Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi dapat dilakukan setelah diagnosis epilepsi ditegakkan dan biasanya membutuhkan bahwa kejang yang terjadi secara spontan. Namun, sindrom epilepsi tertentu memerlukan pencetus tertentu atau pemicu untuk kejang terjadi. Ini disebut refleks epilepsi.

Penyakit ayan atau epilepsi terkadang kambuh disaat yang tidak bisa diprediksi dan merupakan penyakitn saraf menahun. Walaupun demikian, bukan berarti penyakit ayan tidak bisa diobati. Jika penanganan dan pengobatan dilakukan dengan tepat, maka fungsi sel-sel saraf pada otak akan kembali pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Tujuan pengobatan yang dilakukan pada penderita epilepsi adalah untuk menyembuhkan, atau bila tidak mampu menyembuhkan, bisa mengatasi gejala-gejala dan mengurangi efek samping pengobatan. Pada penyakit epilepsi, bila tidak diketahui kelainan struktural, metabolik, atau endokrin yang dapat disembuhkan, maka tujuan pengobatan adalah memperbaiki kualitas hidup penderita dengan menghilangkan atau mengurangi frekuensi sawan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Beberapa obat antikonvulsi dapat diberikan untuk mengontrol kejang, walaupun mekanisme kerja zat kimia dari obat-obatan tersebut tetap masih tidak diketahui. Tujuan dari pengobatan adalah untuk mencapai pengontrolan kejang dengan efek samping minimal.

Pengobatan obat-obatan lain mungkin diperlukan jika kontrol kejang tidak tercapai atau bila peningkatan dosis memungkinkan terkkadi toksisitas. Pemberian obat membutuhkan pengaturan karma disesuaikan dengan penyakit yang terjadi, perubahan berat badan atau peningkatan stres. Menghentikan pengobatan antikonvulsan dengan tiba-tiba menyebabkan kejang lebih sering terjadi atau dapat menimbulkan status epileptik.

Berikut beberapa obat yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau  epilepsi sebagai cara mengobati penyakit epilepsi, namun harus menggunakan resep dari dokter yang sudah merawat pencerita seperti :

1. Fenitoin

Fenitoin merupakan obat anti epilepsi pilihan pertama yang diberikan untuk penderita kejang umum dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini juga dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah kejang yang terjadi pada pasien trauma kepala/bedah syaraf. Feniton memiliki efek samping yang sama dengan obat epilepsi lainnya seperti mengantu. Namun penggunaan obat ini juga memiliki efek samping lainnya seperti : kelelahan, gangguan pengelihatan dan juga disfungsi korteks.

2. Primidon

Primidon adalah obat atau Cara Mengobati Penyakit Epilepsi yang sering digunakan untuk penderita kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Primidon ini memiliki efek sebagai penurun neuron eksitatori. Efek anti kejang yang terkandung dalam primidon ini hampir sama dengan penurunan pada fenobarbital, namun kurang poten. Didalam tubuh primidon dirubah menjadi metabolit aktif yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid (PEMA). PEMA dapat meningkatkan aktifitas fenobarbotal. Dosis primidon 100-125 mg 3 kali sehari. Efek samping yang sering terjadi antara lain adalah pusing, mengantuk, kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, kemerahan dikulit, dan impotensi.

3. Etosuksimid.

Obat etosuksimid ini adalah cara mengobati penyakit epilepsi yang digunakan untuk terapi kejang absens. Dosis penggunaan etosuksimid untuk anak-anak usia 3-6 tahun adalah 250 mg per hari, untuk dosis awal dan 20 mg per hari untuk dosis pemeliharaan. Sedangkan untuk dosis anak dnegan usia lebih dari 6 tahun dan dewasa 500 mg per hari. Efek yang muncul akibat penggunaan obat etosuksimid ini adalah seperti mual dan muntah. Efek samping lainnya dari penggunaan obat etosuksimid ini adalah ketidak seimbangan tubuh, mengantuk, gangguan pencernaan, tubuh menjadi goyah, pusing dan juga cegukan.

4. Asam Valproat

Asam valproat merupakan salah satu pilihan pertama sebagai cara mengibati penyakit epilepsi untuk terapi kejang parsial, kejang absens, dankejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik . Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. Asam valproat juga  berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium. Dosis penggunaan asam valproat 10-15 mg/kg/hari. Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan pencernaan (>20%), termasuk mual, muntah, anorexia, dan peningkatan berat badan. Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah pusing, gangguan keseimbangan tubuh, tremor, dan kebotakan.

Asam valproat mempunyai efek gangguan kognitif yang ringan. Efek samping yang berat dari penggunaan asam valproat adalah hepatotoksik. Hyperammonemia (gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati.

Cara mengobati penyakit epilepsi lainnya juga dapat anda menggunakan bahan yang alami seperti menggunakan terong. Terong adalah salah satu jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan kita sebut. Terong memiliki kandungan skopolamin, striknin, skoparon, dan skopolatin sehingga dapat membantu untuk mengatasi penyakit epilepsi yang anda derita beserta dengan gelaja yang meliputi gugur/ sawanan, hingga kekejangan syaraf seperti yang sering dialami oleh penderita penyakit epilepsi.

Atau menggunakan cara mengobati penyakit epilepsi lainnya dengan bahan bace jawa yang sudah dikeringkan dan madu. Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan menghaluskan cabe jawa kering yang sudah disediakan hingga benar-benar halus. Ambil sebagian dari cabe dan tambahkan dengan madu secukupnya. Aduk hingga merata dan anda langsung dapat memberikannya kepada penderita untuk di minum. Konsumsi ramuan ini paling tidak dua kali sehari secara rutin hingga penyakit epilepsi yang penderita rasakan mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *