Penanganan Epilepsi

Secara umum banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Penanganan Epilepsi dan juga salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya penderita epilepsi yang sering dikucilkan. Bagi penderita epilepsi tidak perlu rendah diri, tapi yang perlu dipahami bahwa epilepsi atau penyakit ayan sama sekali tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan mental. Epilepsi bukanlah penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan ilmu klenik, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Walaupun anda penyandang epilepsi, anda masih saja memiliki banyak kesempatan untuk mengubah potensi menjadi prestasi.

Penanganan Epilepsi 

Para penderita epilepsi hendaknya berusaha untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya agar dapat mengurangi resiko kejang-kejang yang berulang. Caranya adalah :

  • menghindari pekerjaan berat yang sangat melelahkan fisik.
  • hindari terik matahari yang sangat panas pada saat kondisi fisik lemah.
  • kondisi fisik penderita yang memburuk, stres, atau depresi akan mempengaruhi keadaan dan menyulitkan pengobatan yang akan dilakukan untuknya.
  • konsumsilah makanan yang bergizi dan beristirahatlah yang cukup.
  • hindari benturan kepala atau bagian tubuh lain ke benda keras, benda tajam, atau benda panas jika terjadi kejang.
  • selama kejang berlangsung, longgarkan pakaian. Biarkan penderita sadar sendiri, tapi terlebih dahulu lindungi kepalanya dengan bantal, atau sesuatu yang lembut dibawah kepala sebagai Penanganan Epilepsi.
  • setelah sadar miringkan tubuhnya dan bantulah memulihkan pernapasang. Jangan langsung diberi minum, karena bisa tersedak. Jika anak terluka selama mendapat serangan mendadak, atau si anak mungkin menelan air/ cairan, dan serangan epilepsi berlangsung lebih lama dan dari lima menit, sebaiknya bawalah ke dokter.

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan

Hal yang tidak boleh dilakukan selama si penderita mendapat serangan epilepsi adalah meletakkan benda dimulutnya. Jika penderita menggigit lidahnya selama serangan mendadak, tindakan menyisipkan benda seperti sendok dimulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Bisa jadi malah tergigit, atau parahnya malah mematahkan gigi si anak. Orang yang mendapat serangan epilepsi, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa .

Mencoba membaringkan si anak ke lantai bukanlah hal yang mudah, karena itu berhati-hatilah jangan sampai mencelakai si penderita. Berupaya menyadarkan si anak dengan batuan pernapasan mulut ke mulut saat ia mendapat serangan mendadak sangatlah berbahaya. Kecuali jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut jika si anak tidak bernapas.

Hal yang tak boleh dilupakan dalam Penanganan Epilepsi adalah selalu menuliskan nomor-nomor darurat, seperti rumah sakit atau dokter, tempat yang mudah di jangkau. Jika si anak medapat serangan mendadak dan butuh pertolongan segera, anda tidak panik lagi mencarinya.
Untuk pengobatannya serahkan kepada dokter spesialis. Berikan obat secara teratur, kemudian hindari kelelahan, kedinginan, kecemasa, dan kelaparan. Jika semua itu dilakukan dengan benar pastikan penderita eplipsi bisa sembuh, hidup dan berkembang secara normal.

Penanganan epilepsi lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan selalu memperhatikan atau menemani anak anda yang sedang bermain atau kemanapun mereka pergi. Pemberian obat yang cepat juga sangat bagus untuk anda berikan kepada anak anda namun juga harus melalui resep dokter.

Anak-anak penyandang epilepsi biasanya mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif, bahkan membuat perbedaan yang cukup signifikan pada IQ apabila ia tidak mendapatkan penanganan epilepsi yang tetap. Selain dampak itu, epilepsi yang menyerang anak anda juga memiliki penyakit penyerta dalam tubuhnya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orang tua. Komorbiditas yang terjadi akibat dari penyakit epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Pengobatan Epilepsi

Bila anda termasuk dari orang tua yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi, peran anda sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak anda. Selain melakukan tedekti dini diharapkan anda juga memperhatikan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan. Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur.

Untuk anda yang memiliki anak penderita penyakit epilepsi anda dapat memberikan atau menerapkan diet katogenik sebagai salah satu dari penanganan epilepsi yang dapat anda lakukan. Diet ini dilakukan dengan mengatur dan menimbang pola makan yang diberikan kepada anak untuk mengurangi terjadinya serangan pada anak anda. Pola makan yang biberikan sesuai dengan diet ini adalah dengan memberikan makanan berlemak dan tampa gula seperti halnya dengan cream, mayonaise, mentega, dan telur. Dapat juga memberikan makanan sedikit buah atau sayuran yang semupakan sumber karbohidrat yang diperlukan dan daging, ikan, atau ayam untuk sember proteinnya. Karena diet ini lebih memfokuskan pada pemberian makanan yang berlemak.

Ajak anak anda dalam menyiapkan dan menimbang makanan yang akan dikonsumsinya dan bila perlu biarkan anak anda ikut berkreasi dalam membentuk dan menyusun makanan ke dalam piring. Gunakan piring yang lebih kecil agar makanan terlihat lebih banyak dan puji semua hal yang dari tadi dikerjakan olehnya agar anak lebih semangat untuk menyantap makanan yang sudah dikreasikannya sendiri.

Penanganan Epilepsi


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Epilepsi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>