obat tersebut melalui lubang atau celah pada tubuh anak. Pada umumnya pemberian obat ini dilakukan dengan memasukkannya melalui anus.
  9. Bila kejang yang dialami oleh anak anda berlangsung selama 2-3 menit, yang diikuti dengan kejang berikutnya dan terluka sebaiknya anda segera membawanya ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah anda, agar anak anda mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dialaminya.

Diagnosis Epilepsi

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa atau rirawat medis, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Pada sebagian besar kasus penyakit epilepsi yang ada, enemnesia ini dapat dilakukan terhadap orang di sekitar pasien misalnya teman, keluarga atau orang-orang yang dekat dengan pasien. Anamnesia juga dapat dilakukan dengan orang yang berada dan melihat langsung tanda dan gejala epilepsi anak yang sedang dialami.

Untuk melakukan pemeriksaan penunjang, dokter yang merawat anak anda akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroensefalogram (EEG), pemeriksaan dengan radiologi berupa Computed Tomography atau CT Scan dan menggunakan cara Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selain itu pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengetahiu tanda dan gejala epilepsi anak yang ada adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Prngobatan Tanda dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda dan gejala epilepsi anak anda bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan dan terapi yang dilakukan dengan rutin dan teratur. Pengobatan dilakukan minimal 2 tahun yang dimulai sejak terjadinya kejang yang terakhir kali. Penanganan yang benar dan cepat dianggap terbukti mampu untuk menaikkan angka kesembuhan epilepsi pada anak anda hingga lebih dari 80%.

Kesembuhan dari bayi anda dapat dicapai jika anda membantunya untuk mengikuti petunjuk dokter dan disiplin dalam pemberian obat ayan atau epilepsi kepada anak anda. Obat yang diberikan untuk anak anda berfungsi untuk menyeimbangkan kimiawi yang ada di dalam otak anda yang memicu adanya gangguan. Tingkat kesembuhan terhadap tanda dan gejala epilepsi anak bisa dicapai bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel dalam otak anak anda.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah berfungsi untuk mencegah kejang yang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi dilakukan berdasarkan tipe kejang yang dialami dan sedapat mungkin menggunakan semacam obat.Faktor genetik memang berperan dalam epilepsi, akan tetapi tidak semua jenis epilepsi menunjukkan faktor genetik sebagai penyebab. Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami pendarahan di kepala, riwayat radang otak, rdang selaput otak, dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak 

Jika seorang anak mengalami kejang berulang 2 kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan eletroensefalografi (EEG) terutama untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/ kiri, bagian depan/samping/belakang). adakah penyebaran kejang didaerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuannya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi dan menetukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) dikemudian hari. Hasil EEG dapat normal, dikarenakam rekaman dilakukan lebih dari 2 hari setelah serangan, rekaman hanya dilakukan dalam 20-30 menit dan prognosisi anak dalam pengobatan baik.

Mayoritas anak dengan epilepsi akan bebas kejang dalam satu tahun pertama pengobatan, tetapi sekitar sepertiga tetap mengalami kejang. Apabila epilepsi tidak terkontrol dalam jangka waktu dua tahun, pengobatan alternatif harus dipertimbangkan seperti pembedahan, diet ketogenik, dan implan stimulasi. Mendeteksi secara dini resiko yang tidak bisa disembuhkan tersebut, akan membantu dokter menentukan tata laksana yang tepat.

Keteraturan minum obat sangat penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jka dosis obat 3 kali sehari, maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Jika kita lupa memberi obat, maka berikan sesegeran mungkin nbegitu kita teringat, jangan menunggu keesokan harinya.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

pada penyakit epilepsi yang dialami pengobatan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial.

# Pengobatan medikamentosa dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang dimana kejang yang timbul merupakan manifestasi penyebab dari penyakit tumor otak, radang otak, dan gangguan metabolik. Untuk itu pemberian obat anti epilepsi ini diperlukan terapi kasual. Beberapa prinsip dasar yang perlu anda pertimbangkan :

  1. Pada penderita yang mengalami kejang yang sangat jarang dan dapat menghilangkan faktor pencetusnya. Pemberian obat untuk kejang ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
  2. Pengobatan penyakit epilespi yang diberikan setelah diagnosis ditegagkan. Hal tersebut berarti penderita mengalami lebih dari dua kali menderita epilepsi yang sama dengan sebelumnya.
  3. Untuk jenis pengobatan dan obat yang akan diberikan kepada penderita harus sesuai dengan jenis kejang yang dialami.
  4. Sebaiknya guna Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang di derita lebih baik jika menggunakan monoterapi. Karena dengan pengobatan ini toksisitas akan sedikit berkurang, mempermudah untuk pemantauan pada penderita, dan juga menghindari interaksi otot.
  5. Dosis obat yang digunakan harus disesuaikan secara individual.
  6. Evaluasi hasil yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ini juga harus dijadikan bahan pertimbangan.
  7. Pengobatan akan dihentikan setelah kejang menghilang dan selama minimal 2-3 tahun. Pengobatan yang akan dihentikan secara berangsur dengan menurunkan dosis dari dokter.

Berdasarkan bentuk bangkitan yang sering timbul dan dialami oleh penderita penyakit epilepsi bangkitan parsial yaitu, bangkitan parsial sederhana, bangkitan parsial kompleks, dan bangkitan umum tonik klonik, maka pengobatan yang efektif untuk dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah :

  1. Fenitoin yang berguna sebagai antikonvulsan yang diberikan pada penderita tanpa menekan aktifitas SPP. Obat ini juga termasuk jenis obat yang relatif aman untuk digunakan. Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini berupa vertigo, tremor, dirsartri, diplopia, nistagmus, dan nyeri pada kepala. Keluhan tersebut akan timbul pada permulaan penderita menjalani terapi atau bia kadar obat dalam darah melebihi 20 ug/ml. Pada kadar 30 ug.ml timbul ataksia dan pada kadar 40 ug/ml akan mulai timbul gangguan mental yang berfariasi antara kebingungan sampai dengan kegelisahan, bahkan delirium dan psikosis.
  2. Karbamazepin yang dapat menimbulkan keluhan pada penderitanya yang berupa pusing, ataksia, mual, dan muntah yang digunakan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak. Terkadang penderita akan mengalami rasa lelah, bingung, bicara berlebihan, dan gangguan pengelihatan berupa diplopia dan pengelihatan kabur atau berbayang-bayang. Obat karbamazepin ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan menyebabkan anemia aplastik. Selain semua efek yang ada diatas, karbamazepin ini juga memiliki efek psikotropik yang dapat juga menguntungkan pada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional.
  3. Fenobarbital yang masih digunakan secara luad terutama karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan obat yang lainnya. Obat ini juga diketahui dapat menimbulkanefek samping berupa hiperaktifitas pada anak-anak. Selain itu penggunaan obat ini pada masa awal pengobatan efek sedaktif yang akan sangat mengganggu terutama bila si anak harus pergi ke sekolah.

# Pengobatan psikososial yang memberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besarnya akan terbebas dari serangan kejang yang pernah dialami sebelumnya. Pasien penderita penyakit epilepsi ini harus patuh dalam menjalani pengobatan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak sehingga dapat bebas dari penyakit epilepsi dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pengobatan Epilepsi

Para dokter memperkirakan bahwa gangguan susunan saraf pusat atau otak merupakan salah satu penyebab ayan atau epilepsy. Rasa gembira yang berlebihan, rasa sedih yang mendalam, gangguan sembelit dan minuman yang banyak mengandung alcohol ternyata bisa mempercepat serangan ayan.

Tanda khas epilepsi adalah kejang dan serangan kejang pada penderita epilepsi sering terjadi berulang-ulang kali. Situasi ini akan menyebabkan kondisi yang tidak terkontrol, pelepasan abnormal terjadi dengan cepat dan seseorang dikatakan menuju ke arah epilepsi, gerakan-gerakan fisik yang tak teratur disebut kejang. Akibat adanya distriknia muatan listrik pada bagian orak tertentu ini memberikan manifestasi pada serangan awal kejang sederhana sampai gerakan konvulsif memanjang dengan penurunan kesadaran, Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot secara gerakan dan gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Epilepsi termasuk gangguan saraf berat yang pada waktu serangan dimulai dengan kejang-kejang yang hebat, mata membelalak, pingsan untuk beberapa saat, kemudian sadar dengan pandangan yang kacau..

Untuk mengatasi penyakit epilepsi bisa dilakukan dengan kedua ibu jari secara kuat pada sebelah dalam dekat mata kaki kiri dan kanan selama 10 detik. Bila penderita belum sadar juga, lakukan pijat secara kuat otot tengah tulang beikat selama 10 detik sebanyak 10 kali. Begitu juga leher samping kiri dan kanan perlu dipijat selama 10 detik sebanyal 10 kali.
Untuk mengobati pennyakit ini, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah jangan teralalu terburu-buru, karena semua hal butuh proses. Rutin dan patuh untuk minum obat pun menjadi salah satu point penting untuk menunjang kesembuhan. Kepatuhan penyandang epilepsi dalam mengonsumsi obat antiepilepsi sangatlah penting. Sebab ketidakpatuhan terhadap pengobatan ini malah jutsru membuat penyakit epilepsi makin parah.

Penggunaan dan pemilihan obat antiepilepsi ini haruslah berdasarkan pengawasan dokter. Terlebih lagi, apabila PE ingin melakukan penggantian obat dari obat paten menjadi obat substitusi ataupun sebaliknya. Salah satunya adalah AED (antiepilepsi drugs). Fungsi AED tidak menyembuhkan,namun indikasi obat ini untuk mencegah kejang. Dalam hal ini, peran dokter sangat penting guna menjabarkan detail risiko yang terjadi akibat penggantian obat tersebut.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Komplikasi Epilepsi

Komplikasi Epilepsi seperti yang didefinisikan oleh Commision of Epidemiology and Prognosis of Epilepsi , adalah munculnya paling tidak 2 kali kejang tanpa provokasi (sebab dan gejala) dengan jarak antara kedua kejang paling tidak selama 24 jam.

Kejang Pada Epilepsi

epilepsi-anakKejang maupun epilepsi bukan merupakan diagnosis atau jenis penyakit melainkan gejala proses yang mempengaruhi otak dalam berbagai cara, tetapi umumnya memiliki ekspresi klinis final berupa kejang. Kejang adalah pelepasan neuron otak yang berfrekuensi tinggi yang berlebihan atau mendadak abnormal.

Penyakit epilepsi yang tidak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa. Namun, epilepsi juga dapat menimbulkan beberapa masalah klinis pada ibu hamil. Jika pada kehamilan terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi serangan epilepsi, faktor-faktor yang meningkatkan frekuensi serangan tersebut bisa bekerja secara langsung atau melalui perubahan konsentrasi pada obat antiepilepsi.

Meskipun efek beberapa komplikasi epilepsi obstetri pernah dilaporkan terjadi lebih sering pada ibu hamil yang menderita epilepsi, namun hanya sedikit bukti statistik yang mendukung hasil observasi ini. Sejumlah laporan mengemukkan peningkatan sebanyak 2-3 kali lipat pada insidens perdarahan vaginal, solusio plasenta, pre-eklampsia.

Komplikasi Epilepsi

Serangan epilepsi yang menyeluruh berpotensi untuk membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. Serangan kejang tonik-tonik dapat menyebabkan hipoksia janin serta asidosis dan beberapa perubahan kardiotokografik yang pernah dikemukakan oleh Paul et al, di tahun 1978, tak hanya itu pendapat lainnya mengenai komplikasi epilepsi yang terjadi pada ibu hamil yang dikemukakan oleh Byrne et al, ditahun 2001, beliau mengatakan epilepsi juga dapat menyebabkan keruskan akibat hipoksia pada embrio dan mengakibtkan malformasi. Defek kognitif pada bayi dapat berkaitan dengan jumlah serangan pada kehamilan.

Dalam kasus epilepsi yang jarang terjadi, penyakit epilepsi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa status epileptikus. Status epileptikus terjadi ketika penderita mengalami kejang selama lebih dari lima menit atau mengalami serangkaian kejang pendek tanpa kembali sadar di antara kejang. Status epiliptikus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, bahkan kematian.

Komplikasi lainnya yang juga jarang terjadi adalah kematian mendadak. Hingga kini, penyebab kematian mendadak pada penderita epilepsi masih belum dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengemukakan bahwa itu berkaitan dengan dampak pada jantung dan pernapasan akibat kejang.

Komplikasi epilepsi pada kehamilan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penyakit epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya bagi kehamilan seorang wanita. Kejang yang terjadi pada wanita yang sedang mengandung berpotensi dapat menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungannya dan juga dapat mengancam nyawa sang ibu. Beberapa jenis obat epolepsi pun ada yang beresiko membuat janin dalam kandungan menjadi cacat. Namun jika anda termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang menderita epilepsi tidak perlu cemas. Rencanakan dan lakukanlah pemeriksaan kandungan dan kondisi anda secara rutin kedokter untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan anda alami. Banyak wanita yang menderita penyakit epilepsi namun masih bisa menjalani kehamilannya dengan normal dan melahirkan anak yang sehat tanpa menghiraukan adanya komplikasi epilepsi yang didapatnya.

Agar kejang atau komplikasi epilepsi lainnya dapat dicegah secara maksimal, pasien di sarankan untuk melalu menimun obat yang sesuai dengan apa yang sudah diresepkan dokter yang merawat anda secara teratur. Selain itu apabila penderita ingin berhentu mengkonsumsi atau beralih ke jenis OEA lainnya, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai komplikasi epilepsi yang akan terjadi setelah anda beralih ke OEA lainnya yang anda inginkan.

Segera beri tahu dokter anda apabila anda mengalami migrain, perubahan suasana hati, depresi, atau bahkan keinginan yang lebih parah adalah keinginan untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OEA. Berikut ini beberapa obat OEA yang sudah tersedia untuk penderita epilepsi :

  • Phenobarbital merupakan salah satu jenis OEA yang efektif yang digunakan untuk kejang parsial dan tonik-klonik sebagai obat antikonvulsan yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya komplikasi epilepsi. Efek samping yang akan dialami penderita epilepsi yang mengkonsumsi OEA ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi dan depreasi.
  • Phenytoin, yang merupakan obat pilihan pertama untuk kejang umum dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang penderita alami dari penggunaan obat ini adalah lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, disfungsi korteks dan mengantuk.
  • Carbamazepine, secara kimia obat ini merupakan golongan antidepresan triliklik yang digunakan sebagai pilihan pertama untuk menangani komplikasi epilepsi pada kejang parsial dan tonik-klonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini adalah gangguan pengelihatan, pusing, lemah, mengantuk, mual, goyah dan dapat juga terjadi efek samping hyponathemia.

Atau dapat juga menggunakan obat yang tradisional untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan muncul pada diri anda. Seperti halnya pengobatan yang dilakukan dengan Buah Ciplukan. Buah ini bukan hanya sekedar rumbut liar yang tumbuh di halaman rumah, namun buah ini juga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit epilepsi. Cara penggunaannya pun cukup mudah hanya perlu menyediakan 8 hingga 10 buah ciplukan yang sudah masak. Cuci hingga bersih buah tersebut kemudian langsung dapat untuk dikonsumsi. Terus konsumsi hingga gejala epilepsi yang anda alami berkurang sedikit demi sedikit.

Komplikasi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )