Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Cara mencegah penyakit epilepsi yang paling utama adalah niatan yang muncul dari dalam diri kita sendiri bahwa kita ingin mencegah penyakit tersebut. Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan, misalnya sisa-sisa penyakit raja singa, urat darah mengeras, penyakit-penyakit otak sepeti troke dan tumor otak, racun alkohol, cacing-cacing dalam perut, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab lain yang memperberat gangguan berbagai kejang pada anak tersebut adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya yang timbul di luar saluran cerna.

Jutaan sel yang ada didalam saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi semua aktifitas tubuh anda. Selain faktor genetik, penyakit epilepsi yang menyerang anda juga dapat disebabkan dari beberapa faktor lainnya seperti adanya pergantian zat kimia di dalam otak kita, pernah mengalami cidera kepala atau luka di bagian kepala hingga mengakibatkan trauma otak, mengalami maslaah fisik atau mental. Penyebab lain dari penyakit ini adalah mengalami luka pada saat kehamilan dan dapat juga karena faktor lingkungan sekitar rumah anda.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi

Untuk mencegah penyakit epilepsi ini terjadi sebaiknya penderita ayan melakukan hal-hal dibawah ini :

  • Menjaga kehidupan sehari-harinya seperti badan dan pikiran anda merupakan salah satu Cara Mencegah Penyakit Epilepsi, jangan memikirkan hal yang terlalu berat agar otak tidak menjadi penat. Lakukan perjalanan bersama keluarga untuk menghindari stress yang mungkin anda rasakan setelah melakukan kegiatan atau pekerjaan yang membuat otak anda lelah.
  • Jangan mengonsumsi alkohol kopi atau teh yang pekat dan jangan makan daging terlalu banyak karena minuman dan makanan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit epilepsi pada manusia.
  • Terapkan pola makan dan pola hidup yang teratur. Memakan sayur-sayuran dan istirahat yang cukup. Usahakan buang air besar dengan teratur setiap harinya.
  • Jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau mangga, menyebrang di jembatan yang sempit, berdiri di pinggir sungai atau kolam, api, berenang bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar. Itu semua dapat membahayakan si penderita jika terjadi serangan bangkitan.
  • Suruhlah penderita menelan 1-2 semdok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Kaki dan tangannya juga diikat dengan erat boleh dengan kain atau tali yang besar jika tampak tanda-tanda si penderita akan mengalami serangan.
  • Jika penderita sudah jatuh pingsan, baringkan terlentang badannya dan longgarkan pakaiannya, jika perlu sela-sela gigi atas dan bawah masukkan kain bersih yang sudah dilipat atau sendok untuk menhindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  • Kurangi adanya cedera kepala. Cedera yang terjadi pada kepala menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit epilepsi. Cara mencegah penyakit epilepsi dengan mengurangi resiko terjadinya cedera pada kepala dapat menjadi salah satu pencegahan yang aman. Tidak hanya dapat hidup dengan aman, tetapi juga dapat mengembangkan pencegahan epilepsi akibat dari cedera kepala itu sendiri.
  • Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah selalu mengontrol infeksi pada masa kanak-kanak dengan cara memberikan vaksinasi yang benar kepada anak anda. Memberikan kompres dingin atau obat anti peuretik dapat anda lakukan ketika anak anda sedang mengalami demam kejang guna untuk mengontrol demam anak.
  • Untuk mengidentifikasi adanya gangguan kejang anak pada usia dini sebagai cara mencegah penyakit epilepsi, pencegahan kejang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan antikonvulsan yang diberikan kepada pencerita secara bijaksana. Serta memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan dini.

Cara mencegah penyakit epilepsi lainnya penderita dapat menerapkan diet katogenik yang dapat juga anda gunaka untuk pengobatan epilepsi. Diet katogenik ini bermanfaat untuk penderita epilepsi karena pemberian nutrisi yang diberikan pada oenderita bersifat katogenik atau proses pembentukan ketone yang telah menjadi salah satu alternatif pengobatan bagi pasien penderita epilepsi itu sendiri.

Salah seorang dokter spesialis anak mengeluarkan pendapatnya bahwa pada saat penderita epilepsi dalam keadaan kelaparan (starvation) dapat meningkatkan pembentukan ketone dari dalam sirkulasi dapar yang disebut dengan ketosis. Ketosis dipercaya baik untuk penderita epilepsi karena ketosis ini termasuk senyawa yang memiliki sifat antiepileptik. Cara mengatasi penyakit epilepsi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan ketosis tanpa  keadaan kelaparan dapat dicapai dengan cara memberikan asupan nutrisi tinggi lemak dan rendah karbohidrat dan protein.

Cara kerja diet katogenik ini adalah dalam keadaan tubuh yang normal, tubuh akan mengubah glukosa yang di dapat dari makanan menjadi energi untuk tubuh. Namun tubuh hanya akan menyimpan glukosa dalam jangka waktu 24 jam. Ketika seseorang tidak mengkonsumsi makanan selama 24 jam sebagaimana diet katogenik yang dijalani maka dia akan menghabiskan seluruh sinpanan glukosa dalam  tubuhnya.

Cara mencegah penyakit epilepsi dilakukan dnegan mempertahankan atau menambah kembali kadar glukosa dalam tubuh. Tanpa glukosa yang akan dibakar sebagai sumber energi maka tubuh kita akan menggunakan lemak cadangan yang ada dalam tubuh. Semua pengobatan atau pencegahan yang dilakukan pasti memiliki efek samping masing-masing, seperti dengan diet katogenik yang dilakukan pada wanita dewasa mungkin akan menyebabkan iregularitas mens, radang pankreas, penurunan densitas tulang dan masalah mata.

Cara Mencegah Penyakit Epilepsi


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Epilepsi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>