Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi atau ayan tidak disebabkan oleh kuman atau bakteri. Penyakit ini muncul akibat adanya kelainan pada saraf dipusat otak. Banyak faktor yang menyebabkan epilepsi. Pada bayi biasanya oleh kadar oksigen yang kurang dalam otak (hipoksia), baik karena menderita panas tinggi atau lainnya.

Gejala Epilepsi atau Ayan

Pada orang dewasa biasanya dipengaruhi oleh trauma, ketergantungan pada obat dan alkohol atau karena adanya tumor.
Jika penyebabnya adalah tumor infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diprioritaskan untuk diobati terlebih dahulu.

Ada dua jenis serangan epilepsi.

Pertama adalah grand mal, melibatkan serangan konvulsi yang berulang. Serangan ini bisa membuat pingsan penderita dan kejangb selam satu menit.
Anggota badannya akan meronta-ronta , gigi terkancing, dan lidah tergigit, kencing yang tidak terkontrol dan mulut berbuih.
Selepas konvulsi, penderita biasanya akan tertidur pulas. Jenis yang kedua adalah epilepsi jenis petit mal yang tidak melibatkan konvulsi.
Keadaan pingsan hanya terjadi selama beberapa waktu saja. Pandangan mata penderita kelihatan kosong, mirip orang stres dan sering melamun. Bentuk epilepsi jenis ini biasanya tidak diketahui dan tidak dikenali sebagai epilepsi.

Serangan petit mal, yang kerap datang bisa mengganggu kesehatan. Serangan ini terjadi karena sel saraf otak yang berkomunikasi dengan sel-sel lainnya dengan perantara impils listrik. Saat penderita epilepsi atau ayan mengalami serangan kejang, pola sinyal listrik saraf otak tiba-tiba akan menjadi tidak normal dan tidak terkendali. Serangan kejang ini dapat mempengaruhi hanya pada daerah tertentu yang ada di otak atau dapat juga mempengaruhi seluruh bagian dari otak penderita.

Kejang parsial kimpleks, gejala yang dimulai dengan muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Penderita akan mengalami sensai, gerakan atau kelainan psikis yang abnornal, tergantung pada daerah otak dari penderita yang terkena. Jika otak yang mengalami sensasi adalah otak kanan yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan dari penderita akan bergoyang dan penderita akan mengalami sentakan. Jika terjadi pada lobis temporalis anterior sebelah dalam, makan penderita penyakit epilepsi atau ayan ini akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau dapat juga yang sangat tidak menyenangkan.

Penyebab Penyakit Epilepsi atau Ayan.

Penyebab penyakit ayan ini yang sering terjadi di kalangan masyarakat seperti antara lain:

  • Faktor keturunan atau genetik. Penyebab yang sat ini meski relatif kecil antara 5 hingga 10%.
  • Mengalami kelainan yang terjadi pada saat menjelang atau sesudah persalinan.
  • Mengalami cedera kepala.
  • Mengalami radang selaput otak.
  • Memiliki atau menderita penyakit tumor otak.
  • Adanya genangan darah atau nanah di otak atau pernah mengalami operasi otak.

Selain itu, setiap penyakit  atau kelainan yang mennganggu fungi otak dapat pula menjadi penyebab dari penyakit epilepsi ini. Penyebab lainnya dari penyakit epilepsi atau ayan ini adalah gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan, alergi, dan cacat bawaan.

Diagnosis Epilepsi atau Ayan

Langkah awal dilakukannya diagnosis ini adalah untuk menentukan dan membedakan penyakit epilepsi mulai dari serangan kejang atau bukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyakit tersebut adalah dengan melakukan wawancara baik dengan pasien, orang tua, atau orang yang merawat penderita. Wawancara juga dapat dilakukan dengan saksi mata yang mengetahui terjadinya serangan kejang yang dialami oleh penderita.

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah untuk menggambarkan kejadian sebelumnya, selama, dan sesudah serangan kejang berlangsung. Dengan mengetahui riwayat kejadian dari serangan kejang tersebut biasanya akan dapat memberikan informasi yang lengkap dan baik. Pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh dokter yang memeriksa penderita adalah :

  1. Kapan pasien tersebut mengalami serangan kejang yang pertama kali selama ini ?
  2. Apakah pasien mengalami semacam peringatan atau perasaan yang tidak enak pada waktu serangan atau sebelum serangan tersebut terjadi ?
  3. Apa saja yang terjadi selama penderita mengalami serangan kejang tersebut ?
  4. Apakah yang terjadi segera setelah serangan kejang berlangsung pada penderita ?
  5. Kapan kejang berlangsung selama siklus 24 jam sehari ?

Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang akan dilontarkan oleh dokter sebelum melakukan diagnosis penyakit epilepsi atau ayan ini.

Pengobatan Epilepsi atau Ayan

Penyakit epilepsi tidak dpat disembuhakn secara total, namun pengobatan dapat dilakukan untuk mengurangi adanya gejala yang muncul dari penyakit ini. Pengobatan yang dapat anda lakukan adalah dengan menggunakan obat antikonvulsan atau dapat juga dengan obat tradisional.

Ramuan tradisional yang dpat anda gunakan adalah anda perlu menyediakan 30 gram sambiloto, 30 gram daun jinten, 30 gram daun meniran, 7 lembar daun sambung nyawa, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pengolahan ramuan ini adalah dengan mencuci bersih semua bahan yang sudah anda sediakan tadi. Campurkan semua bahan menjadi satu dan rebus dengan 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa setengahnya. Setelah matang saring ramuan dan dapat langsung dikonsumsi oleh penderita selagi masih hangat. Berikan pada penderita sehari dua kali di pagi dan sore hari.

Epilepsi atau Ayan 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Epilepsi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>