Pengobatan Anti Epilepsi

Pengobatan Anti Epilepsi dapat digunakan karena penyakit epilepsi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dalam waktu yang lama. Obat Anti Epilepsi (OAE) dikonsumsi untuk menekan aktifitas listrik yang berlebihan penyebab epilepsi. Kesembuhan penyandang epilepsi sangat ditentukan oleh pemilihan obat yang tepat dan adekuat, khususnya pada anak-anak guna menghindari risiko gangguan pada tumbuh kembangnya seperti penurunan konsentrasi anak.

Pengobatan Anti Epilepsi
Pengobatan Anti Epilepsi

Kepatuhan seorang penderita dalam mengonsumsi obat juga sangat penting. Hal ini berguna untuk mengontrol serangan epilepsi yang dialaminya. Serangan kejang yang sering terjasi berulang akibat kepatuhan minum obat akan menyebabkan jaringan otak yang tidak rusak menjadi rusak sehingga terapi jadi makin sulit untuk untuk dilakukan, bahkan bisa timbul risiko yang lebih bahaya. Untuk itu perlu ada disiplin minum obat.

Diagnosis Penyakit Epilepsi

Untuk penderita yang akan melakukan diagnosis epilepsi ini dapat dilakukan berdasarkan deskripsi kejang dan peristiwa kejang. Elektroensefalogram dan neuroimaging atau pencitraan sel syaraf biasanya juga menjadi bagian dari pemeriksaan medis.

Pemeriksaan elektroensefalogram dapat membantu anda untuk memberikan gambaran aktifitas otak yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya serangan epilepsi. Pemeriksaan dengan cara ini direkomendasikan hanya pada mereka yang menunjukkan kejang epileptik sebagai gejala dari penyakit epilepsi yang dideritanya.

Untuk mendiagnosis penyakit epilepsi menggunakan pemeriksaan EEG ini dapat membantu anda untuk membedakan jenis gejala kejang atau sindrom yang ada pada diri penderita saat itu. Sedangkan pada anak-anak pemeriksaan dengan cara ini diperukan setelah anak mengalami kejadian kejang kedua. Pemeriksaan EEG ini akan lebih membantu anda apabila dilakukan saat penderita tertidur atau kurang tidur. Dari diagnosis yang dilakukan dokter baru dapat menentukan obat anti epilepsi yang akan diberikan untuk pengobatan ayan atau epilepsi.

Pengobatan Anti Epilepsi

Pemberian Obat Anti Epilepsi dilakukan setelah diagnosis epilepsi berhasil ditegakkan. Lalu terdapat minimum dua bangkitan dalam satu tahun. Penting juga untuk memastikan bahwa penyandang dan atau keluarganya sudah menerima penjelasan tentang tujuan pengobatan dan kemungkinan efek samping yang timbul dari Obat Anti Epilepsi.

Penggunaan dan pemilihan pengobatan anti epilepsi ini harus berdasarkan pengawasan dokter. Pemilihan obat anti epilepsi sendiri tidak sama pada masing-masing orang. karena pemilihan didasarkan pada jensi kejang atau bangkitan epilepsinya, frekuensi kejang, penyebab kejang, serta efek sampingnya.

Kebanyakan epilepsi dapat dikendalikan dengan satu macam obat. Pengobatan Anti Epilepsi ini pertama yang digunakan antara lain :

fenitoindengan dosis awal dari penggunaan obat ini adalah 5 mg/kg/hari dan dengan dosis pemeliharaan 20 mg/kg/hari yang berikan setiap 6 jam sekali. Efek samping dari pengobatan anti epilepsi feniton ini seperti lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, dan mengantuk.

Jenis pengobatan anti epilepsi lainnya yang dapat digunakan adalah karbamazepin,asam valproat.Obat dari golongan baru seperti gabapentin, pregabalin, vigabatrin, umumnya lebih dapat ditoleransi tubuh dibanding dengan obat anti epilepsi.

Obat anti epilepsi yang dikonsumsi berguna untuk mengontrol serangan. Obat anti epilepsi sudah diminum secara teratur, tapi kenapa kejang masih juga datang? Jika frekuensi kejang tidak juga berkurang, maka kemungkinan ada beberapa hal yang mencetuskannya.

1. Dosis obat yang kurang tepat atau kurang adekuat untuk mencegah kejang datang kembali.

2. Waktu pemberian dan pengenalan obat yang kurang pas. Misalnya dosis dinaikkan terlalu cepat

3. Kurangnya pengelolaan terhadap faktor-faktor pencetus bangkitan, seperti kurang tidur, stress, konsumsi alkohol, dan obat-obatan tertentu.

4. Obat yang tidak stabil, jika salah cara penyimpanannya dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas obat. Oleh karena itu, obat sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan jauhkan dari panas.

5. Pasein lupa atau sengaja tidak meminum obat. 40% pasien yang mengalami gejala toksik atau efek samping obat anti epilepsi menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

6. Pasien bukan menderita epilepsi, melainkan kejang non epilepsi, misalnya pada gangguan psikiatrik panik atau gangguan kepribadian.

7. Pasien tidak patuh atau menghentikan pengobatan secara sepihak. Penyebabnya beragam, dari mulai bosan, mual akibat efek samping obat hingga tidak kuat secara biaya.

Obat Anti Epilepsi generasi baru memang lebih mahal, namun lebih aman dengan efek samping dan interaksi obat lain lebih kecil. Bila biaya menjadi persoalan, baiknya bicarakan secara intens dengan dokter untuk dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Hindari mengganti obat tanpa petunjuk dokter.

Gejala Epilepsi

Gejala atau tanda dari penyakit ayan atau epilepsi apabila penyakit ini akan kambuh adalah penderita biasanya akan merasa pusing, mengalami pandangan yang berkunang-kunang, alat penderngaran yang mendadak kurang sempurna. Gajala lainnya yang akan dirasakan oleh penderita penyakit epilepsi adalah keluar keringat yang berlebih dan mulut penderita mulai mengeluarkan busa. Sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan yang diiringi dengan jeritan.

Semuat urat-urat pada tubuh penderita akan mengejang, dengan lengan dan tungkai manjulur kaku, tangan menggenggam dengan eratacapkali lidah penderita akan luka akibat tergigit karena rahang tertutup dengan rapat yang mengakibatkan penderita dulit untuk bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama penderita mengalami gejala epilepsi mata akan tertutup dan akhirnya akan tertidur pulas hingga 45 menit. Setelah sadar berikan pengobatan anti epilepsi yang sudah diresepkan dokter untuk penderita.

Pengobatan Anti Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Pencegahan penyakit epilepsi dapat dilakukan bergantung pada apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Unutk mencegahnya epilepsi akibat komplikasi saat kehamilan dan proses kelahiran, diperlukan  perawatan prenatal (sesaat sebelum kelahiran) yang baik. Untuk mencegah epilepsi yang dicetuskan akibat infeksi, dapat diberikan vaksinasi penyakit tertentu.

Pada epilepsi yang disebabkan oleh trauma kepala, mencegahnya dengan menggunakan helm, safety belt dan alat pelindung lain saat berkendara, untuk mencegah trauma kepala. Jika telah terjadi cedera, obati segera untuk menurunkan resiko terjadinya epilepsi. Pada lansia, hindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan stroke.

Gambaran : pertolongan pada penderita epilepsi

Penanganan Penyakit Epilepsi

Sebagai proses pencegahan ada beberapa kiat untuk menghadapi jika terjadi serangan epilepsi, adalah

Saat ada orang yang mengalami kejang akibat penyakit ayan atau epilepsi di tempat umum, reaksi yang umum dijumpai adalah orang-orang menjadi panik dan mencoba menghentikan kejang dengan memegangi orang tersebut. Bahkan ada yang menjejalkan sendok, handuk atau kain ke dalam mulut orang yang sedang kejang. Perlu diketahui, bahwa umumnya kejang akan berhenti dengan sendirinya. Yang dapat kita lakukan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi adalah menolong orang yang kejang agar tidak mengalami cedera serius.

Penanganan yang perlu diberikan kepada penderita penyakit epilepsi yang sedang kambuh di tempat umum atau dirumah adalah :

–  Berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Hal ini adalah merupakan salah satu kunci dalam menolong seorang yang kejang, baik akibat epilepsi atau bukan.

– Bersihkan ludah yang keluar dari mulutnya untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran napas, dan jangan memasukkan benda apapun juga ke dalam mulut pasien. Karena ini hanya akan dapat menyebabkan penderita tersedak, gigi patah atau cedera lain yang lebih serius dari yang kita bayangkan.

– Balikkan tubuh orang tersebut secara perlahan ke satu sisi dalam posisi miring. Jangan coba-coba menghentikan kejang dengan menahan tangan atau kaki penderita. Ini malah dapat menyebabkan cedera pada otot dan tulang.

– Istirahatkan kepala penyandang epilepsi pada tempat yang datar. Beri bantal atau tumpukan kain yang empuk dan lembut supaya tidak membentur lantai dan berfungsi untuk menopang leher.

– Jauhkan benda-benda yang berbau tajam dari sekitar penyandang epilepsi yang sedang kejang untuk mencegah cedera.

– Jangan pernah meninggalkan orang yang sedang mengalami serangan kejang baik akibat penyakit epilepsi atau bukan epilepsi sendirian. Jika perlu telepon ambulans. Penyandang perlu segera di bawa ke rumah sakit jika ia belum pernah kejang sebelumnya untuk dilakukan pemeriksaan agar dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi, kejang yang lebih dari 2-3 menit, terjadi cedera, kejang pada wanita hamil, kejang pada orang dengan diabetes dan jika tidak ada orang yang tahu apa yang harus dilakukan.

Gejala Epilepsi

Gajala klinis dari penyakit epilepsi

(1) Gajala kejang yang spesifik, yang terjadi tergantung pada jenis kejang. Jenis kejang pada setiap pasien dapat bervariasi, namun dari jenis kejang yang ada memiliki kecenderungan yang sama pada setiap pasiennya.

(2) Somatosensori atau motor fokal. Gejala yang satu ini lebih sering terjadi pada penderita penyakit epilepsi yang mengalami kejang kompleks parsial.

(3) Kejang kompleks parsial. Gejala kejang kompleks parsial akan ditandai dengan terjadinya gangguan kesadaran pada penderita.

(4) Kejang absens. Kejang ini mempunyai efek yang ringan dengan gangguan kesadaran yang singkat pula.

(5)   Kejang tonik-klonik yang pada umum mempunyai episode kejang yang lama dan terjadi kehilangan kesadaran.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Walaupun banyak kasus yang tidak dapat dicegah, namun usaha untuk mengurangi gejala penyakit epilepsi ini mungkin dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi yang dapat dilakukan. Pencegahan dapat anda mulai dari cedera kepala, yaitu dengan penanganan yang baik dan maksiman untuk wilayah sekitar kepala saat proses kelahiran. Wilayah sekitar kepala menjadi salah satu penyebab yang paling utama yang menjadikan seseorang dapat terserang peenyakit epilepsi.

Pencegahan lain yang dapat anda lakukan adalah dengan melakukan penekan terhadap adanya parasit dari lingkungan sekitar seperti cacing pita. Pencegahan ini dapat memberikan hasil yang efektif untuk masyarakat yang ingin menjauhkan diri dari penyakit epilepsi. Disebuah wilayah di Amerika Tengah telah berhasil menurunkan angka kasus baru dari penyakit epilepsi hingga mencapai 50% dengan cara melakukan pencegahan penyakit epilepsi dengan cara menurunkan tingkat terjadinya infeksi terhadap cacing pita.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan andalan untuk penyakit epilepsi adalah dengan dengan pemberian obat antikonvulsan, dengan kemungkinan pemberian seumur hidup sebagai pencegahan penyakit epilepsi yang diderita dapat muncul kembali. Pemilihan penggunaan antikonvulsan tergantung pada tipe kejang yang dialami, sindrom epilepsi, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan lainnya, dan usia serta gaya hidup penderita. Pada awalnya dokter merekomendasikan pengobatan tunggal. Apabila dengan pengobatan tunggal yang dilakukan tidak efektif, direkomendasikan beralih ke pengobatan tunggal lainnnya. 

Dua jenis pengobatan sekaligus hanya direkomendasikan bila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik. Pada kurang lebih setengahnya, agen pertama efektif; agen tunggal kedua membantu sekitar 13% dan yang ketiga atau dua agen pada waktu bersamaan mungkin memberi tambahan bantuan sebanyak 4%. Sekitar 30% dari penderita tetap mengalami kejang walaupun sudah mendapatkan penanganan dengan antikonvulsan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi yang paling mencolok adalah serangan kejang yang paling sering dialami oleh penderita epilepsi pada umumnya. Epilepsi atau dalam istilah awamnya adalah ayan atau sawan sudah dikenal sejak lama, namun hingga kini pemahaman tentang penyakit ini masih rendah. Stigma negatif masih sering diletakkan kepada penyandang epilepsi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak masyarakat masih memiliki pandangan bahwa epilepsi bukanlah penyakit tetapi karena bukanlah penyakit tetapi karena masuknya roh jahat, kesurupan, guna-guna atau sebuah kutukan. Dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karir dan kehidupan rumah tangga merupakan masalah yang sering dihadapi penyandang epilepsi dan membuat mereka tertekan dan depresi.

Ditambah lagi, banyak keluarga penyandang epilepsi yang masih menutup-nutupi keadaan sehingga penanganan epilepsi menjadi tidak optimal. Padahal pada kenyataannya epilepsi sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang epilepsi dapat hidup normal dan berprestasi.

Gambar : Penyandang penyakit epilepsi

Tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Epilepsi dapat diartikan sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Kejang terjadi sebagai akibat letupan listrik di dalam otak, sehingga terjadi gangguan pada gerakan sensasi kesadaran atau perilaku tanpa disadari penyandangnya.

Otak manusia terdiri dari triliyunan sel syaraf yang saling berhubungan melalui cetusan-cetusan listrik yang diperantai oleh zat kimia yang disebut neurotransmitter. Cetusan listrik ini juga bekerja pada otot, menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, aksi dan pengaturan fungsi tubuh bagian dalam. Jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dapat terjadi letupan yang tidak diinginkan dan akibatnya terjadi kejang.

Penting untuk diketahui, yang dimaksud dengan kejang disini  tidak hanya gerakan mengejang di seluruh badan yang menjadi tanda tanda penyakit epilepsi yang menyerang, namun dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekejap atau tanda-tanda lain yang kadang tidak disadari penyandang epilepsi maupun orang disekitarnya. Anak dapat sering jatuh atau sulit mengikuti pelajaran. Orang tua atau guru yang tidak teliti, dapat salah mengerti dan menganggap anak tersebut bodoh.

Lebih parah lagi, jika terjadi kejang seluruh badan, orang menganggap penyandang mengalami kesurupan, kena guna-guna atau kutukan. “Akibatnya penyandang epilepsi sering menghadapi masalah psikososiokultural berupa dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan, serta rumah tangga terganggu.

Kejang tidak selalu epilepsi

Anggapan di masyarakat, kejang kerap diidentikkan dengan epilepsi ataupun sebaliknya. Nyataya menurut Dr. Irawan, tidak semua kejang adalah tanda tanda penyakit epilepsi. Jika kejang yang disertai dengan demam tinggi,  kadar gula darah yang rendah, penghentian obat-obatan atau alkohol atau segera setelah trauma kepala, biasanya hal ini bukan kejang akibat epilepsi.

Jika hal ini terjadi tanpa riwayat kejang sebelumnya, biasanya tidak perlu diberikan obat anti epilepsi yang diobati hanya penyakit lain yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang tersebut. Satu dari dua wanita yang termasuk penderita penyakit epilepsi, kejang yang terjadi bukan kejang karena kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami, namun karena menstruasi dan epilepsi yang memiliki hubungan. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstuasi yang di jalani mungkin akan dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Untuk mengganti atau menambahkan obat anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah merawat anda.

Dukungan yang bisa diberikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah sangat dianjurkan untuk tidak memendam perasaannya. Anda dapat mencengarkan semua curhatan penderita dengan penuh perhatian. Penderita epilepsi sebaiknya tidak di asingkan namun anda harus memberikannya perhatian lebih agar ia merasa tenang ketika disamping anda. Tanyakan bantuan apa yang bisa anda lakukan atau anda berikan untuk penderita epilepsi jika suatu saat penderita mengalami tanda tanda penyakit epilepsi. Jangan biarkan penderita epilepsi mengemudi sendiri. Maka, jika anda sedang ingin pergi ke suatu tempat, mungkin anda dapat menawarinya tumpangan atau membantunya untuk mengurus sesuatu yang penderita sedang perlukan untuk saat itu.

Pencegahan Tanda tanda Penyakit Epilepsi

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi, seperti :

  • Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan menggunakan vaksinasi yang benar. Apabila anda adalah sepasang orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus di instruksikan pada metode untuk mengontrol demam. Pengontrolan demam anak dapat anda lakukan dengan memberikan kompres dingin dan juga pemberian obat anti peuretik.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang yang dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obat antikonvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan tanda ini.
  • Cidera kepala yang menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit epilepsi yang dapat dicegah. Tindakan pencegahan yang aman dapat dilakukan dengan tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan adanya tanda tanda penyakit epilepsi akibat cidera kepala.
  • Menemani anak pada saat anak sedang bermain dan tidak membiarkan anak anda dalam keadaan fikiran yang kosong juga dapat anda gunakan sebagai tindakan pencegahan munculnya serangan kambuhan yang terjadi secara tiba-tiba.

 Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi dapat dilakukan dengan tradisional. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensu psikososial yang berat bagi penyandangnya (pendidikan yang rendah, pengangguran yang tinggi, stigma sosial, rasa rendah diri, kecenderungan tidak menikah bagi penyandangnya). Epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda kejang sementara dan atau gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal, berlebihan atau sinkron di otak.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Otak manusia sebenarnya terdiri dari jutaan sel saraf yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua aktifitas tubuh selain faktor genetik dari prnyakit epilepsi yang juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Berkit beberapa faktor penyebab penyakit ayan atau epilepsi  yang paling umum, diantaranya :

  • Faktor genetik yang terjadi akibat dari adanya gen tertentu yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit epilepsi dan membutuhkan pengobatan atau beberapa Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.
  • Trauma yang terjadi di kepala akibat dari penderita pernah mengalami cidera di kepala.
  • Penderita epilepsi yang juga mengalami penyakit tumor otak
  • Terjadi kerusakan otak penderita dalam proses kelahiran
  • Penyakit stroke
  • Penderita epilepsi yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Untuk menyembuhkan penyakit ini ada cara sederhana yang dapat dilakukan para penderita, yaitu diet kategonik. Diet ini terbukti dapat menurunkan frekuensi timbulnya kejang pada anak-anak, namun diet ini relatif sulit dinjalankan. Karena pasien hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan mengalami kekekurangan berbagai nutrisi yang penting, seperti vitamun B, C, dan D. Resiko yang lebih besar adalah terjadnya penurunan gula darah secara drastis akibat pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk gula. Diare dan gangguan batu ginjal juga kerap terjadi. Dengan demikian sebelum dan selama menjalankan program diet ini, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Umumnya pada waktu mencocokkan diet ini dengan kebutuhan anak dan meningkatkan efektifitasnya. Dokter biasanya memulai dengan menanyakan kepada orangtua tentang pola makan anak selama satu bulan terakhir. Bahkan jika diet belum juga berhasil, sejarah pola makan anak selama 2-3 bulan terakhir mungkin juga diperlukan.

Cara Penyembuhan Penyakit Epilepsi dengan Diet : Diat Katogenik

Selama melakukan diet kategonik, anak tetap mengonsumsi obat ayan atau epilepsi, tetapi dosisinya mungkin akan dengan perlahan dikurangi. Jika anak merespon dengan baik diet kategonik ini, dokter bahkan akan mengehentikan obat-obatan seluruhnya.

Dokter dan ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam diet katogenik bagi pasien penderita epilepsi ini dapat menganalisa kondisi pada anak dan dapat menetapkan rencana pola makan Dokter harus menyancang pola makan yang masih aman untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pola makan yang mungkin diberikan oleh dokter biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran sebagai sumber karbohidrat, daging, ikan atau ayam sebagai dumber protein dan banyak memakan makanan berlemak seperti cream, mentega, telur, mayonaise, dan tidak mengkonsumsi gula. Dengan anda memberikan nutrisi yang bersifat katogenik telah menjadi salah satu cara pengobatan penyakit epilepsi.

Cara penyembuhan yang dapat anda lakukan lainnya untuk Penyakit Epilepsi dengan obat tradisional :

Resep 1. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Lidah buaya 60 gram dan air 600 cc

Cara pembuatan ramuan : kupas kulit lidah buaya dan cuci dagingnya hingga bersih. Rebus dalam 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan tersisa setengahnya. Berikan air sebusan lidah buaya ini untuk penderita selagi masih hangat. Pemberian obat dapat anda lakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Resep 2. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, 30 gram daun sambiloto, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Campurkan semua bahan menjadi saku kecuali gula merah, lalu cuci hingga bersih. Rebus semua bahan dengan 600 cc air bersih hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya atau sekitar 300 cc. Saring ramuan dan berikan pada penderita selagi masih hangat. Obat epilepsi ini dapat anda berikan 2 kali sehari untuk mengurangi serangan yang terjadi.

Resep 3. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang diperlukan : 1 genggan akar baru cina, 1 ruas ibu jari jahe, 1 ruas ibu jari gula aren, dan 4 gelas air.

Cara pembuatan ramuan : ambil akar daun baru cina dan jahe, lalu cuci hingga bersih. Rebus dalam 4 gelas air bersih dan tunggu hingga mendidih. Biarkan rebusan mendidih dan airnya surut menjadi setengahnya. Angkat dan biarkan hingga ramuan tersebut dingin. Saring dan berikan ramuan kepada penderita epilepsi sebanyak 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Resep 4. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Resep yang satu ini merupakan resep yang paling mudah untuk anda lakukan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk resep ini hanya buah ciplukan. Cari buah ciplukan yang sudah masak di ladang sekitar rumah anda. Kumpulkan sekitar 8 sampai 10 buah, kemudian cuci hingga bersih. Untuk buah ciplukan ini anda tidak perlu mengolahnya, namun anda cukup mengkonsumsinya langsung. komsumsi buah ini setiap hari hingga penyakit epilepsi yang anda alami membaik.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

Penyakit Epilepsi Pada Anak

Penyakit Epilepsi Pada Anak disebabkan oleh lonjakan aliran listrik dalam otak, terjadi tiba-tiba dan berulang. Bisa terjadi pada sebagian atau seluruh bagian otak,menyebabkan kejang sampai berkelojotan atau hanya pada bagian tubuh tertentu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Pada Anak

Kondisi ini bisa terjadi bila ibu saat hamil mengalami infeksi, demam tinggi atau malnutrisi. Proses persalinan yang sulit, bayi kurang atau telat bulan, juga dapat menyebabkan otak janin kekurangan zat asam. Gangguan otak janin seperti infeksi atau radang selaput otak, cedera akibat benturan fisik dan tumor kelainan pembuluh darah pada otak, menyebabkan janin berpotensi mengidap epilepsi. Tapi 60% kejadian epilepsi pada bayi/ anak belum diketahui penyebabnya.

Gejala Penyakit Epilepsi Pada Anak

Epilepsi tidak selalu ditunjukkan dengan gejala kejang berkelojotan dan mulut berbusa. Kejadian epilepsi baik kejang atau bengong lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa, karena otak anak, terutama bayi, belum berkembang sempurna.

Bedanya dengan melamun, jika saat bengong digoyang tetap tidak sadar berarti epilepsi. Gampang dicetuskan, gampang pula diobati. Pada anak yang lebih dewasa, dengan menarik nafas dalam dan mengeluarkannya sebanyak 30x, bengong akan muncul. Tidak merusak otak, jadi tidak perlu khawatir. Epilepsi bisa menyerang bayi dengan tanda lahir merah disebagian wajah, Warna kemerahan ini karena pelebaran pembuluh darah pada bagian tertentu di otak. Terapinya adalah dengan keteterisasi pembuluh darah otak. Gejala lain ditunjukkan dengan bayi kejang seperti terkejut tanpa sebab. Kagetnya bisa puluhan kali sehari. Terjadi pada bayi usia 3-12 bulan yang, misalnya terkena teksoplasma atau hidrosefalus, disebut dengan sindrome west. Sindrom ini lebih sering terjadi pada lai-laki dengan rasio 56:44 dibanding perempuan.

Makin sedikit obat anti epilepsi (OAE), makin bagus hasilnya. Umumnya 70% serangan dapat diatasi dengan 1 jenis OAE, sisanya 30% perlu terapi kombinasi. Obat antara lain divalproex sodium, fenobarbital, gabapentin, atau oksabasepin. Pengobatan harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan serangan baru yang berdampak lebih serius, seperti serangan epilepsi beruntun dan tidak terkontrol.

Gejala yang lebih spesifikasi adalah :

  • Tatapan anak yang kosong. Waspadai gerang gerik penderita epilepsi pada anak yang memungkinkan anak anda akan berhenti untuk beraktifitas dan menatap dengan tatapan yang kosong seperti sedang melamun. Saat melamun lengan atau kepala anda akan mungkin akan tampak lemas dan lunglai. Gajala ini berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit yang biasanya setelah itu anak sadar dan tidak tau apa yang barusan dialaminya.
  • Kedutan yang mungkin akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan yang kemudian akan semakin menjalar sampai ke lengan dan kemudian akan menyebar hingga sepatuh atau ke seluruh bagian dari tubuh menjadi berkedut. Gejala ini biasanya akan terjadi dalam keadaan tetap sadar namun ada juga sebagian anak yang tidak sadar.
  • Aura yang menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi pada anak yang menjadi peringatan yang biasanya akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung. Aura yang dialami akan menyebabkan akan secara mendadak akan merasakan sakit yang muncul tanpa sebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata atau juga mencium bau yang tidak ada sumbernya. Penderita penyakit epilepsi pada anak juga akan mengalami masalah pengelihatan atau perasaan yang aneh disuatu tempat dibagian tubuh anak terutama pada perut.
  • Kejang total atau kejang yang menyebabkan anak anda sampai terjatuh dan kehilangan kesadarannya. Pada kejang ini biasanya akan merlangsung selama dua atau lima menit. Pada saat anak mengalami kejang tubuh anak anda akan kaku dan bergetar tanpa bisa dikendalikan. Anak anda akan kehilangan kontrol kandung kemih sehingga anak akan mengompol tanpa disadari dan dengan air liur yang akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar ke belakang.

Penyakit epilepsi pada anak adalah salah satu jenis penyakit yang cukup bahkan sangat berbahaya jika penanganan atau tindak lanjut yang yang diberikan kepada anak kurang cepat, apabila anda sudah tahu gejala atau ciri epilepsi pada anak tentu akan mengingatkan anda jika-jika nanti saudara atau siapapun ada anak yang terkena epilepsi, bisa dan harus ditangani secara cepat agar tidak berlanjut dan semakin parah.

Penanganan Penyakit Epilepsi Pada Anak

Ketika terjadi serangan pada anak anda, misalnya kejang, anda jangan panik dan tetap harus tenang. Epilepsi dapat disembuhkan dan bukan jenis penyakit yang dapat menular baik melalui udara maupun air liur dan bukan juga jenis penyakit turunan. Anda tidak perlu memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita karena akan menyebabkan penderita muntah. Longgarkan atau buka semua pakaian yang dikenakan oleh anak anda dan posisikan dengan kepala miring untuk memudahkan ia bernafas. Cukup, jauhkan benda-benda keras yang bisa membuatnya terbentur atau benda yang dapat membuatnya terluka. Jika kejang yang terjadi akibat dari Penyakit Epilepsi Pada Anak dirasa berbahaya, segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan diagnosis dan pemeriksaan lainnya. Setelah kejang yang dialami berhenti biarkan anak anda untuk melanjutkan istirahatnya. Mungkin kejang yang dialami dapat membuat anak anda menjadi lelah.

Penyakit Epilepsi Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Epilepsi
Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak

Harga Obat Epilepsi

Harga Obat Epilepsi
Harga Obat Epilepsi

Harga 1 Botol Obat Epilepsi isi 60 Kapsul = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Epilepsi, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )