Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi oleh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Untuk menegakkan diagnosis dan terapi epilepsi yang akan tidak sembarangan. Diperlukan pemeriksaan yang lengkap, mulai dari wawancara terhadap keluarga atau saksi mata terjadinya kejang, sampai pemeriksaan penunjang. “Wawancara langsung terhadap penyandang epilepsi sulit dilakukan, karena paisen tidak mampu mengingat apa yang terjadi saat kejang. Perlu juga dipastikan apakah yang terjadi memang benar kejang bukannya pingsan atau jatuh.

Diagnosis dan terapi yang tepat harus dilakukan sedini mungkin dan penentuan obat anti epilepsi yang tepat akan digunakan untuk mempengaruhi kesembuhan penyandang epilepsi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa EEG (elektroensefalografi) dapat memberikan informasi tambahan dalam menegakkan diagnosis. EEG akan memberikan gambaran rekaman aktifitas listrik di otak. Sel-sel syaraf di lapisan luar otak akan mengeluarkan gelombang listrik dengan voltase yang sangat kecil (mV). Kemudian gelombang listrik ini dialirkan ke mesin EEG untuk diamplifikasi, sehingga terekam ensefalogram dengan ukuran yang cukup untuk menentukan jenis gelombang otak yang terjadi.

Tes darah dan tes urine dapat dilakukan bergantung pada kondisi dan situasi pasien, pemeriksaan lain yang dapat membantu antara lain MRI atau CT scan juga dapat dilakukan untuk membantu Diagnosis dan Terapi Epilepsi.

Pengelolaan epilepsi

Obat antiepilepsi merupakan terapi utama dalam pengelolaan epilepsi. Obat diberikan atas dasar pertimbangan kemungkinan berulangnya serangan epilepsi dan efek samping pemberian obat. Obat ini baru diberikan jika diagnosis epilepsi sudah ditegakkan. Jika kejang yang terjadi bukan epilepsi. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebab. Misalnya jika kejang terjadi akibat demam tinggi maka diberikan kompres air hangat dan obat demam.

Dalam pengelolaan epilepsi, paisen beserta keluarganya perlu diberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai epilepsi, tujuan pengobatan dan efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan. Terapi dimulai dengan satu macam obat, dengan dan sebisa mungkin menghindari pengobatan dengan lebih dari satu macam obat untuk menghindari efek samping.

Terapi penyakit epilepsi pada lansia dan wanita

Pada lansia, sering kali sudah timbul berbagai masalah kesehatan dan memerlukan kesehatan dan memerlukan beberapa macam obat untuk mengatasinya. Obat anti epilepsi dapat bereaksi dan berinteraksi dengan banyak obat, sehingga sebelum minum OAE sebaiknya ia menjalani pemeriksaan fungsi hati dan ginjal terlebih dahulu. Terapi standar biasanya cukup efektif, namun dapat juga menggunakan OAE jenis baru untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Ini karena efek sampingnya lebih ringan dibanding dengan OAE jenis lama.

Pada wanita penyandang epilepsi, diagnosis dan terapi epilepsi perlu dilakukan untuk membantu dokter menentukan pilihan obat juga perlu diperhatikan. Ini karena obat anti epilepsi tertentu dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi. Selain itu, ternyata naik turunnya hormon juga mempengaruhi epilepsi. Estrogen juga cenderung mempengaruhi epilepsi, sedangkan progesteron bersifat menurunkan epilepsi. Dengan demikian, mungkin diperlukan obat tertentu seperti penghambat ovulasi.

Selain diagnosis dan terapi epilepsi dengan menggunakan obat kimia, sebuah penelitian untuk disertasi S3 tentang pengobatan epilepsi yang bukan kimia. Pengobatan dengan cara yang alami tersebut yaitu dengan dipencet ibu jari tangannya. Terapi ini digunakan untuk mengurangi penyebab kejang atau timbulnya bangkitan (kambuh kejang epilepsi), saat terjadi kejang atau sebagai terapi pencegahan.

diagnosis dan terapi epilepsi dengan cara yang tradisional dengan memencet ibu jari tangan ini dari sebuah mitos yang telas dibuktikan dan ternyata, syaraf-syaraf yang terdapat di dalam ibu jari tangan ini padat dan memiliki prosentase yang luas di otak. Jadi, bisa turut membantu menghambat terjadinya gangguan listrik yang tinggi di otak penderita penyakit epilepsi. Saat terapi dengan carab ibu jari yang dipencet ini dimulai, mungkin akan menimbulkan rasa nyeri pada penderita. Rasa nyeri tersebut akan dialirkan ke otak sehingga terjadi hambatan listrik.

Kebangkitan epilepsi yang terjadi disebabkan karena terjadi gangguan listrik yang tinggi pada otak. Listrik yang tinggi itu bisa karena disebabkan oleh penyakit yang dari otak, bisa karena penyakit yang di luar otak. Itu semua bisa menyebabkan listrik yang tinggi yang di alami pada otak penderita penyakit epilepsi ini. Diagnosis dan terapi epilepsi dengan memencet ibu jari ini bisa dilakukan yang berguna untuk membantu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya bangkitan.

Cara terapi ibu jari yang dapat dilakukan adalah :

  • pencet ibu jari penderita penyakit epilepsi kurang lebih selama 30 detik, lalu 30 detik lepas.
  • Kemudian pencet lagi pada tempat yang sama dan waktu lama yang sama juga, lalu lepas lagi sampai penderita merasakan rasa nyeri pada ibu jarinya

Penekanan yang diberikan pada ibu jari boleh keras tapi sampai jangan nyeri berlebihan. Karena kalau nyeri yang dirasakan penderita berlebihan akan menimbulkan stres, kalau stres terus, justru memicu munculnya bangkitan. Hal ini dapat pasien lakukan ketika sedang menonton televisi, atau duduk di dalam kendaraan. Memencet jempol ini juga bisa dilakukan saat terjadi kejang oleh kerabat si pasien atau orang -orang yang aa di sekitar penderita epilepsi yang berfungsi untuk menolong penderita agar kejang yang dialami lebih cepat berhenti.

Diagnosis dan terapi epilepsi lainnya yang dapat anda lakukan adalah dengan memperhatikan kondisi penderita epilepsi dan permasalahan yang dialaminya, mengusahakan agar penyandang penyakit epilepsi menjadi percaya dengan anda bahwa tidak ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya dan atau benda disekitar yang akan melukai dirinya.

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

– Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

– Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yaitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi dapat dilakukan oleh diri sendiri. Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian). Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  • Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Karena termasuk penyakit yang berbahaya, maka orang yang berada di sekitar penderita epilepsi harus bertindak cekatan saat menolong penderita yang kambuh. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan takut dan panik, serta bersikaplah dengan tenang. Segera amankan penderita dari benda-benda berbahaya, terutama bagian kepala. Jangan pindahkan penderita kecuali kambuhan yang terjadi di tempat yang berbahaya seperti di samping api, kolam, atau yang lainnya.
  • Rebahkan penderita dengan kepala miring ke samping agar lidahnya tidak menututupi jalan pernapasan. Kemudian, longgarkan kerah bajunya atau ikat pinggangnya agar penderita mudah bernapas dan bergerak.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya. Jangan memasukan apapun pada mulut penderita, sebab giginya bisa patah jika dimasuki benda-benda keras dan benda tersebut juga dapat melukai lidahnya.
  • Apabila penderita muntah atau mengeluarkan banayk air liur, miringkan kepala ke salah satu sisi.
  • Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu pada saat kejang mulai dan berakhir, serta lama terjadinya kejang berlangsung.
  • Tetap berada disamping pasien hingga keadaan pasien benar-benar pulih dengan sempurna. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan, kelemahan, maka pasien dapat dikatakan pulih. Namun apabila penderita mengalami sakit kepala, terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan penderita beristirahat. Sebab, setelah sadar dari kejang, penderita akan bingung dan kelelahan. Bila ada cedera selama penderita tidak sadar, segera bawa ke dokter.

Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang pada penderita penyakit ayan atau epilepsi, antara lain:

  • Kelalaian meminum obat
  • Kurang tidur atau kurang beristirahat
  • Makan tidak tepat waktu
  • Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  • Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  • Sakit atau demam
  • Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  • Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Semua hal yang menjadi pemicu dari terjadinya kejang tersebut adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah diberikan untuk dokter, Beristirahat yang cukup dan tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam, jangan terlalu stres dengan cara berjalam-jalan atau refresing untuk menghibur diri agar tidak terlalu stress. Apabila anda termasuk orang yang suka mengkonsumsi alkohol dan narkoba sebaiknya segera dihetikan yang dapat anda lakukan sebagai cara mengatasi penyakit epilepsi. Segera pergi kedokter untuk mengatasi sakit demam yang di derita.

Pencegahan penyakit Epilepsi

Penderita epilepsi ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa diobati agar mencegah penyakit ini kambuh secara berkala. Dukungan moril dari keluarga serta lingkungan sekitar pun jadi kunci utama agar penderita tidak merasa rendah diri yang juga menjadi cara mengatasi dan mengobati penyakit epilepsi yang dialami.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberika vaksinasi yang benar untuk anak anda. Cara mengatasi penyakit epilepsi untuk orang tua yang memiliki anak penyandang epilepsi yang pernah mengalami kejang demam harus segera dilakukan metoge untuk mengontrol demam yang dialami dnegan cara mengompres anak atau dapar juga dengan memberikan obat anti peuretik.

Cara anda untuk mengatasi penyakit epilepsi lainnya adalah dengan mencegah terjadinya cidera kepala yang merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit tersebut yang dapat dicegah. Apabila melakukan tindakan pencegahan yang aman, yaitu tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan epilepsi akibat cidera kepala

Pencegahan untuk kejang yang diderita dapat menggunakan cara mengatasi penyakit epilepsi dengan penggunaan obat anti konvulsan dengan cara yang bijaksana serta menerapkan pola hidup yang sehat.

Epilepsi dapat diatasi oleh diri kita sendiri. Keamanan diri sendiri adalah suatu hal yang penting. Apabila ada gejala terjadinya serangan atau kejang anda dapat mempersiapkan diri agar tidak celaka. Berikut babarapa cara mengatasi penyakit epilepsi atau menolong diri sendiri untuk penderita epilepsi antara lain :

  • Jangan mendekati api dan kompor yang sedang menyala apabila tidak ada orang disekitar anda.
  • Apabila anda sedang mandi menitip pesan kepada orang rumah mungkin dapat menjadi salah satu cara yang aman untuk anda. Jangan menguncui pintu kamar mandi yang sedang anda gunakan. Mandi dengan menggunakan shower atau gayung akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anda berendam di dalam bak mandi. Sebaiknya anda jangan mandi bila anda sedang berada dirumah sendirian.
  • Cara mengatasi penyakit epilepsi lainnya yang dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah agar tidak menggunakan bantal saat tidur karena serangan kejang atau bangkitan sering dialami beberapa orang saat sedang tidur.
  • Kehati-katian seseorang dengan penyakit epilepsi ini tidak ada halangan untuk melakukan olahraga seturut nasihat dengan dokter. Apabila anda sedang menunggang kuda anda harus menggunakan helm. Bila anda akan berenang, memanjat gunung, serta berlayar harus oleh orang yang sudah paham dnegan keadaan penyandang epilepsi dan tahu cara mengatasi penyakit epilepsi.

Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara mencegah penyakit epilepsi yang paling utama adalah niatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri bahwa kita ingin mencegah penyakit tersebut. Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan, misalnya sisa-sisa penyakit raja singa, urat darah mengeras, penyakit-penyakit otak sepeti troke dan tumor otak, racun alkohol, cacing-cacing dalam perut, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab lain yang memperberat gangguan berbagai kejang pada anak tersebut adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya yang timbul di luar saluran cerna.

Jutaan sel yang ada didalam saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi semua aktifitas tubuh anda. Selain faktor genetik, penyakit epilepsi yang menyerang anda juga dapat disebabkan dari beberapa faktor lainnya seperti adanya pergantian zat kimia di dalam otak kita, pernah mengalami cidera kepala atau luka di bagian kepala hingga mengakibatkan trauma otak, mengalami maslaah fisik atau mental. Penyebab lain dari penyakit ini adalah mengalami luka pada saat kehamilan dan dapat juga karena faktor lingkungan sekitar rumah anda.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Untuk mencegah penyakit epilepsi ini terjadi sebaiknya penderita ayan melakukan hal-hal dibawah ini :

  • Menjaga kehidupan sehari-harinya seperti badan dan pikiran anda merupakan salah satu Cara Mencegah Penyakit Epilepsi, jangan memikirkan hal yang terlalu berat agar otak tidak menjadi penat. Lakukan perjalanan bersama keluarga untuk menghindari stress yang mungkin anda rasakan setelah melakukan kegiatan atau pekerjaan yang membuat otak anda lelah.
  • Jangan mengonsumsi alkohol kopi atau teh yang pekat dan jangan makan daging terlalu banyak karena minuman dan makanan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit epilepsi pada manusia.
  • Terapkan pola makan dan pola hidup yang teratur. Memakan sayur-sayuran dan istirahat yang cukup. Usahakan buang air besar dengan teratur setiap harinya.
  • Jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau mangga, menyebrang di jembatan yang sempit, berdiri di pinggir sungai atau kolam, api, berenang bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar. Itu semua dapat membahayakan si penderita jika terjadi serangan bangkitan.
  • Suruhlah penderita menelan 1-2 semdok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Kaki dan tangannya juga diikat dengan erat boleh dengan kain atau tali yang besar jika tampak tanda-tanda si penderita akan mengalami serangan.
  • Jika penderita sudah jatuh pingsan, baringkan terlentang badannya dan longgarkan pakaiannya, jika perlu sela-sela gigi atas dan bawah masukkan kain bersih yang sudah dilipat atau sendok untuk menhindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  • Kurangi adanya cedera kepala. Cedera yang terjadi pada kepala menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit epilepsi. Cara mencegah penyakit epilepsi dengan mengurangi resiko terjadinya cedera pada kepala dapat menjadi salah satu pencegahan yang aman. Tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga dapat mengembangkan pencegahan epilepsi akibat dari cedera kepala itu sendiri.
  • Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah selalu mengontrol infeksi pada masa kanak-kanak dengan cara memberikan vaksinasi yang benar kepada anak anda. Memberikan kompres dingin atau obat anti peuretik dapat anda lakukan ketika anak anda sedang mengalami demam kejang guna untuk mengontrol demam anak.
  • Untuk mengidentifikasi adanya gangguan kejang anak pada usia dini sebagai cara mencegah penyakit epilepsi, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antikonvulsan yang diberikan kepada pencerita secara bijaksana. Serta memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan dini.

Cara mencegah penyakit epilepsi lainnya penderita dapat menerapkan diet katogenik yang dapat juga anda gunaka untuk pengobatan epilepsi. Diet katogenik ini bermanfaat untuk penderita epilepsi karena pemberian nutrisi yang diberikan pada oenderita bersifat katogenik atau proses pembentukan ketone yang telah menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien penderita epilepsi itu sendiri.

Salah seorang dokter spesialis anak mengeluarkan pendapatnya bahwa pada saat penderita epilepsi dalam keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dari dalam sirkulasi dapar yang disebut dengan ketosis. Ketosis dipercaya baik untuk penderita epilepsi karena ketosis ini termasuk senyawa yang memiliki sifat antiepileptik. Cara mengatasi penyakit epilepsi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan ketosis tanpa  keadaan kelaparan dapat dicapai dengan cara memberikan asupan nutrisi tinggi lemak dan rendah karbohidrat dan protein.

Cara kerja diet katogenik ini adalah dalam keadaan tubuh yang normal, tubuh akan mengubah glukosa yang di dapat dari makanan menjadi energi untuk tubuh. Namun tubuh hanya akan menyimpan glukosa dalam jangka waktu 24 jam. Ketika seseorang tidak mengkonsumsi makanan selama 24 jam sebagaimana diet katogenik yang dijalani maka dia akan menghabiskan seluruh sinpanan glukosa dalam  tubuhnya.

Cara mencegah penyakit epilepsi dilakukan dnegan mempertahankan atau menambah kembali kadar glukosa dalam tubuh. Tanpa glukosa yang akan dibakar sebagai sumber energi maka tubuh kita akan menggunakan lemak cadangan yang ada dalam tubuh. Semua pengobatan atau pencegahan yang dilakukan pasti memiliki efek samping masing-masing, seperti dengan diet katogenik yang dilakukan pada wanita dewasa mungkin akan menyebabkan iregularitas mens, radang pankreas, penurunan densitas tulang dan masalah mata.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengenal Penyakit Epilepsi

Mengenal Penyakit Epilepsi yang di awali dengan kata “epilepsi” berasal dari bahasa Yunani. “epi” berarti “atas”, dan “lepsia” berasal dari kata “lembenein” yang berarti “menyerang”. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pada mulanya “epilepsia” itu berarti suatu “serangan dari atas”, suatu kutukan dari surga. Penyakit ini juga dinamai Morbus Sacer, yang berarti “penyakit suci”.

Epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem saraf otak manusia ang disebabkan adanya aktifitas sekelompok sel neuron yeng terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderitanya.

Reaksi yang ada biasanya dimulai dengan terbengong selama beberapa saat, kemudian mulai merasakan kesemutan, kejang-kejang karena terjadi kontraksi otot dan terganggunya kesadaran.  Penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular, karena itu jangan takut untuk mengobati orang yang mengalami reaksi seperti diatas.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Gejala

Ada empat gejala utama epilepsy yang mungkin akan terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda untuk setiap individu, atau antara serangan-serangan dalam individu yang sama. Gejala epilepsi yang dimaksud adalah :

  • kehilangan kesadaran,
  • reaksi otomatis,
  • gerakan-gerakan konvulsif, dan
  • gangguan-gangguan psikis

Serangan-serangan epilepsy mungkin terjadi dalam bentuk yang begitu ringan sehingga individu yang mendapat serangan itu tidak menyadarinya.
Ada tiga bentuk epilepsy yang diketahui, yakni

  1. Grand mal, adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak. Saat penderita mengalami kejang ini, penderita akan hilang kesadaran dan lalu kejang-kejang dengan nafas berbunyi seperti orang yang sedang mengorok dan mengeluarkan busa atau air liur dari dalam mulutnya.
  2.  Petit mal, adalah epilepsi yang dapat menyebabkan adanya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami hal seperti orang bengong dan tidak sadar tanpa reaksi apa-apa. Setelah beberapa saat kemudian penderita akan dapat kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktifitasnya.
  3.  Serangan psikomotor (psychic-equivalent seizure), serangan tipe ini merupakan tipe yang sangat kompleks yang terjadi pada penderita epilepsi dari reaksi-reaksi epilepsi yang pernah dialaminya. Mengenali penyakit epilepsi lewat gejala ini dapat dilihat dari kesadaran penderita yang hilang, namun masih dapat melakukan kegiatan dan penderita tetap mampu untuk melaksanakan kegiatan yang jelas tujuannya. Pada saat serangan ini terjadi pada penderita epilepsi, kesadaran sepenuhnya menghilang atau yang sering dikenal dengan sebutan amnesia. Pada serangan ini dapat berlangsung beberapa detik dan juga bisa dalam jangka waktu yang panjang sampai beberapa hari.

Kira-kira 90% dari para penderita epileptis mengalami serangan grand mal dengan tipe-tipe lain, 50% hanya mengalami serangan grand mal saja, dan 1% mengalami serangan psikomotor.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Penyebab

Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

  • Trauma yang dapat mengakibatkan cedera otak atau pendarahan otak
  • Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah
  • Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
  • Gangguan keseimbangan hormon
  • Degenerasi otak dan lain sebagainya
  • Stres ibu yang sedang hamil yang berakibat stres pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Mengenali Penyakit Epilepsi dari Pengobatan

Cara anda untuk mengenali penyakit ini melalui pengobatan adalah sapat anda lihat dari pengobatan yang ia jalani, seperti dengan diet, dengan ramuan tradisional atau dengan obat antiepilepsi yang diberikan.

Pengobatan dengan Diet.

Diet untuk pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan diet glutamat atau juga dengan diet ketogenik. Diet glutamat dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kejang pada penderita penyakit epilepsi. Diet jenis ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi glutamat yang ada. Diet ini relatif mudah untuk dilakakukan karena penderita hanya perlu menghindari makan atau minuman yang mengandung glutamat. Asam amino glutamat dapat menyebabkan stimulasi syaraf yang terjadi secara berlebihan sehingga dapat memicu timbulnya gejala kejang yang dapat kita gunakan untuk cara mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri penderita.

 Pengobatan dengan ramuan tradisional.

Anda dapat menggunakan daun pegagan sebagai bagian pengobatan penyakit epilepsi. Penelitan yang dilakukan memperlihatkan efek farmakologi pada tamanan pegagan ini yang memiliki sifat antikejang, anticemas, analgesik, dan sedatif. Ambillah satu genggam daun pegagan dan cuci hingga bersih. Kemudian ambil gula jawa atau gula aren secukupnya. Campurkan kedua bahan yang sudah di siapkan dan blender atau tumbuk campuran tersebut hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan tersebut dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring ramuan dan minumkan kepada penderita penyakit epilepsi secara rutin satu gelas sehari. Ramuan ini dapat digunakan untuk mengenali penyakit epilepsi karena sifatnya yang antikejang yang dibutuhkan oleh penderita penyakit epilepsi.

Pengobatan dengan obat antikonvulsan.

Penggunaan obat fenitoin yang merupakan obat pilihan pertama yang dapat diberikan untuk kejang umum, dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai obat pertama yang diberikan ketika dokter mengenali penyakit epilepsi yang ada pada diri anda.

Mengenal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Mengobati Penyakit Epilepsi

Mengobati Penyakit Epilepsi dengan ciplukan. Sawan atau dalam dunia medis dikenal dengan epilepsi disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara mengejut, selalunya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot.
Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi celaru.

Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.
Penderita epilepsi berat yang tidak menjalani terapi, umumnya juga memiliki harapan hidup lebih pendek dan resiko cacat kognitif yang lebih tinggi, terutama jika kejang telah dialami sejak masa kanak-kanak.

Mengobati Penyakit Epilepsi

Saat ini terapi epilepsi adalah menggunakan obat-obat antikonvulsan yang dikonsumsi sebagai terapi tunggal ataupun kombinasi. Pemilihan obat-obatan tersebut tergantung type epilepsi yang diderita. Obat-obat itu antara lain divalproex sodium, fenobarbital, karbamazeptin, diazepam, klonazepam, dan primidon. Golongan lain adalah lamotrigin, vigabatrin, gabapentin, dan okskarbasepin. Divalproex sodium yang dipasarkan dengan nama Depakote adalah salah satu antiepileptik yang diindikasikan untuk pengobatan seizure parsial dan seizure absense.

Mengobati Penyakit Epilepsi harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun (status epileptikus). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang tidak terkontrol akan memicu perubahan pada neuron, hingga ketika serangan terjadi lagi akan sulit diterapi. Pengehntian obat tergantung dari usia penderita dan tipe epilepsi yang diderita.

Pertolongan pertama yang diberikan untuk penyakit epilepsi dengan :

  • memposisikan penderita epilepsi yang sedang mengalami kejang pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih yang akan membantu mencegah cariran masuk ke paru-paru.
  • Buka kerah kemeja dan ikat pinggang yang digunaka oleh penderita untuk membantu memperlancar jalannya pernafasan.
  • jangan meletakkan jari atau kontak penekan gigitan yang akan menyebabkan penderita muntah dan dapat menyebabkan orang yang Mengobati Penyakit Epilepsi tergigit.
  • Usaha yang harus anda lakukan untuk penderita agar tidak cedera adalah dengan memindahkan semua barang-barang yang berbau tajam. Atau apabila penderita mengalami serangan bangkita di tempat-tempat yang berbahaya seperti di dekat api, kolam, jalan raya dan lain sebagainya, segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman.
  • Bila penderita mengalami kejang lebih dari 5 menit atau mengalami kejang dua atau lebih dalam satu jam tanpa proses pemulihan keadaan yang normal diantaranya segera penggil ambulance untuk membawa penderita kerumah sakit.
  • Bila penderita mengalami serangan kejang pada waktu ia sedang berada dirumah, lakukan cara mengobati penyakit epilepsi dengan memberikan midazolan yang dapat anda letakkan di dalam mulutnya. Atau juga anda dapat memberikan obat diazepm dalam bentuk sediaan secara rektal.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan yang diberikan untuk penyakit epilepsi adalah dengan memberikan obat antikonvulsan. Kemungkinan obat ini akan diberikan pada penderita penyakit epilepsi selama seumur hidupnya. Mengobati penyakit epilepsi dengan obat antikonvulsan tergantung jadi jenis kejang yang dialami oleh penderita, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan launnya, serta usia dan gaya hidup yang diterapkan oleh penderitanya.

Pada saat awal pengobatan dokter akan merekomendasikan pengobatan tunggal, bila dengan pengobatan tunggal tidak efektif untuk epilepsi yang diderita akan beralih ke pengobatan tunggal lainnya. Pemberian dua jenis obat sekaligus hanya akan direkomendasikan apabila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik untuk mengobati penyakit epilepsi. Terdapat berbagai pengobatan yang tersedia untuk penderita epilepsi yang ini sembuh. Fenitoin, carbamazepin, dan valproat mungkin dapat memberikan pengaruk yang sama pada kejang fokal dan yang umum.

Pembedahan Penyakit Epilepsi

Bedah epilepsi dapat digunakan sebagai pilihan bagi mereka yang menderita kejang fokal yang tidak kunjung membaik setelah penempuh penanganan-penanganan lainnya. Sasaran dilakukan pembedahan ini adalah kendali tuntas dari kejang yang dialami oleh penderita epilepsi dan bisa berhasil terlaksana dalam kasus epilepsi sekitar 60-70%. Prosedur yang lazim ditempuh dalam pembedahan meliputi pemotongan hipokampus lewat reaksi temporal anterior, pengangkatan tumor, dan pemangkatan sebagian dari neokorteks. Mengobati penyakit epilepsi melalui pembedahan juga memiliki prosedur yang harus diperhatikan seperti kalosotomi korpus yang dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kejang alih-alih menyembuhkan kondisi pasien.

 Pengobatan Lainnya

Dalam jalan untuk mengobati penyakit ayan atau epilepsi lainnya dapat dilakukan dengan diet katogenik atau diet yang mengatur tingginya lemak, rendahnya kerbohidrat dan cukup protein yang tampaknya dapat mengurangi jumlah terjadinya serangan kejang setengahnya pada 30-40% penderita penyakit epilepsi yang menjalaninya.

Terapi penghindaran juga merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan pemicu-pemicu penyakit epilepsi yang ada. Contohnya seperti pada penderita yang peka terhadap cahaya ada baiknya untuk menngunakan telefiso dengan layar kecil, menghindari permainan video game, atau memakai kacamata yang gelap untuk menghindari sorotan cahaya matahari atau cahaya lampu yang dapat menjadi pemicu munculnya serangan.

Pengobatan Alternatif

Mengobati penyakit epilepsi dengan pengobatan alternatif yang dapat dilakukan termasuk akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga.

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Dampak Penyakit Epilepsi

Dampak Penyakit Epilepsi yang paling sering terjadi di otak. Umumnya yang diketahui masyarakat tentang epilepsi adalah kejang. Serangan epilepsi tak selalu dalam bentuk kejang. Epilepsi merupakan gangguan kelistrikan dalam otak yang mana salah satu bagian otaknya tidak normal. Akibatnya, serangan yang berwujud kejang-kejang, baik seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki.  Serangan bisa saja tidak berupa kejang tetapi hilangnya kesadaran/ bengong selama beberapa detik yang tidak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari ini disebut aura epilepsi.

Epilepsi dapat memerikan komplikasi jangka panjang yang cukup serius untuk itu perlu dipahami mengenai keteraturan pengobatan, menghindari faktor pencetus untuk mencegah terjadinya kejang. Faktor pencetus epilepsi adalah kurang tidur, stres emosional, infeksi, obat-obatan tertentu, hormonal (haid atau kehamilan).
Dampak lain epilepsi adalah terhadap psikologis penderitanya. Jika serangan terjadi di muka umum, penderita mungkin mengalami rasa malu atau rendah diri yang juga berefek pada teman dan keluarganya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Dari setiap penyakit yang menyerang seseorang pasti memiliki dampak masing-masing, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Seperti halnya pada penderita penyakit epilepsi pasti juga akan mendapatkan dampak penyakit epilepsi. Anak-anak penyandang epilepsi biasanya akan mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif. Dampak penyakit epilepsi buat anak-anak bahkan akan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ. Selain itu, epilepsi juga memiliki penyakit penyerta yang akan diderita oleh penderitanya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas akibat epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Para orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak penyandang epilepsi. Selain melakukan deteksi dini, para orang tua diharapkan dapat memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan.

Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur yang selalu dalam pengawasan orang tua dan dokter yang merawat penderita penyakit epilepsi. Hasil penelitian WHO yang dilakukan di Amerika, Inggris , dan Swedia menunjukkan, setelah melalui pengobatan teratur selama 10 tahun, akumulasi penurunan terjadinya bangkitan yang dialami oleh pasien selama lima tahun adalah sebesar 58-65 persen (orang dewasa) dan 74 persen (anak-anak).

Gejala Epilepsi

Adapun gejala dari penyakit yang muncul pada penderita epilepsi terutama pada anak-anak adalah :

  • Anak anda akan mengalami bangkitan total yang biasanya akan jatuh secara tiba-tiba dan akan langsung kehilangan kesadarannta. Bangkitan seperti ini akan berlangsung sekitar 2 hingga 5 memit.
  • Anak akan mengalami kedutan yang juga menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang terjadi di berbagai jenis epilepsi lainnya. Namun, kedutan ini akan lebih jelas terlihat pada epilepsi fokal.
  • Anak memiliki tatapan mata yang kosong yang biasanya akan terjadi secara mendadak. Hal ini akan terjadi ketika anak anda sedang melakukan sesuatu dan berhenti secara tiba-tiba dan diam seperti orang yang sedang melamun.
  • Gejala aura yang dapat juga dianggap sebagai salah satu gejala peringatan. Gejala ini akan terjadi sesaat sebelum bangkitan terjadi pada tubuh anak anda. Dimana anak anda akan merasakan sakit tanpa sebab secara mendadak, medengarkan suara yang tidak nyata, atau mencium aroma bau yang tidak ada sumbernya dan akhirnya dampak penyakit epilepsi yang akan muncul adalah serangan kejang.

 Pengobatan Epilepsi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi namun anda dapat mencegah terjadinya serangan yang menjadi salah satu penyebab penyakit ayan atau epilepsi anda semakin memburuk. Anda dapat mengurangi dampak penyakit epilepsi dengan cara mengubah pola makan anda yang juga dapat anda terapkan juga untuk anak anda dan keluarga.

Pola makan yang dapat anda berikan untuk anak ataupun keluarga anda yang mengalami penyakit epilepsi ini adalah :

  • sedikit buah-buahan atau sayuran yang digunakan sebagai sumber karbohidrat,
  • Daging, ikan atau ayam yang digunakan untuk sumber protein, dan
  • Perbanyak makanan yang mengandung lemak seperti cream, mentega, telur dan mayinaise dan tampa ada gula.

Penyebab Epilepsi

Sekitar 30% penyakit epilepsi terjadi pada anak-anak. Biasanya epilepsi lebih sering terjadi pada anak-anak dan manula. Berikut beberapa penyebab yang akan menyebabkan dampak penyakit epilepsi :

  • kurang atau randahnya oksigen yang terjadi pada saat kelahiran berlangsung
  • kepala pasien yang mengalami cedera pada saat proses kelahiran berlangsung.
  • mengalami cedera kepala pada saat akan-anak atau dewasa.
  • mengalami penyakit tumor otak yang lebih sering terjadi pada anak-anak.
  • infeksi yang terjadi pada penderita seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Penyakit stroke atau penyakit jenis lainnya yang termasuk dampak penyakit epilepsi yang terjadi karena kerusakan otak pada penderitanya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi muncul dengan ditandai terjadinya kejang-kejang dalam waktu tertentu dan sebab tertentu. Epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan. Epilepsi bukanlah penyakit keturunan, meskipun secara genetik seseorang bisa aja menderita epilepsi. Hal paling umum yang sering kita lihat dari seorang penderita epilepsi adalah tiba-tiba mengalami kejang sembari mengeluarkan air liur berwarna putih yang keluar dari mulutnya.

Ini mungkin telah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Tetapi, meskipun demikian masih banyak juga masyarakat yang memahami mengenai penyakit tersebut sehingga memberikan stigma negatiif terhadap penyandang epilepsi. Epilepsi sendiri dapat terjadi pada setiap orang diberbagai tingkatan usia, mulai d ari bayi hingga lanjut usia.
Serangan bisa saja tidak berupa kejang, tapi hilang kesadaran/ ’bengong’ selama beberapa detik yang tak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi. Misalnya tiba-tiba menabrak pada saat berkendara, atau tak bisa mengontrol gerak tangan ketika melakukan pekerjaan tertentu. Hal ini terjadi berulang, dan tak bisa diduga kapan terjadinya.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengalami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari. Ini disebut aura epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Kebanyak belum diketahui seperti jenis epilepsi idiopatik. Tampaknya seorang yang mengalami penyakit epilepsi ini memiliki resistensi yang rendah terhadap serangan kejang atau bengkitan yang dibandingkan dengan populasi umum. Beberapa penyebab munculnya gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Kerusakan otak yang terjadi pada penderita akibat dari trauma kepala,
  • Mengalami masalah dengan infeksi otak,
  • Malasah hormonal,
  • Masalah gangguan peredaran darah pada otak,
  • tumor di otak.

Dari beberapa jenis epilepsi yang diderita gejala penyakit epilepsi ini disebabkan oleh stress, perubahan hormonal, dan sedang menderita sakit. Namun, ada pula salah satu jenis penyakit epilepsi yang disebabkan dari rangasangan oleh stimulasi visual seperti cahaya atau juga televisi.

Sedangkan dengan kejang yang dialami saat bangkitan atau pada saat terjadinya serangan ini disebabkan dari penderita tersebut tidak mengkinsumsi obat epilepsi yang sudah diresepkan oleh dokter, mengkonsumsi alkohol, penggunaan narkoba, penderita yang kurang tidur atau kurang istirahat, atau dapat juga disebabkan akibat dari obat lainnya yang dapat mengganggu kerja dari obat epilepsi yang sedang anda konsumsi.

Gejala Penyakit Epilepsi

beberapa jenis kejang atau serangan yang merupakan gejala dari penyakit epilepsi ini selalu berbeda dari penderita satu dengan penderita yang lainnya. Jenis dari serangan tergantung pada otak bagian mana yang terkena. Apabila seluruh otak terkena maka serangan kejang atau bangkitan yang dialami di sebut kejang umum. Penderita akan mengalami kehilangan kesadaran yang berlangsung secara singkat akan menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang dialami hampir dari semua penderita penyakit ayan atau epilepsi. Apabila hanya sebagian otak saja yang terkena maka disebut dengan serangan parsial atau lokal. Pada penderita yang mengalami bangkitan ini biasanya kesadaran masih dalam keadaan yang utuh. Karena serangan kejang atau bangkitan yang dialami berbeda antara penderita yang satu dengan yang lainnya maka pemulihan kesadaran yang dibutuhkan juga berbeda. Pemulihan dapat berlangsung antara hitungan detik hingga menit.

Diagnosis Gejala Penyakit Epilepsi

Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan dari gejala klinis yang dialami, sehingga sangat penting untuk anda menceritakan secara jelas gejala serangan kejang atau bangkitan yang pernah terjadi pada diri penderita. Penjelasan dapat dilakukan oleh teman, keluarga, atau orang lain yang melihat jelas kejadian serangan yang penderita alami.

Pemeriksaan Penyakit Epilepsi

Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada penderita yang mengalami gejala penyakit epilepsi adalah :

  • Pemeriksaan saraf dan fisik umum.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengeliminasi penyebab potensi serangan kejang atau bengkitan yang dialami.
  • Pemeriksaan EEG (elektroensefalogram) yang dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan dalam hal fungsional otak penderita yang akan ditampilkan melalui perubahan aktifitas listrik otak. Bisa jadi hasil rakaman yang muncul akan normal saja, namun diagnosis penyakit epilepsi tetap dapat ditegagkan melalui keadaan klinis yang ada.
  • Pemeriksaan CT Scan yang dilakukan untuk menekan kelainan struktur pada otak penderita gejala penyakit epilepsi.

Pengobatan Gejala Penyakit Epilepsi

Sekitar 80% kasus epilepsi, serangan kejang/bangkitan dapat terkontrol dengan memberikan obat anti epilepsi (OAE) kepada penderitanya. Pilihan obat bukan hanya tergantung dari jenis serangan kejang/ bangkitan yang terjadi pada penderita, namun juga tergantung pada individu dan memerlukan waktu untuk mencapai dosis yang tepat bagi setiap orang penderita epilepsi. Pengobatan yang dilakukan guna untuk memperkuat resistensi terhadap serangan kejang/bangkitan yang akan dialami. Yang paling penting adalah meminum obat anti epilepsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan oleh dokter yang merawat penderita.

Sangat tidak disarankan oleh penderita untuk menghentikan konsumsi OAE secara tiba tiba tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penderita. Dokter tidak pernah menyarankan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi obat dalam dosis dobel apabila pasien ada kelupaan minum OAE yang telah diresepkannya. Bila ditemukan ada perubahan atau efek samping dari OAE yang digunakan haruslah segera mengunjuni dokter dan melaporkannya.

Gejala Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya dapat digunakan tanaman pegagan. Epilepsi adalah gejala kompleks dari banyak gangguan berat dari fungsi otak dengan karakteristik kejang berulang. Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan berlebihan, hilangnya tonus otot atau gerakan, serta gangguan perilaku, alam perasaan, sensasi, dan persepsi. Sehingga epilepsi bukan penyakit tetapi suatu gejala.

Serangan kejang yang dialami oleh penderita merupakan gejala atau manifestasi utama epilepsi dapat diakibatkan kelainan fungsional (motorik, sensorik atau psikis). Serangan tersebut tidak lama, tidak terkontrol, serta timbul episodik. Serangan ini mengganggu kelangsungan kegiatan yang sedang dikerjakan penderita pada saat itu. Serangan ini berkaitan dengan pengeluaran impuls oleh neuron serebral yang berlebihan dan berlangsung lokal.

Masalah dasarnya diperkirakan akibat gangguan listrik (distremia) pada sel saraf di salah satu bagian otak, berulang dan tidak terkontrol. Karakteristik kejang epileptik adalah suatu manifestasi muatan neuron berlebihan ini.

Penatalaksanaan medis ditujukan terhadap penyebab serangan.Jiak penyebabnya adalah akibat gangguan metabolisme (hipoglikemia, hipokalsemia), perbaikan gangguan metabolisme ini biasanya akan ikut menghilangkan serangan itu.

Pengendalian epilepsi dengan obat dilakukan dengan tujuan mencegah serangan Ada empat obat yang ternyata bermanfaat untuk ini :

– fenitoin (difenilhindation), yang merupakan salah satu pilihan obat utama untuk penderita penyakit epilepsi dan obatnya. Feniton ini berfungsi untuk menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama bererplorasi. Efek samping yang akan ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah :

  • Masalah gastrointestinal seperti mual dan muntah yang sering terjadi.
  • Masalah hiperpelasia gusi yang menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama yang terjadi pada anak-anak
  • Masalah perubahan tingkah laku pada penderita seperti kebingunan, halusinasi, dan mengantung.

– karbamazepin, adalah salah satu antiepilepsi dari penyakit epilepsi dan obatnya yang sering digunakan untuk mengurangi perambatan impuls abnormal di dalam otak dengan cara menghambat kanal natrium sehingga dapat digunakan untuk menghambat timbulnya potensial kerja yang berulang-ulang. Efek samping yang muncul dari penggunaan obat ini adalah :

  • Menyebabkan stupor dan koma.
  • Depresi pernafasan secara bersamaan dengan rasa pusing, vertigo, ataksia
  • Pandangan kabur atau yang sering dikenal dengan pengelihatan yang berbayang.

– fenobarbital, memiliki  aktivitas anti epilepsi, membatasi penyebaran lepasan kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsi. Efek samping yang akan dialami oleh penderita ketika mengkonsumsi obat ini seperti :

  • Sedasi : pusing, mengantuk, ataksia.
  • Nistagmus, vertigo.
  • Agitasi dan kebingungan

Penderita akan mengalami kebingungan apabila penggunaan obat ini dengan berlebihan atau dosis yang berlebih atau tinggi.

– Asam valproik, atau yang sering dijuluki dengan asam dipropil asetat yang memiliki khasiat pada kejang absence piknoleptik, disamping itu senyawa ini digunakan juga pada serangan grand mal dan mioklonik. Asam valproat untuk penyakit epilepsi dan obatnya ini berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik abnormal di dalam otak penderita. Asam valproat bisa  memperkuat kerja GABA  pada sinaps-sinaps inhibisi. Mekanisme kerjanya diperkirakan  berdasarkan hambatan enzim yang menguraikan GABA ( g-amino-butyric acid ) sehingga kadar neurotransmiter ini diotak meningkat. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini seperti :

  • Keluhan saluran cerna,
  • rambut rontok,
  • gangguan pembekuan darah dan
  • terutama kerusakan hati.

Kebanyakan pasien penderita penyakit epilepsi dan obatnya dapat dikontrol dengan salah satu obat yang sudah kita bahas bersama diatas. Pengobatan juga dapat menggunakan obat yang tradisional dan alami.

Pengobatan tradisional yang dapat digunakan seperti :

Resep 1. Penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 60 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya. Kemudian cuci hingga bersih dan direbus dengan 600 cc air sehingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. Air rebusan ramuan dapat anda berikan atau minumkan pada penderita selagi hangat. Berikan ramuan ini kepada penderita 2 kali sehari di pagi dan sore hari.

Resep 2. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan ramuan adalah dengan mencuci semua bahan yang sudah disediakan hingga bersih dan kemudian rebus dengan 600 cc air hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa 300 cc. setelah matang angkat ramuan dan disaring untuk memisahkan ampas dan airnya. Anda dapat meminumkan air ramuan ini kepada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Berikan ramuan ini pada penderita 2 kali sehari hingga penyakit epilepsi yang dialami membaik dengan tanda berkurangnya serangan yang dialami.

Resep 3. penyakit epilepsi dan obatnya

Siapkan 30 gram akar daun hia/baru cina, 15 gram jahe, dan gula merah secukupnya. Cuci bahan-bahan yang sudah anda sediakan hingga bersih dan campurkan menjadi satu termasuk gula merahnya. Rebus campuran bahan tersebut dengan 800 cc air hingga mendidih. Tunggu sampai air ramuan tersisa 400 cc, kemudian airnya diminumkan pada penderita penyakit epilepsi selagi hangat. Anda dapat memberikan ramuan ini sebanyak 2 kali sehari sama dengan penggunaan ramuan sebelumnya.

Anda dapat melakukan pengobatan yang mungkin membuat anda tertarik dengan resep dan nama obat yang ada. Semoga berhasil dan gejala penyakit epilepsi yang dialami dapat berkurang terima kasih

Penyakit Epilepsi Dan Obatnya

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

 

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Kita perlu mengenal lebih dalam tentang gejala awal penyakit epilepsi untuk melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Epilepsi atau ayan ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang ayng berulang-ulang kali. Dibandingkan dengan gangguan lainnya yang menyerang otak, epilepsi termasuk ke dalam gelas gangguan secara langsung mempengaruhi kemampuan motorik tubuh secara sementara. Hal ini terjadi karena tidak ada rasa harmonis antara sinyal dari neuron ke otak. Neuron dan sel saraf cluster bertanggungjawab untuk semua aksi yang dilakukan tubuh, apabila kedua saraf ini tidak berfungsi baik dapat mengganggu aktivitas dan kejang-kejang, dan dapat membuat penderitanya mengalami kehilangan kesadaran.

Epilepsi berpuncak daripada gangguan yang ada di dalam bagian otak yang bisa berulang dalam bentuk serangan sawan. Hal ini akan menyebabkan penderitaan serius yang dialami oleh penderita atau pasien penyakit ayan atau epilepsi. Ia merupakan gangguan sistem urat saraf (neurologikal) tidak menentu yang serius yang paling kerap ditemui.
Secara mudahnya, epilepsi adalah salah satu gangguan dimana alirat isyarat elektrik di dalam otak menjadi keliru. Epilepsi dapat dilihat dalam bentuk sentakan (jerky), menggigil dan terkejang-kejang, bunyi kuat seperti berdengkur atau rebah ke tanah atau gabungan ketiga-tiganya.

Sebaiknya jika seseorang iyu diserang penyakit epilepsi seperti ini dan mengalami gejala kecil berulang-ulang, segarusnya segera kerumah sakit. Misalnya seseorang yang tiba-tiba berkelakuan aneh seperti berlari tanpa pakaian, kita tidak perlu menganggap dia gila. Appa yang perlu dilakukan bawa dia kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, gejala yang mungkin dialami penderita adalah berkelakuan pelik seperti menjerit-jerit tanpa sebab dan termenung. Kelakuan ini mungkin tidak disadari oleh pasien penderita penyakit epilepsi dan keluarga dari penderita itu sendiri tetapi jika ia berlaku, tidak perlu menganggap ia gila cukup berbicara dengan perlahan dan yakinkan penderita dengan kata-kata yang lembut bahwa tidak ada yang akan jahat kepadanya.

Gejala awal penyakit epilepsi

Gejala yang biasanya akan ditunjukkan oleh anak-anak yang menderita penyakit epilepsi biasanya seperti

– Tatapan Mata Kosong
Apabila anak anda mendadak berhenti untuk melakukan aktifitas yang dilakukannya dan anak anda akan menatap dengan tatapan mata yang kosong seperti orang yang sedang melamun memikirkan sesuatu, maka anda sebagai orangtua patut untuk mewaspadai tindakan yang ditunjukkan oleh anak anda. Gejala Awal Penyakit Epilepsi tersebut dapat juga terjadi sebagai kejang petit mal(petit mal seizure) pada penderita penyakit epilepsi.

Lengan atau kepala anak anda mungkin akan tampak lemas lunglai, namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkan penderita yang mengalaminya sampai terjatuh kebawah atau kehilangan kesadaran. Setelah sampai 30 detik sampai dengan satu menit kejang yang dialami oleh anak anda biasanya akan berakhir, dan setelah itu biasanya anak tidak tau apa yang telah dialaminya.

-Kejang Total (Total Convulsions)
Kejang grand mal(grand mal seizures) adalah pemicu kejang total yang terjadi pada tubuh penderita epilepsi. Jenis kejang ini adalah jenis kejang yang paling serius karena Kejang total akan menyebabkan anak anda sampai terjatuh ketanah dan kehilangan kesadaran. Kejang total yang anak anda alami biasanya akan berlangsung sekitar dua atau sampai lima menit. Saat kejang sedang berlangsung tubuh anak akan kaku dan bergetar tidak terkendali.

Anak anda akan mengalami kehilangan kontrol kandung kemihnya sehingga bisa keluar air seni tanpa disadari atau mengompol dan alir liur juga akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar kebelakag menjadi beberapa ciri dari gejala awal penyakit epilepsi. Setelah kejang berakhir, anak anda tidak akan menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Anak anda akan mengalami seperti orang yang kebingungan selama beberapa menit, tenaganya akan melemas dan otot terasa sakit sehingga mungkin akan tertidur sampai waktu yang lama.

-Kedutan (twitching)
Gejala awal penyakit epilepsi lainnya adalah kedutan yang dialami oleh anak anda yang biasanya akan bersifat lokal, kemungkinan gejala kedutan ini akan dirasakan oleh anak anda dan akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan kemudian akan semakin menjalar ke seluruh anggota gerak tubuh anak hingga kelengan kemudian menyebar sampai separuh atau keseluruh bagian tubuh menjadi berkedut. Biasanya dalam gejala ini sebagian anak tetap sadar dan ada juga yang tidak sadar.

-Aura
Aura dianggap sebagian tanda peringatan dari gejala awal penyakit epilepsi pada anak anda. Aura akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung menyerang tubuh anak anda. Sebuah aura dapat menyebabkan anak anda akan merasa kesakitan tanpa ada penyebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata dan mencium bau yang tidak ada sumbernya yang terjadi secara mendadak tanpa ia sadari sebelumnya.

Pada gejala ini anak anda juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh disuatu tempat dibagian tubuhnya. Perasaan aneh tersebut terutama akan dirasakan oleh anak anda dibagian perut. Meskipun anak anda mungkin tidak mengenali tanda-tanda peringatan sebagai aura, lambat laun anda akan dapat menghubungkan gejala-gejala awal penyakit epilepsi dengan serangan epilepsi yang menimpa anak anda.

Gejala Awal Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf-syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Perawatan epilepsi tertentu biasanya menggunakan obat tertentu yang dibuat untuk mengontrol kejang-kejang yang ditimbulkannya. Gangguan di syaraf otak yang terjadi secara episodik pada epilepsi mungkin hasil dari beberapa hal dan keadaan yang berbeda-beda.

Penyebab Epilepsi Pada Bayi 

Penyakit epilepsi ini sebanyak 30% sering terjadi pada anak, dan perlu perhatian dan penanganan yang sangat baik pada pennderita penyakit ini. Oleh karena itu seharusnya tidak ada kepanikan yang idak perlu ketika anak mendapat serangan meskipun pemeriksaan yang lebih mendetail akan doperlukan dalam setiap kasus.
Pengobatan dapat dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita.

Pada otak bayi yang normal, semua kinerja dan aktifitas syaraf-syaraf otak akan berjalan selaras sesuai dengan fungsi dari masing-masing syaraf. Tetapi karena sebab tertentu kondisi pada otak bayi tadi tidak berjalan normal kesuai dengan tugasnya masing-masing pada bayi epilepsi dan terjadi kekacauan dalam sensor otak, sehingga muncul kejang-kejang.

Di sisi lain, penyebab gangguan otak yang terjadi pada bayi tadi berbeda-beda setiap individu. Akan tetapi pada bayi bisa jadi disebabkan karena cacat bawaan dalam struktur otak sejak mereka di dalam kandungan, atau mungkin menderita cedera kepala atau infeksi yang menyebabkan epilepsi.

Gejala Epilepsi pada bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu anda untuk menunjukkan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu:

  • Kejang otot. Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.
  • Kehilangan kesadaran. Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, seringkali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri.
  • Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda, untuk megetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekam gelombang otak atau aliran listrik di otak bayi anda.
  • Kelainan pada struktur otak anak. Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed tomography), PET (positron emission tomography) dan MRI (magnetic resonance imaging) Magnetic resonance imaging (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dnegan cara menyalurkan aliran listrik pendek ke dalam otak melalui syaraf yang fagus di sekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan.

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet ketogenik. Diet katogenik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anak anda sebaiknya selau diperhatikan dan di timbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani dengan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka berlum perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerita pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempatan sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

Epilepsi Pada Bayi 

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak salah satunya adalah kejang. Epilepsi terkait dengan kinerja sistem saraf pusat di otak kita. Saraf di otak berfungsi sebagai koordinator dar semua pergerakan kita seperti mengatur perasaan, penglihatan, bergerak, dan berpikir.Khusu penderita epilepsi, sistem saraf pusat di otak mereka mengalami gangguan, sehingga koordinasi dari sistem saraf di otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke sistem panca indera.

Terganggunya pengiriman sinyal ke sistem panca indera penderita epilepsi disebabkan oleh beberapa sebab seperti pernah mengalami trauma kepala berupa benturan atau cedera di bagian kepala, menderita tumor otak.

Penyakit epilepsi ini tidak hanya muncul begitu saja, epilepsi bisa muncul karena penderita mengalai kerusakan otak pada saat dilahirkan. Namun dibalik berbagai penyebab itu, penyebab epilepsi masih belum bisa dipastikan.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini apabila penyakit ini akan kambuh adalah :

  • penderita biasanya merasa pusing,
  • pandangan berkunang-kunang,
  • alat pendengaran kurang sempurna,
  • keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa.

Setelah mengalami gejala diatas sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menulur kaku, tangan mengenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang tertutup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertututp dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

Pertolongan Pertama Untuk Epilepsi

Berikut ini adalah beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan bila anda melihat tanda dan gejala epilepsi anak :

  1. Jangan takut dan panik. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang ada.
  2. Pindahkan semua barang-barang yang berbahaya dari dekat penderita agar tidak melukai anak anda jika menabrak saat sedang kejang.
  3. Longgarkan semua baju yang masih dikenakan oleh anak anda untuk memudahkan jalannya pernafasan.
  4. Jangan masukkan jari atau sapu tangan ke dalam mulut penderita karena benda tersebut akan mengakibatkan anak anda terlukan dan muntah.
  5. Bila anak anda muntah atau mengeluarkan banyak air liur, miringkan kepala anak anda ke salah satu sisi.
  6. Perhatikan keadaan kejang yang dialami oleh anak ada mulai dari kesadaran, warna wajah, pergerakan ke empat anggota gerak, dan juga suhu tubuh anak, waktu saat kejang dimulai dan berakhir serta dengan lamanya kejang yang dialami.
  7. Tetap berada di samping pasien hingga keadaan kesadaran anak anda pulih. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka anak anda dapat dikatakan telah pulih. Namun, bila anak anda menangis karena sakit kepala, tatapan yang terlihat kosong, atau mengantuk, biarkan anak melanjutkan istirahatnya.
  8. Obat supositoria dapat anda berikan ketika anak anda mengalami tanda dan gejala epilepsi anak. Obat supositoria adalah obat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan obat tersebut melalui lubang atau celah pada tubuh anak. Pada umumnya pemberian obat ini dilakukan dengan memasukkannya melalui anus.
  9. Bila kejang yang dialami oleh anak anda berlangsung selama 2-3 menit, yang diikuti dengan kejang berikutnya dan terluka sebaiknya anda segera membawanya ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah anda, agar anak anda mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dialaminya.

Diagnosis Epilepsi

Diagnosis dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa atau rirawat medis, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Pada sebagian besar kasus penyakit epilepsi yang ada, enemnesia ini dapat dilakukan terhadap orang di sekitar pasien misalnya teman, keluarga atau orang-orang yang dekat dengan pasien. Anamnesia juga dapat dilakukan dengan orang yang berada dan melihat langsung tanda dan gejala epilepsi anak yang sedang dialami.

Untuk melakukan pemeriksaan penunjang, dokter yang merawat anak anda akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroensefalogram (EEG), pemeriksaan dengan radiologi berupa Computed Tomography atau CT Scan dan menggunakan cara Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selain itu pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengetahiu tanda dan gejala epilepsi anak yang ada adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang juga digunakan untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Prngobatan Tanda dan Gejala Epilepsi Anak

Tanda dan gejala epilepsi anak anda bisa disembuhkan dengan menjalani pengobatan dan terapi yang dilakukan dengan rutin dan teratur. Pengobatan dilakukan minimal 2 tahun yang dimulai sejak terjadinya kejang yang terakhir kali. Penanganan yang benar dan cepat dianggap terbukti mampu untuk menaikkan angka kesembuhan epilepsi pada anak anda hingga lebih dari 80%.

Kesembuhan dari bayi anda dapat dicapai jika anda membantunya untuk mengikuti petunjuk dokter dan disiplin dalam pemberian obat ayan atau epilepsi kepada anak anda. Obat yang diberikan untuk anak anda berfungsi untuk menyeimbangkan kimiawi yang ada di dalam otak anda yang memicu adanya gangguan. Tingkat kesembuhan terhadap tanda dan gejala epilepsi anak bisa dicapai bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan sel dalam otak anak anda.

Tanda Dan Gejala Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah berfungsi untuk mencegah kejang yang timbul kembali. Pemilihan obat anti epilepsi dilakukan berdasarkan tipe kejang yang dialami dan sedapat mungkin menggunakan semacam obat.Faktor genetik memang berperan dalam epilepsi, akan tetapi tidak semua jenis epilepsi menunjukkan faktor genetik sebagai penyebab. Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami pendarahan di kepala, riwayat radang otak, rdang selaput otak, dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak 

Jika seorang anak mengalami kejang berulang 2 kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan eletroensefalografi (EEG) terutama untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/ kiri, bagian depan/samping/belakang). adakah penyebaran kejang didaerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuannya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi dan menetukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) dikemudian hari. Hasil EEG dapat normal, dikarenakam rekaman dilakukan lebih dari 2 hari setelah serangan, rekaman hanya dilakukan dalam 20-30 menit dan prognosisi anak dalam pengobatan baik.

Mayoritas anak dengan epilepsi akan bebas kejang dalam satu tahun pertama pengobatan, tetapi sekitar sepertiga tetap mengalami kejang. Apabila epilepsi tidak terkontrol dalam jangka waktu dua tahun, pengobatan alternatif harus dipertimbangkan seperti pembedahan, diet ketogenik, dan implan stimulasi. Mendeteksi secara dini resiko yang tidak bisa disembuhkan tersebut, akan membantu dokter menentukan tata laksana yang tepat.

Keteraturan minum obat sangat penting. Jika obat harus diminum 2 kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam, demikian juga jka dosis obat 3 kali sehari, maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Jika kita lupa memberi obat, maka berikan sesegeran mungkin nbegitu kita teringat, jangan menunggu keesokan harinya.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

pada penyakit epilepsi yang dialami pengobatan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial.

# Pengobatan medikamentosa dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang dimana kejang yang timbul merupakan manifestasi penyebab dari penyakit tumor otak, radang otak, dan gangguan metabolik. Untuk itu pemberian obat anti epilepsi ini diperlukan terapi kasual. Beberapa prinsip dasar yang perlu anda pertimbangkan :

  1. Pada penderita yang mengalami kejang yang sangat jarang dan dapat menghilangkan faktor pencetusnya. Pemberian obat untuk kejang ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
  2. Pengobatan penyakit epilespi yang diberikan setelah diagnosis ditegagkan. Hal tersebut berarti penderita mengalami lebih dari dua kali menderita epilepsi yang sama dengan sebelumnya.
  3. Untuk jenis pengobatan dan obat yang akan diberikan kepada penderita harus sesuai dengan jenis kejang yang dialami.
  4. Sebaiknya guna Penatalaksanaan Epilepsi Anak yang di derita lebih baik jika menggunakan monoterapi. Karena dengan pengobatan ini toksisitas akan sedikit berkurang, mempermudah untuk pemantauan pada penderita, dan juga menghindari interaksi otot.
  5. Dosis obat yang digunakan harus disesuaikan secara individual.
  6. Evaluasi hasil yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ini juga harus dijadikan bahan pertimbangan.
  7. Pengobatan akan dihentikan setelah kejang menghilang dan selama minimal 2-3 tahun. Pengobatan yang akan dihentikan secara berangsur dengan menurunkan dosis dari dokter.

Berdasarkan bentuk bangkitan yang sering timbul dan dialami oleh penderita penyakit epilepsi bangkitan parsial yaitu, bangkitan parsial sederhana, bangkitan parsial kompleks, dan bangkitan umum tonik klonik, maka pengobatan yang efektif untuk dilakukan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak adalah :

  1. Fenitoin yang berguna sebagai antikonvulsan yang diberikan pada penderita tanpa menekan aktifitas SPP. Obat ini juga termasuk jenis obat yang relatif aman untuk digunakan. Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini berupa vertigo, tremor, dirsartri, diplopia, nistagmus, dan nyeri pada kepala. Keluhan tersebut akan timbul pada permulaan penderita menjalani terapi atau bia kadar obat dalam darah melebihi 20 ug/ml. Pada kadar 30 ug.ml timbul ataksia dan pada kadar 40 ug/ml akan mulai timbul gangguan mental yang berfariasi antara kebingungan sampai dengan kegelisahan, bahkan delirium dan psikosis.
  2. Karbamazepin yang dapat menimbulkan keluhan pada penderitanya yang berupa pusing, ataksia, mual, dan muntah yang digunakan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak. Terkadang penderita akan mengalami rasa lelah, bingung, bicara berlebihan, dan gangguan pengelihatan berupa diplopia dan pengelihatan kabur atau berbayang-bayang. Obat karbamazepin ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan menyebabkan anemia aplastik. Selain semua efek yang ada diatas, karbamazepin ini juga memiliki efek psikotropik yang dapat juga menguntungkan pada anak-anak yang mempunyai gangguan emosional.
  3. Fenobarbital yang masih digunakan secara luad terutama karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan obat yang lainnya. Obat ini juga diketahui dapat menimbulkanefek samping berupa hiperaktifitas pada anak-anak. Selain itu penggunaan obat ini pada masa awal pengobatan efek sedaktif yang akan sangat mengganggu terutama bila si anak harus pergi ke sekolah.

# Pengobatan psikososial yang memberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besarnya akan terbebas dari serangan kejang yang pernah dialami sebelumnya. Pasien penderita penyakit epilepsi ini harus patuh dalam menjalani pengobatan sebagai Penatalaksanaan Epilepsi Anak sehingga dapat bebas dari penyakit epilepsi dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Penatalaksanaan Epilepsi Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak? Sudah lama penyakit epilepsi ini dikenal oleh masyarakat baik di daerah maupun di perkotaan, namun untuk pemahaman dari penyakit ini masih sangat rendah dan sering terjadi salah persepsi. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa penyakit ayan adalah salah satu jenis penyakit menular.  Penyakit epilepsi ini sering dianggap oleh masyarakat zaman dahulu sebagai penyakit kutukan, kerasukan roh jahat, dan anggapan lain yang justru membuat penderita epilepsi menjadi tidak percaya diri dan merasa di kucilkan dari masyarakat sekitar lingkungan rumah penderita.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pengetahuan yang kurang akan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak ini membuat penderita penyakit epilepsi merasa dikucilkan. Masyarakat yang biasa mengenal epilepsi sebagai penyakit ayan. Epilepsi merupakan penyakit serius menahun yang menyerang organ syaraf. Penyebabnya kerusakan dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, dan tumor otak.

Apabila terjadi gangguan pada otak penderita atau perintah yang diberikan terlalu banyak, maka akan muncul gejala kejang atau yang disebut dengan bangkitan yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan. Fakta yang menyebutkan bahwa setiap orang pernah mengalami dan merasakan kejana. Tapi yang membedakan antara kejang pada penderita epilepsi dan kejang karena sebab lain adalah dari intensitas terjadinya kejang yang berulang.

Tapi Anda jangan takut karena anggapan mengenai Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak semua jawaban menunjukkan bahwa penyakit epilepsi tidak menular. Pengetahuan yang kurang selama ini memunculkan stigma bahwa penyakit ini menular sehingga penderitanya dikucilkan.

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala utama dari penyakit epilepsi ini adalah kejang atau yang disebut dikedokteran adalah bangkitan dan terjadi secara berulang dengan jenis kejang yang sama dengan kejang sebelumnya. Mungkin ada salah satu diantara kita yang sudah pernah melihat penderita epilepsi yang menderita kejang pada seluruh tubuhnya yang disertai dengan hilangnya kesadaran dari penderitanya. Namun, tidak semua jenis kejang yang diderita seperti itu. Kejang pada penderita epilepsi berbeda-beda setiap penderitanya, tergantung dari bagian otak sebelah mana dari penderita yang terserang. Selain kejang pada seluruh tubuh, kejang yang dirasakan oleh penderita epilepsi ini juga bisa hanya menyerang satu bagian tubuh daja seperti tangan, kaki, atau mulut. Kejang juga bisa hanya beruoa berhenti bernafas, seperti orang yang sedang melamun, dan kehilangan kesadaran namun tidak pingsan seperti orang yang sedang amnesia.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Seiring munculnya kasus-kasus epilepsi dan muncul pula pertanyaan benarkah bahwa penyakit epilepsi itu menular, namun anggapan dari orang yang berfikiran seperti itu salah besar. Selain banyak persepsi yang menyebutkan penyakit epilepsi bisa menular sehingga membuat penderitanya minder karena merasa seperti dikucilkan dan dijadikan sebagai bahan omongan tetangga. Padahal epilepsi ini sama sekali tidak menular, meskipun anda berinteraksi dengan penderita secara kangsung, ataupun bahkan daat penderita sedang mengalami kejang sekalipun.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Jika orangtua memberikan pengobatan yang tepat, serangan mendadak mungkin biasa dienyahkan dan tanggapan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak juga akan hilang. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah pennyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata semua ini memang tidak benar adanya. Epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetik. Dan deteksu serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

Dengan menjalani pengobatan epilepsi yang teratur dan gaya hidup yang sehat, pasti para penderita penyakit epilepsi bisa kembali dnegan normal tanpa terserang kejang atau bangkitan kembali begitu juga dengan Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak. Dengan cacatan pengobatan harus dilakukan dengan teratur. dalam dosis yang tepat yang sudah diberikan oleh dokter dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya dokter akan kembali mengevaluasi pasiennya yang menderita penyakit epilepsi setelah menjalani pengobatan dengan meminum obat secara rutin selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Apabila kondisi membaik, dosis obat yang diberikan oleh dokter akan dikurangi dan dalam jangka waktu pengobatan 5 tahun kedepan penderita akan mulai dapat hidup dengan normal. Supaya penyakit epilepsi tidak kembali muncul pada penderita setelah berhenti meminum obat, penderita harus tetap memiliki gaya hidup yang sehat, diantaranya adalah dengan cukup tidur dan jangan sampai penderita mengalami depresi.

Pertolongan Pertama Penderita Epilepsi

Ketika anda melihat seorang penderita sedang mengalami kejang pasti anda akan langsung mulai berfikit ingin menolongnya atau tidak. Dan akan mulai muncul fikiran penyakit epilepsi menular atau tidak. Anda ingin menolongnya atau tidak tergantung dari hati anda. Apabila anda akan menolongnya lakukan hal tersebut :

  1. Segeralah amankan penderita dengan memindahkan semua barang-baranag yang berbahaya dari sekitar penderita.
  2. Rebahkan dengan posisi kepala miring kesamping agar lidar penderita tidak mengalangi jalan pernafasan dan longgarkan semua baju yang terlalu ketat agar penderita mudah untuk bergerak dan bernafas.
  3. Jangan menahan gerakan kejang yang dilakukan oleh perderita, biarkan ia bergerang semaunya. Jangan meletakkan jari atau benda apapun kedalam mulut penderita karena akan menyebabkan gigi penderita patah dan bisa menutupi jalannya pernafasan.
  4. Setelah kejang yang dialami biarkan penderita beristirahat karena setelah mengalami kejang atau bangkitan penderita akan kebingungan dan lelah. Laporkan pada orang disekitar atau yang berwenang untuk melanjutkan dengan menghubungi keluarga atau kerabat dan dokter.

Penyakit Epilepsi Menular Atau Tidak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Epilepsi Ayan

Epilepsi ayan merupakan gangguan yang menyebabkan serangan berkala yang terjadi apabila impuls elektrik otak terganggu. Gejala yang terjadi adalah kejang-kejang secara mendadak. Penyebabnya adalah kelainan saraf di otak, pada bayi biasannya karena kekurangan oksigen di dalam otak (hipoksia).

Epileptikus adalah serangan beruntun lebih dari 30 menit yang berdampak kematian. Apalagi, lanjut Endang, mengingat pengobatan epilepsi memakan waktu bertahun-tahun, yang membuat PE longgar disiplin terhadap kepatuhan pengobatan.

Penyebab Epilepsi ayan

Penyebab penyakit ayan yang sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit ini. Misalnya cedera otak waktu kecelakaan, luka di otak, konsumsi alkohol, dan penyakit mematikan lainnya misalnya diabetes, kanker otak, dll. Selain hal-hal tersebut, faktor genetik juga mempengaruhi seseorang dapat terkena penyakit ayan atau epilepsi. Namun bukan berarti epilepsi adalah penyakit keturunan.

Selain itu, penyakit ayan atau epilepsi sendiri tidak ada hubungannya dengan roh jahat seperti yang sering dikatakan orang-orang zaman dahulu. Penyakit ini terjadi karena ketidaknormalan saraf di dalam otak. Dan pennyakit ini masih dapat disembuhkan asalkan kepatuhan penderita epilepsi dalam minum obat yang diberikan dokter.

Penyebab dari penyakit epilepsi memang tidak diketahui dengan jelas, namun kejang atau bangkitan yang dialami pada penderita penyakit epilepsi ini mungkin diketahui. Untuk menghindari pemicu yang dapat membantu anda untuk menghindari kejang atau bangkitan dan hidup dengan lebih mudah meskipun anda adalah seorang penderita penyakit epilepsi ayan adalah :

  1. Jangan lewatkan satu dosispun obat yang sudah diberikan untuk anda. Dengan anda mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan oleh dokter akan dapat mengurangi gejala kejang yang akan anda alami.
  2. Hindari untuk meminum alkohol dan menggunakan narkoba karena hal tersebut akan membuat epilepsi yang anda derita akan semakin parah dan sulit untuk disembuhkan
  3. Cukupi kebutuhan tidur anda agar otot-otot dalam tubuh anda tidak mengalami stress dan tegang.

Gejala Epilepsi Ayan

Perbedaan dari gejala yang mungkin terjadi pada setiap penderita selalu berbeda-beda tergantung dari jenis kejang yang dialami. Kejang yang dialami dapat dimulai secara parsial dan kemudian general.

Kejang parsial atau sebagian yang dihasilkan dari aktivitas otak yang tidak normal pada suatu bagian otak tersebut. Jenis-jenis kejang parsial ini antara lain : simple partial seizures atau kejang-kejang parsial sederhana yang tidak menghasilkan kehilangan kesadaran yang mungkin akan merubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar pada penderita penyakit epilepsi ayan. Kejang ini juga dapat menghasilkan hentakan pada tubuh yang terjadi secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki dan gejala sensorik seperti geli, vertido, berkedip terhadap cahaya.

Janis lainnya adalah complex partial seizures atau kejang-kejang parsial kompleks yang dapat menghasilkan perubahan kesadaran pada penderita dan akan kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu lamanya.

Kejang general yang akan melibatkan seluruh bagian dari otak penderita. Tipe dari kejang ini adalah absence seizures atau petit mal yang termasuk jenis gejala penyakit epilepsi ayan yang memiliki karateristik oleh gerakan tubuh yang halus namun mencolok dan juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat. Myoclonic seizures yang dapat menyebabkan hentakan atau kedutan yang terjadi secara tiba-tiba pada tangan dan kaki penderitanya.

Jenis kejang general lainnya ada atonic seizures yang juga dapat dikenal dengan drop attack yang dapat menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan mendadak akan collapse dan terjatuh. Dan juga ada tonic clonic seizures atau grand mal yang memiliki hilangnya kesadaran yang paling sering terjadi pada penderita epilepsi ayan. Pada jenis kejang yang satu ini memiliki karateristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih yang dapat mengakibatkan penderita akan mengompol tanpa sadar.

Pengobatan Epilepsi Ayan

Apabila anda memiliki keluarga atau kerabat dengan penyakit epilepsi, ada baiknya anda segera membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat anti epilepsi yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita seperti :

  1. Asam Valproat

Yang berguna untuk mengurangi perambatan lepasan listrik yang melebihi batas normal di dalam otak penderita. Obat asam valproat ini memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kejang absence piknopletik dan juga memiliki senyawa yang berkhasiat untuk serangan grand mal dan mioklonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini seperti adanya keluhan saluran cerna yang dialami oleh penderita, gangguan pembekuan darah, dan yang paling parah dari efek samping yang dihasilkan adalah dapat terjadi kerusakan hati.

  1. Benzodiazepin

Mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai anti epileptika terutama diazepam dan nitrazepam yang berfungsi untuk mencegah dan menghilangkan kejang akibat dari penyakit epilepsi ayan. Senyawa yang terkandung dalam obat golongan benzodiazepin ini terutama digunakan untuk penderita epilepsi petit-mal yang menyerang bayi dan anak-anak. Obat ini berfungsi untuk menekan serangan yang berasal dari fokus epileptogenik dan efektif pada serangan absence dan mioklonik. Dengan efek samping yang dihasilkan adalah mengantuk, termenung-menung, pusing, dan kelemahan yang terjadi pada otot penderita.

Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Ayan

Penyakit Epilepsi ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya. Penyakit Epilepsi atau aya ini sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak yang terjadi pada otak penderitanya sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Ayan

Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi oleh dokter jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atai faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi yang pernah dialami
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, diabetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran yang terjadi pada ibu hamil.
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan yang akan menyebabkan ketidaknormalan yang terjadi pada bayi yang akan dilahirkannya.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol yang sering digunakan mungkin oleh sebagian laki-laki.
  7. Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Gejala Penyakit Epilepsi Ayan

Kejang atau serangan yang ditimbulkan akibat dari penyebab yang muncul tentu saja sangat mengganggu produktifitas dari seseorang dan merupakan pertanda bila fungsi otak terkadang terganggu. Gejala dari penyakit epilepsi ini bisa menimpa siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala umum yang terlihat pada penderita epilepsi adalah :

  • Resiko yang paling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena kejang yang dialami.
  • Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat dari luka yang ada dikelapa dan juga patah tulang.
  • Pada saat penderita mengendarai kendaraan, seorang yang menderita epilepsi bisa tiba-tiba kejang dan mengakibatkan kecelakaan.
  • Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi secara tiba-tiba pada saat penderita sedang berenang atau menyelam.
  • Dapat terjadi komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan yang akan dirasakan pada wanita penderita penyakit epilepsi ayan
  • Pada saat kehamilan atau kelahiran berlangsung, bisa saja sang ibu mengalami kejang dan ini tentu sangat berbahaya untuk bayi yang akan dilahirkannya.
  • Sementara ini perlu diakui bahwa pemberian obat pada wanita penderita epilepsi yang sedang hamil maupun yang tidal bisa meningkatkan resiko cacat pada janin.

Faktor seseorang memiliki resiko terkena penyakit epilepsi ayan adalah :

  • Usia yang biasanya terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan usia 65 tahun ke atas
  • Jenis kelamin yang akan menentukan bahwa penderita epilepsi lebih sering menyerang lelaki di bandingkan wanita karena penyebab penyakit epilepsi ini lebih sering dilakukan atau dijalani oleh laki-laki
  • Riwayat keluarga. Apabila anda memiliki salah satu keluarga dengan riwayan pernah mengalami atau menderita penyakit epilepsi maka anda harus waspada karena mungkin anda juga dapat mengalaminya
  • Cedera kepala. Luka atau cedera yang terjadi di kepala akibat dari terjatuh atau benturan keras pada kepala
  • penyakit Stroke
  • Infeksi yang terjadi pada otak akibat dari kurang mengontrolnya vaksinasi yang diberikan pada masa kanak-kanak.
  • Kejang-kejang yang berkepanjangan pada saat anak-anak yang akan menjadi semakin parah apabil tidak segera dilakukan pengobatan.
  • Cedera yang dapat terjadi pada saat melahirkan.

Pencegahan Penyakit Epilepsi Ayan

Beberapa tindakan yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit epilepsi adalah :

– Mengetahui bahaya infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak yang harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar. Apabila anda termasuk salah satu dari orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam yang harus diinstruksikan pada metode untuk mengontrol demam adalah dengan memberikan kompres dingin dan obat anti peuretik.

– Untuk mengidentifikasi anak dengan gangguan kejang pada usianya yang masih dini. Pencegahan kejang yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ayan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikonvulsan yang diberikan secara bijaksanan. Pencegahan lainnya juga dapat dilakukan dengan memodifikasi daya hidup yang diterapkan untuk yang lebih baik.

– Mencegah adanya cedera kepala yang menjadi salah satu penyebab yang paling utama dari penyakit epilepsi ini yang masih dapat untuk dicegah. Tindakan pencegahan ini adalah salah satu jenis tindakan yang aman. Penderita tidak hanya hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan penyakit epilepsi ayan akibat cedera kepala dengan lebih baik lagi.

– Penanganan yang baik di sekitar kepala pada saat kelahiran juga dapat dilakukan anda gunakan untuk pencegahan penyakit epilepsi atau penyakit ayan pada anak anda. Dan juga dengan menekan parasit dari lingkungan seperti halnya dengan cacing pita yang dapat memberikan hasil yang efektif pada penderita epilepsi.

– Langkah yang pernah dilakuka untuk menurunkan atau mengurangi tingkat infeksi cacing pita telah berhasil dibuktikan dapat menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi ayan yang pernah ada hingga mencapai setengahnya atau 50%.

Penyakit Epilepsi Ayan

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penanganan Epilepsi

Secara umum banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Penanganan Epilepsi dan juga salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya penderita epilepsi yang sering dikucilkan. Bagi penderita epilepsi tidak perlu rendah diri, tapi yang perlu dipahami bahwa epilepsi atau penyakit ayan sama sekali tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan mental. Epilepsi bukanlah penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan ilmu klenik, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Walaupun anda penyandang epilepsi, anda masih saja memiliki banyak kesempatan untuk mengubah potensi menjadi prestasi.

Penanganan Epilepsi 

Para penderita epilepsi hendaknya berusaha untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya agar dapat mengurangi resiko kejang-kejang yang berulang. Caranya adalah :

  • menghindari pekerjaan berat yang sangat melelahkan fisik.
  • hindari terik matahari yang sangat panas pada saat kondisi fisik lemah.
  • kondisi fisik penderita yang memburuk, stres, atau depresi akan mempengaruhi keadaan dan menyulitkan pengobatan yang akan dilakukan untuknya.
  • konsumsilah makanan yang bergizi dan beristirahatlah yang cukup.
  • hindari benturan kepala atau bagian tubuh lain ke benda keras, benda tajam, atau benda panas jika terjadi kejang.
  • selama kejang berlangsung, longgarkan pakaian. Biarkan penderita sadar sendiri, tapi terlebih dahulu lindungi kepalanya dengan bantal, atau sesuatu yang lembut dibawah kepala sebagai Penanganan Epilepsi.
  • setelah sadar miringkan tubuhnya dan bantulah memulihkan pernapasang. Jangan langsung diberi minum, karena bisa tersedak. Jika anak terluka selama mendapat serangan mendadak, atau si anak mungkin menelan air/ cairan, dan serangan epilepsi berlangsung lebih lama dan dari lima menit, sebaiknya bawalah ke dokter.

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan

Hal yang tidak boleh dilakukan selama si penderita mendapat serangan epilepsi adalah meletakkan benda dimulutnya. Jika penderita menggigit lidahnya selama serangan mendadak, tindakan menyisipkan benda seperti sendok dimulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Bisa jadi malah tergigit, atau parahnya malah mematahkan gigi si anak. Orang yang mendapat serangan epilepsi, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa .

Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukanlah hal yang mudah, karena itu berhati-hatilah jangan sampai mencelakai si penderita. Berupaya menyadarkan si anak dengan batuan pernapasan mulut ke mulut saat ia mendapat serangan mendadak sangatlah berbahaya. Kecuali jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut jika si anak tidak bernapas.

Hal yang tak boleh dilupakan dalam Penanganan Epilepsi adalah selalu menuliskan nomor-nomor darurat, seperti rumah sakit atau dokter, tempat yang mudah di jangkau. Jika si anak medapat serangan mendadak dan butuh pertolongan segera, anda tidak panik lagi mencarinya.
Untuk pengobatannya serahkan kepada dokter spesialis. Berikan obat secara teratur, kemudian hindari kelelahan, kedinginan, kecemasa, dan kelaparan. Jika semua itu dilakukan dengan benar pastikan penderita eplipsi bisa sembuh, hidup dan berkembang secara normal.

Penanganan epilepsi lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan selalu memperhatikan atau menemani anak anda yang sedang bermain atau kemanapun mereka pergi. Pemberian obat yang cepat juga sangat bagus untuk anda berikan kepada anak anda namun juga harus melalui resep dokter.

Anak-anak penyandang epilepsi biasanya mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif, bahkan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ apabila ia tidak mendapatkan penanganan epilepsi yang tetap. Selain dampak itu, epilepsi yang menyerang anak anda juga memiliki penyakit penyerta dalam tubuhnya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas yang terjadi akibat dari penyakit epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Pengobatan Epilepsi

Bila anda termasuk dari orang tua yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi, peran anda sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak anda. Selain melakukan tedekti dini diharapkan anda juga memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan. Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur.

Untuk anda yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi anda dapat memberikan atau menerapkan diet katogenik sebagai salah satu dari penanganan epilepsi yang dapat anda lakukan. Diet ini dilakukan dengan mengatur dan menimbang pola makan yang diberikan kepada anak untuk mengurangi terjadinya serangan pada anak anda. Pola makan yang biberikan sesuai dengan diet ini adalah dengan memberikan makanan berlemak dan tampa gula seperti halnya dengan cream, mayonaise, mentega, dan telur. Dapat juga memberikan makanan sedikit buah atau sayuran yang semupakan sumber karbohidrat yang diperlukan dan daging, ikan, atau ayam untuk sember proteinnya. Karena diet ini lebih memfokuskan pada pemberian makanan yang berlemak.

Ajak anak anda dalam menyiapkan dan menimbang makanan yang akan dikonsumsinya dan bila perlu biarkan anak anda ikut berkreasi dalam membentuk dan menyusun makanan ke dalam piring. Gunakan piring yang lebih kecil agar makanan terlihat lebih banyak dan puji semua hal yang dari tadi dikerjakan olehnya agar anak lebih semangat untuk menyantap makanan yang sudah dikreasikannya sendiri.

Penanganan Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Gejala Epilepsi

Gejala epilepsi yang biasa dialami salah satunya adalah serangan kejang. Penyakit epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan tubuh yang sejang sebagian atau juga dapat ditandai dengan kejang seluruh badan yang terjadi tanpa ada alasan yang jelas. Penyakit epilepsi yang timbul tanpa riwayat sebelumnya harus di waspadai. Penyakit epilepsi ada beberapa jenis dan pengobatannya tidak sama. Pertama-tama perlu diketahui apakah itu betul epilepsi. Selain dari riwayat dipastikan dengan pemeriksaan EEG. Dari sana akan muncul jenis epilepsinya. Meski tak ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan epilepsi, dengan bantuan pengobatan yang benar, sekitar 80% pengidap penyakit ini mampu hidup normal.

Pencegahan Gejala Epilepsi

Pencegahan epilepsi umumnya bersifat pengendalian bukan pengobatan dengan minum obat yang teratur. Hingga kini belum ada yang dapat menemukan pengobatan yang dpat digunakan untuk penyembuhan penyakit epilesi dengan sempurna selain hanya untuk mengurangi gejala epilepsi yang dirasakan saja.

Berikut ini adalah nama-nama obat yang dipakai untuk menyembuhkan epilepsi yaitu :

1. Carbamazepine, yang merupakan golongan antedepresan trisiklik. carbamazepine ini digunakan sebagai pilihan utama untuk mengurangi gejala epilepsi pada terapi kejang parsial dan tonik-klonik. Efek samping dari penggunaan obat carbamazepine ini adalah penderita akan merasakan lemas, pusing, pandangan yang berganda, mengantuk, mual, goyah atau tidak dapat berdiri tegak, dan juga hyponatremia yang akan meningkat seiring bertambahnya usia penderita.

2. Carbattrol, Carbatrol (carbamazepine diperpanjang-release) adalah sejenis formulasi kapsul multi-komponen yang terdiri dari tiga jenis manik-manik: manik-manik segera-release, manik-manik extended-release, dan manik-manik enterik-release. Ketiga jenis manik digabungkan dalam rasio tertentu untuk memberikan dosis dua kali sehari Carbatrol (carbamazepine diperpanjang-release). Bahan aktif yang ada di dalam carbattrol ini adalah asam sitrat, koloid silikon dioksida, laktosa monohidrat, mikrokristalin selulosa, polietilen glikol, povidone, natrium lauril sulfat, bedak, trietil sitrat dan bahan-bahan lainnya.

Atau dapat juga dengan menggunakan obat antikonfulsan lainnya seperti clobazam, clonazepam, depakene, depakote, depakote ER, diastat, dilantin, felbatol, frisium, gabapentin, gabitril, keppra, klonopin, lamictal, lyrica, mysoline, neurontin, phenobartial, phenytek, phenytoin, sabril, tagretol, tagretol XL, topamax, trileptal, valproic acid, zarontin, zanogran, zanosimade. Semua obat tersebut bila akan digunakan untuk menangani gejala epilepsi harus di konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Gejala Epilepsi

Gejala pada penyakit epilepsi tidak sama pada setiap orang dan penyebabnya kadang-kadang juga tidak diketahui. Penyebab yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya epilepsi adalah cidera fisik atau kerusakan otak, terutama jika kejangnya berulang-ulang.

Gejala umum yang sering timbul adalah adanya gangguan kesadaran secara mendadak, tidak sadar dan mata membalik ke atas. Kedua tangan dan kaki menjadin kaku disertai dengan gerakan kejut yang kuat. Saat kejang, air liur berbusa dan napas mendengkur. Setelah sadar, penderita muntah sesekali, mengantuk dan tertidur. Setelah bangun penderita akan normal kembali.

Gejala yang paling umum adalah :

– Resiko dari penyakit epilepsi yang dialami yang peling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena mengalami serangan kejang. Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat luka di kepala dan patah tulang.
– Ketika penderita mengendarai kendaraan, dan dengan tiba-tiba mengalami serangan kejang maka akan mengakibatkan kecelakaan.
– Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi ketika berenang atau menyelam.
Penderita dapat mengalami komplikasi yang terjadi saat kehamilan dan melahirkan. Pada saat kehamilan dan kelahiran berlangsung bisa saja sang ibu akan mengalami kejang dan akan berbahaya untuk bayi yang ada dikandungannya. Pemberian obat bagi penderita penyakit epilepsi ini bisa meningkatkan terjadinya resiko cacat pada janin yang ada di dalam kandungan sang ibu.

Penyebab Gejala Epilepsi

Ditinjau dari penyebab terserangnya penyakit epilepsi dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu :

Epilepsi primer atau epilepsi idiopatik yang hingga kini belum atau tidak ditemukan penyebabnya.Pada epilepsi ini tidak ditemukan kelainan pada jaringan otak. Namun diduga terdapat kelainan atau gangguan keseimbangan zat kimiawi dalam sel-sel saraf pada area jaringan otak yang abnormal.

Epilepsi sekunder yaitu yang penyebabnya sudah diketahui.Epilepsi ini berarti gejala penyakit epilepsi yang timbul ialah sekunder. Penyebab ini terjadi akibat dari adanya kelainan pada jaringan otak. Kelainan ini dapat disebabkan karena penyebab yang dibawa sejak lahir atau jaringan parut sebagai akibat dari kerusakan otak pada waktu lahir atau pada masa perkembangan anak.

Penyebab spesifikasi dari gejala epilepsi sebagai berikut :

– Kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu, seperti ibu yang selalu menelan obat-obatan tertentu yang dapat merusak otak janin, mengalami infeksi, minuman alkohol, atau mengalami cidera.
– Kelainan yang dialami penderita pada saat kelahiran, seperti anak yang mengalami kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan.
– Cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
– Mengalami tumor otak yang merupakan penyebab dari gejala penyakit epilepsi yang tidak umum terutama pada anak-anak.
– Terjadi penymbatan darah pada otak atau kelainan pembuluh darah otak.
– Radang atau infeksi yang terjadi pada otak dan selaput otak.
– Kecenderungan munculnya gejala dari penyakit epilepsi yang diturunkan. Hal ini disebabkan dari adanya ambang rasa serangan yang lebih rendah dari normal yang diturunkan pada anak-anak.

Gejala Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )