Penyakit Epilepsi Ayan

Penyakit Epilepsi ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya. Penyakit Epilepsi atau aya ini sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak yang terjadi pada otak penderitanya sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Penyakit Epilepsi Ayan

Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi oleh dokter jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atai faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi yang pernah dialami
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, diabetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran yang terjadi pada ibu hamil.
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan yang akan menyebabkan ketidaknormalan yang terjadi pada bayi yang akan dilahirkannya.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol yang sering digunakan mungkin oleh sebagian laki-laki.
  7. Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Gejala Penyakit Epilepsi Ayan

Kejang atau serangan yang ditimbulkan akibat dari penyebab yang muncul tentu saja sangat mengganggu produktifitas dari seseorang dan merupakan pertanda bila fungsi otak terkadang terganggu. Gejala dari penyakit epilepsi ini bisa menimpa siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala umum yang terlihat pada penderita epilepsi adalah :

  • Resiko yang paling umum terjadi adalah terjatuh ketika berdiri karena kejang yang dialami.
  • Hal ini bisa juga menyebabkan resiko yang lebih parah lagi akibat dari luka yang ada dikelapa dan juga patah tulang.
  • Pada saat penderita mengendarai kendaraan, seorang yang menderita epilepsi bisa tiba-tiba kejang dan mengakibatkan kecelakaan.
  • Tenggelam pada saat berenang karena kejang yang terjadi secara tiba-tiba pada saat penderita sedang berenang atau menyelam.
  • Dapat terjadi komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan yang akan dirasakan pada wanita penderita penyakit epilepsi ayan
  • Pada saat kehamilan atau kelahiran berlangsung, bisa saja sang ibu mengalami kejang dan ini tentu sangat berbahaya untuk bayi yang akan dilahirkannya.
  • Sementara ini perlu diakui bahwa pemberian obat pada wanita penderita epilepsi yang sedang hamil maupun yang tidal bisa meningkatkan resiko cacat pada janin.

Faktor seseorang memiliki resiko terkena penyakit epilepsi ayan adalah :

  • Usia yang biasanya terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan usia 65 tahun ke atas
  • Jenis kelamin yang akan menentukan bahwa penderita epilepsi lebih sering menyerang lelaki di bandingkan wanita karena penyebab penyakit epilepsi ini lebih sering dilakukan atau dijalani oleh laki-laki
  • Riwayat keluarga. Apabila anda memiliki salah satu keluarga dengan riwayan pernah mengalami atau menderita penyakit epilepsi maka anda harus waspada karena mungkin anda juga dapat mengalaminya
  • Cedera kepala. Luka atau cedera yang terjadi di kepala akibat dari terjatuh atau benturan keras pada kepala
  • penyakit Stroke
  • Infeksi yang terjadi pada otak akibat dari kurang mengontrolnya vaksinasi yang diberikan pada masa kanak-kanak.
  • Kejang-kejang yang berkepanjangan pada saat anak-anak yang akan menjadi semakin parah apabil tidak segera dilakukan pengobatan.
  • Cedera yang dapat terjadi pada saat melahirkan.

Pencegahan Penyakit Epilepsi Ayan

Beberapa tindakan yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit epilepsi adalah :

– Mengetahui bahaya infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak yang harus dikontrol dengan vaksinasi yang benar. Apabila anda termasuk salah satu dari orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam yang harus diinstruksikan pada metode untuk mengontrol demam adalah dengan memberikan kompres dingin dan obat anti peuretik.

– Untuk mengidentifikasi anak dengan gangguan kejang pada usianya yang masih dini. Pencegahan kejang yang dilakukan untuk penderita penyakit epilepsi ayan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikonvulsan yang diberikan secara bijaksanan. Pencegahan lainnya juga dapat dilakukan dengan memodifikasi daya hidup yang diterapkan untuk yang lebih baik.

– Mencegah adanya cedera kepala yang menjadi salah satu penyebab yang paling utama dari penyakit epilepsi ini yang masih dapat untuk dicegah. Tindakan pencegahan ini adalah salah satu jenis tindakan yang aman. Penderita tidak hanya hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan penyakit epilepsi ayan akibat cedera kepala dengan lebih baik lagi.

– Penanganan yang baik di sekitar kepala pada saat kelahiran juga dapat dilakukan anda gunakan untuk pencegahan penyakit epilepsi atau penyakit ayan pada anak anda. Dan juga dengan menekan parasit dari lingkungan seperti halnya dengan cacing pita yang dapat memberikan hasil yang efektif pada penderita epilepsi.

– Langkah yang pernah dilakuka untuk menurunkan atau mengurangi tingkat infeksi cacing pita telah berhasil dibuktikan dapat menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi ayan yang pernah ada hingga mencapai setengahnya atau 50%.

Penyakit Epilepsi Ayan


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *