Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Penyembuhan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan. Epilepsi adalah suatu gangguan saraf yang timbul dan terjadi secara mendadak dan berkala, biasanya disertai dengan perubahan kesadaran. Bukan pula penyakit keturunan walaupun dapat disebabkan oleh faktor kelainan genetik. Jadi bila kesalahan informasi ini masih saja diteruskan, PE akan terus berada dalam posisi terpojok sebagai orang yang ‘kurang layak’ dinikahi karena penyakit itu.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

Tidak sedikit orangtua mencemaskan masa depan anaknya saat buah hati mereka divonis menderita penyakit epilepsi. Orangtua umumnya berpikir penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan akan terus terbawa hingga mereka tua nanti. Epilepsi dapat disembuhkan dengan total. Asal terdeteksi dari awal. Agar sembuh mereka juga di tuntut untuk berobat secara teratur. Pengobatan yang dilakukan sangat individual. Umumnya 2-3 tahun bebas serangan epilepsi, obat bisa diturunkan dosisnya lalu dihentikan. Tapi bisa juga sampai 5 tahun pengobatannya. Selama pengobatan pasien harus disiplin dan tidak boleh mengehentikan sendiri pengobatan dengan alasan tidak ada serangan lagi. Penghentian obat secara mendadak dapat mengakibatkan serangan baru yang dapat memiliki dampak yang serius seperti serangan epilepsi beruntun.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu mungkin kiasan yang pas untuk menggambarkan penderita penyandang epilepsi. Ditengah kesabaran dan ketegarannya melawan penyakit, psikis penyandang epiliepsi makin diuji dengan perlakuan yang tidak adil terhadap mereka.

Penyandang epilepsi (PE) kerap mendapat isolasi dan pengucilan dari masyarakat. Ini sebagai bentuk karena ada rasa takut bahwa orang dengan epilepsi saat bangkitan akan meninggal. Epilepsi memang kerap terlihat menakutkan saat si penderita mengalai jatuh pingsan dan kejang. Disarankan orang disekeliling PE tetap tenang dan melakukan beberapa tindakan agar bangkitannya tidak membahayakan mereka. Berikut yang perlu dilakukan apabila terjadi bangkitan epilepsi, yaitu :

  • Bersikaplah tenang dan jangan panik, beradalah disamping orang tersebut dan segera amankan penderita dengan memindahkan barang-barang yang ada disamping penderita yang mungkin akan dapat membahayakan ketika tertabrak oleh penderita.
  • Miringkan kepalanya untuk memberikan udara dan mencegah penyumbatan udara dengan air liur.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti dasi sehingga memungkinkan tetap mendapat udara.
  • Lindungi dari bahaya (terutama benda tajam)
  • Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya, baik jari anda, sapu tangan, atau benda tajam lainnya karena hal tersebut akan menyebabkan penderita muntah.
  • Jangan menahan gerakan yang bersangkutan dengan penderita
  • Bila keadaan berbahaya segera bawa kerumah sakit dan hubungi dokter

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab terjadinya serangan kejang dapat ditimbulkan oleh hipoligkemi, eclampsi, meningitis, atau encefalitis. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi ini dapat juga karena kecelakaan atau luka yang terjadi di otak, seperti abses, tumor, atau atreriosklerosis pada orang yang usianya sudah 50 tahun serta yang diding pembuluh darahnya sudah mengeras. Serangan kejang yang dialamijuga dapat dikarenakan keracunan timah atau obat (petidin) dan hanya sekitar 20% dari penderita penyakit ini yang tidak diketahui penyebabnya.

Serangan adakalanya dapat disebabkan oleh otot seperti psikofarmaka klorpromazin, inipramin, MAO- blokers, dan asam nalidiskat, juga dapat terjadi karena adanya penyalahgunaan alkohol dan drugs. Faktor lain dari penyebab serangan tersebut adalah stress, emosi hebat, keletihan, imunisasi dan demam. Dapat juga terjadi karena penggunaan obat antikonvulsan atau tranquillizer yang dihentikan secara mendadak.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Anak-anak ataupun orang dewasa dengan Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya dapat dilakukan dengan banyak cara baik dengan medis seperti yang sudah dijelaskan diatas, ataupun dengan menggunakan terapi dan pengobatan tradisional. Pengobatan terapi yang dilakukan dapat dengan menggunakan diet katogenik. Diet katogenik ini telah terbukti dapat menurunkan frekuensi munculnya kejang yang terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit epilepsi dan pengobatannya, namun diet ini leratif sulit untuk dijalani oleh penderitanya tanpa ada pengawasan khusus dari pihak keluarga.

Diet katogenik ini hanya memperbolehkan penderitanya mengkonsumsi makanan yang berlemak, maka tubuh akan mengalami kekurangan berbagai nutrisi yang penting seperti vitamin B, C, dan D. Resiko yang lebih besar dari penggunaan terapi ini adalah terjadinya penurunan gula darah akibat dari pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk juga gula. Pada penderita yang menjalani terapi diet katogenik sebagai terapi penyakit epilepsi dan pengobatannya kerap mengalami penyakit diare dan gangguan batu ginjal.

Atau dapat juga dengan menggunakan diet glutamat dan aspartat yang mampu digunakan untuk mengontrol terjadinya kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi dan pengobatannya dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat. Penggunaan diet ini dirasa lebih efektif karena mudah untuk dilakukan hanya dengan menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Pengobatan lainnya juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi 8 hingga 10 ciplukan yang sudah masak. Penderita tidak perlu melakukan proses apa-apa untuk mengkonsumsinya. Cukup mencucinya dengan bersih dan langsung dapat dikonsumsi untuk Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya. Selain dengan ciplukan anda juga dapat menggunakan 60 gram lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih. Rebus ludah buaya dalam 600 cc air bersih hingga airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring dan berikan pada penderita selagi ramuan masih hangat. Anda dapat memberikannya 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Penyakit Epilepsi dan Pengobatannya

 

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Epilepsi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>