Penyakit Epilepsi Pada Anak

Penyakit Epilepsi Pada Anak disebabkan oleh lonjakan aliran listrik dalam otak, terjadi tiba-tiba dan berulang. Bisa terjadi pada sebagian atau seluruh bagian otak,menyebabkan kejang sampai berkelojotan atau hanya pada bagian tubuh tertentu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Pada Anak

Kondisi ini bisa terjadi bila ibu saat hamil mengalami infeksi, demam tinggi atau malnutrisi. Proses persalinan yang sulit, bayi kurang atau telat bulan, juga dapat menyebabkan otak janin kekurangan zat asam. Gangguan otak janin seperti infeksi atau radang selaput otak, cedera akibat benturan fisik dan tumor kelainan pembuluh darah pada otak, menyebabkan janin berpotensi mengidap epilepsi. Tapi 60% kejadian epilepsi pada bayi/ anak belum diketahui penyebabnya.

Gejala Penyakit Epilepsi Pada Anak

Epilepsi tidak selalu ditunjukkan dengan gejala kejang berkelojotan dan mulut berbusa. Kejadian epilepsi baik kejang atau bengong lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa, karena otak anak, terutama bayi, belum berkembang sempurna.

Bedanya dengan melamun, jika saat bengong digoyang tetap tidak sadar berarti epilepsi. Gampang dicetuskan, gampang pula diobati. Pada anak yang lebih dewasa, dengan menarik nafas dalam dan mengeluarkannya sebanyak 30x, bengong akan muncul. Tidak merusak otak, jadi tidak perlu khawatir. Epilepsi bisa menyerang bayi dengan tanda lahir merah disebagian wajah, Warna kemerahan ini karena pelebaran pembuluh darah pada bagian tertentu di otak. Terapinya adalah dengan keteterisasi pembuluh darah otak. Gejala lain ditunjukkan dengan bayi kejang seperti terkejut tanpa sebab. Kagetnya bisa puluhan kali sehari. Terjadi pada bayi usia 3-12 bulan yang, misalnya terkena teksoplasma atau hidrosefalus, disebut dengan sindrome west. Sindrom ini lebih sering terjadi pada lai-laki dengan rasio 56:44 dibanding perempuan.

Makin sedikit obat anti epilepsi (OAE), makin bagus hasilnya. Umumnya 70% serangan dapat diatasi dengan 1 jenis OAE, sisanya 30% perlu terapi kombinasi. Obat antara lain divalproex sodium, fenobarbital, gabapentin, atau oksabasepin. Pengobatan harus dilakukan secara teratur. Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan serangan baru yang berdampak lebih serius, seperti serangan epilepsi beruntun dan tidak terkontrol.

Gejala yang lebih spesifikasi adalah :

  • Tatapan anak yang kosong. Waspadai gerang gerik penderita epilepsi pada anak yang memungkinkan anak anda akan berhenti untuk beraktifitas dan menatap dengan tatapan yang kosong seperti sedang melamun. Saat melamun lengan atau kepala anda akan mungkin akan tampak lemas dan lunglai. Gajala ini berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit yang biasanya setelah itu anak sadar dan tidak tau apa yang barusan dialaminya.
  • Kedutan yang mungkin akan dimulai dari satu jari atau telapak tangan yang kemudian akan semakin menjalar sampai ke lengan dan kemudian akan menyebar hingga sepatuh atau ke seluruh bagian dari tubuh menjadi berkedut. Gejala ini biasanya akan terjadi dalam keadaan tetap sadar namun ada juga sebagian anak yang tidak sadar.
  • Aura yang menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi pada anak yang menjadi peringatan yang biasanya akan terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung. Aura yang dialami akan menyebabkan akan secara mendadak akan merasakan sakit yang muncul tanpa sebab yang jelas, mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata atau juga mencium bau yang tidak ada sumbernya. Penderita penyakit epilepsi pada anak juga akan mengalami masalah pengelihatan atau perasaan yang aneh disuatu tempat dibagian tubuh anak terutama pada perut.
  • Kejang total atau kejang yang menyebabkan anak anda sampai terjatuh dan kehilangan kesadarannya. Pada kejang ini biasanya akan merlangsung selama dua atau lima menit. Pada saat anak mengalami kejang tubuh anak anda akan kaku dan bergetar tanpa bisa dikendalikan. Anak anda akan kehilangan kontrol kandung kemih sehingga anak akan mengompol tanpa disadari dan dengan air liur yang akan keluar dari mulutnya yang disertai dengan bola mata yang memutar ke belakang.

Penyakit epilepsi pada anak adalah salah satu jenis penyakit yang cukup bahkan sangat berbahaya jika penanganan atau tindak lanjut yang yang diberikan kepada anak kurang cepat, apabila anda sudah tahu gejala atau ciri epilepsi pada anak tentu akan mengingatkan anda jika-jika nanti saudara atau siapapun ada anak yang terkena epilepsi, bisa dan harus ditangani secara cepat agar tidak berlanjut dan semakin parah.

Penanganan Penyakit Epilepsi Pada Anak

Ketika terjadi serangan pada anak anda, misalnya kejang, anda jangan panik dan tetap harus tenang. Epilepsi dapat disembuhkan dan bukan jenis penyakit yang dapat menular baik melalui udara maupun air liur dan bukan juga jenis penyakit turunan. Anda tidak perlu memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita karena akan menyebabkan penderita muntah. Longgarkan atau buka semua pakaian yang dikenakan oleh anak anda dan posisikan dengan kepala miring untuk memudahkan ia bernafas. Cukup, jauhkan benda-benda keras yang bisa membuatnya terbentur atau benda yang dapat membuatnya terluka. Jika kejang yang terjadi akibat dari Penyakit Epilepsi Pada Anak dirasa berbahaya, segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan diagnosis dan pemeriksaan lainnya. Setelah kejang yang dialami berhenti biarkan anak anda untuk melanjutkan istirahatnya. Mungkin kejang yang dialami dapat membuat anak anda menjadi lelah.

Penyakit Epilepsi Pada Anak


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *