Penyakit Epilepsi

Tak jarang banyak orangtua yang frustasi begitu mengetahui anaknya mengidap penyakit epilepsi atau dalam istilah sehari-hari dikenal dengan penyakit ayan.

Bayangan kejang-kejang mendadak yang menakutkan dan masa depan suram langsung berkelebatan. Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf atau neuron yang bertugas mengkoordinasi semua aktivitas tubuh termasuk perasaan, penglihatan, berpikir dan menggerakkan otot.

Penyakit Epilepsi

Pada penderita epilepsi terkadang sinyal-sinyal sel saraf otak tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi karena berbagai unsur, antara lain diduga karena pernah terjadi trauma di kepala , adanya kerusakan pada otak dalam proses kelahiran, stroke dan tumor otak.

Hipocrates adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala epilepsi sebagai masalah pada otak. Seseorang dapat dinyatakan mederita epilepsi bila orang tersebut setidaknya telah mengalami kejang yang disebabkan alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Epilepsi atau ayan merupakan gangguan yang terjadi bila impuls eletrik teraganggu. Epilepsi atau ayan adalah sebuah penyakit yang bisa saja dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang tidak ada garis keturunan yang menurunkannya.

Epilepsi ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi di sistem syaraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi ada diri orang yang menderitanya.

Epilepsi sebenarnya terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak pada otak sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan epilepsi atau faktor predisisposisi penyakit epilepsi adalah :

  1. Asfiksia neonatorum
  2. Riwayat demam tinggi
  3. Riwayat ibu-ibu yang mempunyai faktor resiko tinggi (tenaga kerja, wanita dengan latar belakang susah melahirkan, penggunaan obat-obatan, dianetes, atau hipertensi)
  4. Pascatrauma kelahiran
  5. Riwayat bayi dari ibu yang menggunakan obat antikonvulsan yang digunakan sepanjang kehamilan.
  6. Riwayat intooksidasi obat-obatan atau alkohol
  7.  Adanya riwayat penyakit pada masa kanak-kanak (campak, penyakit gondongan, epilepsi bakteri).
  8. Riwayat gangguan metabolisme dan nutrisi atau gizi.
  9. Riwayat keturunan epilepsi.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Penyebab kegagalan dalam pengobatan penyakit epilepsi  ini adalah ketidakaturan minum obat baik karena malasatau merasa sudah sembuh, penghentian obat karena penyakit yang lain, serta cara hidup yang tidak teratur atau rahus bekerja keras. Bila setelah 3 tahun tidak ada serangan dan pemakaian obat dengan dosis minimal maka obat dapat dihentikan. Pada orang dewasa sebelum serangan kadang ada tanda-tandanya seperti pusing, sakit kepala, mudah marah atau sersinggung, bersikap murung.

Untuk mendiagnosis epilepsi di dasarkan pada :

1. Sejar medih pasien, termasuk riwayat kejang anggota keluarga, kondisi medis yang terkain dengan serangan yang dialami penderita dan pengobatan saat ini. Masukan informasi dari orang-orang yang telah menyaksikan kejang pada pasien, terutama jika pasien mengalami kehilangan kesadaran justru akan lebih membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit epilepsi yang ada di tubuhnya. Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter kepada pasien adalah :

  • Pada umur berapa penderita mulai mengalami kejang?
  • Apa keadaan di sekeliling Anda ketika kejang pertama?
  • Faktor-faktor apa saja yang tampaknya menyebabkan kejang?
  • Apa yang Anda rasakan sebelum, selama, dan setelah kejang?
  • Berapa lama terjadinya kejang?
  • Apakah Anda pernah menjalani perawatan epilepsi sebelumnya?
  • Apa obat yang diresepkan dan berapa dosisnya?
  • Apakah pengobatannya efektif?

2. Tes yang akan dilakukan untuk penyakit epilepsi meliputi :

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis lengkap pada kekuatan otot, refleks, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan untuk mendeteksi berbagai sensasi
  • TesElectroencephalogram (EEG) yang mengukur impuls listrik di otak *
  • Studi pencitraan otak, seperti yang disediakan olehMagnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Tes darah untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih, gula darah, kalsium darah, dan kadar elektrolit, dan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal. Tes darah membantu menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Tes lain, dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk spektroskopi resonansi magnetik (MRS), tomografi emisi positron (PET) dan perhitungan tomografi emisi foton tunggal (SPECT)

 Pengobatan Penyakit Epilepsi

Banyak jenis pengobatan yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala epilepsi yang ada pada diri anda. Seperti misalnya :

Resep 1.

Bahan-bahan yang perlu anda sediakan adalah siapkan 1/3 genggam daun kaki kuda, ¼ genggam daun seruni putih, 1/5 genggam daun poko, ¼ daun sembung manis, ¼ genggam daun jintan, 2 jari kulit kina, 3 jari gula enau serta air sebanyak lima gelas.

Cara membuat ramuan : semua bahan-bahan kecuali gula enau, terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan dipotong-potong. Setelah itu, semua bahan tersebut direbus hingga mendidih dan biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Setelah matang, angkat, lalu diamkan sampai dingin. Saring rebusan dan konsumsi sehari tiga kali, satu kali minum setengah cangkir.

Resep 2. 

Bahan-bahan yang harus anda sediakan adalah daun lidah buaya sebanyak 60 gram serta air kira – kira 600 cc.

Cara membuat ramuan yaitu : daun lidah buaya terlebih dahulu dikupas kulitnya. Lalu lidah buaya tersebut dicuci hingga bersih. Setelah itu, direbus dengan air, sampai mendidih. biarkan hingga airnya menjadi setengahnya. Sebaiknya air rebusan dikonsumsi dalam keadaan masih hangat. Diminum sehari dua kali.

Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Bahaya epilepsi pada anak salah satunya adalah dapat mempengaruhi otak anak. Epilepsi adalah sekelompok gangguan neurologis yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan ditandai dengan adanya serangan-serangan epileptik. Rasanya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami sebuah gangguan ataupun penyakit, terlebih bila itu epilepsi yang merupakan penyakit kronis. Ada bermacam macam ketakutan yang merasuk di benak pada orang tua, apakah anaknya bisa tumbuh dan cerdas seperti anak normal lainnya atau justru sebaliknya?

Penyebab Penyakit Epilepsi

Epilepsi memang akan mempengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar, menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Anak-anak penyandang epilepsi umumnya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (atensi) dan mengingat (memori). Gangguan kognitif ini dipengaruhi olehh usia saat terjadinya epilepsi, jenis serangan bagian otak yang terkena, stressor psikososial, dan pengobatan yang menggunakan lebih dari satu obat epilepsi yang menjadi salah satu dari Bahaya Epilepsi Pada Anak.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkena adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika.

Sementara jika bagian yang terkena adlaah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yang dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak termapil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Bahaya Epilepsi Pada Anak dapat di coba untuk diatasi oleh ahli saraf dengan program rehabiltasi kognitif yang berguna untuk menstimulasi fungsi kognitif. Misalnya melalui kegiatan fisik, latihan motorik halus, dan latihan otak dengan menggunakan program komputer. Anak juga dapat melatih memori dengan membuat album foto kenangan, buku harian dan sebagainya.

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya penyakit ayan atau epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi. Namun dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan.

Kejang pada anak dapat disebabkan karena demam, infeksi di otak, gangguan metabolisme dan elektrolit, keracunan, kerusakan atau gangguan pertumbuhan otak, gangguan peredaran darah otak, penyakit epilepsi, dan tumor otak. Kejang yang berulang atau terus menerus dapat merusak otak sehingga kemungkinan anak tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.

Anak tampak lethargis atau tidak sadar. Jika anak tampak terus-terusan mengantuk dan lemas ketika seharusnya dia bangun dan sadar atau apabila pandangannya kosong dan tidak begitu memperhatikan. Jika anak kejang. Kejang baru pertama kali, kejang yang tidak disertai demam, diserati demam tinggi, kejang salah satu bagian tubuh saja, kejang terus menerus (lebih dari 10 menit), setelah kejang anak lumpuh, atau setelah kejang anak tidak sadar.

Gejala Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda ditandai dengan adanya serangan epileptik yang episodenya bisa bermacam-macam jenis, mulai dari serangan yang terjadi secara singkat dan hampit tidak terdeteksi oleh orang disekitar hingga guncangan yang kuat untuk episode yang lama. Dalam penyakit epilepsi baik yang diderita oleh anak-anak maupun pada orang dewasa gejala serangan yang terjadi cenderung berlangsung secara berulang dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung dari gejala epilepsi yang ditimbulkan tersebut.

Gejala lain dari penyakit epilepsi ini adalah spikososial. Pada gejala ini penderita dapat memiliki efek samping yang merugikan pada kesejahteraan sosial dan psikologis dari seorang penderita yang mengalaminya. Efek ini juga bisa termasuk isolasi sosial, stigmatisasi atau juga ketidakmampuan seseorang. Efek tersebut dapat menyebabkan pencapaian pertasi belajar pada anak anda yang menjadi rendah dan kesempatan kerja yang lebih buruk. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bahaya epilepsi pada anak.

Kesulitan belajar pada umumnya sering ditemukan pada penderita penyakit epilepsi dan terutama jika penderita epilepsi tersebut adalah anak-anak. Stigma yang terjadi pada epilepsi bisa juga menjadi pengaruh pada keluarga dari penderita epilepsi ini.Gangguan-gangguan tertentu akan muncul lebih sering dikalangan penderita epilepsi yang sebagian besarnya tergantung pada gejala epilepsi yang terjadi pada penderita. Gangguan yang terjadi pada penderita epilepsi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa bisa termasuk depresi, gangguan cemas, dan juga migrain.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Bahaya epilepsi pada anak anda dpaat dicegah walaupun terdapat dari banyak kasus yang tidak dapat dicegah. Usaha anda untuk mengurangi cedera kepala yaitu dengan penanganan yang baik untuk wilayah sekitar kepala pada anak anda saat proses kelahiran berlangsung, dan menekan adanya parasit dari lingkungan di sekitar kita seperti pita cacing yang dapat memberikan hasil yang positif. Langkah yang dapat dilakykan di salah satu wilayah di amerika tengah untuk menurunkan tingkat terjadinya infeksi pita cacing ini telah berhasil pula menurunkan kasus baru dari penyakit epilepsi hingga 50% dan dapat pula mengurangi bahaya epilepsi pada anak-anak.

Bahaya Epilepsi Pada Anak

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Anti Epilepsi

Pengobatan Anti Epilepsi dapat digunakan karena penyakit epilepsi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dalam waktu yang lama. Obat Anti Epilepsi (OAE) dikonsumsi untuk menekan aktifitas listrik yang berlebihan penyebab epilepsi. Kesembuhan penyandang epilepsi sangat ditentukan oleh pemilihan obat yang tepat dan adekuat, khususnya pada anak-anak guna menghindari risiko gangguan pada tumbuh kembangnya seperti penurunan konsentrasi anak.

Pengobatan Anti Epilepsi

Pengobatan Anti Epilepsi

Kepatuhan seorang penderita dalam mengonsumsi obat juga sangat penting. Hal ini berguna untuk mengontrol serangan epilepsi yang dialaminya. Serangan kejang yang sering terjasi berulang akibat kepatuhan minum obat akan menyebabkan jaringan otak yang tidak rusak menjadi rusak sehingga terapi jadi makin sulit untuk untuk dilakukan, bahkan bisa timbul risiko yang lebih bahaya. Untuk itu perlu ada disiplin minum obat.

 

Diagnosis Penyakit Epilepsi

Untuk penderita yang akan melakukan diagnosis epilepsi ini dapat dilakukan berdasarkan deskripsi kejang dan peristiwa kejang. Elektroensefalogram dan neuroimaging atau pencitraan sel syaraf biasanya juga menjadi bagian dari pemeriksaan medis.

Pemeriksaan elektroensefalogram dapat membantu anda untuk memberikan gambaran aktifitas otak yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya serangan epilepsi. Pemeriksaan dengan cara ini direkomendasikan hanya pada mereka yang menunjukkan kejang epileptik sebagai gejala dari penyakit epilepsi yang dideritanya.

Untuk mendiagnosis penyakit epilepsi menggunakan pemeriksaan EEG ini dapat membantu anda untuk membedakan jenis gejala kejang atau sindrom yang ada pada diri penderita saat itu. Sedangkan pada anak-anak pemeriksaan dengan cara ini diperukan setelah anak mengalami kejadian kejang kedua. Pemeriksaan EEG ini akan lebih membantu anda apabila dilakukan saat penderita tertidur atau kurang tidur. Dari diagnosis yang dilakukan dokter baru dapat menentukan obat anti epilepsi yang akan diberikan untuk pengobatan ayan atau epilepsi.

Pengobatan Anti Epilepsi

Pemberian Obat Anti Epilepsi dilakukan setelah diagnosis epilepsi berhasil ditegakkan. Lalu terdapat minimum dua bangkitan dalam satu tahun. Penting juga untuk memastikan bahwa penyandang dan atau keluarganya sudah menerima penjelasan tentang tujuan pengobatan dan kemungkinan efek samping yang timbul dari Obat Anti Epilepsi.

Penggunaan dan pemilihan pengobatan anti epilepsi ini harus berdasarkan pengawasan dokter. Pemilihan obat anti epilepsi sendiri tidak sama pada masing-masing orang. karena pemilihan didasarkan pada jensi kejang atau bangkitan epilepsinya, frekuensi kejang, penyebab kejang, serta efek sampingnya.

Kebanyakan epilepsi dapat dikendalikan dengan satu macam obat. Pengobatan Anti Epilepsi ini pertama yang digunakan antara lain :

fenitoindengan dosis awal dari penggunaan obat ini adalah 5 mg/kg/hari dan dengan dosis pemeliharaan 20 mg/kg/hari yang berikan setiap 6 jam sekali. Efek samping dari pengobatan anti epilepsi feniton ini seperti lemah, kelelahan, gangguan pengelihatan, dan mengantuk.

Jenis pengobatan anti epilepsi lainnya yang dapat digunakan adalah karbamazepin,asam valproat.Obat dari golongan baru seperti gabapentin, pregabalin, vigabatrin, umumnya lebih dapat ditoleransi tubuh dibanding dengan obat anti epilepsi.

Obat anti epilepsi yang dikonsumsi berguna untuk mengontrol serangan. Obat anti epilepsi sudah diminum secara teratur, tapi kenapa kejang masih juga datang? Jika frekuensi kejang tidak juga berkurang, maka kemungkinan ada beberapa hal yang mencetuskannya.

1. Dosis obat yang kurang tepat atau kurang adekuat untuk mencegah kejang datang kembali.

2. Waktu pemberian dan pengenalan obat yang kurang pas. Misalnya dosis dinaikkan terlalu cepat

3. Kurangnya pengelolaan terhadap faktor-faktor pencetus bangkitan, seperti kurang tidur, stress, konsumsi alkohol, dan obat-obatan tertentu.

4. Obat yang tidak stabil, jika salah cara penyimpanannya dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas obat. Oleh karena itu, obat sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan jauhkan dari panas.

5. Pasein lupa atau sengaja tidak meminum obat. 40% pasien yang mengalami gejala toksik atau efek samping obat anti epilepsi menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

6. Pasien bukan menderita epilepsi, melainkan kejang non epilepsi, misalnya pada gangguan psikiatrik panik atau gangguan kepribadian.

7. Pasien tidak patuh atau menghentikan pengobatan secara sepihak. Penyebabnya beragam, dari mulai bosan, mual akibat efek samping obat hingga tidak kuat secara biaya.

Obat Anti Epilepsi generasi baru memang lebih mahal, namun lebih aman dengan efek samping dan interaksi obat lain lebih kecil. Bila biaya menjadi persoalan, baiknya bicarakan secara intens dengan dokter untuk dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Hindari mengganti obat tanpa petunjuk dokter.

Gejala Epilepsi

Gejala atau tanda dari penyakit ayan atau epilepsi apabila penyakit ini akan kambuh adalah penderita biasanya akan merasa pusing, mengalami pandangan yang berkunang-kunang, alat penderngaran yang mendadak kurang sempurna. Gajala lainnya yang akan dirasakan oleh penderita penyakit epilepsi adalah keluar keringat yang berlebih dan mulut penderita mulai mengeluarkan busa. Sesaat kemudian penderita akan jatuh pingsan yang diiringi dengan jeritan.

Semuat urat-urat pada tubuh penderita akan mengejang, dengan lengan dan tungkai manjulur kaku, tangan menggenggam dengan eratacapkali lidah penderita akan luka akibat tergigit karena rahang tertutup dengan rapat yang mengakibatkan penderita dulit untuk bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama penderita mengalami gejala epilepsi mata akan tertutup dan akhirnya akan tertidur pulas hingga 45 menit. Setelah sadar berikan pengobatan anti epilepsi yang sudah diresepkan dokter untuk penderita.

Pengobatan Anti Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Pencegahan penyakit epilepsi dapat dilakukan bergantung pada apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Unutk mencegahnya epilepsi akibat komplikasi saat kehamilan dan proses kelahiran, diperlukan  perawatan prenatal (sesaat sebelum kelahiran) yang baik. Untuk mencegah epilepsi yang dicetuskan akibat infeksi, dapat diberikan vaksinasi penyakit tertentu.

Pada epilepsi yang disebabkan oleh trauma kepala, mencegahnya dengan menggunakan helm, safety belt dan alat pelindung lain saat berkendara, untuk mencegah trauma kepala. Jika telah terjadi cedera, obati segera untuk menurunkan resiko terjadinya epilepsi. Pada lansia, hindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan stroke.

Gambaran : pertolongan pada penderita epilepsi

Penanganan Penyakit Epilepsi

Sebagai proses pencegahan ada beberapa kiat untuk menghadapi jika terjadi serangan epilepsi, adalah

Saat ada orang yang mengalami kejang akibat penyakit ayan atau epilepsi di tempat umum, reaksi yang umum dijumpai adalah orang-orang menjadi panik dan mencoba menghentikan kejang dengan memegangi orang tersebut. Bahkan ada yang menjejalkan sendok, handuk atau kain ke dalam mulut orang yang sedang kejang. Perlu diketahui, bahwa umumnya kejang akan berhenti dengan sendirinya. Yang dapat kita lakukan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi adalah menolong orang yang kejang agar tidak mengalami cedera serius.

Penanganan yang perlu diberikan kepada penderita penyakit epilepsi yang sedang kambuh di tempat umum atau dirumah adalah :

–  Berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Hal ini adalah merupakan salah satu kunci dalam menolong seorang yang kejang, baik akibat epilepsi atau bukan.

– Bersihkan ludah yang keluar dari mulutnya untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran napas, dan jangan memasukkan benda apapun juga ke dalam mulut pasien. Karena ini hanya akan dapat menyebabkan penderita tersedak, gigi patah atau cedera lain yang lebih serius dari yang kita bayangkan.

– Balikkan tubuh orang tersebut secara perlahan ke satu sisi dalam posisi miring. Jangan coba-coba menghentikan kejang dengan menahan tangan atau kaki penderita. Ini malah dapat menyebabkan cedera pada otot dan tulang.

– Istirahatkan kepala penyandang epilepsi pada tempat yang datar. Beri bantal atau tumpukan kain yang empuk dan lembut supaya tidak membentur lantai dan berfungsi untuk menopang leher.

– Jauhkan benda-benda yang berbau tajam dari sekitar penyandang epilepsi yang sedang kejang untuk mencegah cedera.

– Jangan pernah meninggalkan orang yang sedang mengalami serangan kejang baik akibat penyakit epilepsi atau bukan epilepsi sendirian. Jika perlu telepon ambulans. Penyandang perlu segera di bawa ke rumah sakit jika ia belum pernah kejang sebelumnya untuk dilakukan pemeriksaan agar dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi, kejang yang lebih dari 2-3 menit, terjadi cedera, kejang pada wanita hamil, kejang pada orang dengan diabetes dan jika tidak ada orang yang tahu apa yang harus dilakukan.

Gejala Epilepsi

Gajala klinis dari penyakit epilepsi

(1) Gajala kejang yang spesifik, yang terjadi tergantung pada jenis kejang. Jenis kejang pada setiap pasien dapat bervariasi, namun dari jenis kejang yang ada memiliki kecenderungan yang sama pada setiap pasiennya.

(2) Somatosensori atau motor fokal. Gejala yang satu ini lebih sering terjadi pada penderita penyakit epilepsi yang mengalami kejang kompleks parsial.

(3) Kejang kompleks parsial. Gejala kejang kompleks parsial akan ditandai dengan terjadinya gangguan kesadaran pada penderita.

(4) Kejang absens. Kejang ini mempunyai efek yang ringan dengan gangguan kesadaran yang singkat pula.

(5)   Kejang tonik-klonik yang pada umum mempunyai episode kejang yang lama dan terjadi kehilangan kesadaran.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Walaupun banyak kasus yang tidak dapat dicegah, namun usaha untuk mengurangi gejala penyakit epilepsi ini mungkin dapat menjadi pencegahan penyakit epilepsi yang dapat dilakukan. Pencegahan dapat anda mulai dari cedera kepala, yaitu dengan penanganan yang baik dan maksiman untuk wilayah sekitar kepala saat proses kelahiran. Wilayah sekitar kepala menjadi salah satu penyebab yang paling utama yang menjadikan seseorang dapat terserang peenyakit epilepsi.

Pencegahan lain yang dapat anda lakukan adalah dengan melakukan penekan terhadap adanya parasit dari lingkungan sekitar seperti cacing pita. Pencegahan ini dapat memberikan hasil yang efektif untuk masyarakat yang ingin menjauhkan diri dari penyakit epilepsi. Disebuah wilayah di Amerika Tengah telah berhasil menurunkan angka kasus baru dari penyakit epilepsi hingga mencapai 50% dengan cara melakukan pencegahan penyakit epilepsi dengan cara menurunkan tingkat terjadinya infeksi terhadap cacing pita.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Penanganan andalan untuk penyakit epilepsi adalah dengan dengan pemberian obat antikonvulsan, dengan kemungkinan pemberian seumur hidup sebagai pencegahan penyakit epilepsi yang diderita dapat muncul kembali. Pemilihan penggunaan antikonvulsan tergantung pada tipe kejang yang dialami, sindrom epilepsi, pengobatan lain yang digunakan, masalah kesehatan lainnya, dan usia serta gaya hidup penderita. Pada awalnya dokter merekomendasikan pengobatan tunggal. Apabila dengan pengobatan tunggal yang dilakukan tidak efektif, direkomendasikan beralih ke pengobatan tunggal lainnnya. 

Dua jenis pengobatan sekaligus hanya direkomendasikan bila pengobatan tunggal tidak bekerja dengan baik. Pada kurang lebih setengahnya, agen pertama efektif; agen tunggal kedua membantu sekitar 13% dan yang ketiga atau dua agen pada waktu bersamaan mungkin memberi tambahan bantuan sebanyak 4%. Sekitar 30% dari penderita tetap mengalami kejang walaupun sudah mendapatkan penanganan dengan antikonvulsan sebagai Pencegahan Penyakit Epilepsi.

Pencegahan Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Untuk menegakkan diagnosis dan terapi epilepsi yang akan tidak sembarangan. Diperlukan pemeriksaan yang lengkap, mulai dari wawancara terhadap keluarga atau saksi mata terjadinya kejang, sampai pemeriksaan penunjang. “Wawancara langsung terhadap penyandang epilepsi sulit dilakukan, karena paisen tidak mampu mengingat apa yang terjadi saat kejang. Perlu juga dipastikan apakah yang terjadi memang benar kejang bukannya pingsan atau jatuh.

Diagnosis dan terapi yang tepat harus dilakukan sedini mungkin dan penentuan obat anti epilepsi yang tepat akan digunakan untuk mempengaruhi kesembuhan penyandang epilepsi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa EEG (elektroensefalografi) dapat memberikan informasi tambahan dalam menegakkan diagnosis. EEG akan memberikan gambaran rekaman aktifitas listrik di otak. Sel-sel syaraf di lapisan luar otak akan mengeluarkan gelombang listrik dengan voltase yang sangat kecil (mV). Kemudian gelombang listrik ini dialirkan ke mesin EEG untuk diamplifikasi, sehingga terekam ensefalogram dengan ukuran yang cukup untuk menentukan jenis gelombang otak yang terjadi.

Tes darah dan tes urine dapat dilakukan bergantung pada kondisi dan situasi pasien, pemeriksaan lain yang dapat membantu antara lain MRI atau CT scan juga dapat dilakukan untuk membantu Diagnosis dan Terapi Epilepsi.

Pengelolaan epilepsi

Obat antiepilepsi merupakan terapi utama dalam pengelolaan epilepsi. Obat diberikan atas dasar pertimbangan kemungkinan berulangnya serangan epilepsi dan efek samping pemberian obat. Obat ini baru diberikan jika diagnosis epilepsi sudah ditegakkan. Jika kejang yang terjadi bukan epilepsi. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebab. Misalnya jika kejang terjadi akibat demam tinggi maka diberikan kompres air hangat dan obat demam.

Dalam pengelolaan epilepsi, paisen beserta keluarganya perlu diberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai epilepsi, tujuan pengobatan dan efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan. Terapi dimulai dengan satu macam obat, dengan dan sebisa mungkin menghindari pengobatan dengan lebih dari satu macam obat untuk menghindari efek samping.

Terapi penyakit epilepsi pada lansia dan wanita

Pada lansia, sering kali sudah timbul berbagai masalah kesehatan dan memerlukan kesehatan dan memerlukan beberapa macam obat untuk mengatasinya. Obat anti epilepsi dapat bereaksi dan berinteraksi dengan banyak obat, sehingga sebelum minum OAE sebaiknya ia menjalani pemeriksaan fungsi hati dan ginjal terlebih dahulu. Terapi standar biasanya cukup efektif, namun dapat juga menggunakan OAE jenis baru untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Ini karena efek sampingnya lebih ringan dibanding dengan OAE jenis lama.

Pada wanita penyandang epilepsi, diagnosis dan terapi epilepsi perlu dilakukan untuk membantu dokter menentukan pilihan obat juga perlu diperhatikan. Ini karena obat anti epilepsi tertentu dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi. Selain itu, ternyata naik turunnya hormon juga mempengaruhi epilepsi. Estrogen juga cenderung mempengaruhi epilepsi, sedangkan progesteron bersifat menurunkan epilepsi. Dengan demikian, mungkin diperlukan obat tertentu seperti penghambat ovulasi.

Selain diagnosis dan terapi epilepsi dengan menggunakan obat kimia, sebuah penelitian untuk disertasi S3 tentang pengobatan epilepsi yang bukan kimia. Pengobatan dengan cara yang alami tersebut yaitu dengan dipencet ibu jari tangannya. Terapi ini digunakan untuk mengurangi penyebab kejang atau timbulnya bangkitan (kambuh kejang epilepsi), saat terjadi kejang atau sebagai terapi pencegahan.

diagnosis dan terapi epilepsi dengan cara yang tradisional dengan memencet ibu jari tangan ini dari sebuah mitos yang telas dibuktikan dan ternyata, syaraf-syaraf yang terdapat di dalam ibu jari tangan ini padat dan memiliki prosentase yang luas di otak. Jadi, bisa turut membantu menghambat terjadinya gangguan listrik yang tinggi di otak penderita penyakit epilepsi. Saat terapi dengan carab ibu jari yang dipencet ini dimulai, mungkin akan menimbulkan rasa nyeri pada penderita. Rasa nyeri tersebut akan dialirkan ke otak sehingga terjadi hambatan listrik.

Kebangkitan epilepsi yang terjadi disebabkan karena terjadi gangguan listrik yang tinggi pada otak. Listrik yang tinggi itu bisa karena disebabkan oleh penyakit yang dari otak, bisa karena penyakit yang di luar otak. Itu semua bisa menyebabkan listrik yang tinggi yang di alami pada otak penderita penyakit epilepsi ini. Diagnosis dan terapi epilepsi dengan memencet ibu jari ini bisa dilakukan yang berguna untuk membantu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya bangkitan.

Cara terapi ibu jari yang dapat dilakukan adalah :

  • pencet ibu jari penderita penyakit epilepsi kurang lebih selama 30 detik, lalu 30 detik lepas.
  • Kemudian pencet lagi pada tempat yang sama dan waktu lama yang sama juga, lalu lepas lagi sampai penderita merasakan rasa nyeri pada ibu jarinya

Penekanan yang diberikan pada ibu jari boleh keras tapi sampai jangan nyeri berlebihan. Karena kalau nyeri yang dirasakan penderita berlebihan akan menimbulkan stres, kalau stres terus, justru memicu munculnya bangkitan. Hal ini dapat pasien lakukan ketika sedang menonton televisi, atau duduk di dalam kendaraan. Memencet jempol ini juga bisa dilakukan saat terjadi kejang oleh kerabat si pasien atau orang -orang yang aa di sekitar penderita epilepsi yang berfungsi untuk menolong penderita agar kejang yang dialami lebih cepat berhenti.

Diagnosis dan terapi epilepsi lainnya yang dapat anda lakukan adalah dengan memperhatikan kondisi penderita epilepsi dan permasalahan yang dialaminya, mengusahakan agar penyandang penyakit epilepsi menjadi percaya dengan anda bahwa tidak ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya dan atau benda disekitar yang akan melukai dirinya.

Diagnosis dan Terapi Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang paling utama adakan cedera kepala. Pada tahun 2009, data WHO menyebutkan bahwa penyandang epilepsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 50 juta orang, dengan 50% ditemukan di negara berkembang. Epilepsi tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga dapat terjadi pada dewasa, lansia, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mencetuskan terjadinya epilepsi.

Menurut Dr. Irawan, gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter sebagai pencetus Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi, bisa terjadi dipisu oleh cedera kepala, kurangnya oksigen pada saat proses kelahiran, gangguan perkembangan otak, selaput otak, dan infeksi otak, gangguan perdarahan darah atau stroke, tumor otak dan akibat kelainan genetik tertentu. Meski demikian, hampir 2/3 kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Awas Pencetus Serangan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Di luar serangan, pada dasaranya penyandang penyakit epilepsi seperti orang normal lainnya. Untuk itu perlu diketahui penyebab yang bisa mencetuskan serangan, seperti kurang tidur atau tidur terputus-putus dan alergi makanan. Konsumsi alkohol, rokok dan obat yang menstimulasikan otak dapat menurunkan ketahanan terhadap kejang, sehingga lebih mudah terjadi bangkitan. Menurut Dr. Irawati, cahaya berkedip-kedip, seperti pada video game atau tayangan dengan kilatan-kilatan cahaya juga dapat mencetuskan serangan terjadinya epilepsi.

Apalagi jika paisen lupa meminum obat anti epilepsi atau kehabisan obat anti epilepsinya, misalnya dalam perjalanan jauh. Hal tersebut juga dapat menjadi slaah satu penyebab kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami. Faktor lain adalah stres dan tekanan dalam kehidupan. Oleh karenanya pasien dianjurkan untuk menerapkan metode relaksasi.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Selama ini, jenis penyakit epilepsi yang paling banyak dikenal adalah jenis kejang seluruh badan. Mungkin karena epilepsi jenis ini merupakan penyakit epilepsi yang paling nyata dan mudah dilihat oleh orang-orang sekitar. Padahal, sebenarnya kejang yang terjadi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kejang umum dan kejang parsial atau sebagian.

Mengetahui Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi serta gejala dan tanda-tanda epilepsi sangat penting, untuk membedakannya dengan kondisi kesehatan lain yang tentunya menentukan pengobatan pada pasien. Perlu diingat epilepsi yang sering dialami pada anak-anak berbeda dengan epilepsi yang dialami dengan orang dewasa, baik dilihat dari sisi penyebabnya, gejala yang tampak, pengobatan yang diberikan serta prognosisnya.

• Kejang parsial atau fokal

Jenis kejang ini dikelompokkan menjadi kejang sederhana dan kejang parsial kompleks. Kejang parsial sederhana. Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita yang mengalaminya. Bergantung pada lokasi otak yang mengalami gangguan, biasanya kejang hanya terjadi pada satu tempat, misalnya gerakan menyentak atau merinding pada tangan. Setelah kejang yang dialami berakhir, biasanya  ada kelemahan sementara pada otot-otot yang terkena. Kejang parsial kompleks, yang merupakan kejang yang paling sering terjadi pada dewasa. Kejang jenis ini menyebabkan perilaku tidak disengaja atau tidak terkontrol yang dilakukan oleh penderitanya. Bahkan perilaku tersebut sampai menyebabkan kehilangan kesadaran namun hanya sesaat, seperti seseorang yang sedang bengong memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian terjadi gerakan berulang seperti mengunyah atau mengulum bibir. Episode kejang yang dialami penderita penyakit epilepsi ini biasanya tidak lebih dari dua menit.

• Kejang umum

Kejang umum Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dipicu oleh gangguan sel syaraf yang lebih luas dibanding kejang fokal, sehingga dampak terhadap  pasien juga lebih besar. Jenis kejang ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kejang tonik-klonik (grand mal) atau absence (petit mal).

- Kejang tonik-klonik. Kejang tonik-klonik adalah salah satu jenis kejang pada penyakit ayan atau epilepsi yang dimulai dengan fase tonik, yaitu kontraksi yang terjadi pada otot secara tiba-tiba yang menyebabkan pasien jatuh dan berbaring kaku selama kurang lebih 10-30 detik. Jika kerongkongan ikut mengalami kontraksi, mungkin dapat terdengar suara bernada tinggi atau seperti orang sedang menangis. Setelah fase tonik masuk fase klonik. Fase klonik terjadi dimana otot mulai mengalami kaku dan relaks secara bergantian. Setelah itu, pasien dapat kencing atau BAB tanpa sadar. Kejang ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 menit. Pasien penderita penyakit epilepsi ini kemudian mulai sadar secara bertahap, lalu setelah bangun ia akan merasa bingung dan sangat lelah sebab tidak menyadari dari apa yang sudah ia lakukan barusan. Beberapa orang dapat memiliki firasat bahwa ia akan mengalami kejang. Hal ini disebut aura.

- Kejang absence (Petit mal), merupakan Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang dapat memicu kehilangan kesadaran sementara, yatitu sekitar 3-30 detik. Ini ditandai dengan berhenti bergerak dan hilangnya perhatian beberapa saat, sehingga mungkin tidak disadari oleh orang lain. Penyandang epilepsi pada anak-anak, dapat terlihat hanya seperti orang bengong atau berjalan tanpa arah seperti orang yang sedang mengigau. Mungkin hanya terlihat seperti sedang mengedip-ngedipkan mata atau gerakan kecil lainnya. Petit mal kadang mirip dengan kejang parsial sederhana maupun kompleks. Namun pada petit mal, serangan dapat terjadi sampai 50-100 kali setiap harinya. Sekitar 25% penyandang petit mal akhirnya berkembang menjadi grand mal yang mungkin dapat menjadi Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi yang lebih parah dari sebelumnya.

Penyebab dan Jenis Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Tanda Tanda Penyakit Epilepsi yang paling mencolok adalah serangan kejang yang paling sering dialami oleh penderita epilepsi pada umumnya. Epilepsi atau dalam istilah awamnya adalah ayan atau sawan sudah dikenal sejak lama, namun hingga kini pemahaman tentang penyakit ini masih rendah. Stigma negatif masih sering diletakkan kepada penyandang epilepsi baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak masyarakat masih memiliki pandangan bahwa epilepsi bukanlah penyakit tetapi karena bukanlah penyakit tetapi karena masuknya roh jahat, kesurupan, guna-guna atau sebuah kutukan. Dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karir dan kehidupan rumah tangga merupakan masalah yang sering dihadapi penyandang epilepsi dan membuat mereka tertekan dan depresi.

Ditambah lagi, banyak keluarga penyandang epilepsi yang masih menutup-nutupi keadaan sehingga penanganan epilepsi menjadi tidak optimal. Padahal pada kenyataannya epilepsi sama dengan penyakit-penyakit kronis atau penyakit menahun lainnya. Epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga penyandang epilepsi dapat hidup normal dan berprestasi.

Gambar : Penyandang penyakit epilepsi

Tanda-tanda dari penyakit epilepsi

Epilepsi dapat diartikan sebagai kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Kejang terjadi sebagai akibat letupan listrik di dalam otak, sehingga terjadi gangguan pada gerakan sensasi kesadaran atau perilaku tanpa disadari penyandangnya.

Otak manusia terdiri dari triliyunan sel syaraf yang saling berhubungan melalui cetusan-cetusan listrik yang diperantai oleh zat kimia yang disebut neurotransmitter. Cetusan listrik ini juga bekerja pada otot, menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, aksi dan pengaturan fungsi tubuh bagian dalam. Jika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dapat terjadi letupan yang tidak diinginkan dan akibatnya terjadi kejang.

Penting untuk diketahui, yang dimaksud dengan kejang disini  tidak hanya gerakan mengejang di seluruh badan yang menjadi tanda tanda penyakit epilepsi yang menyerang, namun dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekejap atau tanda-tanda lain yang kadang tidak disadari penyandang epilepsi maupun orang disekitarnya. Anak dapat sering jatuh atau sulit mengikuti pelajaran. Orang tua atau guru yang tidak teliti, dapat salah mengerti dan menganggap anak tersebut bodoh.

Lebih parah lagi, jika terjadi kejang seluruh badan, orang menganggap penyandang mengalami kesurupan, kena guna-guna atau kutukan. “Akibatnya penyandang epilepsi sering menghadapi masalah psikososiokultural berupa dikucilkan dari lingkungan, dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan, serta rumah tangga terganggu.

Kejang tidak selalu epilepsi

Anggapan di masyarakat, kejang kerap diidentikkan dengan epilepsi ataupun sebaliknya. Nyataya menurut Dr. Irawan, tidak semua kejang adalah tanda tanda penyakit epilepsi. Jika kejang yang disertai dengan demam tinggi,  kadar gula darah yang rendah, penghentian obat-obatan atau alkohol atau segera setelah trauma kepala, biasanya hal ini bukan kejang akibat epilepsi.

Jika hal ini terjadi tanpa riwayat kejang sebelumnya, biasanya tidak perlu diberikan obat anti epilepsi yang diobati hanya penyakit lain yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang tersebut. Satu dari dua wanita yang termasuk penderita penyakit epilepsi, kejang yang terjadi bukan kejang karena kambuhnya penyakit epilepsi yang dialami, namun karena menstruasi dan epilepsi yang memiliki hubungan. Mengubah atau menambahkan obat-obatan tertentu sebelum periode menstuasi yang di jalani mungkin akan dapat membantu menghindari kejang yang dialami. Untuk mengganti atau menambahkan obat anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah merawat anda.

Dukungan yang bisa diberikan untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi ini adalah sangat dianjurkan untuk tidak memendam perasaannya. Anda dapat mencengarkan semua curhatan penderita dengan penuh perhatian. Penderita epilepsi sebaiknya tidak di asingkan namun anda harus memberikannya perhatian lebih agar ia merasa tenang ketika disamping anda. Tanyakan bantuan apa yang bisa anda lakukan atau anda berikan untuk penderita epilepsi jika suatu saat penderita mengalami tanda tanda penyakit epilepsi. Jangan biarkan penderita epilepsi mengemudi sendiri. Maka, jika anda sedang ingin pergi ke suatu tempat, mungkin anda dapat menawarinya tumpangan atau membantunya untuk mengurus sesuatu yang penderita sedang perlukan untuk saat itu.

Pencegahan Tanda tanda Penyakit Epilepsi

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit epilepsi, seperti :

  • Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak harus dikontrol dengan menggunakan vaksinasi yang benar. Apabila anda adalah sepasang orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang demam harus di instruksikan pada metode untuk mengontrol demam. Pengontrolan demam anak dapat anda lakukan dengan memberikan kompres dingin dan juga pemberian obat anti peuretik.
  • Untuk mengidentifikasi anak gangguan kejang pada usia dini, pencegahan kejang yang dapat dilakukan dengan penggunaan obat-obat antikonvulsan secara bijaksana dan memodifikasi daya hidup yang merupakan bagian dari rencana pencegahan tanda ini.
  • Cidera kepala yang menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit epilepsi yang dapat dicegah. Tindakan pencegahan yang aman dapat dilakukan dengan tidak hanya dapat hidup aman, tetapi juga mengembangkan pencegahan adanya tanda tanda penyakit epilepsi akibat cidera kepala.
  • Menemani anak pada saat anak sedang bermain dan tidak membiarkan anak anda dalam keadaan fikiran yang kosong juga dapat anda gunakan sebagai tindakan pencegahan munculnya serangan kambuhan yang terjadi secara tiba-tiba.

 Tanda Tanda Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Tetap bersikap tenang merupakan salah satu Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi. Epilepsi atau sering dikenal dengan penyakit ayan merupakan penyakit gangguan pada sistem saraf otak yang menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh manusia. Reaksi itu antara lain melamun sesaat, gangguan kesadaran, kesemutan hingga kejang-kejang.

Diantara beberapa penyakit yang menjadi momok bagi orang banyak, epilepsi adalah salah satunya. Epilepsi memiliki banyak konsekuensi dari segi sosio-ekonomi, antara lain timbulnya rasa malu dalam pergaulan, hilangnya izin mengemudi, kesulitan melakukan pekerjaan dan sebagainya. Selain itu, epilepsi dapat terjadi pada siapa saja diseluruh dinia tanpa batasan usia, gender, RAS sosial dan ekonomi.

Melihat seseorang mendapat serangan epilepsi, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama anda, adalah pengalaman yang cukup menegangkan. Namun, epileptik tidak akan membahayakan anda dan sedang sangat membutuhkan bantuan anda.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat kambuh dimanapun penderitanya sedang berada tergantung dari penyebab yang muncul pada sesaat sebelum serangan kambuh.

10 langkah Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda lakukan adalah:

  1. Berusaha untuk selalu tetap tenang dan tidak panik ketika melihat seseorang sedang mengalami serangan kambuhan di manapun anda berada.
  2. Longgarkan semua baju atau kerah baju yang ia pakai. Tindakan tersebut berfungsi untuk membantu pernafasan penderita lebih lancar.
  3. Perhatikanlah sekeliling anda. Apakah orang itu berada di tempat yang berbahaya, misalnya di dekat api, kolam atau tangga? Jika iya segera pindahkan penderita ke tempat yang lebih aman. Jika tidak, jangan pindah penderita namun pindahkahlah benda-benda dari sekitar mereka yang mungkin akan tertabrak akibat reaksi kejang yang diberikan misalnya meja dan lemari agar tidak jatuh menimpa mereka jika tertabrak.
  4. Catat lama terjadinya serangan yang dialami penderita. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa berhenti, segera panggil ambulans atau siapkan kendaraan untuk mengantarnya ke rumah sakit.
  5. Temani mereka dan jangan biarkan mereka sendirian saat sedang mengalami serangan. Jika mereka tidak ambruk, tapi terlihat kosong atau bingung, tuntun mereka menjauh dari bahaya apapun yang ada disekitar. Berbicaralah dengan tenang, buat penderita percaya kepada anda bahwa tidak akan ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya.
  6. Jika penderita kehilangan kesadaran atau ambruk, Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi dengan letakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala mereka. Misalnya seperti bantal atau baju untuk menjaga agar kepala tidak terbentur dengan ubin atau lantai dan mengalami cedera yang semakin parah.
  7. Jangan berusaha untuk menahan gerakan kejang yang sedang menyerang penderita. Hal ini justru hanya dapat melukai mereka.
  8. Jangan masukkan apapun ke mulut mereka. Mereka tidak akan mengigit lidah, jangan kawatir. Karena jika anda memasukka sesuatu seperti sapu tangan atau sendok atau benda lainnya ke dalam mulut penderita, hal tersebut hanya akan memicu penderita untuk mengalami muntah.
  9. Periksa kembali waktu yang sudah anda catat tadi. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, panggil ambulans karena jika dibiarkan akan membuat epilepsi pada penderita akan semakin memburuk.
  10. Sesudah kejang  yang dialami berhenti, letakkan mereka di posisi pemulihan dan periksa apakah pernafasan mereka kembali normal. Periksa mulut mereka untuk memastikan tidak ada benda yang menghalangi saluran pernafasan, misalnya makanan atau gigi palsu. Jika mereka sulit bernafas, segera panggil ambulans.
  11. Tetap bersama mereka hingga mereka pulih. Jika mereka terluka atau mendapat serangan lanjutan, segera panggil ambulans.
  12. Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi yang dapat anda berikan kepada penderita jika sedang berada dirumah dengan durasi kejang yang lama adalah midazolan yang dapat anda letakka di mulut penderita atau dapat juga dengan diazepam sebagai bentuk sediaan secara rektal.

Setelah anda melakukan Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi untuk mengobatan anda dapat menggunakan pengobatan alternatif seperti :

1. Akupuntur, teknik memasukkan beberapa jarum atau memanipulasi jarum ke dalam titik akupuntur tubuh. Teori akupuntur yang berasal dari Pengobatan/Obat-obatan tradisional Tiongkok tidak melalui penggunaan metode ilmiah, dan mendapat berbagai kritik berdasarkan pemikiran ilmiah. Tidak ada basis anatomis atau histologis yang secara fisik bisa diverifikasi tentang keberadaan titik akupunktur atau meridian (akupunktur).

2. Yoga, berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Selain untuk penanganan atau pengobatan penyakit epilepsi, yoga juga memiliki khasiat lainnya.

3. Pengobatan alternatif yang dapat anda lakukan untuk penderita epilepsi dengan daun pegagan. penyakit epilepsi seringkali ditangani secara tradisional dengan ramuan herbal, salah satunya Pegagan (Centella asiatica). Beberapa senyawa aktif seperti triterpenoid, brahmoside (Bacoside A), dan brahminoside yang terkandung pada tanaman pegagan ini, memiliki sifat sedatif yang mampu membuat penderita penyakit epilepsi menjadi tenang dan mampu merelaksasi pembuluh darah yang tegang. Caranya ambil segenggam daun Pegagan dan cuci bersih. Ambil gula aren atau gula jawa secukupnya. Campurkan kedua bahan tersebut dan blender atau tumbuk hingga halus dan tercampur rata. Ambil satu sendok ramuan dan seduh dengan satu gelas air mendidih. Saring dan minumkan ramuan tersebut dengan rutin satu gelas sehari.

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Epilepsi

 

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Diet ketogenik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi. Diet katogenik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukkan bahwa pola makan ketogenik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain :

1. Diet Katogenik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet ketogenik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti-epilepso. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pembakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak seoanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggu. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengonsumsi lemak 4 kali lebih banyak daripada protein dan krbohidrat. Jumah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dengan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohidrat); daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet ketogenik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

  • Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk.
  • Makan Siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : Spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
  • Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet katogenik ini dapat menikmati sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, Selada dengan mayonaise, dan Es krim tanpa gula

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibatkan serangan epilepsi.

2. Diet glutamat dan aspartat

Selain diet ketogenik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan aspartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalah dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet katogenik ini adalah :

  • Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima konsidi ini dengan bijak.
  • Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapan anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet katogenik yang dijalani anak anda.
  • Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa.
  • Gunakan piring dengan ukuran yang lebi kecil agar makanan yang ada sediakan untuk anak terlihat lebih banyak.
  • Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan simpan di dalam lemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihitung dalam pola makan yang akan anda berikan untuk anak anda setiap harinya.
  • Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi.
  • Bentuk makanan dengan bentuk-bentuk yang unik agar anak anda mendaji lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakit epilepsi yang sedang ia jalani.

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi dapat dilakukan dengan tradisional. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensu psikososial yang berat bagi penyandangnya (pendidikan yang rendah, pengangguran yang tinggi, stigma sosial, rasa rendah diri, kecenderungan tidak menikah bagi penyandangnya). Epilepsi adalah gangguan neurologis umum kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda kejang sementara dan atau gejala dari aktivitas neuronal yang abnormal, berlebihan atau sinkron di otak.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Otak manusia sebenarnya terdiri dari jutaan sel saraf yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua aktifitas tubuh selain faktor genetik dari prnyakit epilepsi yang juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Berkit beberapa faktor penyebab penyakit ayan atau epilepsi  yang paling umum, diantaranya :

  • Faktor genetik yang terjadi akibat dari adanya gen tertentu yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit epilepsi dan membutuhkan pengobatan atau beberapa Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.
  • Trauma yang terjadi di kepala akibat dari penderita pernah mengalami cidera di kepala.
  • Penderita epilepsi yang juga mengalami penyakit tumor otak
  • Terjadi kerusakan otak penderita dalam proses kelahiran
  • Penyakit stroke
  • Penderita epilepsi yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Untuk menyembuhkan penyakit ini ada cara sederhana yang dapat dilakukan para penderita, yaitu diet kategonik. Diet ini terbukti dapat menurunkan frekuensi timbulnya kejang pada anak-anak, namun diet ini relatif sulit dinjalankan. Karena pasien hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berlemak, maka tubuh akan mengalami kekekurangan berbagai nutrisi yang penting, seperti vitamun B, C, dan D. Resiko yang lebih besar adalah terjadnya penurunan gula darah secara drastis akibat pembatasan konsumsi karbohidrat termasuk gula. Diare dan gangguan batu ginjal juga kerap terjadi. Dengan demikian sebelum dan selama menjalankan program diet ini, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Umumnya pada waktu mencocokkan diet ini dengan kebutuhan anak dan meningkatkan efektifitasnya. Dokter biasanya memulai dengan menanyakan kepada orangtua tentang pola makan anak selama satu bulan terakhir. Bahkan jika diet belum juga berhasil, sejarah pola makan anak selama 2-3 bulan terakhir mungkin juga diperlukan.

Cara Penyembuhan Penyakit Epilepsi dengan Diet : Diat Katogenik

Selama melakukan diet kategonik, anak tetap mengonsumsi obat ayan atau epilepsi, tetapi dosisinya mungkin akan dengan perlahan dikurangi. Jika anak merespon dengan baik diet kategonik ini, dokter bahkan akan mengehentikan obat-obatan seluruhnya.

Dokter dan ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam diet katogenik bagi pasien penderita epilepsi ini dapat menganalisa kondisi pada anak dan dapat menetapkan rencana pola makan Dokter harus menyancang pola makan yang masih aman untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pola makan yang mungkin diberikan oleh dokter biasanya terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran sebagai sumber karbohidrat, daging, ikan atau ayam sebagai dumber protein dan banyak memakan makanan berlemak seperti cream, mentega, telur, mayonaise, dan tidak mengkonsumsi gula. Dengan anda memberikan nutrisi yang bersifat katogenik telah menjadi salah satu cara pengobatan penyakit epilepsi.

Cara penyembuhan yang dapat anda lakukan lainnya untuk Penyakit Epilepsi dengan obat tradisional :

Resep 1. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : Lidah buaya 60 gram dan air 600 cc

Cara pembuatan ramuan : kupas kulit lidah buaya dan cuci dagingnya hingga bersih. Rebus dalam 600 cc air bersih hingga mendidih. Biarkan ramuan tetap mendidih dan tersisa setengahnya. Berikan air sebusan lidah buaya ini untuk penderita selagi masih hangat. Pemberian obat dapat anda lakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Resep 2. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang dibutuhkan : 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, 30 gram daun sambiloto, gula merah, dan 600 cc air bersih.

Cara pembuatan ramuan : Campurkan semua bahan menjadi saku kecuali gula merah, lalu cuci hingga bersih. Rebus semua bahan dengan 600 cc air bersih hingga mendidih dan airnya tersisa setengahnya atau sekitar 300 cc. Saring ramuan dan berikan pada penderita selagi masih hangat. Obat epilepsi ini dapat anda berikan 2 kali sehari untuk mengurangi serangan yang terjadi.

Resep 3. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Bahan-bahan yang diperlukan : 1 genggan akar baru cina, 1 ruas ibu jari jahe, 1 ruas ibu jari gula aren, dan 4 gelas air.

Cara pembuatan ramuan : ambil akar daun baru cina dan jahe, lalu cuci hingga bersih. Rebus dalam 4 gelas air bersih dan tunggu hingga mendidih. Biarkan rebusan mendidih dan airnya surut menjadi setengahnya. Angkat dan biarkan hingga ramuan tersebut dingin. Saring dan berikan ramuan kepada penderita epilepsi sebanyak 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Resep 4. Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Resep yang satu ini merupakan resep yang paling mudah untuk anda lakukan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk resep ini hanya buah ciplukan. Cari buah ciplukan yang sudah masak di ladang sekitar rumah anda. Kumpulkan sekitar 8 sampai 10 buah, kemudian cuci hingga bersih. Untuk buah ciplukan ini anda tidak perlu mengolahnya, namun anda cukup mengkonsumsinya langsung. komsumsi buah ini setiap hari hingga penyakit epilepsi yang anda alami membaik.

Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi dapat dilakukan setelah diagnosis epilepsi ditegakkan dan biasanya membutuhkan bahwa kejang yang terjadi secara spontan. Namun, sindrom epilepsi tertentu memerlukan pencetus tertentu atau pemicu untuk kejang terjadi. Ini disebut refleks epilepsi.

Penyakit ayan atau epilepsi terkadang kambuh disaat yang tidak bisa diprediksi dan merupakan penyakitn saraf menahun. Walaupun demikian, bukan berarti penyakit ayan tidak bisa diobati. Jika penanganan dan pengobatan dilakukan dengan tepat, maka fungsi sel-sel saraf pada otak akan kembali pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Tujuan pengobatan yang dilakukan pada penderita epilepsi adalah untuk menyembuhkan, atau bila tidak mampu menyembuhkan, bisa mengatasi gejala-gejala dan mengurangi efek samping pengobatan. Pada penyakit epilepsi, bila tidak diketahui kelainan struktural, metabolik, atau endokrin yang dapat disembuhkan, maka tujuan pengobatan adalah memperbaiki kualitas hidup penderita dengan menghilangkan atau mengurangi frekuensi sawan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Beberapa obat antikonvulsi dapat diberikan untuk mengontrol kejang, walaupun mekanisme kerja zat kimia dari obat-obatan tersebut tetap masih tidak diketahui. Tujuan dari pengobatan adalah untuk mencapai pengontrolan kejang dengan efek samping minimal.

Pengobatan obat-obatan lain mungkin diperlukan jika kontrol kejang tidak tercapai atau bila peningkatan dosis memungkinkan terkkadi toksisitas. Pemberian obat membutuhkan pengaturan karma disesuaikan dengan penyakit yang terjadi, perubahan berat badan atau peningkatan stres. Menghentikan pengobatan antikonvulsan dengan tiba-tiba menyebabkan kejang lebih sering terjadi atau dapat menimbulkan status epileptik.

Berikut beberapa obat yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit ayan atau  epilepsi sebagai cara mengobati penyakit epilepsi, namun harus menggunakan resep dari dokter yang sudah merawat pencerita seperti :

1. Fenitoin

Fenitoin merupakan obat anti epilepsi pilihan pertama yang diberikan untuk penderita kejang umum dan kejang tonik-klonik. Fenitoin ini juga dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah kejang yang terjadi pada pasien trauma kepala/bedah syaraf. Feniton memiliki efek samping yang sama dengan obat epilepsi lainnya seperti mengantu. Namun penggunaan obat ini juga memiliki efek samping lainnya seperti : kelelahan, gangguan pengelihatan dan juga disfungsi korteks.

2. Primidon

Primidon adalah obat atau Cara Mengobati Penyakit Epilepsi yang sering digunakan untuk penderita kejang parsial dan kejang tonik-klonik. Primidon ini memiliki efek sebagai penurun neuron eksitatori. Efek anti kejang yang terkandung dalam primidon ini hampir sama dengan penurunan pada fenobarbital, namun kurang poten. Didalam tubuh primidon dirubah menjadi metabolit aktif yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid (PEMA). PEMA dapat meningkatkan aktifitas fenobarbotal. Dosis primidon 100-125 mg 3 kali sehari. Efek samping yang sering terjadi antara lain adalah pusing, mengantuk, kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, kemerahan dikulit, dan impotensi.

3. Etosuksimid.

Obat etosuksimid ini adalah cara mengobati penyakit epilepsi yang digunakan untuk terapi kejang absens. Dosis penggunaan etosuksimid untuk anak-anak usia 3-6 tahun adalah 250 mg per hari, untuk dosis awal dan 20 mg per hari untuk dosis pemeliharaan. Sedangkan untuk dosis anak dnegan usia lebih dari 6 tahun dan dewasa 500 mg per hari. Efek yang muncul akibat penggunaan obat etosuksimid ini adalah seperti mual dan muntah. Efek samping lainnya dari penggunaan obat etosuksimid ini adalah ketidak seimbangan tubuh, mengantuk, gangguan pencernaan, tubuh menjadi goyah, pusing dan juga cegukan.

4. Asam Valproat

Asam valproat merupakan salah satu pilihan pertama sebagai cara mengibati penyakit epilepsi untuk terapi kejang parsial, kejang absens, dankejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik . Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. Asam valproat juga  berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium. Dosis penggunaan asam valproat 10-15 mg/kg/hari. Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan pencernaan (>20%), termasuk mual, muntah, anorexia, dan peningkatan berat badan. Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan adalah pusing, gangguan keseimbangan tubuh, tremor, dan kebotakan.

Asam valproat mempunyai efek gangguan kognitif yang ringan. Efek samping yang berat dari penggunaan asam valproat adalah hepatotoksik. Hyperammonemia (gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati.

Cara mengobati penyakit epilepsi lainnya juga dapat anda menggunakan bahan yang alami seperti menggunakan terong. Terong adalah salah satu jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar dan kita sebut. Terong memiliki kandungan skopolamin, striknin, skoparon, dan skopolatin sehingga dapat membantu untuk mengatasi penyakit epilepsi yang anda derita beserta dengan gelaja yang meliputi gugur/ sawanan, hingga kekejangan syaraf seperti yang sering dialami oleh penderita penyakit epilepsi.

Atau menggunakan cara mengobati penyakit epilepsi lainnya dengan bahan bace jawa yang sudah dikeringkan dan madu. Cara pembuatan ramuan ini adalah dengan menghaluskan cabe jawa kering yang sudah disediakan hingga benar-benar halus. Ambil sebagian dari cabe dan tambahkan dengan madu secukupnya. Aduk hingga merata dan anda langsung dapat memberikannya kepada penderita untuk di minum. Konsumsi ramuan ini paling tidak dua kali sehari secara rutin hingga penyakit epilepsi yang penderita rasakan mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Cara Mengobati Penyakit Epilepsi

Posted in Epilepsi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment